NovelToon NovelToon
Menjadi Wanita Simpanan Kakak Angkat

Menjadi Wanita Simpanan Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Satu malam, Syafiya (21) salah masuk ke kamar Zeffan (32)—kakak angkatnya sendiri. Malam terlarang itu mengubah segalanya.

​Zeffan yang terbiasa dingin kini terobsesi menjadikan Syafiya wanita simpanannya. Padahal, Zeffan sudah memiliki istri anggun, Valerie (28), dan bayi berusia satu tahun.

​Syafiya terjepit di antara utang budi pada Mommy Marlina dan cengkeraman obsesi Zeffan. Bisakah ia kabur, atau justru makin tenggelam dalam dosa terlarang ini?

​"Kamu yang masuk ke kamarku malam itu, Syafiya. Jadi jangan mimpi bisa lepas dariku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Orang Tua

"Bagaimana bisa kalian mengurung anak kami?!" bentak Hendra dengan wajah memerah menahan murka, memukul meja kaca di ruang tamu hingga bergetar.

"Ada yang salah? Anak kalian selingkuh di belakang Zeffan!" sahut Marlina dengan nada dingin bercampur cemooh, menatap Hendra dan Siska tanpa rasa takut sedikit pun.

"Jaga mulutmu, Marlina!" teriak Siska histeris, air mata kemarahan mulai menggenangi matanya. "Valerie itu dibesarkan dengan baik! Dia tidak mungkin melakukan hal serendah itu kalau Zeffan tidak memperlakukannya seperti sampah di rumah ini!"

"Sampah?" Marlina terkekeh sinis, menyilangkan tangan di dada. "Anak kalian yang mendatangkan pria asing ke rumah ini saat suaminya bekerja! Pria itu sendiri yang mengaku di depan mata kepala saya kalau Valerie sering curhat dan berhubungan dengannya!"

"Itu cuma teman sekolahnya!" potong Hendra meledak-ledak. "Kalian tidak berhak menyita ponselnya, menguncinya di kamar seperti tahanan, bahkan memisahkannya dari Elvano! Mana Zeffan?! Suruh dia keluar!"

"Saya di sini, Papa," pangkas Zeffan dingin, melangkah keluar dari koridor dengan setelan jas rapi dan aura dominan yang seketika membungkam ruang tamu.

Siska langsung berdiri menunjuk Zeffan. "Zeffan! Buka pintu kamar Valerie sekarang! Kami datang untuk membawa anak kami pulang!"

"Membawa Valerie pulang?" Zeffan menyunggingkan senyum tipis yang sarat kekuasaan. "Silakan saja, Papa, Mama... bawa Valerie pergi detik ini juga. Tapi pastikan Papa sudah menyiapkan surat bangkrut untuk perusahaan keluarga kalian sebelum melangkah keluar dari pintu ini."

Hendra tersentak kaku, kepalan tangannya yang gemetar perlahan mengendur. "Z-Zeffan... kamu mengancam Mertuamu sendiri?"

"Saya tidak mengancam, Papa. Saya hanya menyampaikan konsekuensi," desis Zeffan amat tenang, melangkah mendekati Hendra. "Pilihannya sederhana. Biarkan Valerie berada di sini menyelesaikan hukumannya dan belajar menjadi istri yang tahu diri... atau bawa dia pergi dan saksikan seluruh saham perusahaan Papa hancur berantakan esok pagi."

Siska menelan ludah kepayahan, matanya bergerak panik menatap suaminya yang mendadak pucat pasi. "Hendra... bagaimana ini...?"

"Jadi bagaimana, Papa?" tanya Zeffan lagi, mengunci pandangan Hendra dengan tatapan tanpa ampun. "Masih mau membawa Valerie pulang?"

Zeffan melangkah mendekat, mengikis jarak hingga aura intidimasinya menekan Hendra dan Siska sepenuhnya.

"Jangan memanjakan putri kalian yang salah itu. Bagaimana bisa kalian masih membelanya di saat dia selingkuh dariku?" cecar Zeffan dengan nada tajam yang menghujam. "Harusnya kalian malu punya anak yang tidak bisa menjaga kehormatan suaminya!"

"Zeffan! Kamu tidak bisa asal bicara seperti itu!" potong Siska dengan suara gemetar, air matanya menetes menahan hinaan tersebut. "Valerie itu bersumpah dia tidak pernah melakukan hal terlarang itu! Kenapa kamu lebih percaya tuduhan ibumu daripada penjelasan istri kamu sendiri?!"

"Karena bukti dan kenyataan sudah ada di depan mata saya, Mama," balas Zeffan dingin, menyunggingkan senyum sinis yang sarat cemoohan. "Pria itu sendiri yang datang ke rumah ini mencari Valerie. Apa itu masih kurang jelas?"

"Tapi dia cuma teman, Zeffan!" pangkas Hendra mencoba membela, meski suaranya tak lagi selantang sebelumnya karena bayang-bayang kehancuran perusahaannya. "Mungkin Valerie cuma butuh teman bicara! Kamu selalu sibuk, kamu dingin, kamu tidak pernah memperhatikan dia di rumah ini!"

"Oh, jadi sekarang Papa mau menyalahkan saya atas ketidaksetiaan putri Papa?" pangkas Zeffan, terkekeh gelap yang memotong pembelaan mertuanya. "Lucu sekali. Saya sudah memberikan kehidupan mewah, membiayai semua kebutuhannya, bahkan menyokong suntikan dana untuk perusahaan Papa yang nyaris gulung tikar itu... dan ini balasan yang saya dapatkan?"

Hendra membisu seketika, tenggorokannya serasa tersumbat. Kalimat Zeffan tepat mengunci titik terlemahnya.

