NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:280
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

​"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.

​Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.

Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

​Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:

​Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?

​Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?

​Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Good night

Kami tiba di tempat mas Adrian memarkirkan mobilnya..

"Dek, sepertinya kita nggak bisa pulang malam ini juga.. karena di jalur yang akan kita lewati, adalah area yang rawan perampokan pengendara, Mas khawatir tentang bahayanya kalau kita memaksakan diri untuk pulang melewati jalan itu tengah malam nanti. Sebaiknya kita pulang besok saat pagi hari..". Ucap mas Adrian.

"Aku ikut kamu aja mas..". Ucapku

"Kamu mau menginap di tempat kerabatnya mas? Tapi kalau kamu keberatan kita bisa mencari penginapan lain. Mas yakin kamu pasti kurang nyaman kalau menginap di tempat kerabatnya mas..". Ucap mas Adrian menanyai keinginanku.

"Mm.. Aku fikir lebih baik kita kepenginapan lain aja mas, aku juga nggak mau ngerepotin kerabatnya mas..". Jawabku sambil sedikit malu-malu.

"Hmm, yaudah.. sekalian kita makan disana, kamu pasti sudah cukup lapar sekali sejak tadi..". Ujar mas Adrian

-

Kamipun menemukan penginapan tidak jauh dari kebun teh yang kami kunjungi tadi. Lalu mas Adrian memesan kamar.

Aku mulai berfikir kemana-mana..

"Penginapan.. Hanya ada Aku dan mas Adrian calon suamiku..Ya ampun.. apa yang harus aku lakukan saat berduaan nanti..". Ucapku dalam hati.

"Dek..?". Mas Adrian memanggilku

"Iya mas..?". Jawabku

"Ayo masuk.. kita mendapat kamar bagus yang menghadap langsung ke area pemandangan perkebunan..". Jawab mas Adrian dengan santainya.

"Mm.. mas.. kita tidur di 1 kamar?". Aku bertanya pada mas Adrian.

"Hahahha.. kenapa? Kamu emangnya nggak mau tidur sekamar sama mas?". Jawab mas Adrian sambil tertawa.

"Mmm.. jadi kita beneran sekamar..". Gumamku

"Ini kunci kamu, ini kunci mas..".

Mas Adrian memberiku kunci sambil kembali menahan tawa lalu mengelus kepalaku.

"Kamu mikirin apa..? Hmm?". Mas Adrian menggodaku.

"Nggak.. nggak mikirin apa-apa. Syukurlah..". Kataku..

Kami pergi menuju ke kamar kami masing-masing..

"Sekarang kamu masuk terus mandi, terus kita pergi makan malam di bawah.. nanti mas ketuk pintu kamar kamu kalau mas udah selesai mandi.". Ucap mas Adrian.

"Iya mas.. aku masuk dulu..". Sambil malu-malu aku masuk ke kamarku.

-

Tok tok tok..!

Tanda kalau mas Adrian sudah di depan pintu kamar, sementara aku belum selesai mengeringkan rambutku dan berdandan.

Aku membuka pintu masih menggunakan handuk dan rambutku juga masih terbungkus handuk. Aku memang selalu mandi dengan waktu yang cukup lama.

Mas Adrian masuk tetapi berusaha untuk tidak menatapku lama-lama. Mungkin mas Adrian merasa canggung, karena aku masih menggunakan handuk.

"Aku ganti baju dulu mas..". Ucapku masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.

Mas Adrian mengangguk sambil memegang handphone seolah-olah dia sangat sibuk dengan sesuatu. Tapi aku tau, mas Adrian sengaja mengalihkan pandangannya karena menghormatiku yang belum sah menjadi istrinya.

Saat aku selesai ganti pakaian, aku mengeringkan rambutku yang basah dengan handuk. Tiba-tiba mas Adrian menyuruhku duduk di tepi tempat tidur lalu membantuku mengeringkan rambutku, rasanya sangat menyenangkan. Mas Adrian memang selalu memperhatikan tiap detail kecil dari diriku. Bersamanya aku selalu merasa aman dan damai. Mas Adrian menjagaku dengan sangat baik.

Kamipun pergi makan malam berdua lalu pulang ke kamar kami masing-masing..

