NovelToon NovelToon
The Promish Hyung

The Promish Hyung

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO
Popularitas:56
Nilai: 5
Nama Author: Dewi_BtsOt7

Di mata dunia, Kim Seokjin adalah Devil.
CEO KIMS GROUP. Dingin. Kejam. Tanpa ampun.
Satu keputusannya bisa membuat EX GROUP bangkrut dalam semalam.

Tapi di rumah...
Dia hanya seorang Hyung.

8 tahun lalu dia berjanji pada ayahnya: "Aku akan menjaga Tae."
Sekarang dia menepati janji itu dengan cara yang salah.
Menelan obat di toilet kantor. Menahan darah di balik jas mahal.
Tersenyum untuk 8 orang yang dia sayangi.

Leukimia. Stadium akhir.
Rahasia yang tidak boleh diketahui oleh Malaikat kecilnya, Taehyung.

Saat EX GROUP mulai mengancam nyawa Tae, Seokjin harus memilih.
Tetap menjadi Devil yang melindungi...
Atau runtuh sebagai Malaikat yang akhirnya butuh dilindungi.

"Di luar aku iblis, Tae. Tapi di depanmu... aku cuma hyungmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi_BtsOt7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Bau besi karat—bau darah segar—menguar pekat di lorong Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Universitas Seoul. Lampu neon berkedip-kedip, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari seperti hantu di dinding putih steril. Suara roda troli darurat berderit kasar di atas lantai vinyl, disusul oleh teriakan paramedis yang saling bersahutan dalam kekacauan yang terorganisir.

Dua meja gendong berlari berdampingan, dipisahkan hanya oleh beberapa meter, namun membawa dua nasib yang berbeda ke dalam ruang operasi yang bersebelahan.

Di sebelah kiri, Park Xiumin terbaring dengan wajah pucat pasi. Jas putihnya yang dulu bersih kini berubah menjadi merah tua yang lengket dan mengering di bagian bahu kiri. Peluru itu telah menembus otot deltoid dan merusak arteri aksilaris. Darah terus memancar setiap kali jantungnya berdetak, membasahi kain kasa yang ditekan oleh perawat.

"Tekanan darah 80/50! Nadi lemah!" teriak dokter bedah trauma sambil mendorong Xiumin masuk ke Ruang Operasi 1. "Siapkan golongan darah AB negatif segera! Kita butuh donor kompatibel sekarang juga atau dia akan syok hipovolemik sebelum kami bisa menjahit arterinya!"

Chen, yang tangannya masih berlumuran darah kakaknya, berteriak histeris, "Ambil darahnya! Ambil punya saya! Golongan darah saya sama!"

Sementara itu, di sebelah kanan, Kim Seokjin dibawa masuk ke Ruang Operasi 2. Kondisinya jauh lebih mengerikan bagi mereka yang memahami medis. Jin tidak mengalami luka tembak. Tubuhnya utuh, namun ia tampak seperti boneka kain yang remuk. Kulitnya transparan, menunjukkan jaringan pembuluh darah biru yang rapuh di bawahnya. Hidungnya masih mengeluarkan darah hitam pekat—tanda kegagalan koagulasi total.

Dokter Wang Do, yang wajahnya biasanya tenang bagai batu, kini berkeringat dingin. Tangannya gemetar saat memeriksa pupil Jin yang sudah melebar dan tidak bereaksi terhadap cahaya senter.

"Detak jantung 40... 35... bradikardia ekstrem," gumam Dokter Wang, suaranya parau. "Gagal multi-organ. Ginjalnya berhenti memproduksi urine. Paru-parunya terisi cairan edema. Dan sumsum tulangnya... sudah kosong."

Jin diletakkan di meja operasi. Monitor EKG berbunyi lambat, beep... beep... beep... jarak antar bunyi semakin panjang, seperti hitungan mundur menuju kehampaan.

"Mulai resusitasi!" perintah Dokter Wang, suaranya pecah. Ia melakukan kompresi dada dengan tenaga penuh, tulang rusuk Jin berderak pelan di bawah tekanannya, suara yang membuat Yoongi, yang berdiri di balik kaca observasi, menutup mulutnya dengan tangan gemetar.

