NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau Kabur Ke Mana Anak Bandel?

Gilang dan Jimmy mencari informasi soal anak dari Pak Satria. Sayangnya pencariannya tak membuahkan hasil. Ternyata, Pak Satria melindungi keluarganya dari publik sehingga informasi soal keluarganya tidak terbaca di akun pencarian tersebut. Hanya ada nama sang istri, itupun tak ada info yang didapat ketika mengklik nama istri dari Pak Satria.

"Nihil! Kita nggak bisa melacak info anak Pak Satria." Gilang memijat pelipisnya, karena pencariannya sia-sia.

"Bagaimana mungkin seorang pengusaha ternama nggak bisa dicari info tentang keluarganya?" tanya Jimmy heran.

"Menjaga privasi, melindungi dari serangan rival. Mungkin itu alasan beliau tidak membiarkan informasi tentang keluarganya diketahui oleh publik," jawab Gilang.

"Hmmm, bisa jadi. Okelah, kalau begitu selamat menembak-nebak, seperti apa calon istrimu itu, Bos." Disertai seringai tipis di sudut bibirnya, Jimmy berjalan meninggalkan ruang kerja bosnya itu.

"Sialan!" Gilang kembali mengumpat Jimmy yang terlihat senang atas penderitaannya. Penderitaan, ia sebut seperti itu, karena ia dipaksa untuk menikah dengan wanita yang tak dikenalnya apalagi dicintainya.

***

Perusahaan Gilang mulai menjalankan kembali produksi barang yang kemarin sempat terkendali dana, setelah Pak Satria mentransfer sejumlah sisa saham yang dimiliki oleh PT. Mahesa Persada. Gilang pun memberi perintah kepada manajer pemasaran untuk menghubungi para konsumen dan memberitahu jika perusahaan akan memproduksi kembali apa yang mereka butuhkan.

"Ada beberapa perusahaan yang ingin bekerjasama dengan kita dan ingin membeli saham Mahesa Persada. Sepertinya nama besar Pak Satria membawa sentimen positif di bursa saham, makanya mereka ingin menanamkan modal di perusahaan ini." Jimmy memberikan dokumen kepada Gilang dan melaporkan soal menguatnya nilai saham perusahaan Mahesa Persada di Bursa Efek.

Gilang merapatkan punggungnya di sandaran kursi kerja dengan tersenyum. Tangannya menekuk di depan dadanya.

"Ya, aku juga nggak menyangka akan secepat ini responnya. Nggak salah kita memilih Pak Satria sebagai penolong," ucapnya kemudian.

"Itu karena ideku, kau harus memberiku bonus untukku, Bos!" Jimmy merasa dirinya berjasa, karena dia lah yang memasukkan nama Pak Satria sebagai calon investor di Mahesa Persada.

Gilang menyeringai seraya melirik Jimmy. Tak lama bibirnya pun berucap, "Tenang saja, nanti perusahaan ini aku serahkan padamu untuk mengurusnya, kalau aku sudah menjadi menantu Pak Satria, hahaha ..." Gilang berkelakar akan menjadikan Jimmy pimpinan Mahesa Persada jika ia menikah nanti. Dia sangat percaya diri, kalau Pak Satria akan melibatkan dirinya mengurus Star Gemilang Corporation. Dia tidak bisa mengurus dua perusahaan sekaligus, sehingga ada yang harus ia lepas. Dan Jimmy, adalah orang yang paling ia percayai untuk memimpin Mahesa Persada, menggantikannya.

"Wah, udah mulai semangat jadi menantu Pak Satria dirimu, Bos?" Jimmy meledek, sebab sebelumnya Gilang terkesan enggan menerima dijodohkan dengan putri Pak Satria.

"Kau benar, ini mungkin keberuntungan untukku, Jim." Gilang bangkit dan melangkah ke arah Jimmy. "Apa kau cukup puas dengan bonus yang aku tawarkan?" Gilang menepuk pundak Jimmy, lalu berjalan ke arah pintu.

"Mau ke mana, Bos?" Jimmy memutar tubuhnya mengikuti arah langkah Gilang.

"Makan siang, cepatlah!" sahutnya menarik handle pintu ruangan dan melangkah keluar ruang kerjanya.

Jimmy pun bergegas menyusul sang bos meninggalkan ruangan itu.

***

Seorang wanita muda berjalan keluar pintu terminal 3 bandara Soekarno Hatta. Pancaran wajahnya terlihat bahagia. Langkah kakinya terasa ringan menjejakkan kaki kembali di tanah airnya.

Wanita itu tak lain adalah Isabella Anjani, putri semata Pak Satria. Seperti yang dijanjikan pada papanya, Bella akhirnya pulang ke Jakarta. Dia sangat merindukan keluarganya, apalagi dia tidak sempat berkumpul dengan keluarganya di moment hari raya lalu.

"Non Bella!"

Suara seseorang terdengar membuat Bella menoleh ke arah suara tadi berasal. Pria setengah baya terlihat melambaikan tangan padanya. Pria paruh baya itu Pak Jalu, supir pribadi keluarganya yang sudah bekerja lebih dari dua puluh tahun.

"Selamat datang di Jakarta, Non. Welcome back." Pak Jalu menyambut Bella, bahkan mengucapkan kalimat dalam bahasa Inggris.

