NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Selama bertahun-tahun, Akbar dicap sebagai pembawa sial oleh seluruh warga kampung, bahkan disalahkan atas kecelakaan tragis yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. Kelelahan dengan hidup yang penuh penderitaan dan cemoohan, Akbar memutuskan untuk mengakhiri segalanya dengan melompat dari atas jembatan. Namun, tepat sebelum tubuhnya jatuh, sebuah layar hologram mendadak muncul dan memberinya "Sistem Dewa Hoki". Kini, berbekal keberuntungan absolut dari sistem tersebut, Akbar siap membalikkan keadaan, membungkam mulut orang-orang yang merendahkannya, dan membongkar rahasia kelam di balik kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Dia sadar bahwa Akbar tahu kelemahan fatalnya saat ini, posisinya benar-benar terjepit di ujung tanduk.

"Saya akan beli tanah warung dan lahan kosong itu seharga seratus lima puluh juta rupiah tunai hari ini juga," putus Akbar tanpa basa-basi memotong harga sangat sadis.

"Seratus lima puluh juta? Tapi Den, itu sudah rugi sangat jauh dari harga modal keluarga saya dulu," rintih Pak RT Budi mencoba menawar pelan.

Akbar langsung menatap tajam mata Pak RT Budi menggunakan sisa efek aura cincin negosiasinya.

"Pilihannya cuma dua Pak Budi yang terhormat," ancam Akbar dengan senyum iblisnya.

"Terima seratus lima puluh juta sekarang dan bapak bisa pergi ke luar kota dengan aman."

"Atau bapak tolak tawaran saya, dan sore ini juga saya laporkan keterlibatan bapak di kasus dana desa ke kantor polisi kecamatan."

Tubuh Pak RT Budi bergetar semakin parah mendengar ancaman telak dari pemuda yang dulu dia anggap sampah itu.

Aura intimidasi dari cincin perak itu benar-benar menghancurkan sisa-sisa kewarasan dan keberanian Pak RT.

"Ba... baiklah Den Akbar, saya setuju dengan harga seratus lima puluh juta itu," pasrah Pak RT Budi menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Tapi tolong jangan pernah sebut nama saya ke polisi kabupaten ya Den, saya mohon belas kasihan Den Akbar."

Akbar tersenyum sangat lebar dan puas mendengar kata sepakat yang keluar dari mulut penguasa kampung kecil tersebut.

"Kesepakatan yang cerdas Pak RT, tolong ambilkan kertas dan pulpen sekarang, kita buat surat perjanjian jual belinya di atas materai detik ini juga."

Bu Tejo buru-buru berlari mengambil kertas folio bergaris dan sebuah pulpen dari laci meja kasirnya dengan tangan gemetar.

Wanita gemuk yang biasanya sangat galak itu kini melayani Akbar layaknya seorang pelayan restoran melayani raja.

Pak RT Budi menulis surat perjanjian jual beli itu dengan cepat dan membubuhkan tanda tangannya di atas materai sepuluh ribu.

Akbar membaca surat itu sekilas dan ikut menandatanganinya dengan gaya sangat elegan.

"Surat tanah aslinya ada di rumah saya Den Akbar, nanti sore akan saya serahkan langsung ke rumah Den Akbar beserta kunci gerbangnya," janji Pak RT Budi.

Akbar mengangguk pelan dan langsung mentransfer uang seratus lima puluh juta rupiah dari ponselnya ke nomor rekening Pak RT Budi.

Ting.

Notifikasi uang masuk langsung berbunyi di ponsel milik Pak RT.

"Uangnya sudah masuk lunas Pak RT, jadi mulai detik ini tanah warung ini dan lahan di sebelahnya resmi menjadi hak milik saya."

Akbar berdiri dari kursi plastiknya dan menoleh menatap Bu Tejo yang sedang menelan ludah dengan susah payah.

"Bu Tejo, karena tanah ini sekarang milik saya, otomatis uang sewa bulanan warung ibu harus dibayarkan ke saya mulai bulan depan."

"I... iya Nak Akbar, bulan depan pasti ibu bayar penuh tepat waktu tanpa telat," jawab Bu Tejo terbata-bata nyaris menangis karena takut diusir.

"Bagus kalau begitu, dan satu lagi Bu Tejo," tambah Akbar melangkah mendekati wajah wanita paruh baya tersebut.

"Mulai hari ini, saya tidak mau lagi mendengar ada kata anak pembawa sial atau anak kutukan keluar dari mulut kotor ibu."

"Kalau sampai telinga saya mendengar ibu menggosipkan saya lagi, besok paginya warung ini akan saya ratakan dengan tanah pakai buldoser."

Ancaman itu diucapkan Akbar dengan nada suara yang sangat pelan namun terdengar lebih mengerikan dari suara petir bagi Bu Tejo.

"Iya Nak Akbar! Ibu janji tidak akan pernah berani membicarakan yang buruk-buruk lagi tentang Nak Akbar seumur hidup ibu," sumpah Bu Tejo sampai mengangkat dua jarinya bentuk v.

Semua warga di warung itu yang tadinya suka ikut campur menghina Akbar kini serempak menundukkan kepala mereka rapat-rapat.

Mereka sadar betul bahwa peta kekuatan di kampung ini telah berubah total dalam waktu dua hari saja.

Pemuda yang paling mereka remehkan kini telah berubah menjadi tuan tanah super kaya yang bisa menghancurkan hidup mereka kapan saja dia mau.

Ting.

Suara jernih mekanis bergema memuaskan di dalam kepala Akbar.

[Selamat! Tuan telah berhasil membalikkan dominasi status sosial dan mempermalukan musuh lama dengan sangat sempurna.]

[Efektivitas Cincin Negosiasi Mutlak terbukti seratus persen mematikan dalam urusan bisnis.]

[Sistem memberikan penghargaan sebesar 50 Poin Hoki tambahan.]

Akbar tersenyum puas membaca notifikasi tersebut di udara kosong.

Uangnya masih tersisa dua miliar seratus juta lebih, dan poin hokinya kembali naik menjadi seratus poin penuh.

Ini adalah kemenangan beruntun yang sangat manis di hari pertama dia kembali ke kampung halaman.

Akbar berjalan keluar dari warung itu dan kembali menaiki motor Scoopy hitamnya dengan dada membusung tegak.

Tidak ada satu pun warga yang berani menatap matanya secara langsung saat motor itu melaju pergi meninggalkan balai desa.

Tujuan Akbar selanjutnya adalah menjemput Risa yang sebentar lagi selesai shift kerja siang di minimarket.

Dia ingin mengajak gadis manis itu melihat lahan kosong yang baru saja dibelinya untuk merencanakan sesuatu yang besar.

Membangun sebuah kerajaan bisnis dari nol di kampung yang pernah membuangnya adalah pembalasan dendam paling puitis yang bisa dia berikan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!