NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Suara robotik sistem mendadak berdenging tajam di dalam pikiran gue memberikan notifikasi darurat.

"Misi Mendadak Diaktifkan. Lindungi Target Bella dari ancaman Kevin dan anak buahnya. Permpermalukan Kevin di depan mata Target Bella hingga harga dirinya hancur lebur. Hadiah Keahlian Aura Intimidasi Raja Level Satu dan Poin Sistem Seribu. Hukuman jika gagal seluruh Poin Sistem dihanguskan dan Tuan Rumah akan dibuat bisu selama tiga bulan penuh."

Hukuman sistem kali ini beneran ancaman serius. Tapi melihat hadiahnya membuat darah petarung di dalam tubuh gue mendidih penuh semangat. Dengan fisik yang sudah ditingkatkan sistem dan keahlian tarung jalanan level maksimal orang arogan macam Kevin ini cuma mainan kecil buat gue sekarang.

"Lu tenang aja Bel. Tetap duduk di sini dan jangan panik. Biar gue yang hadapi cecunguk manja itu. Nggak ada satu pun orang yang boleh bikin lu menangis selama gue ada di sini," ucap gue tegas sambil berdiri dari sofa empuk itu.

Gue berjalan tegap menuju pintu utama. Bella mengikutiku dari belakang dengan langkah takut takut berlindung di balik punggung gue. Gue membuka kunci pintu dan menarik gagang pintu lebar lebar.

Di depan pintu berdiri seorang cowok tinggi memakai jaket kulit mahal dan kacamata hitam di malam hari. Wajahnya terlihat sangat sombong dan meremehkan. Di belakang cowok itu berdiri tiga orang preman berbadan besar dan berotot kekar menyilangkan tangan di dada. Preman preman itu menatap gue dengan tatapan membunuh seolah gue ini cuma sampah yang bisa mereka singkirkan kapan saja.

"Oh jadi lu cowok gembel yang berani bawa kabur Bella kesayangan gue hah. Nyali lu lumayan juga berani tinggal berduaan sama calon istri gue di sini. Lu nggak sadar diri ya siapa lu dan siapa gue. Lu cuma lalat miskin yang kebetulan lewat," ucap Kevin tertawa meremehkan memandang penampilan gue dari atas sampai bawah.

Gue menatap mata sombongnya tajam tajam tanpa rasa takut sedikit pun.

"Calon istri kata lu. Lu aja yang ngayal ketinggian. Bella ketakutan setengah mati dengar suara lu yang cempreng itu. Mending lu pergi dari sini bawa anjing anjing peliharaan lu ini sebelum gue sendiri yang buang kalian semua ke tong sampah bawah," balas gue santai tapi mematikan memancing emosinya.

Wajah Kevin langsung memerah padam menahan amarah karena dihina di depan anak buahnya sendiri. Urat lehernya menonjol keluar.

"Bangsat lu berani ngatain gue. Lu beneran cari mati malam ini. Habisi cowok kere ini sampai cacat parah. Patahkan kedua kakinya biar dia tahu rasa berurusan sama gue," perintah Kevin berteriak kencang menunjuk ke wajah gue.

Tiga preman bertubuh raksasa itu langsung maju serentak mengepung gue. Salah satu dari mereka mengayunkan pukulan kepalan tangan sebesar batu bata lurus mengarah ke rahang gue. Pukulannya terlihat sangat cepat bagi mata orang biasa tapi berkat keahlian sistem gerakan preman itu terlihat sangat lambat di mata gue seperti gerakan video yang diperlambat.

Gue cuma menggeser kepala sedikit ke samping kiri menghindari pukulan maut itu. Tanpa buang waktu tangan kanan gue langsung melesat memukul telak tepat di ulu hati preman itu dengan kecepatan kilat.

Bukk. Suara hantaman keras menggema di koridor apartemen. Mata preman itu langsung melotot lebar kesakitan. Dia memuntahkan air liur dari mulutnya lalu jatuh berlutut memegangi perutnya sambil merintih kesakitan tidak bisa bernapas. Hanya dengan satu pukulan tangan kanan gue preman berbadan raksasa itu langsung tumbang tidak berdaya.

Dua preman lainnya terkejut bukan main melihat temannya tumbang dalam hitungan detik. Kevin juga mundur satu langkah dengan wajah pucat tidak percaya melihat kejadian barusan.