"Zeffan... tolonglah, Nak," panggil Siska melunak, menurunkan ego dan nada suaranya saat menyadari posisi mereka yang terdesak. "Izinkan Mama sama Papa ketemu Valerie sebentar saja... Kami cuma mau lihat keadaannya, memastikan dia baik-baik saja."

"Tidak untuk hari ini, Mama," pangkas Zeffan tanpa keraguan. "Valerie butuh waktu untuk merenungi kesalahannya tanpa gangguan dari siapa pun—termasuk dari orang tua yang selalu menutup mata atas kelakuannya."

"Tapi Zeffan—" potong Hendra terbata-bata, mencoba menahan emosinya yang memuncak namun terhalang oleh rasa takut.

"Atau kalian ingin saya menggugat cerai?" skors Zeffan dingin, tatapannya menghujam lurus ke arah Hendra dan Siska tanpa ada keraguan sedikit pun.

Kata-kata itu bagaikan hantaman keras yang meremukkan sisa ketegaran orang tua Valerie. Siska menutup mulutnya dengan kedua tangan, menahan tangis yang pecah, sementara Hendra berdiri mematung dengan wajah kian memucat.

"Gugat cerai...?" bisik Siska dengan suara bergetar hebat. "Kamu... kamu tega mau menceraikan Valerie, Zeffan? Bagaimana dengan Elvano? Dia masih bayi!"

"Perceraian itu bukan ancaman, Mama," desis Zeffan amat tenang, melangkah satu tapak lagi hingga berdiri tegak tepat di depan Hendra. "Itu adalah opsi logis jika Papa dan Mama terus menekan saya dan membela kesalahan putri kalian. Sekali saya layangkan gugatan itu ke pengadilan, saya pastikan hak asuh Elvano jatuh sepenuhnya ke tangan saya. Dan saat itu juga, seluruh investasi dan saham saya di perusahaan Papa akan saya tarik tanpa sisa."

"Zeffan, tolong... jangan sekejam ini," rintih Hendra dengan suara melunak, sirna sudah keberanian dan amarahnya yang meledak-ledak tadi. "Papa memohon padamu... Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Jangan hancurkan masa depan keluarga kami dan Elvano..."

"Kalau begitu ikuti aturan saya di rumah ini, Papa," pangkas Zeffan tegas, tanpa sedikit pun rasa iba di matanya. "Biarkan Valerie di kamarnya sampai dia sadar atas tindakannya. Jangan coba-coba mencampuri urusan rumah tangga saya lagi."

Marlina yang memperhatikan pertengkaran itu dari sofa menyunggingkan senyum kemenangan, lalu bersuara dengan nada teramat dingin. "Sudah dengar sendiri kan, Hendra, Siska? Sebaiknya kalian pulang sekarang. Kehadiran kalian di sini cuma menambah beban pikiran Zeffan dan membuat rumah ini makin kacau."

Siska menatap Marlina dan Zeffan bergantian dengan tatapan hancur. Ia tahu, tidak ada lagi celah untuk melawan kekuasaan mutlak pria di hadapan mereka ini. Dengan langkah gemetar dan air mata yang terus mengalir, Siska meremas lengan suaminya.

"Ayo pulang, Mas..." bisik Siska pasrah, tak sanggup lagi berada di ruangan yang penuh tekanan itu. "Ayo kita pulang..."

Hendra menatap Zeffan sekali lagi dengan pandangan penuh kekecewaan bercampur kekalahan, sebelum akhirnya berbalik dan menuntun istrinya melangkah keluar dari mansion megah yang kini menjelma menjadi penjara dingin bagi putri mereka.

1
Aditya hp/ bunda Lia
coba bicara baik2 kalian tuh jangan juga selalu membela Valerie kalo salah yah slah biar gak tambah kacauuuu ...
Aditya hp/ bunda Lia
kasian juga ..
Anisa Dwi riona
lanjut Thor.makin Seruuu
lexxa
sepertinya syafiya ini emng istrinya zaffankan?, yg ilang ingatan gara² zaffan di jebak valerie sampe hamil kan yaa?🤣(soal nya valerie sama zaffan pernah slh ngomong di bab sebelumnya),ini cuman khayalan ku yaa🤣
Aditya hp/ bunda Lia
apanyang akan terjadi kalo pada saatnya nanti mommy Marlina dan Daddy Bram tau kalo zeffan menjadikan syafiya simpanannya
Aditya hp/ bunda Lia
huuuh, ... Valerie habis kamu
Aditya hp/ bunda Lia
zeffan gila ...
Aditya hp/ bunda Lia
huuh, ... gak akan bisa pergi syafiya
Aditya hp/ bunda Lia
ternyata oh ternyata ...
Aditya hp/ bunda Lia
gak usah denger si Valerie pergi ajah
Aditya hp/ bunda Lia
simalakama yah Valerie ...
Aditya hp/ bunda Lia
bagus zef
Aditya hp/ bunda Lia
cabut ajah inpestasimu zef
Aditya hp/ bunda Lia
👍👍👍👍
Aditya hp/ bunda Lia
Nah, ... makin rame ributnya ini
Anisa Dwi riona
hati hati kamu syafiya.kunci pintunya
Aditya hp/ bunda Lia
gak ngancurin gimana sih zefran yah bakalan ancur atuh hidup syafiya .. jadi wanita simpanan tanpa status gitu
Aditya hp/ bunda Lia
nanti pas kebongkar takutnya yang disalahin syafiya ... dituduh menggoda
Aditya hp/ bunda Lia
hadir ☝️
lanjut kayaknya bakalan seru ini tetap 💪🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!