NovelToon NovelToon
Keturunan Raja Alkemis

Keturunan Raja Alkemis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di sebuah desa tersembunyi bernama Desa Batu, hiduplah keluarga Chen, keturunan langsung dari Raja Alkemis legendaris yang menguasai rahasia kehidupan dan kematian. Harta terbesar mereka bukanlah emas atau perak, melainkan resep Ramuan Keabadian—cairan mistis yang dapat memberikan kekuatan tak terbatas dan hidup selamanya bagi yang meminumnya.

Namun, kekuatan besar selalu menarik bayangan gelap. Saat Chen Si, pewaris tunggal keluarga itu, baru berusia lima bulan, desa mereka diserang habis-habisan oleh sekelompok manusia bertopeng yang haus kekuasaan. Seluruh klan Chen dibantai tanpa ampun demi merampas rahasia suci itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: ISTANA DEWA API – PUSAT KEKUATAN KETURUNAN NAGA (bagian 2)

Suara itu begitu kuat dan penuh semangat, seolah bisa menggetarkan langit dan bumi. Chen Si berdiri tegak, hatinya penuh dengan tekad dan tanggung jawab yang kini jauh lebih besar dari sebelumnya. Ia tidak lagi berjuang sendirian. Di belakangnya kini berdiri ribuan kerabat yang setia, sebuah kekuatan besar yang siap dikembangkan menjadi api pembalasan dendam yang akan membakar habis musuh-musuh mereka.

Setelah upacara penyambutan selesai, Chen Si diajak masuk ke ruang pertemuan tertutup paling rahasia di dalam kedalaman istana, ruangan yang hanya boleh dimasuki oleh pemimpin tertinggi dan tetua inti. Di sana, di tengah ruangan yang diterangi cahaya api emas abadi, Tetua Yan Zhong menceritakan segala hal yang diketahuinya, rahasia-rahasia besar yang tersembunyi selama ribuan tahun.

"Tuan Muda," ucap Tetua Yan Zhong sambil duduk di hadapan Chen Si dengan wajah serius. "Kau sudah tahu bahwa musuh utama kita adalah Kaisar Dewa Cahaya di Langit Kesembilan, dan pasukannya yang menyebar di setiap lapisan langit. Tapi ada satu hal penting yang belum kau ketahui... Alasan sebenarnya mengapa Kaisar Dewa Cahaya begitu ingin memusnahkan kita sampai ke akar-akarnya, dan mengapa dia begitu menginginkan darah kita."

Chen Si menegakkan badan, mendengarkan dengan saksama.

"Konon, ribuan tahun lalu, sebelum pembantaian terjadi, Klan Naga kita bukan sekadar klan kuat biasa. Kita adalah penjaga gerbang alam semesta dan pemegang Hukum Asal Mula, kekuatan tertinggi yang mengatur keseimbangan segala sesuatu. Kaisar Dewa Cahaya saat itu hanyalah murid rendahan yang beruntung mendapatkan kekuatan. Dia iri pada kekuatan alami kita, dan dia menginginkan Hukum Asal Mula itu agar dia bisa menjadi penguasa mutlak seluruh alam semesta, melampaui batas para Dewa."

Tetua Yan Zhong menghela napas panjang.

"Dia tahu dia tidak bisa mengambil kekuatan itu dengan paksa. Hanya keturunan murni yang bisa menggunakannya. Maka dia membuat rencana jahat itu: menghancurkan klan, menguasai dunia, dan menunggu sampai ada pewaris murni yang lahir kembali, lalu dia akan menangkapmu, mengambil darah dan jiwamu untuk menyerap Hukum Asal Mula itu sepenuhnya."

Darah Chen Si mendidih mendengarnya. Jadi, dari awal hingga akhir, semuanya adalah rencana jahat yang panjang dan kejam. Dia bukan hanya diburu karena dendam lama, tapi karena dia adalah kunci utama yang dicari musuhnya.

"Jadi selama ini... dia membiarkan aku tumbuh, membiarkan aku naik ke atas, karena dia ingin aku datang sendiri ke hadapannya agar dia bisa mengambil semuanya?" tanya Chen Si dingin.

