Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.
Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.
Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.
Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Jebakan Sang Musuh
Matahari semakin tinggi, cahayanya begitu terik menyelimuti langit. Panasnya yang begitu terasa dikulit, mereka yang sedang berlalu lalang di jalanan memakai masker dan helm.
Felicya masih di ruang tamu, ia menikmati ke sendiriannya di sana, agar pikirannya tidak kacau dengan kejadian yang menurutnya tidak masuk akal. Sedangkan Galang melangkah pergi ke kamar, membuka laptop untuk check. Apa ada pekerjaan yang di share oleh managernya melalui e-mail miliknya.
Ketika Felicya merasa matanya sudah berat karena mengantuk. Namun, pikirannya masih tetap berjalan. Ia seketika berpikir ingin mendapatkan pekerjaan baru ia tidak ingin bekerja di tempat lamanya karena ia mendapatkan gaji yang cukup besar apalagi ia juga mempunya skill gambar pola pakaian di ibis paint. Felicya menegakkan tubuhnya di sofa. Lalu ia mengatakan. "Aku kayaknya harus mendapatkan pekerjaan baru. Kalau aku masih di tempat kerja yang lama gajinya kurang cukup untukku, aku belum punya tabungan selama kerja disana, belum lagi aku harus menghadapi masalah baru di rumah tanggaku ini, kalau aku punya tabungan seenggaknya aku bisa refreshing atau bisa membeli rumah sendiri dan aku bisa menyendiri di rumah baruku" gumamnya sambil membuka ponselnya mencari lowongan melalui Instagram.
Felicya pun membuka instagramnya. Jarinya mengetik lowongan kerja di akun lowongan jadotabek.
Saat ia menscroll akun tersebut, ia melihat ada satu lowongan yang menurutnya cocok, lalu Felicya mengklik mendownload gambar lowongan tersebut. "Kayaknya lowongan Desainer pakaian cocok untukku, yasudah aku download dulu baru nanti aku apply setelah aku beres-beres rumah," gumamnya. Felicya tersenyum senang akhirnya ia mendapatkan lowongan sesuai keinginannya.
Galang yang sedang sibuk di dalam kamar check pekerjaannya. Galang membuka file dari managernya. Mata galang fokus ke layar laptop.
"Kayaknya ini ada proyek baru lagi, jadi aku disuruh buat desain terbaru, tapi ini dari perusahaan siapa yah?" gumamnya sambil menggerakan kursor yang ada di laptopnya. Lalu ia menscroll dari atas sampai bawah untuk menyimak isi file tersebut.
Setelah Galang simak artikel file tersebut. Galang baru tahu yang bekerja sama dengan perusahaan tempat ia bekerja seperti pernah ia kenal.
"Nama perusahaan ini kayak ku kenal, tapi perusahaan siapa yah?" Galang mencoba mengingatnya. "Ah ini kayak perusahaan yang pernah aku ajak investasi, tapi bukannya.perusahan ELANG ABADI sudah bangkrut yah?" gumam Galang yang bingung.
Galang mencoba searching perusahaan ELANG ABADI ia ingin tahu apakah perusahaan itu masih sama yang pernah diajak investasi atau bukan dan ingin tahu apa nama pemilik perusahaan itu orang yang dia kenal.
Galang mulai searching nama perusahaan tersebut, keluar lah nama perusahaan tersebut beroperasi kembali pada sejak 2025 dan saat Galang melihat nama pemiliknya sudah beda bukan orang yang pernah dia kenal.
"Oh ternyata nama perusahaan ini kayaknya dibeli orang lain, tapi namanya mungkin dibeli juga. Syukur deh nama pemilik perusahaannya sudah ganti, aku jadi gak harus wanti-wanti," gumamnya. ia merasa lega ternyata bukan orang yang ia kenal.
Galang melanjutkan pekerjaannya dan menyesuaikan permintaan dari perusahaan tersebut.
...****************...
Sementara seseorang yang pemilik perusahaan ELANG ABADI, tersenyum miring setelah ia menerima kerja sama dari perusahaan tempat galang bekerja, dan mengatakan. "Akhirnya rencanaku ingin menjebaknya mulai terjalani, aku bisa kapan saja mengatakan pekerjaan si cunguk kurang ajar ini, sangat mempermudah diriku menghancurkanmu Galang," gumamnya merasa dirinya jebakannya mulai masuk, terlihat jelas senyum kemenangan di bibirnya. "Kita lihat Galang sampai kapan kamu akan kabur dari masalah denganku, kamu salah mencari musuh kayak diriku Galang," gumamnya sambil tersenyum licik.
