NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Ayah

Transmigrasi Jadi Ayah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Duda / Romantis
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fiyaaa

apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Pukul 21.36. Apartemen Skyline.

Pintu apartemen baru ditutup, Saga langsung melorot dari gendongan Arion ke sofa. Mukanya capek, tapi matanya berbinar.

“Ion,” panggilnya sambil nepuk-nepuk paha. “Sini.”

Arion menaruh kunci, melepas jas. “Kenapa? Mau ngomel karena kehujanan?”

“Nggak.” Saga geleng cepat. “Aga mau reward.”

Arion berhenti melipat jas. “Reward?”

“Iya.” Saga duduk bersila, dagu ditopang tangan. “Tadi Aga berani, kan? Lawan takut. Nggak nangis di depan polisi. Nggak kabur pas Edwin teriak. Aga pinter.”

Arion duduk di sampingnya. “Terus maunya apa?”

Saga langsung nyosor, duduk di pangkuan Arion. “Mau diboboin. Dikelonin. Dipeluk semalaman. Terus besok pagi disuapin. Terus...”

“Aga, itu namanya pacaran, bukan reward.” Arion nyubit hidung Saga.

“Ya udah, berarti Aga mau pacaran yang bonus-bonus.” Saga meluk leher Arion, nempel-nempel. “Boleh ya, Ion? Aga capek. Aga abis jadi berani.”

Arion menghela napas, tapi tangannya otomatis melingkar di pinggang Saga. “Iya, iya. Terserah Aga.”

“Hehehe.” Saga mengecup pipi Arion cepat. “Ion terbaik.”

Tok. Tok.

Pintu kamar diketuk pelan.

“Om Ion,” suara Rasya dari luar. “Bisa bicara sebentar?”

Saga langsung tegang. “Asya? Aga belum mandi...”

“Bentar aja, Pa.” Rasya masuk. Revan dan Langit nunggu di luar, pura-pura nggak denger.

Arion menepuk punggung Saga. “Sana, mandi dulu. Biar nggak masuk angin.”

Saga mengangguk, turun dari pangkuan Arion dengan berat hati. Sebelum ke kamar mandi, ia berbisik, “Ion jangan dimarahin ya.”

Arion senyum. “Nggak.”

Begitu pintu kamar mandi tutup, Rasya duduk di sofa single. Tatapannya lurus ke Arion.

“Om,” buka Rasya. Suaranya tenang. Terlalu tenang untuk CEO 23 tahun. “Makasih udah jemput Papa. Makasih udah pasang badan.”

Arion mengangguk. “Sudah seharusnya.”

Rasya diam sebentar. Jarinya mengetuk lutut. “Aku tau Papa manja. Imut. Gampang nangis. Gampang dibohongin. Dari kecil aku, Revan, Langit yang jagain.”

“Aku tau,” jawab Arion.

“Tapi mulai sekarang,” Rasya menatap Arion tajam, “tolong jaga Papa saya baik-baik, Om. Jangan bikin dia nangis. Jangan bikin dia takut lagi. Jangan bikin dia ngerasa sendiri.”

Arion tegak. “Rasya, aku nggak janji dia nggak akan nangis. Hidup nggak gitu. Tapi aku janji...” Ia menatap Rasya balik. “...kalau dia nangis, aku yang pertama ngusap. Kalau dia takut, aku yang pertama meluk. Kalau dia ngerasa sendiri, aku yang isi.”

Hening.

Rasya berdiri. Mengulurkan tangan. “Kalau Om ingkar, aku nggak akan ke polisi. Aku urus sendiri.”

Arion menjabat tangan itu erat. “Aku paham.”

Dari kamar mandi, terdengar suara, “ION! HANDUK AGA MANA?!”

Dua pria itu kompak menoleh. Rasya senyum tipis. “Tuh, ‘anak’ Om manggil.”

Arion berdiri. “Titip sebentar.”

Pukul 22.40.

Saga udah bersih, wangi, pakai kaos Arion lagi. Sekarang dia tiduran di dada Arion, mainin kancing piyama.

“Ion,” panggilnya manja.

“Hmm?”

“Tadi Rasya ngomong apa?”

“Rahasia pria dewasa.”

“Ih, Aga juga dewasa!”

Arion ketawa, ngecup kening Saga. “Dia nitip kamu. Katanya kalau aku nakal, dia yang hukum aku.”

Saga membelalak, lalu peluk Arion kenceng. “Nggak boleh nakal! Aga nggak mau Ion dihukum! Aga mau Ion terus!”

“Iya, Aga. Nggak nakal.” Arion mengusap punggung Saga. “Tidur. Reward-nya udah jalan nih. Dipeluk semalaman.”

Saga mengangguk, merem. “Ion...”

“Apa lagi?”

“Besok janji ya, suapin Aga?”

Arion menghela napas pasrah. “Janji, Sayang.”

Di luar kamar, Revan berbisik ke Langit, “Papa udah pindah KK kayaknya.”

Langit: “Biarin. Yang penting Papa bahagia. Kita awasin dari jauh aja.”

Rasya keluar, menutup pintu pelan. “Dia di tangan yang tepat.”

Malam itu, Saga tidur pules. Tanpa mimpi Edwin. Hanya ada detak jantung Arion yang jadi pengantar tidur.

1
Mima D. S
semangat terus thor
Mima D. S
thank you thor udh update byk🤗
Hmmm;): iyee, capek tangannya ngetik muluu huaaa😭
total 1 replies
Mima D. S
menarik dan sangat seruu, tp update nya yg byk dong thor😁
Hmmm;): yeuuuu sabar atuhhh nunggu banyak yang baca hehehe
total 1 replies
Mima D. S
lanjutttt thorrr
Mima D. S
semangat thor💪
Mima D. S
update yg byk dong thor😭😭
Hmmm;): makasii hehe
total 3 replies
Mima D. S
lanjut kk
Hmmm;): iya dehh
total 1 replies
YunaD
mangkanya kambing itu disembelih biar engak kita yang dibunuh
Hmmm;): pantes ya pas hari Idul adha kambing disembelih🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!