Bilawal Kenta Faaruq nama seorang anak lelaki tampan yang mempunyai arti lelaki yang selalu menjaga kehormatan, harga diri dan bijak dalam bertindak apapun nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan.
Al biasa dia dipanggil oleh teman-temannya adalah seorang ketua Basis di sekolahannya. Tiada hari tanpa masalah yang menghiasi hari-harinya. Keluar masuk ruang BP dan kantor polisi selalu ia lakoni namun tak kunjung jua dikeluarkan dari sekolahnya karena keponakan dari kepala sekolah tempatnya belajar sekaligus papanya menjadi penyumbang utama di sana.
Suatu hari Al bertemu dengan Makaila yang tidak lain ketua OSIS yang terkenal galak.
Konflik terjadi antara mereka berdua sampai akhirnya Al menyukai Makaila dan menjadi cinta pertamanya. Segala cara Al lakukan agar Makalia menyukainya, sampai Makalia menjadi target musuh anak Basis Al.
Segala cara Al lakukan untuk melindunginya sampai nyawa menjadi taruhannya.
Hi jangan lupa follow akun IG snow_white97suga
Tik-tok. snowwhite19975
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback 3 Tahun Lalu (Sosok Petarung Hebat Dan Sahabat Terbaik)
Suasana sepertinya sedikit mulai memanas karena Ghio mulai tersulut emosi, bagaimana tidak karena laporan Nares kepada guru BK dan pembina OSIS akhirnya Arsen di DO dan semua anak buahnya jadi incaran guru-guru.
Penjual barang haram tersebut juga menjadi incaran polisi, dan kini sekolah Bilawal menjadi incaran anak sekolah lain yang juga terlibat dalam jual beli obat-obatan terlarang.
Bilawal mencoba mencari cara untuk mengatasi masalah ini tapi sepertinya kata maaf juga tidak akan bisa menebus semua yang sudah dilakukan oleh Nares.
Salah satunya yang akan terjadi adalah mereka berdua akan mendapatkan pukulan dari anak buah Ghio, karena terlihat Ghio begitu sangat murka kepada Nares dan dirinya.
"Daripada lo ngurusin kita-kita, mending lo fokus sama tim bakset yang sebentar lagi mau turnamen. Sekelas lo berdua nggak usah ikut campur masalah gue!" Lanjut Ghio lagi banyak bicara mulai mencaci Bilawal dan Nares.
Ya, siapa yang tidak mengenal Bilawal, Nares, Ethan, Jericho, dan Kelvin. Mereka adalah siswa baik dan berprestasi di SMPN Bhineka Bangsa.
Bilawal adalah seorang kapten tim basket yang populer di sekolahnya. Nares dan Jericho adalah anggota OSIS yang sangat digandrungi oleh siswi perempuan.
Ethan dan Kelvin adalah anggota futsal yang begitu eksis dan aktif selalu mencetak prestasi. Namun siapa sangka ternyata sejak kejadian ini semuanya berubah 180°
"Gue minta maaf," ucap Bilawal kehabisan kata-kata dan terlihat sangat putus asa bagaimana mencari cara agar mereka berdua bisa terlepas dari genggaman Ghio.
Suara tawa riuh terdengar sangat jelas ketika Bilawal mengucapkan kata 'Maaf' kepada Ghio seolah meledek.
Begitu juga dengan Ghio yang sudah dibuat jengkel dan kesal dengan ucapan Bilawal. Semua tidak akan pernah selesai hanya dengan kata 'Maaf'.
"Lo pikir cuman kata 'Maaf' cukup!" Amarah Ghio mulai meledak terlihat dari raut wajahnya yang mulai memerah.
Sorot mata Ghio terus menatap Nares seolah ingin menghabisinya saat ini juga, tidak ada kata maaf baginya. Yang harus diselesaikan oleh Nares saat ini adalah mengganti dengan nyawanya.
"Makanya kalau punya mulut jangan banyak bacot!" Ghio mulai menghampiri Nares yang masih berdiri di belakang Bilawal lalu menarik kerahnya begitu erat membuat Nares sedikit ketakutan.
Secepat kilat Bilawal memegang tangan Ghio yang sedang menggenggam kerah baju Nares.
Bilawal tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti keempat sahabatnya, karena mereka sudah bersama sejak kelas 7 SMP.
Dia adalah yang paling royal dan begitu peduli dengan keempat sahabatnya karena sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
"Lepasin tangan lo!" Titah Bilawal dengan nada terdengar datar namun terkesan tegas.
