Tiga tahun lalu, Ye Chen, pewaris tunggal klan misterius terkuat di Yanjing sekaligus penguasa Kuil Naga Langit (Tianlong Dian)—organisasi militer, finansial, dan medis paling ditakuti di dunia—diserang oleh pengkhianat internal hingga mengalami luka dalam yang melumpuhkan meridiannya. Dalam kondisi sekarat dan hilang ingatan sementara di pinggiran Kota Jiangcheng, ia diselamatkan oleh seorang gadis berhati lembut bernama Su Qingxue.
Demi membalas budi sekaligus memulihkan kekuatannya secara diam-diam sesuai petunjuk mendiang kakeknya, Ye Chen bersedia masuk ke Keluarga Su (keluarga kelas tiga di Jiangcheng) sebagai menantu numpang hidup. Selama tiga tahun pernikahan di atas kertas, Ye Chen menyembunyikan taringnya: ia memasak, mencuci pakaian, dan menerima segala hinaan dari ibu mertua yang matre, ipar yang sombong, serta kerabat Keluarga Su yang memandangnya tak lebih dari sampah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3: Perjamuan Ulang Tahun & Lamaran Paksa Keluarga Zhao
Pukul sebelas siang, Hotel Grand Royal—hotel bintang lima paling megah di pusat Kota Jiangcheng.
Aula Perjamuan Teratai Emas di lantai tiga telah disewa sepenuhnya oleh Keluarga Su. Puluhan meja bundar berlapis taplak merah marun berjejer rapi, dihadiri oleh lebih dari dua ratus tamu undangan yang terdiri dari kerabat besar Keluarga Su serta rekan-rekan bisnis kelas menengah di Jiangcheng.
Di kursi utama paling depan, Nyonya Besar Su duduk dengan wajah berseri-seri mengenakan jubah sutra merah bersulam benang emas. Di samping kanannya berdiri putra sulungnya, Su Guoliang, bersama cucu kesayangannya, Su Haoran dan Su Meimei.
Sementara itu, keluarga ayah Su Qingxue—Su Dahai, Liu Lanfang, Su Qingxue, dan Ye Chen—justru ditempatkan di meja paling pojok dekat pintu toilet!
"Keterlaluan! Benar-benar keterlaluan!" gerutu Liu Lanfang dengan wajah merah padam karena malu sambil membanting sumpitnya ke meja. "Su Dahai, lihatlah bagaimana ibumu memperlakukan kita! Kontrak bisnis perusahaan Keluarga Su selama setahun terakhir ini tujuh puluh persen didapatkan dari kerja keras Qingxue yang begadang setiap malam, tapi saat perjamuan ulang tahun, kita malah dibuang ke meja dekat toilet bersama para sopir!"
Su Dahai hanya menunduk lemah. "Sudahlah, Kakak Sulung yang mengatur tempat duduknya. Jangan membuat keributan di hari ulang tahun Ibu..."
"Kenapa Kakak Sulung berani meremehkan kita? Semua ini gara-gara sampah di sebelahmu ini!" Liu Lanfang memelototi Ye Chen yang sedang duduk tenang meminum teh tawar. "Coba kalau menantu kita adalah orang kaya atau pejabat, pasti Nyonya Besar sendiri yang akan menyambut kita di depan pintu hotel!"
Di atas panggung utama, Su Haoran—sepupu Su Qingxue yang mengenakan setelan jas Armani dan jam tangan Rolex emas—mengambil mikrofon dengan senyum angkuh.
"Hadirin sekalian, hari ini adalah hari bahagia ulang tahun ketujuh puluh Nenek kami tercinta! Sebagai cucu tertua, saya akan membacakan daftar hadiah ulang tahun dari keluarga dan para tamu terhormat!"
Su Haoran berdeham, lalu mengangkat sebuah kotak beludru merah. "Pertama, dari keluarga ayah saya dan saya sendiri: sepasang Gelang Giok Hijau Burma asli dari Balai Antik Jinyu, senilai delapan ratus ribu yuan!"
Prok! Prok! Prok!
Tepuk tangan meriah langsung membahana di seluruh aula.
"Wah, Tuan Muda Haoran benar-benar berbakti dan sukses!" "Gelang giok seharga delapan ratus ribu yuan! Masa depan Keluarga Su pasti akan semakin gemilang di tangan Su Haoran!"
Nyonya Besar Su tersenyum lebar hingga matanya menyipit. "Bagus, bagus! Haoran memang cucu kebanggaan Nenek!"
