Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghadapi Sidang
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤
Queen menatap Daniel dan Stella yang berpelukan. Dia dapat ide terakhir, ide paling gila, ide yang hanya bisa dilakukan Ratu yang sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan.
"Tuan Moretti," kata Queen, "Bagaimana kalau kita tidak lawan gugatan 2 triliun ini di Den Haag?" Tanya Queen.
Semua kaget. "Tidak di lawan? Kita akan kalah otomatis, Ratu!" Ucap salah satu dari mereka.
Queen tersenyum. Senyum yang sama seperti saat dia bakar koper 200 miliar. "Kita tidak lawan di Den Haag. Kita serang balik di Genoa. Kita gugat balik Al-Rashid Group di pengadilan Genoa atas tuduhan penculikan anak di bawah umur, percobaan pembunuhan 30 anak sekolah dengan bom, dan pencemaran nama baik Donna Isabella. Gugatan balik 2 triliun rupiah juga. Jadi imbang. 2 triliun vs 2 triliun." Ucap Queen.
Tuan Moretti terpaku. "Gugatan balik? Di pengadilan Genoa? Tapi Al-Rashid Group perusahaan Libya, mereka tidak akan datang ke Genoa..." Ucap Tuan Moretti.
"Itu poin nya!" kata Queen. "Mereka tidak akan datang. Kalau mereka tidak datang, mereka kalah otomatis di Genoa. Dan kalau kita punya putusan menang di Genoa, kita bisa pakai putusan Genoa itu untuk batalkan gugatan mereka di Den Haag. Nama nya 'jurisdictional conflict'. Pengadilan Den Haag harus hormati putusan pengadilan Genoa kalau kasus nya sama." Ucap Queen.
Lucas yang dengar itu, langsung buka laptop. "Queen, itu bisa! Itu taktik yang di pakai perusahaan multinasional untuk hindari denda! Kita buat pengadilan Genoa sibuk dulu!" Ujar Lucas.
Paman Cito tertawa keras, untuk pertama kali nya setelah 6 bulan. "Anak ini... Anak ini lebih licik dari kakek nya! Tuan besar Salvatore dulu juga pernah pakai taktik gugat balik untuk hindari pajak!" Ucap paman Cito.
Queen menatap semua orang di ruangan itu. King, Daniel, Bruno di telepon, Lucas, Paman Cito, Tuan Moretti, dan Stella kecil di pangkuan nya.
"Kita tidak punya 2 triliun rupiah. Tapi kita punya sesuatu yang Al-Rashid tidak punya." Ucap Queen.
📞"Apa, Ratu?" tanya Bruno di telepon.
📞"Kita punya 30 anak yang bisa jadi saksi bahwa mereka hampir di bom. Kita punya wartawan yang live 200 ribu penonton waktu Herman ngaku. Kita punya sekolah yang di cintai seluruh Genoa. Dan kita punya... Kejujuran. Al-Rashid Group punya uang dan senjata. Tapi kita punya cerita. Dan di pengadilan, cerita yang jujur kadang lebih kuat dari uang." Sahut Queen.
Jam 14.00 siang, Queen, King, Daniel, Lucas, dan Tuan Moretti pergi ke Pengadilan Negeri Genoa, bawa 40 halaman gugatan balik setebal 50 halaman.
Judul gugatan nya: * YAYASAN STELLA vs. AL-RASHID GROUP LTD. - GUGATAN 2 TRILIUN ATAS PERCOBAAN PEMBUNUHAN DAN PENCEMARAN NAMA BAIK*
Di halaman terakhir gugatan balik itu, Queen tulis tangan, bukan ketikan pengacara:
"Saya, Queen Alessandro, umur 22 tahun, tidak punya 200 Miliar. Tapi saya punya 30 anak yang mau sekolah. Jika pengadilan Genoa memutuskan saya harus bayar 2 Triliun kepada teroris, maka silakan sita sekolah saya. Tapi tolong, biarkan 30 anak itu tetap sekolah di dalam gudang yang disita, karena mereka tidak tahu apa itu 2 Triliun. Mereka hanya tahu huruf A sampai Z. Hormat saya, Ratu Queen."
Tulisan tangan itu, yang di foto oleh wartawan pengadilan dan viral di Tik**Tok dalam 2 jam, mendapat 12 juta like.
Judul berita nya: *" RATU 22 TAHUN LAWAN TERORIS LIBYA 2 TRILIUN RUPIAH DENGAN TULISAN TANGAN"*
Al-Rashid Group di Libya, yang melihat berita viral itu, marah besar. Karena mereka tahu, di era Tik**Tok, cerita lebih kuat dari pengacara Satu juta per jam.
Malam itu, di Sekolah Kasih Amanda, Queen tidak bisa tidur. Dia duduk di depan gudang, menatap laut pelabuhan.
King datang, bawa dua kaleng bir. "Besok sidang pertama di Genoa, Queen. Kau siap?" Tanya King.