"Benar," jawab Tetua Yan Zhong. "Itulah sebabnya mengapa setiap kali kamu naik ke lapisan langit yang lebih tinggi, kekuatan musuh yang datang menghadangmu justru tidak berusaha membunuhmu sepenuhnya. Mereka hanya mengujimu, membuatmu semakin kuat, agar saat waktunya tiba, nilai dirimu semakin tinggi. Tapi... ada satu hal yang tidak dia perhitungkan."

Mata Tetua Yan Zhong bersinar tajam.

"Dia tidak menyangka bahwa kami yang tersisa ini masih hidup, masih berkembang, dan masih menjaga warisan lengkap klan. Dia tidak menyangka kau akan datang ke sini dan mendapatkan dukungan penuh kekuatan kami. Dan yang paling penting... dia lupa bahwa darah Naga tidak bisa diperbudak atau dicuri. Hanya kita yang bisa menggunakannya, dan hanya kita yang bisa mengalahkannya."

Chen Si mengepalkan tangannya erat. Rahasia besar ini membuat segalanya menjadi jauh lebih jelas dan jauh lebih berbahaya. Musuhnya bukan sekadar penguasa jahat, melainkan sosok yang penuh rencana licik dan ambisi tak terbatas. Tapi justru karena itulah, semangat juang Chen Si semakin berkobar.

"Kalau begitu," kata Chen Si dengan suara tegas dan dingin. "Kalau dia menginginkanku datang ke sana... aku akan pergi. Aku akan naik ke atas, langit demi langit, semakin kuat di setiap langkah, sampai aku berdiri tegak di hadapannya. Dan saat itu tiba... aku akan membuatnya menyesal karena pernah berniat buruk pada klan kita."

Tetua Yan Zhong tersenyum puas melihat ketegasan itu. Ia mengangguk, lalu mengeluarkan sebuah gulungan perkamen kuno berwarna emas tua dari dalam laci rahasia.

"Bagus. Sebagai persiapan, kau harus memperkuat dirimu secepat mungkin. Di sini, di wilayah Selatan kami, terdapat tempat latihan terpenting: Lembah Api Abadi. Di sana, energi api dan naga sangat pekat, cocok untuk menyempurnakan teknik dan kekuatanmu. Selain itu, di dalam gulungan ini terdapat Sembilan Teknik Agung Klan Naga, teknik tertinggi yang lengkap, yang tidak sempat diajarkan kepadamu saat masih kecil. Kau harus menguasainya secepat mungkin."

Chen Si menerima gulungan itu dengan hormat. Merasakan energi kuno yang keluar dari perkamen itu, ia tahu ini adalah harta paling berharga yang dimiliki kerabatnya.

"Aku akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh," janji Chen Si.

"Selain itu," tambah Tetua Yan Zhong, "berita kedatanganmu pasti sudah sampai ke telinga Gereja Cahaya di wilayah Barat. Mereka tidak akan diam saja. Kemungkinan besar, dalam waktu dekat ini, mereka akan mengerahkan kekuatan besar untuk menyerang Istana Dewa Api demi menangkapmu. Jadi, sambil berlatih, kita juga harus bersiap untuk perang besar pertamamu sebagai pemimpin klan."

Chen Si mengangguk penuh kesiapan. Ia sudah menantikannya. Perang melawan Gereja Cahaya di Langit Kedua akan menjadi panggung pertunjukan pertamanya, tempat di mana ia akan menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa Klan Naga telah bangkit kembali.

"Biarkan mereka datang," kata Chen Si dengan senyum miring penuh percaya diri. "Kali ini aku tidak sendirian. Kita akan membuat perbatasan istana ini menjadi kuburan terbesar bagi pengikut-pengikut setia Kaisar Dewa Cahaya."

1
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Tamima II
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪 bantai....
Tamima II
😂😂😂😂😂😂😂👍👍👍👍👍
Tamima II
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamima II
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍👍👍
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
mengejar cahaya
terimakasih saran nya nanti saya perbaiki.🙏🙏🙏
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waaahhh akan ada pembantaian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!