Setelah beberapa kerabat lain menyerahkan hadiah berupa lukisan kaligrafi dan ginseng gunung seharga puluhan ribu yuan, pandangan mata Su Haoran beralih ke meja pojok tempat Su Qingxue dan Ye Chen duduk. Senyum mengejek yang sarat akan niat jahat muncul di bibirnya.
"Selanjutnya, mari kita lihat hadiah apa yang disiapkan oleh keluarga Paman Kedua dan adik sepupuku yang cantik, Su Qingxue!" seru Su Haoran lewat mikrofon, membuat ratusan pasang mata di aula langsung menoleh ke meja pojok. "Kudengar suami Qingxue, Ye Chen, sudah tiga tahun makan dan tidur gratis di Keluarga Su. Hari ini di ulang tahun ketujuh puluh Nenek, pasti adik iparku ini sudah menyiapkan hadiah yang luar biasa mewah, bukan?"
Tawa tertahan dan bisik-bisik mengejek langsung terdengar di seluruh penjuru aula.
"Hadiah mewah apa? Bukankah Ye Chen itu cuma menantu sampah yang kerjanya mencuci baju di rumah?" "Hahaha, paling-paling dia cuma membelikan kue tart murahan seharga lima puluh yuan dari toko roti pinggir jalan!"
Wajah Liu Lanfang dan Su Dahai langsung pucat pasi dan panas dingin menahan malu. Su Qingxue menggigit bibir bawahnya, lalu hendak berdiri membawa kotak teh Puer tua seharga dua puluh ribu yuan yang telah ia beli dengan tabungannya sendiri.
Namun sebelum Su Qingxue sempat melangkah, pintu besar Aula Perjamuan Teratai Emas tiba-tiba didorong terbuka lebar dari luar!
"Tuan Muda Zhao Tianhao dari Keluarga Zhao hadir untuk memberikan selamat ulang tahun kepada Nyonya Besar Su!"
Teriakan lantang dari seorang pengawal di pintu masuk seketika membuat seluruh aula perjamuan hening total!
Detik berikutnya, seorang pria muda bertubuh tinggi dengan setelan jas putih mewah dan rambut tersisir rapi melangkah masuk dengan dagu terangkat tinggi. Di belakangnya, empat orang pengawal berbadan kekar berjalan beriringan sambil membawa sebuah peti kaca transparan yang berisi patung Buddha Emas Murni setinggi setengah meter, serta sebuah koper kulit yang terbuka—memperlihatkan tumpukan uang tunai merah seratus yuan yang menyilaukan mata!
"Ya Tuhan! Itu Tuan Muda Zhao dari Keluarga Zhao, salah satu keluarga kelas satu di Jiangcheng!" "Kenapa tokoh sebesar Tuan Muda Zhao bisa datang ke perjamuan Keluarga Su yang hanya keluarga kelas tiga?!"
Nyonya Besar Su begitu terkejut dan gembira hingga langsung berdiri dari kursinya, bahkan melupakan tongkat jalannya, lalu bergegas turun dari panggung bersama Su Haoran untuk menyambut.
"Aduh, Tuan Muda Zhao! Kehadiran Anda benar-benar merupakan kehormatan luar biasa bagi Keluarga Su kami!" sapa Nyonya Besar Su sambil membungkuk hormat.
Zhao Tianhao tersenyum tipis dengan tatapan arogan. Ia bahkan tidak menatap Nyonya Besar Su terlalu lama, melainkan langsung mengarahkan pandangan matanya yang penuh nafsu dan obsesi ke arah Su Qingxue yang berdiri di sudut ruangan.
"Nyonya Besar Su, tidak perlu sungkan," ujar Zhao Tianhao sambil mengambil mikrofon dari tangan Su Haoran. Suaranya menggema ke seluruh ruangan:
"Hari ini saya datang membawa dua tujuan. Pertama, patung Buddha Emas senilai dua juta yuan ini adalah hadiah ulang tahun untuk Nyonya Besar Su!"
Seluruh tamu menahan napas. Dua juta yuan hanya untuk hadiah ulang tahun!
"Kedua," Zhao Tianhao menunjuk ke arah koper berisi uang tunai dan surat berharga di tangan pengawalnya, lalu menatap lurus ke arah Su Qingxue dan Ye Chen dengan senyum meremehkan. "Di dalam koper ini ada uang tunai sepuluh juta yuan sebagai mahar, ditambah jaminan bahwa Keluarga Zhao akan membantu Keluarga Su mendapatkan bagian sub-kontrak proyek Grup Shengshi!"
