NovelToon NovelToon
- Believe In Magic -

- Believe In Magic -

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Akademi Sihir / Reinkarnasi
Popularitas:226
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

Sihirnya tajam, hampir terlalu sempurna untuk usianya. Mantra yang lain pelajari selama bertahun-tahun, ia pahami hanya dalam hitungan detik. Namun, setiap kilau kekuatan yang ia tunjukkan justru menjadi bayangan yang menjauhkannya dari yang lain.

Mereka menyebutnya dingin.
Mereka menyebutnya sombong.

Padahal, yang tak pernah mereka lihat adalah badai sunyi yang ia peluk sendirian.

Evelyn tidak pernah memilih untuk menjadi berbeda. Tapi sihir di dalam dirinya… terasa seperti sesuatu yang hidup—berdenyut, berbisik, seolah menyimpan rahasia yang bahkan ia sendiri takut untuk sentuh.

Dan di balik tatapan tenangnya, tersembunyi pertanyaan yang terus mengendap:

Apakah ia mengendalikan sihir itu… atau justru sedang perlahan dikuasai olehnya?


- Believe in magic -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Rahasia yang Tidak Ikut Terlupakan

Pintu rumah tertutup perlahan, meninggalkan keheningan yang terasa lebih berat dari sebelumnya. Laura Roberts masih berdiri di ruang tamu, menatap kosong ke arah pintu yang baru saja dilewati kedua orang tuanya. Namun di luar sana, jauh dari pandangannya, seseorang justru menghela napas lega—seolah baru saja lolos dari jurang yang dalam.

Wilson Roberts duduk di dalam mobilnya, tangannya menggenggam kemudi dengan erat. Nafasnya berat, namun sudut bibirnya perlahan terangkat.

“Dia tidak ingat…” gumamnya pelan.

Kata-kata itu terdengar seperti doa yang terkabul, tapi juga seperti pengakuan yang menyesakkan.

Di sampingnya, Elsa Rojer menatap ke luar jendela, wajahnya masih dipenuhi kekhawatiran. “Aku benar-benar tidak menyangka… Laura bisa kehilangan ingatannya seperti itu,” katanya lirih. “Dia terlihat berbeda, Wilson.”

Wilson menoleh sekilas, lalu kembali menatap lurus ke depan. “Yang penting dia selamat,” jawabnya singkat.

Namun dalam pikirannya, kata-kata itu terasa jauh dari ketulusan.

Ia tahu persis… keselamatan itu bukan keajaiban.

Itu kesalahan yang tidak selesai.

Mobil mulai melaju pelan meninggalkan halaman rumah. Hening mengisi ruang di antara mereka. Namun bagi Wilson, keheningan itu justru membuka pintu kenangan yang selama ini ia coba kubur.

Malam itu kembali terputar di kepalanya seperti film yang dipaksa diputar ulang.

Langit gelap. Hujan turun deras. Jalanan licin dan sunyi.

Dan suara Laura.

“Ayah… apa yang ayah lakukan?”

Suara itu masih jelas terngiang. Penuh keterkejutan, penuh luka.

Malam itu, Laura tidak seharusnya melihatnya. Tidak seharusnya mengetahui semuanya.

Ia memergoki Wilson bersama wanita lain.

Sebuah kesalahan yang selama ini ia sembunyikan dengan rapi… akhirnya terbongkar oleh anaknya sendiri.

“Ini bukan seperti yang kamu pikirkan,” Wilson mencoba menjelaskan saat itu, suaranya tegang.

Tapi Laura tidak mau mendengar.

“Aku akan bilang ke Mommy!” suara Laura bergetar, tapi penuh tekad. “Mommy berhak tahu!”

Kata-kata itu seperti palu yang menghantam kepala Wilson.

Ia tahu… jika Elsa mengetahui semuanya, maka segalanya akan hancur. Rumah tangga, reputasi, kehidupan yang ia bangun selama ini.

“Laura, dengarkan Ayah dulu!”

Namun Laura sudah mundur beberapa langkah, matanya penuh kekecewaan. “Aku tidak mau dengar alasan Ayah. Ini salah!”

Hujan semakin deras. Lampu jalan memantul di aspal basah.

Laura berbalik, berjalan menjauh.

Dan saat itulah…

Sesuatu dalam diri Wilson berubah.

Ketakutan.

Panik.

Dan ego yang menolak hancur.

Ia masuk ke mobilnya dengan cepat. Tangannya gemetar saat menyalakan mesin. Matanya tertuju pada sosok Laura yang berjalan di depan, semakin menjauh di tengah hujan.

“Berhenti…” gumamnya.

Namun Laura tidak berhenti.

Ia terus berjalan.

Dan dalam satu detik yang terasa seperti keabadian…

Kakinya menginjak pedal gas.

Mobil melaju.

Cepat.

Terlalu cepat.

“LAURA!”

Suara benturan itu masih terngiang hingga sekarang.

Wilson memejamkan mata sejenak, napasnya tercekat. Tangannya di kemudi sedikit bergetar.

Ia tidak pernah benar-benar berniat… atau mungkin, ia tidak ingin mengakui bahwa ada niat itu.

Semua terjadi begitu cepat.

Terlalu cepat untuk dihentikan.

Terlalu cepat untuk diperbaiki.

“Wilson?” suara Elsa memecah lamunannya. “Kamu tidak apa-apa?”

Wilson membuka mata, langsung memasang ekspresi datar. “Aku baik-baik saja.”

Elsa menatapnya sebentar, lalu kembali menatap ke depan. “Aku hanya berharap Laura benar-benar pulih. Aku tidak peduli soal ingatannya… selama dia tetap menjadi anakku.”

Wilson menelan ludah.

Kata-kata itu menusuk lebih dalam dari apa pun.

Anakmu…

Ia hampir kehilangan semuanya karena satu keputusan bodoh.

Dan sekarang… ia diberi kesempatan kedua.

Kesempatan yang tidak pantas ia dapatkan.

“Dia tidak ingat…” gumamnya lagi dalam hati.

Itu berarti rahasianya aman.

Tidak ada yang tahu.

Tidak ada yang akan tahu.

Mobil terus melaju di jalanan yang mulai sepi. Lampu-lampu kota memudar satu per satu.

Namun di dalam diri Wilson, sesuatu tidak ikut mereda.

Rasa lega itu ada.

Tapi di bawahnya…

Ada bayangan gelap yang tidak bisa ia hindari.

Rasa bersalah yang menempel seperti bayangan yang tidak pernah pergi.

Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

Ini kecelakaan.

Semua hanya kecelakaan.

Laura selamat. Itu yang penting.

Namun suara benturan itu…

Dan tatapan Laura sebelum semuanya terjadi…

Tidak bisa ia hapus.

Sementara itu, di rumah yang mereka tinggalkan, Laura duduk sendirian di kamarnya. Ia menatap jendela, membiarkan pikirannya melayang tanpa arah.

Ia tidak tahu…

Bahwa seseorang yang baru saja ia panggil “Ayah”…

Menyimpan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.

Dan jauh di dalam hatinya, tanpa alasan yang jelas, Laura merasakan sesuatu yang aneh.

Seperti bayangan samar.

Seperti perasaan yang tidak memiliki bentuk.

Tidak jelas… tapi mengganggu.

Ia menyentuh dadanya pelan.

“Kenapa… rasanya aneh?” bisiknya.

Tidak ada jawaban.

Hanya keheningan malam yang menjawabnya.

Dan tanpa ia sadari…

Masa lalu yang bukan miliknya itu perlahan mulai bergerak, seperti bayangan yang menunggu waktu untuk kembali muncul.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!