NovelToon NovelToon
Janda Seksi Milik Duda Dingin

Janda Seksi Milik Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Janda / Lari Saat Hamil
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Raisa Maureen ditinggal mati suaminya di dalam kondisi masih prawan, lalu ia melakukan hubungan satu malam dengan kakak iparnya karena pria itu mabuk berat dan kehilangan keperawanannya. setelah menikah dengan Evan ia baru mengetahui kenapa selama ini Aditya almarhum suaminya tidak pernah menyentuhnya. Apa yang sebenarnya terjadi? ikuti kelanjutan kisah nya hanya disini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Aditya

Evan menatap Raisa dengan serius.

"Makanya mas ajak kamu ke sini… biar kamu tahu langsung, bukan cuma dari cerita mas."

Raisa masih menatapnya dengan emosi yang belum reda.

Evan melanjutkan, suaranya lebih pelan.

"Setelah ini… kamu mau lanjut nikah sama mas atau tidak, itu keputusan kamu. Mas nggak akan maksa."

Raisa terdiam.

Langkah kaki terdengar dari arah dalam.

Seorang pria keluar dengan pengawalan petugas.

"Itu dia…" gumam Evan.

Mereka duduk berhadapan.

Evan membuka pembicaraan.

"Duduk, Lino."

Pria itu mengangguk pelan.

"Terima kasih…"

Evan menatapnya.

"Apa kabar?"

Marcelino tersenyum pahit.

"Seperti yang Anda lihat… saya nggak baik-baik saja."

Raisa langsung tidak bisa menahan diri.

"Kamu… yang membunuh suami saya?" suaranya bergetar. "Kenapa? Bukannya dia baik sama kamu? Dia sering jenguk kamu, kasih kamu hadiah… bahkan password ponselnya pakai tanggal lahir kamu, bukan saya!"

Air matanya mulai jatuh.

Evan memegang bahu Raisa.

"Sabar, Sa… dengarkan dulu."

Raisa menggeleng, tapi mencoba diam.

Evan menatap Marcelino.

"Ceritakan semuanya. Apa sebenarnya hubungan kamu dengan Aditya… dan kenapa kamu sampai menusuk dia?"

Marcelino menunduk, lalu berbicara pelan.

"Malam itu… saya khilaf. Dia datang ke Bandung… bilang mau mengakhiri hubungan kami."

Raisa langsung mengernyit.

"Memutuskan hubungan pertemanan? Nggak mungkin…" ucapnya cepat.

Marcelino mengangkat wajahnya.

"Bukan pertemanan…" suaranya lirih. "Kami… pacaran. Sudah lima tahun."

Raisa langsung berdiri, wajahnya pucat.

"Apa?! Pacaran? Jangan bohong!" suaranya meninggi. "Suami saya nggak mungkin seperti itu!"

Marcelino menatapnya dengan mata lelah.

"Itu kenyataannya…"

Raisa mundur selangkah, tubuhnya gemetar.

Marcelino menarik napas panjang, lalu mulai bercerita dengan suara berat.

"Sebenarnya… kami berencana ke Belanda untuk menikah di sana," ucapnya pelan. "Hubungan kami sudah lama… saya juga ingin diseriusin seperti orang lain."

Ia menunduk sejenak.

"Tapi semuanya berubah waktu dia bertemu ibunya. Tante Lina menentang hubungan kami."

Marcelino melanjutkan,

"Waktu itu kami sempat mau kawin lari ke Belanda… tapi Tante Lina kena serangan jantung. Dari situ… Aditya mengurungkan niatnya."

Raisa terdiam, tubuhnya mulai kaku.

Marcelino menatapnya sekilas.

"Lalu… dia bertemu kamu di perusahaan. Dia bilang kamu perempuan baik, nggak pernah pacaran."

Raisa menggenggam tangannya sendiri.

Marcelino meneruskan,

"Dia sempat bicara sama saya… rencananya dia mau menikahi kamu, punya anak… lalu menceraikan kamu setelah itu."