"Berani sama gue!" Ghio melepaskan kerah Nares dari genggaman tangannya lalu mengibaskan tangan Bilawal yang memegangnya sangat kuat sehingga Ghio merasa sedikit kesakitan.
"Kenapa gue harus takut sama lo?" Bilawal menantang ucapan Ghio membuat amarah Ghio semakin meledak tak tertahankan.
"BANGSATTT...!" Teriak Ghio yang langsung memukuli Bilawal seperti orang kesetanan.
Pukulan demi pukulan dilayangkan oleh Ghio kepada Bilawal. Semu pukulan Ghio tepat sasaran mengenai wajah dan beberapa tempat tubuh Bilawal namun sayang Bilawal tidak membalas karena merasa bersalah dan mau menerima agar urusan di antara mereka berdua selesai.
Bukan hanya Bilawal saja teryata yang menjadi sasaran tapi juga Nares. Terlihat beberapa kali Ghio memukuli wajah Nares sehingga membuat Nares kesakitan dan kelelahan sehingga tak sadarkan diri.
Melihat itu membuat Bilawal marah dan geram, yang tadinya hanya terdiam tersungkur menahan sakit kini bangkit menghampiri Ghio yang menduduki tubuh Nares.
Tanpa ampun Bilawal menjambak rambut Ghio dan menyeretnya jauh dari tubuh Nares. Marah Bilawal sudah tidak bisa dibendung lagi seperti luapan api yang membakar membara.
Ghio meringis kesakitan berusaha melepaskan genggaman tangan Bilawal yang menjambak rambutnya, namun sayang tenaga Bilawal jauh lebih kuat darinya.
"Anjing! Lepasin gue!" Teriak Ghio meringis kesakitan.
Namun tidak ada kata ampun bagi Bilawal perselisihan terjadi antara mereka berdua, dan Nares sudah tidak sadarkan diri. Perselisihan mereka kini berakhir di ruang BK.
Keadaan Bilawal dan Ghio sudah tidak karuan, luka terdapat di wajah keduanya. Dan sorot mata Bilawal masih terlihat tajam dan sinis seolah masih menyimpan amarah kepada Ghio.
"Apa-apaan kamu, Al? Kenapa kamu memukul dia sampai kaya gini?" Tanya Pak Agus guru BK sekaligus pembina OSIS yang begitu kaget ketika pertama kalinya Bilawal masuk ke ruang BK sejak masuk ke sekolah ini.
Namun Bilawal hanya terdiam dengan tatapan kosong sesekali menundukkan kepalanya seolah menyesali perbuatannya saat ini.
Baru kali ini Bilawal melakukan kesalahan sangat fatal dan itu dilakukan untuk melindungi Nares.
Berbeda dengan Bilawal yang sedari tadi hanya diam membisu seribu bahasa saat Pak Agus bertanya tentang kejadian hari ini, Ghio lebih aktif berbicara merekayasa cerita meyakinkan Pak Agus agar percaya jika yang memulai semua ini adalah Bilawal.
Hukuman yang didapat oleh Bilawal dan Ghio adalah membersihkan toilet lelaki dan guru selama satu minggu, tidak ada pembelaan dari Bilawal tentang kejadian ini.
Semua diterimanya dengan lapang dada berharap masalah dengan Ghio selesai sampai di sini juga. Dan Nares sekarang masih berada di UKS bersama Ethan karena Jericho dan Kelvin sedang dihukum oleh guru piket karena ketahuan keluar kelas saat bel masuk.
Ketika Jericho dan Kelvin berusaha menyusul Bilawal ternyata mereka berdua berpapasan dengan guru piket dan dihukum untuk menghormat bendera sampai jam istrahat.
"Jangan pikir masalah ini selesai sampai di sini! Gue akan ganggu lo sama temen-temen lo!" Ancam Ghio ketika mereka berdua keluar dari ruang BK.
"Coba aja kalau berani!" Tantang Bilawal menggertak Ghio sambil berlalu pergi tanpa menghiraukan Ghio yang masih begitu marah kepadanya.
Melihat kepergian Bilawal membuat Ghio semakin murka dan ingin membalas dendam kepadanya. Sepertinya menjinakkan Bilawal tidak semudah yang dipikirkan oleh Ghio. Namun bagaimana juga Bilawal harus berada dalam genggamannya.
"Ada satu cara buat menebus kesalahan temen lo! Dan setelah itu gue nggak akan ganggu lo semua lagi!" Teriak Ghio dari kejauhan saat Bilawal berjalan menjauh darinya.
