Karena kecerobohan nya sendiri seorang pria dewasa menarik tangan seorang gadis yang sedang berjalan dan dia membawanya ke suatu tempat.
Apakah yang terjadi kepada gadis malang itu?
ayok baca ceritanya hanya di noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nouna Sagitarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
Setelah melepaskan pelukan mereka Arkan menyuruh ke dua anak nya masuk ke dalam kelas sedangkan dirinya akan ke toko roti karna ini masih pagi berarti Khanza ada di toko roti.
Arkan memarkirkan mobil nya di depan toko lalu dia masuk ke dalam toko.
Sedangkan Khanza berada di dalam ruangan nya bersama satria.
"Abang tau Arkan salah...,bahkan perbuatan nya tidak di benarkan tapi lihat lah anak-anak mu, Meraka sangat merindukan ayah mereka.Mereka hanya pura -pura di depan mu."kata satria yang memperlihatkan vidio anak-anaknya yang memeluk Arkan.
"Kenapa dia bisa tau sekolah nya si kembar.?" tanya Khanza berderai air mata.
"Arkan mengikuti kalian dan apakah kamu tau kalau Arkan dari subuh sudah berada di depan rumah.?" ujar satria.
Khanza kembali mengingat kalau tadi ada mobil yang parkir di depan rumah mereka tapi dia tidak menyangkan kalau mobil tersebut milik Arkan.
"Beri Arkan kesempatan, Abang melihat nya dia bersungguh-sungguh dan menyesal apalagi anak-anak mu sudah tau kalau Arkan ayah Meraka.
"Tapi mereka tidak pernah bertanya."
"tidak bertanya bukan berarti tidak tau, mereka hanya menjaga perasaan mu dan mereka menunggu kamu yang memberitahukan pada mereka."
"Apa kamu tidak lihat dalam vidio itu siapa yang berlari dan memeluk Arkan.?"lanjut satria.Orang melihat Arkan sama si kembar tadi adalah satria sebelum nya dia sendiri sudah berbicara sama ke dua orang tua nya untuk memberikan kesempatan bagi Arkan dan orang tua nya menyetujui tapi terlepas dari itu semua keputusan ada pada Khanza.
"Khanza takut bang....Khanza takut dia meninggalkan anak-anak."lirih Khanza.
"Percaya sama Abang Arkan telah menyesali perbuatan nya dulu."
"Abang.."panggil Khanza lalu memeluk satria.
"Percaya sama Abang, Abang tidak akan membiarkan Arkan hidup kalau dia kembali menyakiti mu." ujar satria.
kembali ke Arkan, dia dari tadi mencari-cari Khanza bahkan sudah satu jam Arkan berada di toko tapi Khanza tidak kelihatan.
"Permisi mbak.." tanya Arkan saat melihat pelayan yang melewati nya.
"Iya...ada apa pak?." jawab pelayan.
"Apa Khanza sudah datang?,maksud nya masuk kerja?."tanya Arkan.
"maaf pak saya belum melihat bu Khanza karna saya baru datang,permisi."jawab pelayan sopan.
"Tunggu sebentar lagi."ucap nya kembali duduk.
Saat arkan ingin keluar dia melihat Khanza dengan cepat dia langsung menghampiri Khanza.
"Khanza..."panggil Arkan mengagetkan nya.
Khanza mengernyitkan kening nya.
"Khanza saya kira kamu tidak masuk kerja."ucapnya lagi.
"Selamat bekerja." lanjutnya lagi yang membuat Khanza menatap nya entah.
Setelah mengatakan itu Arkan meninggalkan Khanza yang bingung dengan kelakuan nya.
"Dasar gila!."umpat Khanza.
"Orang gilanya ganteng ya Bu....pasien RSJ mana?."sahut yoga yang berada di belakang Khanza
"Dasar kamu .!" kata Khanza kaget dan melotot kan mata nya.
"kerja!."lanjutnya lalu dia meninggalkan yoga yang menggoda nya.
Tidak terasa sekarang waktu menunjukan pukul 11 siang dan si kembar harus di jemput.
Saat Khanza memberhentikan mobilnya di depan sekolah dia melihat anak-anak nya sedang berlari dan Khanza mengikuti arah ke mana larinya anak-anak.
"Arkan."beonya memicingkan mata nya karena anak-anaknya berlari menghampiri Arkan.
Khanza melihat tawa bahagia ke dua wajah anak nya,lagi-lagi dia meneteskan air mata nya.Benar kata satria kalau anak-anak nya sembunyi -sembunyi bertemu dengan ayah mereka tanpa melukai hati nya.
"Apakah aku harus memberinya kesempatan?Tapi bagaimana kalau dia meninggalkan kami lagi."ucap nya tapi tatapan nya masih ke anak-anak nya dan Arkan.
"Ayah kenapa tidak pulang-pulang dan waktu kita pertama bertemu kenapa ayah tidak m ng nali kami?."Tanya Farah karena awal pertemuan mereka Arkan tidak mengenali nya.
"Ceritanya panjang dan kalian belum paham."jawab Arkan.
"Atau ayah tidak tau kalau ayah memiliki anak."ujar Fadil.
Arkan terdiam, benar Arkan tidak tau kalau apa yang telah dia lakukan sama ibu mereka dulu akan membuah kan hasil dan hasil nya adalah dua malaikat kecil di hadapan nya ini.
Saat mereka sedang tertawa seseorang datang dan memanggil nama si kembar hingga ke tiganya terdiam dan ketakutan.
"Ma....ma..." panggil Farah terbata -bata karna ketakutan begitu juga dengan Fadil.
"Sudah puas tertawa dan mainya .?"tanya Khanza orang itu adalah Khanza.
"mama ta...di..ka ..mi .. Pa..man, paman ini tadi..."kata Fadil terbata karna takut sama mama nya saking takut nya bicara pun tidak jelas.
"Jangan mengajari anak-anak berbohong kalau mau menemui anak-anak jangan seperti maling yang sembunyi-sembunyi." ucap Khanza lalu membalik kan badan nya membuat ke tiga orang itu menatapnya dengan pikiran yang berbeda.
"Kalian mau pulang sama mama atau sama ayah." lanjut nya lalu dia kembali melangkah meninggalkan ke tiga manusia beda generasi itu.
...🌷ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ🌷...