NovelToon NovelToon
Joni Fighter

Joni Fighter

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Game
Popularitas:960
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia telah berubah sejak terbukanya Arcane Nexus—sebuah celah dimensi misterius yang menghubungkan bumi dengan dunia monster yang ganas. Demi bertahan hidup, umat manusia mendirikan tiga akademi elit untuk melatih para petarung faksi (Brawler, Swordsman, Archer, dan Shaman) agar mampu menyelaraskan getaran energi Ki mereka, yang dikenal sebagai sistem RAN (Resonance of Arcane Nexus).
​Joni, seorang mahasiswa baru faksi Brawler di Kampus Sacred Gate, awalnya hanya ingin fokus berlatih demi meneruskan jejak mendiang ayahnya. Namun, ia justru terseret ke dalam pusaran konspirasi gelap yang melibatkan kekuatan korporasi raksasa, militer kampus saingan, hingga ambisi berbahaya yang mengancam kestabilan dinding dimensi. Di tengah ancaman duel hidup-mati melawan rivalnya yang menggunakan kekuatan terlarang, Joni harus menjalani penempaan ekstrem di kedalaman wilayah tak bertuan untuk membangkitkan resonansi murni tubuhnya dan mengungkap kebusukan yang terstruktur di puncak kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Pasar Akademi Sacred Gate hari itu luar biasa padat. Tempat ini mirip perpaduan antara pasar kaget tradisional dan area dagang di dalam game RPG. Di sepanjang jalan, tenda-tenda darurat milik mahasiswa tingkat atas dan NPC pedagang resmi berdiri berjejeran. Ada yang menjajakan pedang berkarat, bulu monster serigala, hingga ramuan abal-abal yang warnanya mencurigakan.

Joni berjalan di sebelah kiri Laras, menjaga jarak aman agar pundak mereka tidak sengaja bersenggolan, sementara Gondrong berjalan di sisi kanan adiknya sambil sibuk melirik kanan-kiri.

"Rame banget ya, Kak," ujar Laras memecah keheningan. "Kalau pas hari pembukaan dimensi begini, harga barang-barang konsumsi biasanya naik sepuluh persen."

"Tenang, Ras. Sesuai janji gue tadi, urusan ramuan penyembuh biar gue yang urus," sahut Joni kalem, padahal dalam hati dia sedang menghitung sisa poin akademi di jam tangannya. "Aman, poin sisa taruhan sparring kemarin masih cukup," batinnya lega.

Mereka berhenti di depan sebuah toko obat berlogo palu dan botol hijau—toko milik NPC Nurse resmi kampus. Di balik etalase, seorang wanita paruh baya dengan pakaian perawat putih sedang melayani antrean mahasiswa.

"Permisi, Bu. Beli HP Potion tingkat rendah sepuluh botol, sama Mana Potion lima botol ya," ucap Joni langsung menyodorkan jam tangannya ke alat pemindai transaksi.

"Total seratus lima puluh poin akademi, Dek," jawab perawat itu ramah.

Mendengar angka itu, dompet digital Joni serasa bergetar. Tapi demi gengsi di depan Laras—dan demi keselamatan nyawanya sendiri—Joni tetap tersenyum lebar saat saldo poinnya terpotong.

Laras yang melihat itu menerima botol-botol ramuan yang dimasukkan ke dalam tas penyimpanannya dengan mata berbinar. "Wah, makasih banyak ya, Kak Joni. Dengan ramuan sebanyak ini, aku bisa lebih hemat energi Qigong buat fokus ngasih buff defense ke Kakak nanti."

"Hehehe... Jon," Gondrong menyenggol siku Joni, wajahnya pasrah. "Bagian gue mana? MP Potion-nya kurang nih buat modal Head Crush berkali-kali. Kepala gue butuh asupan energi magis biar nggak retak."