Bayang-bayang dirinya dihancurkan begitu saja oleh Galang terlintas dipikirannya. "Aku masih ingat bagaimana si cunguk ini menghancurkanku perlahan-lahan, padahal aku sudah banyak membantunya, tapi dia malah menusukku dari belakang dengan dia membawa kabur uangku dan merebut pacarku dulu." hati ia bergejolak memanas, ketika ia harus mengingat kembali perbuatan Galang, membuat dirinya harus mengulangi hidupnya dari 0 lagi, hingga kini pria tersebut bisa bangkit kembali dari keterpurukannya yang disebabkan oleh Galang.
Lalu tangan pria itu membuka laptopnya melihat situs pelacak yang terhubung dengan ponselnya Galang. "Kita lihat Galang rencanaku untukmu,"
Ia melipatkan kedua tangannya di dada dan tatapan matanya tajam melihat pergerakan Galang di sana dan lalu pria itu menampilkan senyuman licik di bibirnya.
...****************...
Felicya yang sedang mengapply lowongan kerja ia merasa semangat. Dihatinya sangat ingin bekerja kembali seperti dulu sebelum ia menikah, apalagi lowongan ini sesuai cita-cita ia ingin menjadi desainer pakaian.
"Bismillah semoga saja aku dapat panggilan kerja di perusahaan ini, aku mau banget bisa bekerja jadi desainer," gumamnya sambil tersenyum manis di sana.
Ibu Felicya membuka kelopak matanya, lalu menegakkan tubuhnya dan matanya melirik ke arah jendela terlihat jelas suasananya cerah menampakan waktu sudah siang. ia melangkah keluar kamar mencari putri kesayangannya. Saat matanya tertuju ke arah sofa ruang tamu, ibunya melihat Felicya sedang di ruang tamu sendirian, Lalu menghampiri Felicya yang sedang melamun memikirkan lamaran pekerjaannya tadi apakah akan di terima CV-nya atau tidak. tangannya menepuk pundak putrinya.
"Puk," suara tepukan dipundaknya membuat Felicya tersadar dari lamunannya. Lalu kepalanya menoleh ke belakang melirik ke ibunya.
"Ibun bikin aku kaget saja," ucap Felicya mengusap dadanya yang sempat terlonjak kaget.
"Neng jangan ngelamun sendirian di ruang tamu nanti neng kesambet loh," ucap Ibunya terkekeh di depan felicya.
Felicya yang mendengar ibunya mengatakan seperti itu ia langsung mengangkat kedua alisnya dan mengerucutkan bibirnya.
"Ibun jangan begitu ngomongnya, enak saja eneng kesambet," protes felicya mengibaskan tangan di dada.
"Iya-iya ibun cuma bercanda eneng," ibunya terkekeh pelan mendengar jawaban anaknya. Lalu ibunya menawarkan teh hangat pada felicya sambil tersenyum. "Neng ibun buatkan teh manis yah buat eneng," tawar ibunya pada felicya. Lalu Felicya menolaknya. "Gak ah bun makasih, aku nanti bikin sendiri saja." Felicya menjawab dengan suara pelan dan sopan pada ibunya.
"Oh yasudah atuh neng kalau gak mau, tadi ibun kira kamu berantam sama Galang, ibun sampai khawatir," ucap ibunya sambil tangannya mengelus pipi anaknya dan tersenyum pada Felicya.
"Gak bun, aku gak berantam sama Mas Galang," Jawab Felicya dengan senyuman kecil dibibirnya, lalu ia mengambil tangan ibunya dari pipinya dan jemarinya mengusap punggung tangannya ibunya, ia meyakinkan ibunya bahwa dirinya baik-baik saja.
Ibunya pamit pada felicya untuk kembali ke kamar.
"Yasudah, ibun mau balik ke kamar yah neng," ucapnya sambil tersenyum. Felicya menganggukan palanya tanpa menjawabnya lagi. Lalu sang ibu melangkah menuju arah kamarnya. Sedangkan Felicya merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang dan ia memejam kan matanya, Felicya pun terlelap tidur di sofa.
...****************...
Matahari semakin tinggi naik ke atas dan cahayanya memasuki celah jendela menerangi ruang tamu.
