NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak Dengan Ceo Dingin Mantan Kaka Iparku

Pernikahan Kontrak Dengan Ceo Dingin Mantan Kaka Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Atha Diyuta

Alena tidak pernah menyangka akan dinikahi oleh Aditya Pradana, CEO dingin yang juga mantan kakak iparnya.

Tujuannya satu: menjadi ibu untuk Sean, anak tiri berandal yang membencinya setengah mati.

Sean melakukan segala cara untuk mengusir Alena.

Balapan liar, berkelahi, membolos.

Tapi Alena yang berjilbab ini tidak takut.

Ia lawan balik Sean di arena balap dan di lapangan futsal.

Hingga Sean diam-diam kagum dan berbisik, "Siapa sebenarnya kamu, Bunda?"

Di sisi lain, Aditya Pradana yang dibantu Rendra, mulai menyadari...

Adik iparnya yang dulu pendiam itu, kini menjadi wanita yang tidak bisa ia lepaskan.

Pernikahan kontrak ini, apakah akan berakhir dengan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Jam 08.00 pagi di Pondok Indah Hospital.

Jam 08.00 pagi ini, jadwal kontrol 8 minggu Alena. Seharusnya jam 10.00, tapi Aditya sengaja majuin jam 08.00 pagi biar sepi, biar tidak ada yang lihat.

Alena pakai dress hamil longgar warna sage green dipadu padankan dengan hijab warna coklat susu dia digandeng Aditya yang pakai kemeja putih santai, tidak pakai jas, dan Sean yang sudah resmi jadi mahasiswa UI Manajemen Bisnis, pakai jaket almamater UI kuning, jadi bodyguard Bunda karena setelah mengantar bunda Alena,sean langsung berangkat ke kampus.

Masuk lift VIP langsung lantai 5, tidak lewat lobi umum. Suster VIP sudah tunggu.

"Selamat pagi Bu Alena, Pak Aditya silakan Dokter Tania sudah tunggu di ruang USG 5," sapa suster ramah.

Alena senyum, "Pagi sus."

Mereka masuk ruang USG 5, pintu dikunci dari dalam.

Sementara itu, jam 08.15, di lobi umum lantai 1 Pondok Indah Hospital, ada wanita pakai seragam suster putih-putih lengkap, ia juga mengenakan masker, memakai topi suster dan membawa map coklat.

Clarissa Wijaya.

Setelah gagal telepon Dokter Kevin semalam karena Dokter Kevin tidak kasih data pasien, Clarissa tidak menyerah. Jam 05.00 pagi dia sudah bangun, buka Shopee, beli seragam suster 150 ribu, topi suster, dan name tag palsu tulisan "Suster Clara - Magang".

Dia masuk lobi dengan percaya jalan seperti suster beneran.

"Permisi, saya suster magang baru, mau antar berkas ke lantai 5," katanya ke resepsionis dengan aksen Inggris dibuat-buat.

Resepsionis yang masih ngantuk pagi-pagi percaya, "Oh iya sus, silakan sus, lift belakang ya sus."

Clarissa naik lift belakang ke lantai 5.

Lantai 5 itu lantai VIP, sepi, hanya ada 3 ruangan. Ruang USG 5 pintunya tertutup, ada tulisan "Pemeriksaan Pasien A - Jangan Masuk".

Clarissa lihat tulisan itu, senyum licik di balik masker.

"Itu pasti Alena, nama samaran A, Alena," bisiknya pelan.

Dia pura-pura beres-beres troli obat di depan ruang USG 5, telinganya ditempel ke pintu, mau nguping.

Di dalam ruang USG 5, Dokter Tania lagi USG.

"Alhamdulillah Bu A, detak jantungnya makin kuat, sudah 8 minggu 3 hari, janin sehat, lihat ini Bu, sudah mulai kebentuk tangan kakinya," kata Dokter Tania sambil gerakin alat USG di perut Alena yang dioles gel dingin.

Di layar hitam putih, bukan lagi titik kedip-kedip kecil seperti 2 minggu lalu, sekarang sudah kelihatan bentuk bayi kecil, ada tangan kecil gerak-gerak.

Aditya yang pegang tangan Alena langsung tersenyum penuh haru lagi.

Sean yang di sebelah juga terharu, "Adik Sean sudah punya tangan Bun!"

Alenapun tersenyum bahagia, "Iya nak, adik sudah punya tangan."

Di luar pintu, Clarissa yang nguping dengar suara tawa bahagia itu, tangannya mengepal kuat, kuku palsu Chanel-nya hampir patah.

Tiba-tiba, pintu ruang USG 5 kebuka dari dalam.