Joni melirik Gondrong malas. "Nih, ambil dua botol. Sisanya pegang ama Laras. Lu kalau kebanyakan minum ramuan magis yang ada ingus lu berubah jadi warna biru."

"Hehehe... pelit amat lo, tapi ya sudahlah, lumayan gratisan." Gondrong terkekeh sambil buru-buru mengantongi dua botol cairan biru tersebut.

Setelah urusan ramuan selesai, Laras tidak langsung mengajak mereka kembali ke lapangan utama. Langkah kakinya justru berbelok menuju deretan lapak yang menjual baju zirah dan pelindung tubuh bekas milik mahasiswa senior.

"Kak Joni kan tipenya Full Defense," kata Laras sambil menunjuk salah satu lapak yang dijaga oleh seorang mahasiswa bertubuh kekar dari Jurusan Swordman. "Gada gunanya punya Iron Gauntlet bagus kalau pelindung dadanya cuma kaus seragam tipis begitu. Sekali kena cakar serigala level tinggi, bisa bolong dada Kakak."

Joni menggaruk tengkuknya. "Ya... sebenarnya gue emang ada rencana beli, Ras. Tapi modalnya pas-pasan banget."

"Hehehe... tenang, Jon. Di lapak Kakang Senior ini barangnya murah-murah. Tapi ya gitu, bekas dapet nge-jarah dari mayat monster," celetuk Gondrong asal bunyi yang langsung mendapat pelototan tajam dari Laras.

"Abang! Jangan nakut-nakutin Kak Joni dong!" tegur Laras kesal, lalu kembali menatap Joni dengan senyum menyemangati. "Ayo Kak, coba dicari yang cocok. Nanti aku bantu tawar harganya."

Joni mendekat ke lapak tersebut. Matanya menyisir jajaran rompi kulit, pelindung bahu dari besi, hingga baju zirah rantai yang berat. Sampai akhirnya, pandangannya terjatuh pada sebuah rompi kulit berwarna hitam kecokelatan yang agak usang di pojok bawah. Di bagian dadanya ada bekas goresan cakar samar, tapi bahan kulitnya terlihat sangat tebal dan alot.

Joni menyentuh rompi itu, dan jam tangannya otomatis membaca data barang:

> [ITEM: ROMPI KULIT BADAK TANAH (BEKAS)]

> Tingkat: Tier 1 (Kondisi: 75%)

> Efek: Atribut Defense +12, Stamina +3

> Deskripsi: Dibuat dari kulit luar Badak Tanah Zona Hijau. Cukup kuat menahan serangan senjata tajam tingkat rendah.

"Kelebihan Brawler tipe Defense tu bisa pakai perlengkapan berat tanpa ngurangin kecepatan gerak terlalu banyak, karena dasarnya stamina kalian udah terlatih," Laras ikut menganalisis di samping Joni, wajahnya serius seperti seorang mentor profesional. "Ini bagus, Kak. Bahannya dari kulit Badak Tanah. Alot banget."

Joni menatap senior penjaga lapak. "Bang, yang ini berapa harganya?"

Senior itu melirik rompi yang dipegang Joni. "Oh, itu dua ratus poin, Dek. Udah murah itu, kulit badak asli, bukan kulit sintetis."

Baru saja Joni mau membuka mulut, Laras sudah lebih dulu maju satu langkah, melipat kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum manis—senyuman maut yang mematikan bagi para pedagang.

"Ah, masa dua ratus poin sih, Kak? Itu kan kondisinya udah tujuh puluh lima persen, terus ada bekas cakaran juga di dadanya. Lagian ini kan buat Kak Joni, temen sekelas aku yang lagi berjuang naikin level. Seratus poin aja ya, Kak? Anggap aja bantu-bantu junior bertalenta," rayu Laras dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin.

Senior Swordman itu mendadak salah tingkah, mukanya agak memerah melihat senyum Laras. Dia berdeham beberapa kali, mencoba mempertahankan harga dirinya sebagai pedagang. "A-aduh, Dek... kalau seratus poin mah abang tekor bandar. Kulit badak nyarinya susah..."