Zhao Tianhao berhenti sejenak, lalu menunjuk tepat ke wajah Ye Chen di depan dua ratus tamu undangan:
"Syaratnya hanya satu: Hari ini juga, di hadapan seluruh warga Jiangcheng yang hadir di sini, Su Qingxue harus menandatangani surat cerai dengan sampah tak berguna bernama Ye Chen itu, dan menjadi tunangan saya, Zhao Tianhao!"
Boom!
Seluruh aula perjamuan meledak dalam kehebohan luar biasa!
Mata Liu Lanfang langsung berbinar-binar melihat tumpukan uang sepuluh juta yuan dan patung emas itu, seolah-olah jiwanya baru saja melayang ke surga. Ia langsung mencengkeram lengan Su Qingxue dengan kasar.
"Qingxue! Cepat! Cepat naik ke panggung dan terima lamaran Tuan Muda Zhao! Sepuluh juta yuan, Nak! Ditambah kontrak Grup Shengshi!"
Nyonya Besar Su di atas panggung juga langsung mengetukkan tongkatnya ke lantai dengan wajah tegas. "Tuan Muda Zhao adalah naga di antara manusia! Su Qingxue, sebagai kepala Keluarga Su, aku perintahkan kau untuk menceraikan Ye Chen sekarang juga! Ye Chen, cepat naik ke sini, tanda tangani surat cerai ini, ambil uang kompensasi sepuluh ribu yuan untuk ongkosmu, dan enyahlah dari Keluarga Su selamanya!"
Su Haoran dan Su Meimei tertawa penuh kemenangan melihat pemandangan itu. Seluruh tamu di ruangan menatap Ye Chen dengan tatapan kasihan sekaligus jijik, menunggu bagaimana pria miskin itu akan diusir seperti anjing liar.
Su Qingxue gemetar hebat. Wajah cantiknya memucat, namun sorot matanya justru memancarkan keteguhan hati yang luar biasa. Ia menepis tangan ibunya, lalu berkata dengan suara lantang:
"Nenek! Tuan Muda Zhao! Terima kasih atas niat baik kalian, tetapi saya, Su Qingxue, sudah memiliki suami! Sekalipun Ye Chen miskin dan dipandang rendah oleh seluruh dunia, selama dia tidak mengkhianati saya, saya tidak akan pernah menukar pernikahan dan harga diri saya dengan uang sepuluh juta yuan!"
Suasana di aula mendadak membeku. Tidak seorang pun menyangka Su Qingxue akan menolak mahar sepuluh juta yuan dari Keluarga Zhao demi seorang menantu sampah!
Wajah Zhao Tianhao langsung menggelap karena dipermalukan di depan umum. "Qingxue, jangan tidak tahu diuntung! Memangnya apa yang bisa diberikan sampah itu kepadamu?! Bahkan kontrak Grup Shengshi yang sangat dibutuhkan keluargamu saja tidak akan pernah bisa disentuh oleh orang sepertinya seumur hidup!"
Tepat pada saat itu, sebuah tangan yang hangat dan kokoh menggenggam bahu Su Qingxue yang gemetar, lalu menarik gadis itu dengan lembut ke belakang tubuhnya.
Ye Chen melangkah maju satu langkah.
Di bawah tatapan mencemooh ratusan pasang mata, pemuda berkaus putih pudar itu berjalan dengan langkah tenang menuju tengah ruangan, lalu menatap Zhao Tianhao dan Nyonya Besar Su dengan senyum dingin yang menusuk tulang.
"Sepuluh juta yuan dan selembar sub-kontrak recehan dari Grup Shengshi saja sudah membuatmu berani menggonggong di hadapan istriku?"
Suara Ye Chen tenang, namun menggema jelas ke setiap sudut aula yang sunyi.
Ye Chen merogoh sakunya, lalu mengeluarkan gulungan dokumen bersegel emas milik Grup Shengshi dan melemparkannya ke atas meja utama.
"Kalian semua menginginkan kontrak proyek Kota Baru Jiangnan senilai seratus juta yuan dari Grup Shengshi, bukan? Buka mata kalian lebar-lebar. Kontrak utama itu sudah ada di sini, dan mulai detik ini, hanya istriku Su Qingxue yang berhak memutuskan apakah Keluarga Su dan Keluarga Zhao masih layak mengemis remah-remah di Kota Jiangcheng atau tidak.