Aditya keluar duluan, mau mengambil tisu di troli depan.

Dan di depan troli, dia lihat "suster magang" yang posturnya sangat familiar, tinggi 170cm, rambut pirang, wangi parfum Chanel No 5 yang sangat familiar, parfum yang dulu pernah dipakai Clarissa di London.

Aditya diam 2 detik, mata dinginnya langsung tajam.

Matanya turun lihat name tag "Suster Clara - Magang" dan sepatu heels putih Chanel yang dipakai suster itu. Suster mana pakai heels Chanel 12 cm di RS?

Aditya langsung menarik masker suster itu kebawah dengan kasar.

BRAK!

Masker Clarissa terlepas jatuh.

Wajah Clarissa Wijaya pucat pasi karna ketahuan.

Aditya suaranya pelan tapi dingin menusuk, lebih dingin dari AC RS lantai 5.

"Clarissa."

Clarissa gemetar, map coklatnya jatuh, berkas palsunya berserakan.

"A... Adit... aku... aku cuma... aku kangen... aku mau lihat..."

Belum sempat Clarissa lanjut dramanya, Sean yang dari dalam ruang USG keluar, melihat Clarissa memakai seragam suster palsu langsung beteriak.

"TANTE CLARISSA?! NGAPAIN TANTE DISINI PAKAI BAJU SUSTER PALSU?!" teriak Sean.

Alena yang masih tiduran di ranjang USG, mendengar nama Clarissa langsung duduk, perutnya yang 8 minggu langsung terasa mules karena kaget, gel USG masih menempel.

"Clarissa? Lagi?"

Aditya tidak menunggu lama dia langsung menekan tombol darurat di dinding lantai 5.

TIT! TIT! TIT!

2 satpam RS dan 1 manajer lantai 5 lari datang.

"Pak Aditya ada apa Pak?"

Aditya menunjuk Clarissa yang memakai seragam suster palsu.

"Orang ini bukan suster, dia orang jahat yang menyamar, bawa dia keluar, blacklist dari RS ini, dan saya mau lapor polisi penipuan identitas tenaga medis."

Clarissa langsung menangis drama, tertunduk di lantai dan memeluk kaki Aditya.

"Adit jangan Adit, aku cuma mau lihat kamu bahagia Adit, aku dengar Alena hamil Adit, aku cuma mau ucapin selamat Adit... aku masih sayang kamu Adit..."

Aditya mundur, jijik, kemudian menarik Alema untuk keluar dari ruangan setelah selesai pemeriksaan.

Satpam RS langsung menyeret Clarissa keluar, seragam suster palsunya robek sedikit, heels Chanel-nya lepas satu, dia dibawa turun paksa pakai lift barang,yang langsung dikeluarkan dari gerbang belakang RS.

Jam 08.30, di parkiran VIP, Aditya memeluk Alena dengan erat di dalam mobil Alphardnya karena badan Alena masih gemetar.

"Sayang kamu gak apa-apa? Perut masih mules gak? Kita USG lagi ya sayang ya? Mas takut kamu kenapa-kenapa dan itu membuat kamu stres."

Alena menangis di pelukan Aditya, "Mas Alena takut Mas, kok dia bisa tau kita di RS ini Mas, kok bisa nyamar jadi suster Mas,motif dia apa sabenernya mas?"

Sean yang di jok belakang, mengepalkan tangannya.

"Ayah, udah cukup Yah! Tante Clarissa keterlaluan Yah! Nyamar jadi suster! Gimana kalau dia nekat melakukan hal yang jauh lebih berbahaya lagi yah!"

Aditya lantas mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Halo, siapkan berkas pasal penipuan identitas tenaga medis dan percobaan akses data pasien ilegal, saya mau laporin Clarissa Wijaya hari ini juga."

Jam 09.00, mobil Alphard keluar dari Pondok Indah Hospital, langsung pulang ke Pondok Indah.

Di dalam mobil, Alena terus memegang perutnya dan berbisik kecil.

"Adik yang kuat ya nak, Bunda sama Ayah sama Kak Sean jagain adik..."

Dan di apartemen Senopati, Clarissa yang baru diusir satpam RS, karna mengenakan seragam suster palsu, duduk di lantai apartemen menangis keras, bukan menangis cantik lagi, tapi menangis jelek meratapi nasibnya yang juga jelek karna usahanya selalu gagal.

Bersambung

1
Atha Diyuta
trimakasih kk😊
Rian Moontero
mampiiirrr👍👍
Atha Diyuta
Karya terbaruku bantu ramaikan teman-teman ☺️☺️
Atha Diyuta: oke siap ka diperbaiki trimakasih kk ☺️☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!