"Epinefrin 1mg! Sekarang!"

Jarum suntik menusuk vena Jin yang hampir kolaps. Cairan obat masuk, tetapi tubuh Jin seolah menolak untuk merespons. Ia adalah kapal yang bocor di tengah badai, dan semua usaha menambal lubangnya sia-sia karena lambung kapalnya sendiri yang telah keropos dimakan waktu.

Satu jam berlalu. Waktu terasa melambat, setiap detik adalah siksaan.

Di Ruang Operasi 1, pintu terbuka. Dokter bedah keluar, melepas masker yang basah oleh keringat. Chen dan Jihoon langsung menerjang.

"Dia stabil," kata dokter itu, menghela napas lega. "Peluru berhasil diangkat. Arteri telah dijepit dan disambung. Dia kehilangan banyak darah, hampir 2 liter, tapi transfusi dari adiknya (Chen) dan stok bank darah berhasil menyelamatkan nyawanya. Dia akan sadar dalam beberapa jam, tapi butuh pemulihan lama."

Rasa lega yang luar biasa menyapu wajah Chen. Ia hampir ambruk karena lututnya lemas. Jihoon memeluk kakaknya erat-erat, air mata akhirnya tumpah setelah tertahan selama ini. Xiumin selamat. Pengorbanannya tidak sia-sia.

Namun, kegembiraan itu pudar seketika ketika mereka menoleh ke Ruang Operasi 2. Pintunya masih tertutup rapat. Lampu indikator merah di atasnya masih menyala terang, tanda bahwa kehidupan di dalamnya masih berjuang mati-matian.

Yoongi, Chanyeol, Jimin, Jungkook, dan Taehyung berdiri mematung di koridor. Mereka belum bergerak dari posisi mereka sejak Jin dibawa masuk. Mata mereka terpaku pada pintu itu, berharap, berdoa, namun firasat buruk mencekam dada mereka.

Tiba-tiba, lift di ujung koridor terbuka. Hoseok, Namjoon, dan Kyungsoo juga ken yang baru saja mendapat kabar buru-buru datang, lari tergopoh-gopoh menuju kelompok itu.

"Hoseok-hyung! Namjoon-hyung!" seru Jimin, suaranya serak.

Hoseok tidak menjawab. Matanya langsung mencari satu sosok: Taehyung.

Adik sepupunya itu berdiri sendirian di sudut, tubuhnya menggigil hebat meski suhu ruangan hangat. Wajah Taehyung pucat seperti mayat, matanya kosong menatap pintu ruang operasi Jin. Ia tidak menangis lagi. Ia berada dalam keadaan shock berat, dissociated dari realitas.

Hoseok menerobos kerumunan, mengabaikan yang lain, dan langsung menarik Taehyung ke dalam pelukannya yang kuat.

"Tae... Tae, lihat Hyung," bisik Hoseok, suaranya bergetar. Ia membelai rambut Taehyung yang acak-acakan. "Hyung di sini. Kau aman."

Sentuhan itu seolah memecahkan bendungan terakhir di diri Taehyung.

"Aku... aku tidak bisa bernapas..." desis Taehyung, tangannya mencengkeram jaket Hoseok hingga buku-bukunya memutih. Napasnya menjadi pendek-pendek, cepat, dan dangkal. Hyperventilation.

"Taehyung-Hyung!" teriak Jungkook panik, mencoba mendekati.

"Jangan sentuh dia dulu!" bentak Namjoon tegas, menyadari tanda-tanda serangan panik (panic attack) yang parah. "Biarkan Hoseok menenangkannya. Oksigennya turun karena hiperventilasi."

Taehyung mulai terisak, suaranya tinggi dan hysterical. "Hyung... Jin-hyung... dia berjanji... dia bilang dia baik-baik saja... kenapa darahnya banyak sekali? Kenapa dia dingin? Aku menyentuh tangannya tadi... dingin seperti es..."

Kalimat-kalimat itu keluar secara fragmentaris, disertai dengan sesak napas yang membuat dada Taehyung naik-turun dengan cepat. Kakarnya gemetar tak terkendali. Ia merasa dunia berputar, lantai rumah sakit miring, dan suara monitor jantung di kejauhan terdengar seperti lonceng kematian.

