Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16.
Tidak diketahui berapa lama waktu telah berlalu, di dalam celah batu itu, tubuh goblin masih terbaring tanpa bergerak.
Tidak ada suara, hanya suara angin gunung yang sesekali masuk melalui celah batu.
Kemudian jari goblin sedikit bergerak, lalu matanya terbuka "....." goblin menatap langit-langit batu di atasnya, ia tidak langsung bergerak, beberapa detik hanya diam.
Kemudian ia mencoba menggerakan tangannya, ia tidak merasakan sakit, lalu menggerakan kakinya, tidak sakit juga.
Goblin perlahan duduk "...Aneh" ia menyentuh perutnya, dadanya dan tidak merasakan sakit lagi, lalu ia menarik napas dalam-dalam "Haaah..." udara dingin masuk memenuhi paru-parunya, tidak ada rasa terbakar seperti sebelumnya.
Ia kembali menggerakan bahu dan leher, membuka menutup jari, semuanya terasa normal bahkan terasa lebih baik dan bertenaga seolah-olah semua kelelahan dan luka yang ia alami telah menghilang.
Goblin melihat kedua tangannya "...Parasit" ia langsung teringat apa yang terjadi sebelum ia pingsan.
Keracunan radiasi troll, kerusakan organ dalam dan rasa sakit yang sangat menyakitkan, kemudian semuanya menjadi gelap.
Goblin tidak tahu apa yang dilakukan parasit di dalam tubuhnya, ia bahkan tidak tahu apakah parasit itu memang sengaja menyelamatkannya atau hanya bereaksi terhadap racun, tetapi satu hal yang ia tahu.
Parasit itu telah menyelamatkan hidupnya lagi dan lagi.
Goblin tersenyum kecil "...Terima kasih" ia tidak tahu apakah parasit itu bisa mendengarnya, namun ia tetap mengatakannya.
Goblin berdiri, tubuhnya terasa sangat ringan, ia melangkah keluar dari celah batu, satu langkah, dua langkah, kemudian 'FWIISH!' ia bergerak melesat cepat, sangat cepat melebihi sebelumnya.
"...?!" ia berhenti mendadak.
DUK!
Kakinya menggores tanah batu, ia menatap ke belakang, ia hanya bermaksud berlari sedikit namun dalam satu gerakan saja ia sudah berpindah puluhan meter.
Goblin terdiam "...Kecepatanku" ia mengepalkan tangannya kemudian melombat.
BOOOM!
Tubuhnya melesat ke atas, terlalu tinggi lalu ia mendarat di atas batu besar 'DUAKH!' batu di bawah kakinya retak, ia melihat retakan itu "...Kekuatanku juga!" ia tersenyum.
Namun senyumnya perlahan menghilang, ia teringat troll, tubuh besar, tinju yang menghancurkan tubuhnya, racun hitam yang membuatnya hampir mati.
Untuk sesaat ia merasa ragu, tangannya tanpa sadar menggenggam pedangnya lebih erat "...." ia menatap ke arah pegunungan.
Troll masih berada di sana, lawan yang membuat tubuhnya untuk pertama kalinya benar-benar merasa takut dan trauma.
Ia menundukkan kepalanya "Aku hampir mati..." ia masih mengingat bagaimana tubuhnya terlempar oleh troll, organ dalamnya hancur.
Jika bukan karena parasit ia mungkin sudah mati, namun beberapa detik kemudian, ia mengangkat kepalanya, matanya menjadi tajam "Tapi aku masih hidup..." ia menggenggam pedangnya "aku datang ke sini untuk menjadi lebih kuat!" ia mulai berjalan, kemudian berlari.
FWOOSH!!!
Ia membulatkan tekadnya dan meyakinkan dirinya.
Berlari melewati tebing-tebing batu dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya, tubuhnya terasa seperti tidak memiliki beban, setiap lompatan, setiap langkah, setiap gerakan, semuanya terasa mudah dan sangat ringan.
Namun ia tidak langsung menyerang troll, ia berhenti cukup jauh dari tempat terakhir mereka bertarung, ia melihat sekeliling kemudian mengambil sebuah batu sebesar kepalanya.
"...Mari kita lihat" goblin menarik tangannya ke belakang, seluruh tubuhnya bergerak mengikuti gerakan itu.
Kaki, pinggang, bahu, lengan, semuanya bergerak bersamaan dan kemudian 'FWOOOSH!!!' batu itu dilemparkannya, bukan seperti batu biasa, batu itu melesat seperti peluru.
"....?!!" ia melihat kedua tangannya seperti tak percaya dengan kekuatannya yang sekarang ini.
"Kuat! Cepat!..."
BOOOM!!!
Batu itu menghantam tubuh troll dari jarak yang cukup jauh, darah dan serpihan daging langsung berhamburan, tubuh troll berlubang.
Goblin terdiam "....." matanya membesar, batu tadi telah menembus tubuh troll dengan mudah.
Goblin mengepalkan tangan "...Berhasil!" namun-
KREK...
Goblin berhenti tersenyum, dari tubuh troll terdengar suara tulang bergerak.
KREK...
KREK...
Daging mulai tumbuh, otot mulai terbentuk, kulit menutup lukanya, lubang besar di tubuhnya perlahan mengecil dan kemudian luka itu menghilang sepenuhnya.
Goblin terdiam "...Regenerasi instan?!" sangat terkejut.
Troll mengangkat kepalanya, matanya menatap tepat ke arah goblin.
GRRRR!!...
Suara geraman rendah terdengar dari tenggorokannya, goblin langsung menggenggam pedangnya sangat erat "Jadi kau juga, memiliki kemampuan seperti ogre!"
Namun ada sesuatu yang berbeda, uap hitam masih keluar dari tubuh troll, lebih banyak dari sebelumnya, kabut hitam tipis mulai menyebar di sekitar tubuhnya.
Goblin langsung teringat dengan pertarungan sebelumnya, rasa trauma kembali datang, tangannya sedikit gemetar, namun ia tidak mundur, meskipun ia masih sedikit ketakutan tapi ia tetap akan melawannya lagi.
Troll meraung "ROOOAAARRR!!!" kabut hitam di sekitarnya semakin meluas dan bergerak, batu-batu kecil berjatuhan dari tebing, troll mulai berlari untuk menyerang goblin.
DUK!
DUK!
DUK!
Setiap langkah mengguncang tanah, goblin mengambil posisi, kakinya ditekuk, tubuhnya merendah, tangannya menggenggam pedang dengan kuat, ia mengatur napas teknik orc king.
Tarik napas, tenang, fokus, jangan terburu-buru, ia menatap troll yang semakin mendekatinya "...Kali ini aku tidak akan kalah darimu!!"
FWOOOSH!!!
Goblin melesat cepat ke arah troll dan mereka berdua akan kembali bertarung.