Bella terkekeh mendengar kalimat terakhir diucapkan Pak Jalu.

"Wah, udah pintar ngomong inggris sekarang ya, Pak Jalu?" ledek Bella.

"Cuma bisa ngomong welcome, goodbye, Yes sama No aja, Non." Pak Jalu menjawab dengan terkekeh. "Sini, Bapak yang bawa kopernya, Non." Pak Jalu meminta tas koper di tangan Bella untuk ia bawa.

"Nggak usah, Pak. Biar Bella aja yang bawa." Bella menolak, karena merasa sanggup menarik koper itu dengan tangannya sendiri. Dia bukan wanita manja yang segala sesuatunya mesti dilayani. "Ayo, Pak! Bella udah kangen pengen ketemu Mama." Bella meminta Pak Jalu untuk bergegas, agar mereka segera sampai rumah.

"Iya, Non," sahut Pak Jalu kemudian.

Satu jam kemudian, mereka sampai di rumah besar keluarga Satria Wijaya. Rumah besar berlantai dua dengan desain arsitektur Eropa itu tampak megah di antara rumah-rumah di sebelahnya.

Mobil yang dikendarai Pak Jalu berhenti di depan teras rumah. Di mana Ibu Hani, mama dari Bella sudah siap menyambut kedatangan putrinya.

"Anak Mamih akhirnya datang juga." Ibu Hani merentangkan tangannya ketika Bella turun dari mobil, seperti sikap seorang ibu menyambut anak-anaknya yang baru pulang berpergian.

"Assalamualaikum, Mih." Bella menyambut sang mama lalu mereka berpelukan.

"Waalaikumsalam. Mamih kangen banget sama kamu, Bel." Dengan cairan bening yang menggenang di bola matanya, Ibu Hani memeluk erat putri tercintanya. Tak tertahankan rindu pada buah hatinya yang kini sudah beranjak dewasa itu.

"Bella juga kangen Mamih." Bella menyahuti.

Ibu Hani tiba-tiba mengurai pelukannya setelah mendengar ucapan anaknya. Sedetik kemudian tangannya menjewer telinga Bella sambil bertanya, "Kalau memang kangen, kenapa sudah banget kalau disuruh pulang!?" Ibu Hani mengomel, karena Bella selalu beralasan jika diminta pulang ke Jakarta.

"Ampun, Mih. Kalau Mamih jewer terus aku balik lagi ke LA, nih!" Bella memutar tubuhnya ingin kabur sambil mengancam, meskipun itu ia lakukan dengan bercanda.

"Eh, mau ke mana anak bandel!?" Namun, Ibu Hani lebih dulu menahan langkah Bella dengan mencekal lengannya, hingga Bella tak bisa kabur ke mana-mana.

Mereka kini justru melangkah masuk ke rumah dengan saling berangkulan. Seperti itulah keakraban keluarga mereka, saling merindukan jika terpisah jarak, namun kadang sering berdebat jika berkumpul.

❤️❤️❤️

Bersambung

1
ρυтяσ kang'typo✨
kuy ka ndang pertemukan mereka bertiga.. dah g sabar q tuh🤭🤭
ρυтяσ kang'typo✨
kalo Gilang pura" suka Kathy q yakin Bella bakalan kelabakan dia🤣🤣
sryharty
senjata makan tuan kamu bell,,jangan nagis ya bell 🤭🤭
Juwitae
penasaran Mak.. pertemuan antara Gilang sama Katty
Juwitae
Beneran nih Bella ga cemburu kalo Gilang ketemu sama Katty
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
udah yakin nih Gilang gak mau Bella lepas dari genggaman
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
sekarang Gilang yang mengendalikan permainan.seneng banget ya bikin calon istri terjebak dalam sandiwaranya sendiri.
Dest Cookies
bagus gilang... ikuti permainan bella..yg penting gilang sudah tau identitas bella.. dan yakin dgn persaannya..
Ernalita Sitompul
Bella semakin terjebak dengan permainannya sendiri😄😄😄
ρυтяσ kang'typo✨
uhuuuuyy... Bella g bisa lupain bentuk tubuh Gilang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
hayoooo mala u yang mikir mecuuuuuum Bel😄😄😄
Juwitae
cieee.. cieeee🤣🤣
Ernalita Sitompul
seru bangeet thor..trmksh
lanjuut😄
Dest Cookies
bella.. udah ngaku aja.. kamu suka banget kan dipeluk gilang.. diambil orang baru tau rasa..untung gilang udah bisa nebak kl bella calon istrinya..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
pagi2 udah di kasih tontonan gratis Bel.pasti bakal teringat terus oleh Bella.
Juwitae
Ayo lho Bella rahasiamu udh ketahuan sama Gilang. Jimmy jadi malu kan sama Bella 😄
ρυтяσ kang'typo✨
itu udah paten Jim.... Bella milik Gilang 🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
yaaaaa, Jimmy kau g ada kesempatan untuk. mendekati Bella kembali🤣🤣🤣🤣
Esther
Bella milik Gilang seorang, ingat itu Jimmy😂
Ernalita Sitompul
ah nanti terbongkarlah gara2 jimmy keceplosan😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!