Berawal dari petaka sebuah konser band terkenal, seorang gadis harus membuatnya menerima reward besar karena baru putus cinta. Gadis itu tidak tau bahwa dirinya sedang di kerjai teman kuliahnya hingga membuat seorang Letnan terkena imbasnya.
Disisi lain, akibat petaka tak sengaja, sang Letnan terpaksa harus menanggung akibatnya. Bukan hal mudah menaklukan hati pria yang ternyata adalah Abang dari gadis tersebut, namun pada kenyataannya, lebih sulit menaklukan gadis yang tiba-tiba masuk dalam hidupnya tanpa permisi, apalagi jejak kehidupannya kini di mulai pada wilayah dengan resiko yang cukup tinggi, wilayah yang bisa di katakan rawan, KARANG HITAM.
KONFLIK.. Harap SKIP bagi yang tidak bisa ber KONFLIK.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Tantangan berdasar sakit hati.
Di tengah keributan, Phia begitu ketakutan melihat perkelahian tersebut. Ia memang pernah melihat kemarahan Bang Riegan tapi harus ia akui, kemarahan Bang Hernando jauh lebih menakutkan.
Tak ingin terjadi hal buruk lagi, Phia langsung memeluk Bang Hernando. "Sudah, Bang. Jangan marah lagi. Kita pulang saja, mereka pasti juga sudah kapok."
Selain pelukan sang Mama dan nenek, ia tidak pernah merasakan pelukan dari makhluk berjenis wanita. Merasakan pelukan itu, Bang Hernando luluh, ada hal yang tidak pernah ia pahami serasa menjalar di sekujur tubuhnya.
"Eeghhh.. Bang, perut Phia sakiiitt.." Phia meremas perutnya.
Bang Hernando tersentak, refleks ia melihat ke arah bawah. Ada lelehan pekat mengalir dari sela paha Phia. "Astaghfirullah hal adzim..!!" Bang Hernando tak ingin peduli apapun lagi, ia mengangkat Phia dan segera membawanya ke rumah sakit.
...
"A*u... kau dimana, Rieg???" Gumamnya. Perasaan Bang Hernando tak karuan. Berkali-kali ia menghubungi sahabatnya itu namun tidak juga ada jawaban, panggilan teleponnya juga tidak terhubung.
Beberapa menit kemudian, Bang Reigar berlarian bersama Bang Rakit dan Bang Putra.
"Bagaimana?? Apa yang terjadi??" Tanya Bang Reigar cemas.
"Ijin.. Belum tau, Komandan." Jawab Bang Hernando.
Setelah menunggu lama, akhirnya dokter keluar juga dari ruang tindakan. "Siapa keluarga Ibu Phia?"
"Saya suaminya." Sambar Bang Hernando, bahkan ia melangkahi Abang kandungnya.
Bang Reigar memilih diam, sebab tidak mungkin tidak ada yang mengakui status Phia.
"Begini Pak. Melihat usia ibu Phia yang masih sangat muda, tekanan psikis, kelelahan dan juga kandungannya yang tergolong lemah, dengan berat hati mengabarkan bahwa janin Ibu Phia mengalami keguguran spontan di usia belum sampai delapan minggu......."
"Lailaha Ilallah..!!" Pernyataan dokter membuat telinga Bang Hernando seakan berdengung keras, pandangannya berkunang-kunang, ia terhuyung lemas hingga Bang Reigar harus menahan tubuh Bang Hernando yang luar biasa tinggi tegap.
"Ya Tuhan, Hernaaan..!!!! Saya nggak sanggup nahan badanmu..!!!!!" Bang Reigar panik sampai akhirnya Bang Rakit dan Bang Putra ikut membantunya.
:
Setelah Bang Hernando kembali tersadar, Bang Putra mengangsurkan teh hangat untuk keponakannya itu.
"Bagaimana Nando, sudah enakan??" Tanya Bang Putra.
"Saya merasa gagal, Om. Saya tidak becus menjaga perempuan. Saya kehilangan anak." Kata Bang Hernando.
Sebagai seorang paman tentu Bang Putra paham situasinya. Ia yang juga sudah berusaha menghubungi anak angkatnya pun sampai tidak tau harus berbuat apalagi.
"Ini bukan salahmu. Kejadian ini pastinya di luar kuasamu. Sekarang status Phia bukan istri orang, statusnya gadis karena pembatalan nikah dan kau pun.. Perjaka." Ucap Bang Rakit.
Seluruh pandang mata tertuju pada Bang Rakit. Semua terdiam dengan pikiran masing-masing.
"Haruskah kita mengambil langkah?? Menikahkan Phia dan Hernando???" Tanya Bang Reigar.
Sejenak Bang Hernando menatap layar ponselnya.
"Tidak..!!! Jangan mengambil langkah apapun tanpa seijin Phia. Jangan gegabah dan menunggu perasaannya tenang. Phia pasti masih punya cita-cita yang ingin di capai. Biarkan dia menjadi gadis yang ceria dan bahagia seperti dulu sebelum bertemu Riegan..!! Kecuali.. Phia sendiri bersedia untuk saya selamatkan." Pinta Bang Hernando di hadapan kedua Abang Phia dan juga pamannya.
"Sungguh Abang ingin Phia bahagia??" Suara itu membuat seluruh pria mengarahkan pandangan pada satu titik. Phia sudah tersadar total.
"Apapun akan saya lakukan, asal kamu bahagia." Jawab Bang Hernando tegas dan tanpa keraguan.
"Phia mau bicara berdua dengan Abang."
~
"Sekarang anak Phia sudah tidak ada, kan? Dengan cara apa lagi, Abang menyelamatkan Phia." Tanya Phia dengan mata sembab. "Abang tidak perlu berkorban demi gadis yang sudah rusak. Di luar sana masih banyak perempuan suci, perempuan baik-baik yang lebih segalanya daripada Phia. Lagipula... Phia ingin anak itu, anak yang tidak akan pernah kembali lagi. Phia sudah kehilangan dia." Ucap itu berubah menjadi tangis pilu.
"Apakah keperawanan wanita menjadi patokan sebuah kesucian? Apakah perempuan baik-baik hanya perkara perawan?? Kamu ingin anak?? Asal jangan minta Riegan yang membuatnya, saya bisa berikan kamu anak. Semua hanya tergantung keputusanmu, bisa menerima saya.. Atau tidak." Kata Bang Hernando.
"Phia bisa."
"Saya tidak main-main, Phia. Saat kamu sudah memutuskan, seluruh apapapun yang ada dalam dirimu adalah tanggung jawab saya. Saat ini perasaanmu belum stabil, tidak usah membicarakan hal seperti ini." Cegah Bang Hernando melarang tegas.
"Phia benar-benar siap, Bang."
"Phia.. Apa yang kita jalani bukan hal sembarangan. Saya ini laki-laki, di bawah ikatan yang sah, kalau sampai kamu hamil, itu di luar kuasa saya. Kita tetap berada di bawah payung pernikahan. Tapi hatimu yang belum sembuh dari luka, bisa mencelakai rumah tangga kita." Jawab Bang Hernando.
"Kalau begitu, buat Phia bisa jatuh cinta sama Abang. Empat belas hari, di mulai dari sekarang..!!" Pinta Phia.
"Baik.. Akan saya buat kamu jatuh cinta..!!" Kata Bang Hernando menyanggupi.
.
.
.
.
Bang Jan...udah beri bang Hernad pencerahan tp knp jadinya kyk gini😄😄🤭
kocak ini ...lanjut mba Nara👍
lanjut mba nara🤭
semangat jg buat mba Nara👍