"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 02. Yayuk Hilang
''Susul mbak mu sekarang.'' Mak Anjar menyuruh Ibnu yang sedang berbaring menonton televisi.
''Emang kenapa kok harus disusul kan biasanya juga pulang sendiri.'' Ibnu menoleh karena dia tidak ingin terganggu.
''Ya Coba kamu lihat sekarang ini sudah pukul berapa dan Yayuk belum juga kembali berjualan.'' Mak Anjar menunjuk jam pada dinding.
''Paling dia masih main terlebih dahulu sehingga tidak langsung pulang.'' Ibnu tetap mencari alasan karena dia tidak ingin keluar dari rumah malam ini.
''Ya sudah kalau memang kamu tidak mau mencari Yayuk maka Biar emak saja yang mencari dia.'' Mak Anjar segera mencari obor karena malam ini dia yang akan mencari Yayuk.
Ibnu tidak peduli karena menurutnya Mak Anjar terlalu berlebihan ketika Yayuk pulang terlalu malam seperti saat ini, Padahal dia juga tahu kalau Yayuk pasti ingin bermain terlebih dahulu dengan teman sebaya dia di desa tersebut, tapi wanita tua itu tetap tidak tenang karena tidak ada kabar dari sang anak sulung.
Mak Anjar memutuskan untuk segera keluar dari rumah untuk mencari keberadaan Yayuk yang saat ini masih entah ada di mana, setidaknya ketika dia keluar dari rumah maka bisa melihat apa yang ada di sana dan di mana saat ini Yayuk berada, terserah saja bila Ibnu tidak mau membantu dia karena Mak Anjar juga tidak ingin memaksa bocah itu.
Sengaja wanita tua ini membawa obor karena tahu sendiri Desa mereka masih begitu pelosok sehingga Terkadang ada bagian yang tidak ada PLN, jadi untuk melihat lebih jelas maka lebih baik membawa obor seperti saat ini agar dia juga bisa mengetahui Yayuk.
Ini jantung sudah berdebar kencang karena takut bila sesuatu yang buruk akan menimpa anak gadisnya itu, Terkadang ada rasa iba dan menyesal di dalam hati Mak Anjar karena terus memaksa Yayuk berjualan jamu keliling desa, di saat gadis lain seusianya sedang sibuk bermain dengan teman-teman maka Yayuk tidak memiliki kesempatan itu.
Dia sibuk mencari uang karena ekonomi keluarga mereka yang begitu sulit sekali, suami Mak Anjar sudah lama meninggal dunia ketika Ibnu masih sangat kecil saat itu, Jadi selama ini Mak Anjar dan juga Yayuk yang banting tulang untuk memenuhi segala kebutuhan yang ada di rumah dan bahkan Sekolah Ibnu juga.
''Mau ke mana malam-malam seperti ini membawa obor, Mak?'' Rodiah bertanya ketika tak sengaja bertemu di jalan.
''Ini mau cari Yayuk karena sudah malam dia belum juga pulang ke rumah.'' jawab Mak Anjar.
''Kok tumben dia sudah malam begini tapi belum pulang.'' Rodiah juga merasa bingung.
''Makanya ini aku mau cari dia karena tidak biasa pula pulang malam seperti ini.'' Mak Anjar berkata dengan perasaan cemas.
''Aku tidak bisa bantu cari karena Wulan ada di rumah dan Mas Jamal belum pulang juga.'' Rodiah merasa tidak enak.
''Ndak apa apa, kamu pulang saja ke rumah karena Wulan tidak mungkin ditinggal sendirian.'' Mak Anjar juga tidak memaksa Rodiah untuk membantu dia.
Rodiah segera pulang ke rumah meski dalam hati merasa tidak enak membiarkan orang tua itu sendirian di malam hari mencari keberadaan Yayuk, tapi meninggalkan anak dia yang masih kecil sendirian di dalam rumah juga tidak mungkin, Oleh sebab itu Rodiah memutuskan untuk pulang saja ke rumah dan menunggu Jamal sampai pulang nanti.
''Semoga Mas Jamal segera pulang sehingga aku bisa membantu Mak Anjar mencari Yayuk.'' harap Rodiah.
''Kok Yayuk juga Tumben sudah malam begini belum pulang ke rumah, tidak mungkin kalau jamu dia belum habis.'' sambung Rodiah kembali.