Pukul sudah menunjukan jam 12. adzan sudah berkumandang. Felicya masih berbaring di atas sofa ruang tamu, lalu ibunya membuka mata dan terbangun dari tidurnya. Ia melangkahkan kakinya keluar kamar untuk mengambil wudhu di teras halaman. Namun, matanya tertuju pada Felicya yang masih terbaring di sana, dan ia melangkahkan kakinya ke sofa untuk membangunkan putrinya melaksanakan shalat dzuhur. Ibu Felicya membungkukan tubuhnya dan mengguncangkan tubuh Felicya
"Neng sudah adzan, ayo kita jama'ah shalatnya sama ibun." ajak ibunya pada Felicya berbisik pelan di telinga Felicya. Samar- samar ia mendengar suara di telinganya, Jari Felicya mengucek-ngucek mata. Lalu saat ia membuka matanya pelan ternyata di hadapannya adalah ibunya. Felicya langsung menegakkan tubuhnya dan duduk seperti biasa. Felicya menjawab dengan khas suara orang baru bangun tidur. "Baik ibun, ayo kita jama'ah shalatnya ibun," Felicya menerima ajakan ibunya.
Lalu ibu Felicya terlebih dahulu melangkah ke depan mengambil air wudhu dekat teras halaman depan yang ada krannya di sana. Dua menit ibunya Felicya berwudhu lanjut bergantian dengan Felicya yang mengambil air wudhu juga dari telapak tangan hingga ke telapak dan punggung kaki, setelah mereka berdua berwudhu. Felicya dan ibunya menggelar sajadah di ruang tamu dan membawa mukena dua dari kamarnya. satu untuk Felicya mukenanya dan satu untuk dirinya sendiri.
Setelah memakai mukena, mereka melaksanakan shalat dengan di imami oleh Felicya di depannya. Ibunya menjadi makmum berdiri dibelakang Felicya. Felicya setelah membaca doa iftitah. Ia melantunkan suara alfatihan dengan suara yang pelan. Namun, terdengar ditelinga ibunya. Lalu ia melanjutkan surah almulk. Felicya dan ibunya shalat dengan khusyuk. pikiran mereka berdua tertuju pada Allah sang maha raja dari segala raja.
Lima belas menit mereka shalat. Mereka berdua saling bersalaman. "Ibun..." ucap felicya mengulurkan tangannya untuk salim pada ibunya. Lalu ibunya menyambut tangannya dan Felicya mencium punggung tangan ibunya. Ibunya mengusap kepala Felicya. "Neng ibu doakan, neng rumah tangganya sejahtera dan langgeng sampai kakek-nenek," ucap Ibunya dengan mengelus pala Felicya penuh kasih sayang. Felicya lalu mengangkat kepalanya dan menjawab. "Aamin terimakasih yah bun," jawab Felicya penuh harapan.
Felicya melipatkan mukenanya dan sajadahnya ia taruh di tempat semula. Felicya izin ke ibunya untuk pergi kekamar. "Ibun eneng mau ke atas yah, mau tidur siang," ujar Felicya pamit pada ibunya.
"Iya neng tidur aja gak apa-apa, pasti neng kurang istirahat pas jaga ibun di rumah sakit," ucap Ibunya penuh kasih sayang padanya.
"Iya bun Felicya ke atas," Felicya pun melangkah naik ke anak tangga.
Ia bergegas ke kamar dengan langkah kaki yang kecil, sesampai di kamarnya saat Felicya buka pintu. Ia melihat suaminya sedang fokus ke laptop, lalu Felicya bertanya pada suaminya. "Mas, kamu gak shalat dzuhur dulu?"
"Ah kamu ganggu Mas kerja saja, nanti saja aku shalatnya, aku belum selesai bekerja," ujar Galang yang matanya tidak lepas pandangan dari laptopnya.
Felicya berniat baik pada suaminya mengingatkan agar tidak meninggalkan shalat. Namun, jawabannya menohok baginya. "Astagfirullah Mas jawabnya kayak gitu," gumamnya dalam hati. tangannya mengusap dada agar ia tak terus-menerus kesal pada suaminya.
Felicya lalu melangkah ke ranjang dan merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk. Ia tidak ingin bertanya pada suaminya ataupun matanya tidak sama sekali melirik ke arah suaminya, Felicya tidur memunggungi suaminya. Ia benar-benar merasa diuji belakangan ini. Felicya hanya bisa diam dan tidak ingin banyak bicara ataupun protes dengan sikap suaminya yang mudah berubah.