Queen menggeleng. "Tidak. Aku takut. Aku takut kalah dan sekolah ini jadi milik teroris." Jawab Queen.
King memberikan satu kaleng bir ke Queen, meski Queen tidak pernah minum bir. " Queen, ingat waktu kita kecil, Daddy bilang apa kalau kita takut?" Tanya King.
Queen tersenyum, ingat. " Daddy bilang, 'Kalau kau takut, jangan tutup mata. Nyalakan lilin.'" Jawab Queen.
King menyalakan korek api, menyalakan lilin kecil yang ada di depan gudang. Cahaya lilin kecil itu, di tengah kegelapan pelabuhan Genoa, terlihat oleh 30 rumah nelayan di sekitar pelabuhan.
Satu per satu, nelayan nelayan itu menyalakan lilin di depan rumah mereka juga. Untuk dukung Queen.
Dalam 10 menit, seluruh pelabuhan Genoa yang gelap, penuh dengan cahaya lilin kecil.
Bukan cahaya lampu mahal. Tapi cahaya lilin murah, yang di nyalakan oleh orang orang miskin yang Queen sekolahkan anak nya gratis.
Daniel yang melihat itu dari kapal nya, menelepon Queen. "Queen, lihat pelabuhan. Mereka semua nyalakan lilin untuk mu. Al-Rashid punya 2 Triliun. Kau punya 1000 lilin. Menurut mu, mana yang lebih terang di mata Tuhan?" Ucap Daniel.
Queen menangis lagi. Tapi kali ini bukan tangis takut. Tangis haru. Stella yang sudah tidur di dalam gudang, terbangun, keluar, melihat lautan lilin di pelabuhan.
"Kakak Queen, bintang bintang turun ke pelabuhan ya? Cantik sekali." Ucap Stella.
Ya. Bintang bintang turun ke pelabuhan. Untuk Ratu kecil yang berani lawan raksasa 2 triliun dengan tulisan tangan.
********
Pengadilan Negeri Genoa. Ruang Sidang Utama. Jam 09.00 pagi.
Ruang sidang ini biasa nya sepi. Hanya ada kasus pencurian ikan, perkelahian nelayan mabuk, atau sengketa tanah warisan. Tapi hari ini, ruang sidang ini penuh sesak sampai orang berdiri di luar jendela.
Kenapa? Karena sidang hari ini bukan sidang biasa. Ini sidang *Yayasan Stella vs. Al-Rashid Group Ltd. - Gugatan 2 Triliun Rupiah.*
Di satu sisi meja, ada Queen. Umur 22 tahun setengah, pakai blazer hitam sederhana yang sama seperti hari pertama sekolah, bukan gaun Ratu, karena dia mau hakim lihat dia sebagai kepala sekolah, bukan mafia. Di samping Queen ada King, Lucas, Tuan Moretti pengacara tua umur 75 tahun yang kacamata tebal nya sudah retak, dan... 30 anak sekolah pelabuhan dengan seragam biru, duduk di lantai ruang sidang karena tidak ada kursi cukup, termasuk Stella yang duduk di pangkuan Queen, masih pegang jam Richard Mille pemberian Daniel.
Di sisi lain meja, ada musuh. Bukan Al-Rashid sendiri. Al-Rashid tidak berani datang ke kota itu karena dia buronan Interpol. Tapi dia kirim pengacara terbaik nya.
Tiga pengacara. Dua pria bule Inggris dengan jas hitam harga 50 juta, jam tangan Rolex, koper kulit buaya, dan satu wanita Arab cantik umur 35 tahun, pakai hijab hitam elegan, kacamata hitam, nama nya Leila Al-Rashid. Anak kandung Al-Rashid Group. Pengacara lulusan Harvard, tarif 15 juta per jam, lebih mahal dari dua pria Inggris itu.
Leila menatap Queen, tidak dengan benci, tapi dengan... Kasihan.
" Ratu Queen," kata Leila dengan bahasa Italia sempurna tanpa aksen, "Saya Leila Al-Rashid. Saya bukan teroris seperti ayah saya. Saya pengacara. Saya di sini untuk selesaikan bisnis ayah saya secara legal. Ayah saya memang salah kirim senjata pakai nama yayasan ibu mu. Tapi kontrak tetap kontrak. 2 triliun rupiah harus di bayar. Atau serahkan gudang sekolah itu untuk kami pakai sebagai gudang ikan, kami akan bayar sewa mahal." Ucap nya lagi.
Queen menatap Leila. Untuk pertama kali nya, Queen melihat musuh nya bukan monster. Tapi seorang anak perempuan juga, yang terjebak dalam bisnis kotor ayah nya, sama seperti Queen terjebak dalam warisan berdarah keluarga nya.
Hakim masuk. Hakim tua bernama Hakim Rossi, umur 68 tahun, botak, bekas nelayan juga sebelum jadi hakim, jadi dia kenal semua anak pelabuhan.
"SIDANG DIBUKA! "
***********
Happy Reading Guys. 🥰🤗