NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

" San....... Ini obat yang harus di beli di apotek ya, mudah mudahan satu juta cukup ya, namun seandainya kurang, yang penting nya aja yang di beli." Pinta Iroh pada anaknya seraya memberikan selembar kertas, Santi mengangguk.

Prediansyah teriris hatinya dengan kebaikan dewa penolongnya, mungkin bagi keluarga ini uang segitu cukup besar nominalnya, tidak baginya, sekali dia makan puluhan juta keluar dari sakunya dan itu membuatnya sadar bahwa kebahagiaan itu tidak bisa di ukur dengan uang.

Tujuan utama Prediansyah pergi ke kota, tak lain adalah satu untuk menghidupkan ponselnya yang habis baterai dan menghubungi seseorang yang tak lain orang kepercayaan nya itu. Selain itu ia sendiri ingin membeli beberapa pakaian untuknya dan anak anak dari pak Kodir, maka dengan itu meminta untuk Santi ikut menemaninya. Namun pikirannya teralihkan sesaat ketika, ia ingin membeli pakaian kemungkinan terbesar akan memicu pada pengambilan uang di Bank otomatis itu akan cepat terbongkar dan mengetahui keberadaannya, hal utama saat ini menghidupkan kembali ponselnya nanti setelah itu aku akan mengaturnya.

" Tenang saja Bu, aku ada kok uang simpanan bila kekurangan obat yang di beli itu." Santi mencium tangan sang ibu pertanda ia akan berangkat ke kota.

" Ya sudah ibu tenang kalau begitu mah, hati hati di jalan jangan jauh jauh jalannya dari Aden Prediansyah, ia baru di kota ini dan masih linglung pikiran nya." Sang ibu memberi peringatan pada anak tertuanya itu.

" Iya Bu.! Santi berkata singkat lalu melangkah di ikuti oleh Prediansyah yang sudah mencium tangan Iroh, melangkah di pagi hari menyusuri jalan setapak yang membutuhkan waktu satu jam sampai ke pangkalan ojek.

###############

KAMPUNG besar bernama Jakarta memang tak pernah terlelap dalam dekapan malam. Kota berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa ini terus berdenyut sepanjang hari. Saat sebagian warga terlelap dalam hening malam, sebagian kehidupan kota justeru baru mulai berdenyut.

Praktis, sepanjang hari Ibu Kota Republik Indonesia ini terus terjaga. Kesibukan terjadi disana sini. Ada yang mengais rezeki. Ada yang merajut asa. Ada yang menimba ilmu. Bahkan, ada yang memupuk singasana politik untuk meraih kekuasaan.

Di sela itu semua, wajah Jakarta juga dibalut oleh dinamisnya pergerakan orang. Lalu lintas jalan punya cerita sendiri yang ingin dibagikan kepada siapapun yang menatap Jakarta.

Permukaan aspal di kota yang bakal memasuki usia ke-487 tahun pada 2014 ini bisa setenang danau Situ Gunung, namun juga tiba-tiba bisa bergejolak bak sapuan tsunami.

Sedikitnya terjadi dua puluhan kasus petaka jalan raya dalam setiap harinya. Kecelakaan lalu lintas jalan menjadi akrab dengan kehidupan warga kota. Ironisnya, sang jagal jalan raya merenggut tiga orang dalam satu hari. Belum lagi mereka yang bercucuran darah akibat luka-luka. Jumlah yang seperti itu sedikitnya dua puluhan orang per hari. Inilah sisi lain tragedi jalan raya kota tercinta.

Drama memilukan di jalan raya selalu hadir dengan episode-episode terbarunya. Kejadian memilukan hati lahir atas ulah manusia sendiri. Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan, pada 2013, ulah pengendara menyumbang 98% kecelakaan di Jakarta. Di luar itu yang ikut andil adalah faktor jalan, kendaraan, dan alam.

Ulah pengendara yang lengah saat menunggang kuda besi atau sibuk di balik kemudi, menjadi biang kerok terjadinya petaka di jalan raya. Kelengahan menyumbang sekitar 50% kecelakaan di Jakarta. Boleh jadi banyak alasan kenapa seseorang bisa lengah saat mengemudi.

Pada bagian lain, ulah pengendara yang ugal-ugalan saat di jalan menyumbang 38%. Kedua pemicu terbesar itu bukan hadir tiba-tiba. Dia sudah ada di dalam diri setiap manusia. Mengalir dalam darah kehidupan. Siapa saja bisa lengah dan siapa saja bisa tidak tertib. Sebaliknya, kelengahan dan ugal-ugalan bisa saja diredam dan dihilangkan. Kuncinya, mau atau tidak. Setelah ada kemauan, langkah selanjutnya adalah melacak apa-apa saja yang bisa menghadirkan kedua aspek tadi. Kita bisa kalau kita mau ikhtiar.