Jujur.. sepertinya aku tidak bisa tidur karena hari ini benar-benar luar biasa.. Mengetahui mas Adrian tidur di kamar sebelah membuatku jadi lebih susah tidur.. Apakah mas Adrian juga merasakan hal yang sama..?

Sekarang waktu masih menunjukan pukul 10 malam, haruskah aku mengirim pesan pada mas Adrian..?

Akupun benar-benar mengirimkan pesan ke mas Adrian..

Teks : Good night calon suami ❤️

-

Tok tok tok !

Tak berselang lama seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku pun menuju kepintu sambil mengintip lewat bulatan kaca untuk meihat keluar pintu. Dan yang aku lihat mas Adrian sedang berdiri sambil memegang handphone. Dan akupun bergegas membukakan pintu.

"Kamu udah ngantuk?". Tanya Mas Adrian

"Belum mas.. Apa kamu mau masuk mas?". Tanyaku dengan polosnya.

Lalu mas Adrian pun masuk kedalam. Mas Adrian dan aku duduk di tepi tempat tidur. Dan mas Adrian mengatakan kalau mas Adrian kesulitan untuk tidur. Lalu mas Adrian mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Ternyata kartu sekotak kartu remi, dan mas Adrian mengajakku bermain kartu. Aku sangat bersemangat untuk mulai bermain kartu.

Aku bercerita pada mas Adrian kalau dulunya aku sering bermain kartu bersama sepupuku dan membuat sebuah taruhan. Menurutku itu sangat menyenangkan.

Mas Adrian pun terlihat cukup terhibur. Lalu rencananya kami mau mengoleskan sesuatu di wajah bagi siapa yang nanti akan kalah. Lalu kami berfikir untuk menggunakan pasta gigi yang di sediakan di kamar penginapan untuk mencoret muka.

Saat aku mencari, aku mebuka sebuah laci meja.. Aku menemukan sesuatu yang aku tidak tau itu apa. Lalu menunjukkannya pada mas Adrian. Saat mas Adrian melihatku memegangnya, mas Adrian bertanya tentang benda apa yang aku pegang dengan nada sedikit tegang.

Lalu aku memberikannya pada mas Adrian . Dan mas Adrian langsung membuangnya ketempat sampah begitu saja.

"Kenapa di buang mas? Aku mau liat isi dalamnya itu apa..". Jawabku sedikit ketus.

"Dek.. kamu beneran nggak tau itu apa..?". Tanya mas Adrian.

"Nggak..". Jawabku singkat

Mas Adrian hanya tertawa dan mengalihkan pembicaraan. Beberapa waktu kemudian mas Adrian ingin pergi ke toilet.. dan aku masih merasa penasaran dengan benda yang mas Adrian buang, jadi aku pungut kembali dari tempat sampah dan membuka isinya. Dan ternyata yang ku lihat benda itu isinya lumayan basah dan terlihat hampir seperti balon panjang yang belum di tiup. Sambil berfikir akupun pelan-pelan mulai menyadari bahwa benda itu adalah alat kontrasepsi yang sering orang-orang gunakan sebagai pengaman.

Aku sangat terkejut lalu mengambil selimut dan menutupi seluruh tubuhku.

Saat mas Adrian keluar dari toilet, mas Adrian memanggilku..

"Kamu udah mau tidur sayang?". Tanya mas Adrian.

"Iya mas.. aku mau tidur duluan..". Sambil membungkus seluruh tubuhku dengan selimut tebal.

Lalu mas Adrian diam aku tidak mendengar suara apa-apa. Saat aku mengintip keluar dari selimutku, aku terkejut melihat mas Adrian sedang memegang alat kontrasepsi yang aku buang tadi. Dan dia tertawa pelan.. Seolah-olah mas Adrian benar-benar terhibur.

Aku malu dan kembali masuk kedalam selimut. Mas Adrian mendekat ke kepalaku dan mengatakan..

"Tidurlah sayang..".

Lalu sebuah kecupan mendarat di keningku, terasa hangat dan membuatku merasa damai.

Mas Adrian berlahan turun dari tempat tidur dan keluar dari kamar lalu menutup pintu pelan-pelan..

-

Sebuah teks masuk :

Good night calon istriku

Aku cinta kamu ❤️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!