"Seratus dua puluh poin deh, Kak. Gimana? Nanti kalau kita dapet Monster Core bagus di dimensi, kita jualnya ke lapak Kakak lagi deh," tawar Laras lagi, kali ini sambil mengedipkan matanya sekali.

Joni yang melihat taktik tawar-menawar Laras langsung menahan napas. "Buset... adeknya Gondrong kalau udah urusan hemat duit, ngerinya melebihi skill pasif emak gue," batin Joni kagum sekaligus ngeri.

Sementara itu, Gondrong cuma bersedekap sambil cekikikan di belakang. "Hehehe... mampus tuh senior, kena *skill* pesona bidadari Qigong. Pasti jebol pertahanannya."

"Y-ya udah deh! Seratus dua puluh poin! Khusus buat kalian ya!" ujar senior itu akhirnya menyerah kalah, buru-buru menyodorkan alat pemindai sebelum imunitasnya terhadap keimutan Laras benar-benar habis.

Pip!

Transaksi berhasil. Joni menerima rompi kulit badak tersebut dengan perasaan campur aduk—antara senang dapat barang murah berkat Laras, dan takjub melihat bakat terpendam gadis di sampingnya ini.

"Nih, Kak. Langsung dipake aja," ucap Laras bangga sambil menyerahkan rompi tersebut. "Biar nanti pas masuk portal, penampilannya udah kayak Tanker beneran."

Joni tersenyum tulus, langsung mengenakan rompi kulit tersebut di luar seragam Brawler-nya. Begitu tali pengikatnya dikencangkan, Joni merasakan tubuhnya mendadak terasa lebih kokoh. Di layar statusnya, angka Defense miliknya kini merangkak naik lagi secara signifikan.

"Makasih banyak ya, Ras. Kalau nggak ada lo, mungkin poin gue udah lunas hari ini," kata Joni jujur sambil menatap mata Laras.

Laras yang ditatap sedekat itu mendadak salah tingkah. Dia buru-buru membetulkan posisi tongkatnya di pundak sambil memalingkan wajah yang mulai merona pink. "I-iya, sama-sama, Kak Joni. Kan kita udah satu party. Jadi udah kewajiban aku buat mastiin pelindung depan kita nggak gampang mati."

"Hehehe... ehem! Uhuk!" Gondrong mendadak batuk buatan yang sangat keras sampai mengganggu ketenangan pasar. "Udahan dulu tatap-tatapannya, Jon. Noh lihat ke depan, ada rombongan lalat hijau lewat."

Joni dan Laras serentak menoleh ke arah jalan keluar pasar. Senyum di wajah Joni seketika memudar, digantikan oleh pandangan mata yang dingin dan tajam.

Di ujung jalan, berjalan tiga orang mahasiswa dengan seragam serba hitam beraksen merah darah, lengkap dengan syal kain yang menutupi sebagian wajah mereka. Di posisi paling depan, berjalan seorang pemuda berambut cepak dengan tatapan mata yang arogan dan sinis.

Kak Tian. Senior Jurusan Ninja Tingkat Atas—si dalang di balik fitnah yang membuat rumah Joni kemarin bolong-bolong.

1
Semoli Ginon
eh asa bruise jr. 👍
Semoli Ginon
wkwkwkw keluarga koplak🤣
Semoli Ginon
wahahah. ngenes amat nasib lo jon😄
Semoli Ginon
oke seru juga lanjut👍
Semoli Ginon
uhuyy 😄
Semoli Ginon
ini kan faksi2 di game ran online jadul ya?
Semoli Ginon
🤭🤭🤭
Semoli Ginon
adub baru mulai udah mirip gua 🤭
Boqin Changing
jelek. masa MC nya namnya , joni
👁Zigur👁: lah ya suka2 ku lah..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!