Raisa langsung menggeleng pelan, air matanya mulai jatuh.

"Nggak… nggak mungkin…"

Marcelino tetap melanjutkan.

"Tapi setelah empat bulan menikah… dia nggak bisa menyentuh kamu. Dia bilang… dia nggak punya ketertarikan sama sekali. Bahkan… tidak bereaksi miliknya."

Raisa menutup mulutnya, menahan sesak di dada.

"Di bulan kelima… dia mulai berubah," lanjut Marcelino. "Dia menjauh dari saya… lalu datang ke Bandung."

Evan menatap serius, sementara Raisa mulai gemetar.

Marcelino menghela napas berat.

"Dia bilang… perasaannya berubah. Dia bilang… miliknya mulai bereaksi… dan dia mulai menyukai kamu."

Raisa langsung menatapnya, shock.

"Dia mau mengakhiri hubungan kami."

Air mata Marcelino jatuh.

"Saya… nggak terima. Apalagi setelah semua yang kami jalani."

Ia menunduk dalam.

"Malam itu… kami bersama… dan dalam emosi… saya menusuknya."

Raisa langsung memegang perutnya, wajahnya pucat.

"Uh…"

Ia berbalik, hampir muntah.

Evan langsung sigap menahannya.

"Sa…"

Raisa menjauh sedikit, napasnya tidak teratur.

"Jangan… jangan lanjut…" suaranya lemah.

Evan mendekat, wajahnya penuh kekhawatiran.

"Kamu oke?" tanyanya pelan.

Raisa masih menahan mual, napasnya belum sepenuhnya stabil. Ia mengangguk pelan.

"Aku… nggak apa-apa," jawabnya lirih.

Ia mengusap air matanya, lalu menatap kosong ke depan.

"Entah kenapa… aku justru bersyukur," ucapnya pelan.

Evan mengernyit.

"Bersyukur?"

Raisa mengangguk, suaranya bergetar.

"Iya… bersyukur aku nggak pernah disentuh Mas Aditya."

Evan terdiam, menatapnya dalam.

Raisa menarik napas panjang.

"Kalau sampai itu terjadi… aku nggak tahu aku harus merasa seperti apa sekarang."

Tangannya mengepal pelan, menahan perasaan yang campur aduk.

"Selama ini aku pikir aku kurang… aku pikir aku yang salah," lanjutnya. "Ternyata… semuanya bukan seperti yang aku bayangkan."

Evan mendekat sedikit, suaranya melembut.

"Kamu nggak pernah salah, Sa…"

Raisa menunduk, air matanya kembali jatuh bukan hanya karena luka,

tapi karena kebenaran yang akhirnya terungkap terlalu menyakitkan.

Marcelino menatap Raisa dengan penuh penyesalan.

"Saya tahu… kamu nggak bersalah, Raisa," ucapnya pelan. "Tapi… rasa cinta saya ke Aditya terlalu besar… sampai saya rela melihat dia menikah dengan kamu… hanya untuk menutupi kekurangannya."

Raisa terdiam, air matanya terus mengalir.

Marcelino melanjutkan, suaranya semakin berat.

"Itu… semacam pernikahan pura-pura… supaya dia terlihat ‘normal’ di mata keluarganya."

Evan menghela napas pelan, sementara Raisa mulai menunduk dalam.

Marcelino menatap ke lantai.

"Selama ini Aditya selalu dibandingkan… dengan Evan," lanjutnya. "Evan anak kandung Pak David… sedangkan dia… cuma dianggap sebelah mata karena anak tiri."

Raisa menggigit bibirnya, mencoba menahan perasaan.

"Dia sering diperlakukan berbeda… tidak pernah benar-benar diterima walaupun kalian sepupuan," kata Marcelino.

Ia menatap Raisa lagi.

"Dengan menikah sama kamu… dia berharap bisa mendapatkan pengakuan. Warisan… rumah… semua itu."

Raisa menggeleng pelan.

"Jadi… aku cuma… alat?" suaranya hampir tak terdengar.