Chanyeol, yang melihat kondisi Taehyung, merasa dadanya sesak. Ia ingin membantu, tapi ia tahu ia bukan orang yang tepat saat ini. Ia mengalihkan pandangannya kembali ke pintu Ruang Operasi 2, rasa bersalah dan ketakutan mencampur aduk di hatinya.

Di dalam ruang operasi, situasi kritis.

Diiiit...

Suara panjang dari monitor EKG terdengar. Garis hijau di layar menjadi datar.

Flatline.

"Ventricular Fibrillation!" teriak Dokter Wang, keringatnya menetes ke mata. "Defibrillator! 200 Joule! Clear!"

Tubuh Jin tersentak keras saat sengatan listrik mengalir melalui dadanya. Tidak ada respons. Jantungnya tetap diam.

"Lagi! 300 Joule! Clear!"

Tersentak. Masih datar.

"Dokter... sudah lima menit tanpa detak," kata perawat anestesi dengan suara lirih, penuh horor.

Dokter Wang Do menolak menyerah. Air matanya bercampur dengan keringat. Ia melihat Jin bukan sebagai pasien, tapi sebagai anak laki-laki kecil yang dulu sering ia gendong, anak dari sahabat terbaiknya yang meminta tolong padanya di ranjang kematian.

"Aku tidak akan membiarkanmu pergi, Jin-ah," geram Dokter Wang, mengambil alih kompresi dada lagi. Tulang rusuk Jin sudah retak akibat tekanan berulang, tapi ia tidak peduli. "Kembali! Kembalilah kepada mereka! Taehyung menunggu di luar! Kembali!"

Kompressi dilakukan lagi. Satu, dua, tiga... sepuluh... dua puluh...

Di luar, Taehyung tiba-tiba berhenti bergerak. Matanya terpejam, tubuhnya lungguh di pelukan Hoseok. Ia pingsan karena kekurangan oksigen dan kelelahan emosional total.

"Taehyung/Hyung!" teriak Jimin dan Jungkook bersamaan.

Kekacauan terjadi di koridor. Tim medis darurat datang untuk menangani Taehyung, sementara Chanyeol dan Yoongi tetap terpaku pada pintu Ruang Operasi 2, menunggu kabar yang mungkin akan menghancurkan sisa-sisa jiwa mereka.

Di dalam, Dokter Wang terus menekan dada Jin.

Krak. Suara tulang patah lagi.

Tiba-tiba...

Beep.

Satu bunyi. Lemah. Jauh.

Beep... beep.

Monitor itu hidup kembali. Garis hijau itu naik-turun, lemah tapi teratur.

Dokter Wang jatuh terduduk di lantai, napasnya tersengal-sengal, air mata mengalir deras di pipinya yang keriput. Ia tertawa kecil, tawa histeris karena lega dan lelah.

"Dia kembali," bisiknya. "Dia memilih untuk tinggal."

Namun, kemenangan itu semu. Jin masih dalam kondisi koma induksi, dengan mesin ventilator yang membantunya bernapas. Tubuh hancur. Masa depan suram. Tapi untuk saat ini, jantung Kim Seokjin masih berdetak.

Dan di luar, di tengah kekacauan penanganan Taehyung yang pingsan, kebenaran tentang penyakit Jin akhirnya tidak bisa lagi disembunyikan. Saat perawat membuka rekam medis darurat Jin untuk perawatan lanjutan, diagnosis "Aplastic Anemia Stage 4" tercetak jelas di layar komputer yang terlihat oleh Chanyeol yang berdiri di dekat stasiun perawat.

Chanyeol membaca kata-kata itu. Matanya membelalak. Dunianya runtuh.

"Anemia Aplastik Stadium 4. Prognosis: Sangat Buruk. Harapan hidup: Hitungan minggu tanpa transplantasi sumsum tulang yang cocok."

Chanyeol menatap pintu ruang operasi, lalu menatap Taehyung yang sedang dibaringkan di troli lain. Rahasia itu akhirnya terbongkar. Dan rasanya jauh lebih menyakitkan daripada peluru di bahu Xiumin.

1
AntyKa
penasaran😄
Dewi_BtsOt7: di tunggu kelanjutannya ya ka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!