"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. PERANG DINGIN DI MANSION VANDERBILT
"Di mana Angeline, Mami?"
Pertanyaan pertama yang meluncur dari bibir Austin Vanderbilt begitu mereka menginjakkan kaki di hall utama mansion langsung membuat Aleeza Wira menghembuskan napas gusar. Pria itu baru saja mengancam akan menghancurkan hidup Julian jika Aleeza tak mau berakting, namun sekarang Austin sendiri yang terang-terangan menunjukkan bahwa sosok Angeline-lah yang selalu bernaung di kepalanya!
Olivia Vanderbilt yang sedang sibuk memberi arahan pada belasan pelayan langsung menoleh, menatap putranya dengan raut wajah kesal.
"Kau sedang membawa tunanganmu, Austin, dan kau malah langsung menanyakan wanita lain?" tegur Olivia tegas, lalu melangkah menghampiri Aleeza dan menggandeng tangannya penuh kehangatan. "Maafkan Austin, Aleeza. Pria ini kadang tidak punya sopan santun."
Austin menyunggingkan senyum tipis yang dingin. "Aleeza bukan tipe wanita pencemburu, Mami. Lagipula Angeline bukan orang lain bagi keluarga kita, bukan?"
"Austin..."
Sebuah suara lembut nan anggun mengalun dari arah tangga marmer. Aleeza menoleh dan seketika membeku.
Angeline Stevano.
Wanita yang selama ini dianggap telah 'hilang' dari kehidupan Austin kini berdiri di sana. Mengenakan dress hitam elegan yang membalut tubuh rampingnya, rambut cokelat keemasannya terurai indah, dan sepasang mata birunya menatap lurus ke arah Austin. Tak bisa dimungkiri, Angeline memiliki pesona bangsawan yang sangat memikat.
"Kau terlihat agak berantakan," ujar Angeline seraya mendekati Austin, lalu dengan santainya merapikan kerah jas yang dikenakan pria itu. "Kau naik motor ke sini?"
"Tentu saja," kekeh Austin, membiarkan Angeline menyentuhnya. "Aku bukan pria membosankan yang selalu bersembunyi di balik mobil mewah, Angel."
Aleeza memperhatikan interaksi intim itu dengan rahang terkatup rapat. Angeline jelas-jelas sengaja menunjukkan dominasinya untuk membuktikan bahwa meskipun Austin membawa wanita lain, posisi Angeline di hati sang billionaire tidak akan pernah tergantikan!
"Kenalkan, Angel," Olivia memotong drama bisu itu seraya merangkul bahu Aleeza. "Ini Aleeza Wira, tunangan resmi Austin."
Aleeza mengulurkan tangannya seraya menyunggingkan senyum paling anggun.
"Senang bertemu denganmu, Nona Stevano."
Angeline menatap tangan Aleeza yang terulur sejenak, lalu hanya membalasnya dengan tepukan singkat yang sangat dingin dan terkesan meremehkan. "Aku Angeline."
Aleeza perlahan menarik tangannya kembali. Wanita ini sangat licik, batin Aleeza tajam. Di balik wajah cantiknya yang tampak polos dan terluka, Angeline sedang memainkan permainan tarik-ulur untuk menjaga Austin tetap bertekuk lutut di bawah kakinya!
"Rafael baru datang nanti malam," desah Angeline dengan nada sedih yang dibuat-buat, menatap Austin penuh kepasrahan. "Pekerjaannya sangat menumpuk. Bisakah kau menemaniku menyambut para tamu sebelum acara kakek dimulai, Austin?"
Austin yang mudah tersentuh oleh wanita itu langsung menunjukkan binar simpati. "Tentu saja, Angel. Aku akan—"
"Maaf memotong, Nona Stevano," sela Aleeza cepat dengan suara nyaring yang menghentikan ucapan Austin. Aleeza melangkah maju, tanpa ragu melingkarkan tangannya dengan erat di lengan tegap Austin, menarik pria itu mendekat ke sisinya.
Austin tertegun, menatap Aleeza dengan alis terangkat.
"Austin sudah berjanji padaku untuk menemaniku menyambut Mami dan para tamu," ujar Aleeza manis, melemparkan senyuman penuh kemenangan pada Angeline. "Jika kau kesepian menunggu calon suamimu datang, kau bisa meminta bantuan para pelayan mansion, bukan?"
Seketika kilat kemarahan berkilat di mata biru Angeline. "Semuanya sudah berbeda sekarang, Aleeza. Kau tidak bisa menyamaratakan posisiku dengan orang lain di rumah ini!"
"Memang semuanya sudah berubah, Angel," balas Aleeza tenang namun menusuk. "Menurutmu, apakah pantas seorang wanita yang sudah bertunangan terus-terusan mengandalkan calon suami wanita lain?"
Angeline terkekeh sinis, matanya menyipit berbahaya. "Kau bersikap seolah aku ingin merebut Austin darimu."
"Dan kau bersikap seolah kau bukan wanita yang suka mengganggu hubungan orang lain, bukan?" tembak Aleeza tanpa rasa takut sedikit pun!
Atmosfer di ruangan itu mendadak membeku seketika. Olivia mengawasi persaingan panas itu dengan binar geli di matanya.
Austin berdehem pelan, mencengkeram jemari Aleeza di lengannya seraya berbisik dengan nada memperingatkan
" Jangan melampaui batasmu, Aleeza..."
Aleeza justru mendongak, menatap Austin dengan binar tantangan yang menyala-nyala.
"Aku tidak melampaui batas, Mi Amor," bisik Aleeza manis tepat di depan wajah Austin. "Bukankah kau membawaku ke sini untuk menjadi tunanganmu? Maka perhatikan baik-baik karena aku tidak akan pernah membiarkan wanita mana pun menyentuh milikku!"
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!