Langkah kaki Bilawal terhenti sesaat mendengar ucapan Ghio. Seolah ini adalah jalan satu-satunya untuk memutuskan masalah mereka.
Bilawal sudah muak dan malas berhubungan dengan Ghio, maka dari itu dirinya menyuruh Nares untuk tutup mulut, tapi Nares keras kepala seolah ingin menunjukan kekuasaannya sebagai anggota OSIS yang bisa melakukan apa saja.
Tubuhnya masih berdiri terdiam mematung membelakangi Ghio, apa dirinya harus menerima tawaran ini agar Nares bisa terhindar dari bayang-bayang Ghio dan antek-anteknya.
Sepertinya Ghio mulai putus asa ketika Bilawal tidak merespon ucapannya, lelaki dengan tinggi 167 cm hanya terdiam tak bergeming saat Ghio menawarkan kesepakatan.
"Apa omongan lo bisa dipercaya?" tanya Bilawal sedikit berteriak tanpa membalikkan tubuhnya menatap Ghio.
Umpan yang diberikan oleh Ghio sepertinya berhasil menangkap Bilawal ke dalam perangkapnya. Kali ini Bilawal tidak akan bisa lepas dari genggaman Ghio.
Bel pulang berbunyi entah kenapa Bilawal meninggalkan ketiga temannya di kelas biasanya mereka selalu pulang bersama-sama. Apalagi saat ini Bilawal ada latihan tambahan untuk turnamen bakset.
"Al kemana?" tanya Kelvin saat tidak menemukan sosok Bilawal di dalam kelas sesuai bel pulang berbunyi.
"Nganter Nares kali," tebak Ethan sambil memasukan buku-bukunya yang masih berserakan di atas meja.
"Ah, dia balik sama supirnya," timpal Kelvin mengingat jika Nares dijemput supir pribadinya.
Jericho sedari tadi hanya terdiam ketika kedua sahabatnya bertanya tentang kehadiran Bilawal, sebenarnya Jericho tahu keberadaan Bilawal saat ini, tapi Bilawal melarangnya untuk memberitahu sahabatnya yang lain.
Terlihat wajah Jericho begitu sangat cemas dan ketakutan akan keberadaan sahabatnya yang satu lagi. Mungkinkah Ghio sedang melakukan sesuatu yang semakin kasar kepada Bilawal sekarang? Haruskah Jericho memberitahu Ethan dan Kelvin di mana Bilawal saat ini?
*
*
*
UKS JAM ISTRAHAT
Setelah dipanggil ke ruang BK kemudian Bilawal menuju UKS untuk melihat keberadaan Nares. Bilawal tidak tahu jika tadi Jericho mendengar apa yang dibicarakan oleh Ghio dengan Bilawal.
Kebetulan setelah selesai mendapatkan hukuman Jericho langsung menyusul Bilawal ke ruang BK untuk melihat keberadaan sahabatnya, karena Jericho yang paling dekat dengan Bilawal.
Jericho selalu tahu isi hati dan apa yang ada di pikiran Bilawal meski tidak pernah bercerita, karena hanya Jericho yang bisa memahami Bilawal serta tempat paling nyaman untuk bercerita di antara ketiga tema lainnya.
"Jangan bilang kalau lo mau nurutin permintaan Ghio?" Jericho tiba-tiba hadir saat Bilawal hendak masuk ke dalam ruang UKS
Deg, langkah kaki Bilawal berhenti sekaligus kaget apa yang diucapkan oleh Jericho, tapi sepertinya Bilawal tidak bisa berbohong karena Jericho sudah pasti mengetahuinya.
"Jawab gue, Al!" teriak Jericho dengan nada marah menatap Bilawal yang masih membelakanginya.
"Tolong janga Kasih tahu anak-anak, please," pinta Bilawal tanpa mengucapkan kata-kata lagi dan segera masuk ke dalam UKS untuk melihat keadaan Nares.
Jujur Jericho sangat kecewa dengan keputusan Bilawal. Ia begitu sangat kesal dan marah sampai menggenggam kedua telapak tangan begitu erat lalu meninju dinding ruang UKS begitu keras hingga terlihat luka lebam.
Ternyata Jericho mendengar percakapan antara Bilawal dan Ghio jika ingin urusannya selesai, Nares harus ikut turun ke jalan malam ini untuk berduel dengan musuh salah satu sekolahnya.
Bilawal tahu jika Nares tidak begitu bisa berkelahi akhirnya Bilawal yang ingin menggantikannya.