Sekilas gambaran tentang tempat baru bagi Ceceu bersama keluarganya saat ini, di bawa oleh Kadir untuk sementara waktu tinggal di kota apartemen dan meninggalkan kampung halamannya.

Ketika obrolan di restoran mewah itu, Ceceu sudah memasrahkan semua kehidupanya pada sosok bandot tua itu, dan itu mengharuskan urusan orang tua Ceceu pun harus mengikuti apa yang di perintahkan dan tak ada penolakan sama sekali.

Ayah dan ibu serta adik adiknya Ceceu Intan Nuraeni berangkat tepat pukul satu dinihari dan tiba menjelang pagi, mereka pun langsung di antar oleh bawahan Kadir untuk beristirahat di apartemen yang sudah di persiapkan jauh jauh hari sebelum kejadian menimpa sahabat Ceceu yaitu Daniel.

Sementara Kadir sendiri pergi ke salah satu perusahaan yang akan melakukan kerjasama besar untuk pembuatan salah satu mall terbesar di kota kelahirannya dengan segala sesuatunya di urus oleh Kadir serta bawahan nya.

" Nyonya Intan segala sesuatunya sudah beres, aku mohon izin untuk kembali kepada Tuan Besar." Salah satu pengawal Kadir membungkuk hormat pada Ceceu.

" Tunggu pak Firman." Ceceu menghentikan langkah pengawal itu. Melangkah cepat sebelum pengawal itu membalikkan badannya dan berjalan ke arahnya.

" Nyonya ada apa? Apakah ada sesuatu yang di butuhkan oleh Nyonya.?" Firman berkerut keningnya setelah majikannya itu melangkah cepat ke arahnya.

" Tidak! Aku menghentikan pak Firman hanya untuk meminta nomor ponsel, atau jika pak Firman tidak memberinya nomor ponsel pengawal Tuan Besar lainnya juga boleh." Terang Ceceu berpikir cepat.

Kenapa, ada apa? Kenapa wanita ini ingin meminta nomornya, atau kah............. Firman bergelut dalam pikirannya tentang sesuatu yang mengarah pada kejadian di vila itu.

Aku mengerti, sosok pemuda yang habis namun kemungkinan masih hidup itu menjadi sumber alasan ke depannya, untuk wanita ini meminta nomor nya, dan kemungkinan terbesar ingin mencari tahu atau menanyakan apakah mati atau tidaknya.

" Mohon maaf Nyonya, itu privasi dan harus meminta izin terlebih dahulu pada tuan besar." Senyum manis terukir dan itu sudah di tebak oleh Ceceu jawaban seperti itu.

" Hmmmmmm. Ya sudah kalau begitu mah, nanti aku yang meminta pada Tuan Besar saja." Ceceu membalikkan badannya melangkah pergi masuk ke dalam apartemen nya.

Lelaki berotot kekar dan dan mempunyai ketinggian di atas orang orang Indonesia itu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah wanita yang mempunyai perasaan ragu ragu ke setiap orang orang.

Melangkah pergi menuju lift yang sudah di tunggu oleh teman temannya untuk menyusul Tuan Besar di salah satu perusahaan terbesar di negara ini.

MAHA KARYA GROUP. Salah satu perusahaan yang cukup mumpuni di bidang real estate, property dan sumberdaya alam, perusahaan itu menjadi saingan perusahaan milik orang tua dari Prediansyah dan selalu melakukan hal yang di luar batas untuk keuntungan perusahaan nya itu.

Salah satu Tuan muda dari perusahaan Maha Karya Group itu, sudah menelisik secara jauh tentang kebrutalan sosok bandot tua dalam menghabisi musuh musuhnya dan itu menjadi daya tarik lelaki berusia 30 tahunan, sehingga membuat janji dengan sosok Kadir untuk mengobrol membicarakan kedepannya tentang bangunan bangunan yang akan di bangun di daerah barat negara ini.

Kadir pun langsung menyetujuinya ketika seseorang bawahan atau kepercayaan dari Tuan muda pemilik perusahaan itu seminggu yang lalu datang ke restoran yang ada di kota pinggiran ibu kota memintanya untuk berdiskusi tentang keinginan majikannya untuk bekerja sama.!

Firman yang ada di parkiran gedung berlantai 36 itu mengirim pesan pada Kadir, bahwa dirinya bersama yang lain nya sudah berada di kawasan parkir tersebut.

" Kamu tunggu di situ aku baru selesai meeting bersama pemilik perusahaan ini, dan ini sesuatu yang besar bagi keuntungan ku." Pesan balasan di terima oleh Firmansyah.

" Baik Tuan Besar." Firman membalas pesan itu.

Bersambung.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!