Marcelino menunduk.

"Kalau dia menikah dengan saya… dia akan diusir. Dianggap aib keluarga."

Evan menatap Marcelino dengan sorot mata tajam, suaranya terdengar berat.

"Padahal… aku nggak pernah anggap dia saingan," ucapnya pelan.

Ia menarik napas, lalu melanjutkan.

"Buat aku… dia tetap adikku. Walaupun dia anak om dan tante."

Marcelino terdiam, menunduk.

Evan mengepalkan tangannya.

"Tapi dia malah milih jalan seperti ini… menyakiti banyak orang," lanjutnya.

Raisa menatap Evan sekilas, lalu kembali menunduk.

Marcelino menghela napas panjang.

"Dia… cuma ingin diakui," ucapnya lirih.

Evan tertawa pahit.

"Dengan cara mengorbankan Raisa?" balasnya.

Evan menatap lurus ke arah Marcelino, rahangnya mengeras.

"Atau… dia sebenarnya tahu," ucapnya pelan.

Raisa menoleh, bingung.

"Tahu apa, mas?"

Evan menarik napas, lalu melanjutkan dengan suara lebih berat.

"Kalau aku sudah menyukai kamu dari dulu."

Raisa langsung terdiam.

Evan menatap ke depan, matanya tajam.

"Dan dia menikahi kamu… bukan cuma karena alasan keluarga," lanjutnya. "Tapi juga… untuk menunjukkan kalau dia ‘menang’ dari aku."

Raisa menggeleng pelan, sulit menerima.

"Nggak… Mas Aditya nggak mungkin seperti itu…"

Marcelino menunduk, lalu berkata pelan.

"Dia pernah bilang… dia capek selalu kalah dibandingkan Evan."

Raisa menatapnya, shock.

"Jadi… ini semua cuma soal pembuktian?" suaranya bergetar.

Evan tersenyum pahit.

"Mungkin… buat dia, iya."

1
Felycia R. Fernandez
udah deh Sa,gak usah bolak balik menyangkal...
udah tau juga belang Aditya..
udah dengerin aja,jangan jadi orang yang sok tau gimana Aditya
Prettyies: Dia gak normal kak😂
total 3 replies
Felycia R. Fernandez
ya bodoh kalau gak jadi nikah.
udah di obok obok tiap hari msak gak mau dinikahi..
ada2 aja,kemana harga diri Mu Sa
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pak David tukang kibul malah dikibulin...
anak sendiri pula pelakunya 🤣🤣🤣🤣
Prettyies: Haha emang nakal evan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
cukup sekali ini doank
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
dasar ular...🤬
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Usir aja gih 🤬🤬🤬
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
lha 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: betul kak
total 5 replies
Felycia R. Fernandez
Ternyata mau balikan karena ada baby yang butuh seorang ayah.laaah kenapa harus Evan
Prettyies: Karena dia kaya raya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
kurang asem 😆😆😆
Prettyies: Betul sekali😊
total 3 replies
Felycia R. Fernandez
kenapa gtu?? karena Raisa hanya sebagai alat untuk kesembuhan aditya
Prettyies: ditunggu kelanjutannya☺
total 1 replies
vita
suka
vita
gmn kabar mona di kamar tamu
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya☺
total 1 replies
Yulisna Yulisna
suka
Prettyies: Terima kasih☺
total 1 replies
Scarlett Rose
lnjt
Felycia R. Fernandez
ternyata oh ternyata...
Cuma Raisa yang disini gak tau kelakuan Aditya
Felycia R. Fernandez: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Mita Paramita
jangan jangan Aditya hompipa🤣🤣🤣 ketahuan rahasianya
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Aditya menjadikan Raisa tameng dari penyimpanan nya...
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Raisa sebenarnya ada rasa ma Evan,cuma terpendam karena Mak nya yang gila kasta...
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Prettyies: Ditunggu kelanjutan nya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
gay ya???
Felycia R. Fernandez: selalu kk Thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!