Wanita ini tahu sendiri bahwa Yayuk biasanya pulang sebelum maghrib datang. tapi kali ini malah sudah sampai larut malam dan dia belum juga kembali sehingga wajar bila orang tua itu merasa cemas, bahkan sekarang Rodiah juga ikut merasa takut sesuatu yang buruk akan menimpa Sepupu dia itu, Sebab Dia tahu sendiri bahwa Yayuk banyak yang mengincar.
...****************...
"Loh Kenapa baru bilang sekarang kalau Yayuk menghilang?!" Pak Kades kaget ketika mendengar laporan dari Ibnu dan juga Mak Anjar.
"Tadi malam Saya sudah berusaha mencari Namun ternyata tidak ketemu dan ini baru pulang mencari dia." Mak Anjar Sudah menangis karena ketakutan.
"Yo wes sekarang tenang dulu karena nanti saya akan meminta beberapa orang untuk mencari Yayuk." Pak Kades segera mengambil ponsel yang ada di atas meja.
"Emang Yayuk tidak ada bertengkar dengan sampeyan ketika berangkat pagi kemarin?" Bu Siti bertanya kepada Mak Anjar.
"Tidak, dia berangkat baik-baik saja dan tidak ada mengatakan bahwa dia akan pulang malam." ucap Mak Anjar.
"Kok bisa Yayuk menghilang seperti itu tanpa ada kabar berita?" Ardian yang duduk di sebelah Bu Siti ikut merasa heran.
"Kamu tidak ada ketemu Yayuk dari siang sampai malam apa kemarin?" Bu Siti bertanya kepada sang Putra.
Ardian dengan cepat menggeleng sehingga Bu Siti menarik nafas panjang, tadi dia berpikir bahwa Ardian mungkin saja bertemu dengan Yayuk karena Bu Siti sendiri mengetahui bahwa sang anak menyimpan perasaan terhadap gadis itu, Namun karena Ardian sendiri yang mengatakan bahwa dia tidak ada bertemu maka Bu Siti juga tidak bisa memaksa untuk lebih lanjut.
"Ini saya sudah menyuruh Jajang dan juga Asep untuk mencari keberadaan Yayuk, Nanti para warga juga diberitahu agar mereka ikut membantu." Pak Kades berbicara kepada Mak Anjar.
"Alhamdulillah, Terima kasih karena sudah mau membantu saya mencari Yayuk." Mak Anjar terlihat cukup senang.
"Untung lah, Emak sudah sangat penting Dari tadi malam Dan ini juga belum dapat menemukan Yayuk." Ibnu ikut buka suara.
Pak Kades mengangguk paham tentang perasaan cemas yang timbul di dalam hati Mak Anjar saat ini, sebagai orang tua maka wajar saja bila dia merasa cemas saat mengetahui bahwa sang anak belum juga kembali ke rumah dari malam hingga sampai pagi, tidak pernah Yayuk melakukan hal seperti itu sehingga membuat orang semua saat ini merasa sangat pusing.
"Ayo kita bergerak juga untuk mencari keberadaan Yayuk.'' Bu Siti bangkit berdiri mengajak mereka semua.
"Baiklah, memang lebih bagus kalau kita bergerak sekarang untuk mencari Yayuk." Pak Kades juga setuju untuk mencari sekarang.
Ardian bahkan bangkit berdiri karena dia ikut mencari juga keberadaan Yayuk yang saat ini masih entah ada di mana, tidak ada yang tahu karena hilangnya Yayuk masih menjadi misteri bagi para warga lain, berharap bahwa siang ini mereka berhasil menemukan gadis itu.
Selamat malam, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
semangat💪👍
tapi apa iya Yayuk sudah ga perawan ya...
apakah saat ini giliran si Jamal yg mau di bunuh oleh Yayuk ❓🤔
hmm...duo Kun Kun edan mana ya,ga nongol lg nih,padahal Yayuk lg beraksi tuuhh..👻
mang Ujang cm diam ja Krn sejatinya Dia sdh tahu ttg pembunuh nya Yayuk 😡
sdh 2 hari ini dr siang mpe malam di guyur hujan ,,, dingin bgt cuacanya 🥶🥶