"Lu berdua mau maju satu satu atau maju barengan sekalian biar cepat selesai urusannya," tantang gue tersenyum sinis sambil meretakkan buku buku jari tangan gue.

Kedua preman tersisa langsung marah besar dan menyerang gue bersamaan dari sisi kiri dan kanan. Gue melompat pelan ke belakang menghindari tendangan kaki mereka berdua. Insting tarung gue mengambil alih penuh gerakan tubuh gue.

Gue menunduk cepat saat sebuah pukulan keras melewati atas kepala gue. Kaki kanan gue langsung menyapu bersih kaki preman di sebelah kiri membuat keseimbangannya hancur lalu jatuh terlentang menabrak dinding lantai keras keras. Preman terakhir mencoba memukul tengkuk gue dari arah belakang tapi gue sudah membaca gerakannya. Gue berputar sangat cepat dan mendaratkan tendangan lutut keras tepat mengenai hidung preman itu.

Terdengar suara tulang hidung patah yang lumayan renyah. Preman terakhir itu menjerit kesakitan menutupi wajahnya yang penuh darah lalu jatuh tersungkur di lantai mengerang tidak karuan.

Ketiga preman sewaan Kevin kalah telak kurang dari satu menit. Koridor apartemen seketika menjadi hening hanya terdengar suara rintihan kesakitan tiga preman itu. Bella yang bersembunyi di balik pintu sampai menutup mulutnya tidak percaya melihat kehebatan gue menumbangkan tiga orang besar sekaligus.

Gue melangkah pelan mendekati Kevin yang sekarang berdiri kaku gemetar ketakutan. Wajah sombongnya tadi sudah menguap entah ke mana digantikan wajah pucat pasi seperti melihat hantu maut. Dia mencoba berlari kabur tapi kaki panjang gue dengan cepat menendang betisnya dari belakang membuat dia jatuh tersungkur memalukan mencium lantai marmer koridor.

Gue menginjak punggungnya dengan kaki kanan gue menekan kuat kuat sampai dia menjerit kesakitan tertahan di dada.

"Dengar baik baik omongan gue ini anak manja. Mulai detik ini lu jangan pernah berani menampakkan wajah busuk lu lagi di depan Bella. Kalau gue lihat lu berani mengganggu Bella lagi walau cuma lewat pesan teks gue pastikan tulang rusuk lu patah semua mengerti," bisik gue dengan nada suara rendah yang sangat mengancam penuh hawa membunuh.

"Iya iya ampun gue mengerti. Tolong lepaskan gue. Gue janji tidak akan mengganggu Bella lagi selamanya. Maafkan gue bang," ucap Kevin memohon ampun dengan suara menangis ketakutan harga dirinya hancur lebur di depan mata Bella.

Gue menendang perutnya pelan menyuruh dia pergi menyingkir dari pandangan gue. Kevin buru buru berdiri dan lari terbirit birit meninggalkan tiga preman bayarannya yang masih terkapar merintih di lantai apartemen.

Layar sistem kembali muncul dengan cahaya terang di depan wajah gue memberikan notifikasi yang paling gue tunggu.

"Misi Mendadak Berhasil Diselesaikan dengan sangat brutal dan memuaskan. Target Kevin telah kehilangan seluruh harga dirinya. Mencairkan hadiah Keahlian Aura Intimidasi Raja Level Satu dan Seribu Poin Sistem."

Gue tersenyum puas dan membalikkan badan gue menghadap Bella. Cewek cantik itu menatap gue dengan mata berbinar binar penuh kekaguman yang luar biasa mendalam. Tingkat kasih sayangnya langsung meroket menembus angka sembilan puluh lima persen saat itu juga. Bagi Bella sekarang gue bukan sekadar pria penyelamat melainkan pelindung super kuat yang tidak terkalahkan.

"Raka kamu hebat banget. Gerakan kamu tadi cepat sekali dan kuat luar biasa. Kamu beneran pahlawan sejati aku malam ini," puji Bella sambil berlari memeluk leher gue dengan sangat erat mencium pipi kanan gue dengan tiba tiba tanpa malu malu lagi.

Jantung gue berdesir kencang menerima ciuman dadakan itu. Ini adalah awal dari kehidupan kerajaan harem gue yang sesungguhnya.

1
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!