NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 23

Bennedict terbangun membuka mata, ia melihat langit-langit dengan tatapan kosong.

Kesadaranya perlahan kembali, membawa rasa sakit yang belum pernah dirasakan Bennedict sebelumnya.

Setiap jengkal otot di tubuhnya terasa seperti ditusuk ribuan jarum. Tenggorokannya begitu kering hingga bernapas pun terasa perih.

Saat mencoba menggerakkan tangan, bunyi gemerincing besi mengejutkannya kedua pergelangan tangannya telah diborgol ke sisi ranjang rumah sakit.

Di ujung ruangan, seorang detektif berdiri dengan tatapan dingin. Bennedict mencoba mengingat bagaimana dia bisa berakhir di sini.

"Aku di mana? Kenapa tangan saya diborgol, Pak?'' suara Bennedict terdengar parau.

Detektif itu tidak menjawab. Tatapannya dingin dan mengintimidasi. Kemudian ia memutar sebuah video dari tabletnya dan meletakkannya di depan wajah Bennedict.

Di layar itu, Bennedict melihat dirinya sendiri telanjang dada, menggeram seperti binatang, dan sedang menyerang Layla dengan brutal.

Bennedict menatap layar tanpa berkedip. Napasnya semakin berat. Pria di video itu memang dirinya. Wajahnya sama. Tubuhnya sama. Namun sorot matanya... bukan miliknya.

''Tidak...tidak mungkin. Itu bukan aku,'' Ben menyangkal tegas dengan suara yang parau.

"Tuan, Bennedict. Semua tersangka yang saya temui selama ini melakukan hal yang sama," kata Detektif itu.

"Tapi saya tidak berbohong, itu bukan saya," ucap Bennedict.

Detektif itu hanya diam dengan tatapan dingin.

"Aku...,"

"Aku tidak mungkin menyakiti Layla..."

Ingatan terakhirnya hanya sebotol minuman alkohol ringan di tangannya. Setelah itu... kosong. Hanya ada kegelapan total.

"Tidak mungkin...."

"Semua bukti mengarah ke anda Tuan Bennedict," ucap detektif itu.

Air mata Bennedict menetes...

Ia merasa sangat bersalah kepada Layla.

Di ruang interogasi yang terasa menekan, Zhao Lee menjawab beberapa pertanyaan dari Detektif ditemani oleh pengacaranya.

''Terimakasih telah memenuhi undangan kami. Bagaimana kabar anda, Tuan Zhao Lee dan Pak Gunawan selaku pengacara saksi," tanya pak Wawan sang detektif.

''Baik'' jawab Pak Gunawan singkat.

"Baik, bagaimana kabar anda?" ucap Zhao Lee.

"Baik. Saya rasa cukup basa-basinya ya. Kita langsung saja. Apa anda kenal korban?'' tanya Detektif Wawan.

"Tentu, dia mantan ART saya," jawab Zhao Lee.

''Lalu apa anda mengenal pelaku?" tanya Detektif lagi.

''Tentu kami dulu dekat, tapi semenjak bisnis gelap keluarga Bennedict terbongkar kami putus kontak," ucap Zhao Lee.

"Gedung itu milik anda, betul?" tanya pak Wawan.

"Betul'' jawab Zhao Lee

''Tolong ceritakan kronologi kejadian waktu itu dari sudut pandang anda sebagai saksi," ucap detektif itu.

"Malam itu saya ingin memberi kejutan kepada pacar saya. Saya memutuskan untuk membawa bunga dari toko itu. Tapi setelah saya turun dari mobil, ada suara teriakan minta tolong dari dalam toko. Sontak saya langsung lari dan ternyata keadaan dalam toko sudah tidak terkendali. Situasinya sangat kacau saat itu." ucap Zhao Lee.

''Malam itu hampir pukul 11, apa anda yakin toko yang anda maksud masih buka?" tanya detektif itu curiga.

"Saya sebelumnya sudah memesan lewat telepon pemilik toko itu, namun pekerjaan membuat saya terlambat mengambilnya. Saya hanya mencoba mencari tau apakah toko itu masih buka atau tidak." ucap Zhao Lee tersenyum tenang.

"Dengan membawa banyak pengawal?,'' tanya Detektif itu curiga.

"Beberapa hari ini saya mendapat surat ancaman dari orang yang misterius." ucap Zhao Lee.

"Kenapa anda tidak lapor tentang surat ancaman itu?" tanya Detektif itu lagi.

"Maaf, pertanyaan ini di luar kasus yang sedang terjadi," ucap pak Gunawan pengacara Zhao Lee.

''Tidak apa-apa pak, kita harus bersikap kooperatif," ucap Zhao Lee kepada Pak Gunawan.

"Saya sendiri belum punya bukti siapa dalang di balik surat ancaman itu dan motif pelaku. Apakah dia punya dendam kepada saya atau hanya intimidasi. Karena kurangnya bukti, maka saya belum melapor. Namun keselamatan saya nomer satu, jadi saya menyewa pengawal untuk jaga-jaga." ucap Zhao Lee lugas.

''Baik, kami akan bantu anda untuk mencari tau siapa orang misterius itu," ucap detektif itu.

''Terimakasih, Pak Detektif." ucap Zhao Lee sambil tersenyum.

"Mungkin Hari ini cukup, kasus masih bergulir. Jika kami membutuhkan anda lagi. Saya akan segera menghubungi," tambah detektif itu.

"Kami akan bersikap kooperatif pak," ucap Zhao Lee mengulurkan tangan.

"Terimakasih,'' Detektif itu berjabat tangan dengan Zhao Lee.

Setelah Bennedict di rasa cukup tenang, detektif masuk lagi ke ruang bangsal kusus kriminal tempat dimana Bennedict di tahan.

"Kalau memang bukan kamu, buktikan."

Bennedict hanya menunduk. Lalu bergumam pelan. "Layla... maafkan aku..."

Detektif meninggalkan ruangan...

Bennedict memejamkan mata,

di kepalanya hanya ada satu pertanyaan. "Apa yang sebenarnya terjadi malam itu?"

Samar-samar ia melihat tangan seseorang menyerahkan minuman kaleng itu kepadanya sambil berkata,

"Sebagai ucapan terima kasih."

Lalu memorinya kembali gelap.

Hanya satu kalimat.

Pembaca akan langsung berpikir:

"Siapa orang itu?"

...****************...

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!