Bima Arka Pradipta , anak dari keluarga sederhana di pinggiran Manado. Keras kepala, tidak banyak bicara di luar lapangan tapi meledak-ledak di dalam lapangan. Hamstring putus , pensiun umur 34 tahun. Dikenal karena tendangan bebas melengkungnya dan loyalitasnya sama tim. Dari anak kampung yang main bola pakai kaki ayam -> ditolak akademi karena dianggap terlalu emosional -> bangkit setelah cedera parah di musim hujan -> jadi kapten yang mengangkat tim degradasi jadi juara.
"Bukan tentang seberapa keras kau terjatuh, tapi seberapa lama kau tetap berdiri di tengah hujan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SelToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15 Kontrak Pertama dan Kemeja Kancing 2 Yang Dipakai Di Kantor Persija
Pagi hari setelah lolos , bukan selebrasi. Malah harus langsung tanda tangan kontrak.
Ruang kantor Persija di Sawangan. AC 16 derajat. Dingin seperti kulkas. Meja panjang. Ada logo macan Kemayoran besar di dinding.
Di meja ada 3 map : Kontrak 3 tahun.
Bima disuruh duduk. Di depan dia ada manager akademi , Pak Syaiful , dan ada satu orang legal yang pakai kacamata.
"Baca dulu ya , Bima" kata Pak Syaiful.
Kontraknya ada 12 halaman. Bahasa hukum. Bima umur 16 tahun 8 bulan , tidak mengerti. Cuma mengerti angka : Gaji pokok Rp 7.000.000 , uang makan Rp 1.500.000 , dan bonus main Rp 2.000.000 per match di Elite Pro.
Total kalau main terus bisa Rp 10 juta. Di Tuminting , itu uang 5 bulan melaut.
Tapi ada pasal kecil di halaman 9 : Pasal 11 ayat 3 : "Pihak kedua wajib tinggal di mess dan dilarang menerima tawaran dari klub lain tanpa izin tertulis pihak pertama. Jika melanggar , harus denda Rp 200.000.000."
Bima membacanya sampai dua kali.
200 juta. Itu harga 9 perahu Sinar Mira.
Dia pegang pulpen. Tangannya gemetar. Bukan karena takut denda. Karena dia ingat tasnya.
Di tas punggungnya yang robek resletingnya , ada kemeja kotak - kotak kancing 2 milik Bapak. Kemeja yang Bapak suruh bawa "Kalau kangen , cium. Masih bau laut."
Bima membuka tasnya. Dia keluarkan kemeja itu. Taruh di atas meja kontrak. Di atas pasal denda 200 juta itu.
Semua orang di ruangan diam dan kaget.
"Maaf Pak" Bima bilang "Boleh saya pakai ini dulu sebelum tanda tangan ?"
Pak Syaiful bingung. "Buat apa ?"
Bima pakai kemeja itu. Kemeja kotak - kotak , kancingnya cuma 2 di tengah , yang satu sudah karatan , yang bawahnya bolong , jadi angin AC masuk dari bawah. Kemeja yang kebesaran untuk Bima , karena itu kemeja milik Bapak.
Bau laut , bau amis , bau jaring. Di ruangan AC yang wanginya parfum mewah di kantor Persija itu , bau laut Tuminting menyebar.
Bima pakai kemeja itu , lalu tanda tangan.
Bima Arka Pradipta. Tulisan tangannya jelek , seperti anak SD.
Pak Syaiful memfoto momen itu. Dia upload di Instagram Persija Elite: "Welcome Bima Arka Pradipta from Manado. From fisherman's son to Macan Kemayoran. He signed his first contract wearing his father's fishing shirt."
Likenya langsung 12 ribu dalam sejam.
Setelah tanda tangan , Pak Syaiful bertanya "Bima , kenapa harus pakai kemeja bapakmu ?"
Bima melipat lagi kemeja itu dengan perlahan. Lalu dia masukkan kembali ke dalam tas.
"Supaya kalau saya ingkar janji nanti , yang malu bukan saya , Pak. Bapak saya yang malu. Jadi saya tidak akan ingkar."
Itu jawaban nelayan. Bukan jawaban pemain bola Jakarta.
Sore itu , Bima resmi jadi pemain Persija U-18. Dapat mess nomor 14. Sekamar sama Farrel yang dulunya menyindirnya , yang sekarang jadi teman sekamar.
Farrel lihat kemeja kancing 2 itu tergantung di lemari Bima , sebelah jersey Persija baru.
Farrel bertanya "Boleh pinjam ? Keren. Vintage."
Bima menjawab "Tidak. Ini bukan vintage. Ini jimat. Kalau hilang , aku tidak akan bisa melakukan tendangan pisang lagi."
Malamnya , Bima video call Ibu dan Bapak di Tuminting. Sinyalnya jelek , gambar dan suaranya juga terputus - putus.
Ibu lihat Bima pakai jersey Persija. Ibu menangis.
Bapak lihat Bima pakai kemeja kancing 2 di dalam jersey Persija. Bapak cuma mengangguk.
"Pas , Bima. Kancing 2 itu pas untuk kontrak pertama. Nanti kalau sudah kontrak di liga 1 senior , kita jahit jadi kancing 6."
Bima ketawa. Di mess Sawangan yang dingin itu , untuk pertama kalinya dia tidak kedinginan. Karena bau laut masih ada di kemeja itu.
#####################################
Cukup sampai di sini dulu ya , besok lanjut lagi. Semoga suka , jangan lupa berikan saran , like dan hadiahnya
Happy reading