Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cara Lain
Sepanjang hari Jevandra tidak bisa fokus bekerja. Pikirannya terus tertuju pada wanita yang berada di rumahnya saat ini. Apa yang sedang dia lakukan? apakah dia sudah makan atau belum.
Lalu bagaimana keadannya? Apa sudah lebih baik. Memikirkan hal itu membuat kepalanya ingin meledak saat itu juga.
Karena tidak bisa menahan semuanya, akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Richard.
Melihat ponselnya yang kembali berdering membuat Richard mulai lelah. Bagitu juga dengan Rocky saat ini. Mereka sama-sama di buat pusing oleh Jevandra hari ini.
"Kau yang angkat!" kata Richard pada adiknya.
"Itu ponsel kakak. Jika aku yang menjawabnya, maka habislah kita berdua." katanya menjelaskan dan memang benar.
Jika sampai Rocky yang menjawab, maka habislah mereka berdua. "Ya, tuan?"
"Kau sudah melewatkan 15 detikku yang berharga!" kata Jevandra ketus ketika Richard baru menjawab panggilannya.
"Maaf, tuan." jawabnya mengalah.
"Pergi ke pusat perbelanjaan dan Carikan ponsel keluaran terbaru untuk nyonya. Pastikan juga di ponselnya hanya ada nomor ku saja!" titahnya pada Richard yang menatap lelah ke arah Rocky saat ini.
"Apa aku harus membawa nyonya keluar untuk memilih ponselnya tuan?" tanya Richard memberanikan diri.
Mendengar pertanyaan itu membuat rahang Jevandra mengetat sempurna. "Kau bisa membawanya nyonya keluar bersama mu. Tapi sebelum itu, kau serahkan kedua bola matamu dulu padaku. Apa kau mau?" katanya mengancam membuat Richard hanya bisa menghela nafasnya dengan pasrah.
Ternyata benar yang dikatakan Remi, jika mereka pasti juga akan merasakan hal yang sama dengannya.
Itu sudah terbukti saat ini. Karena 5 menit sekali Jevandra pasti akan menghubungi mereka. Terhitung sudah 37 kali panggilan yang Jevandra lakukan padanya sejak pagi hingga siang ini.
Itu dirinya saja, belum Rocky yang juga mendapatkan 32 panggilan dari Jevandra. Ah, sudahlah. Dia yang memiliki kuasa disini. Jadi terserah dia saja, pikir mereka.
"Baik, tuan. Saya akan pergi sekarang." jawab Richard yang panggilan teleponnya langsung di putus begitu saja oleh Jevandra.
"Kenapa, kak?" tanya Rocky penasaran.
"Jaga rumah dan nyonya. Aku pergi keluar sebentar." katanya pamit pada Rocky.
Sedangkan Remi yang berada di ruangan kerjanya juga tak kalah pasrah dengan semua ini. Menjadi asisten pribadi Jevandra memang benar-benar menguji nyali saat bekerja.
"Tuan?" panggil Remi pada Jevandra.
"Meeting dengan BRM Accounting Group satu jam lagi, tuan." kata Remi memberanikan diri.
"BRM?" katanya Jevandra.
Tatapannya menyelidik. "Milik Baskara Rama Jaya." sahut Remi mengerti arti tatapan tuan mudanya.
"Berangkat sekarang!" katanya meninggalkan semua pekerjaannya begitu saja setelah mengetahui jika mereka akan mengadakan meeting di BRM Accounting Group.
Entah mengapa Jevandra merasa jika dia bisa memanfaatkan situasi saat ini
Ternyata jalanan cukup pasat, hingga membuat dia terlambat dua menit saat sampai di ruangan meeting tersebut.
Lihat saja bagaimana sombongnya wajah pembunuh di ruang meeting itu.
"Anda terlambat dua menit, tuan muda Jevandra Raksa Bumi." tegur laki-laki itu ketika dirinya baru saja tiba.
"Langsung saja Bos Besar Baskara Rama Jaya. Selesaikan meeting ini dengan cepat, karena aku masih memiliki banyak pekerjaan penting!" kata Jevandra yang langsung duduk bahkan saat Baskara belum mempersilahkan dirinya untuk duduk.
Brak!
Meja di gebrak Baskara karena dia tidak suka keterlambatan dalam bekerja.
"Jangan membuat mood ku buruk Bas. Aku sedang tidak ingin berdebat saat ini." kata Jevandra tanpa rasa takut sedikitpun terhadap Baskara yang menatap tajam ke arahnya.
"Kau seharusnya lebih tepat waktu. Aku paling benci orang yang terlambat untuk meeting."
"Lalu aku harus mengatakan apa? Kau tau jalanan di kota ini tidak ada yang bisa di pilih!" sahut Jevandra tidak terima di salahkan.
"Maka berangkat lebih awal bodoh!" umpatnya pada Jevandra membuat semua orang yang berada di ruang meeting itu tercengang melihatnya.
Rafli bahkan hampir saja pingsan saat mengetahui ada orang yang berani menjawab bosnya.
"Sekarang mau mulai meetingnya atau tidak? Jika tidak, kirimkan uang pinaltinya ke rekening pribadi ku!" kata Jevandra lagi membuat Baskara hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.
Satu-satunya orang yang sulit di debatnya adalah manusia berkaki panjang ini. Jika itu orang lain, maka dengan mudah Baskara menyingkirkannya saat itu juga.
"Mulai meetingnya Rafli!" titah Baskara pada Rafli yang akan menjelaskan point' penting meeting hari ini.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