NovelToon NovelToon
AKHIR DARI PENYESALAN

AKHIR DARI PENYESALAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Rumah Tangga / Selingkuh
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Tega kamu, Mas." Kanaya menatap suaminya dengan sorot mata yang tenang namun penuh luka. Kecewa luar biasa wanita itu rasakan setelah tau kalau suaminya ternyata sudah menikah dan memiliki istri lain tanpa sepengetahuannya.

"Aku minta maaf, aku tau kamu kecewa. Tapi ini semua udah terlanjur terjadi, aku harap kamu bisa berlapang dada menerima istri baruku." Jawab Andra dengan nada bersalah.

Tapi Kanaya tau, suaminya itu tidak benar-benar menyesal. Sedikit pun.

Siang dan malam ia berdo'a kepada Tuhan, meminta kelimpahan dan kelancaran untuk bisnis juga rezeki suaminya.

Tapi ketika pria itu benar-benar diberi kekayaan, ia malah menduakannya diam-diam.

Kanaya tidak akan diam aja, ia akan membalasnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA PULUH TUJUH

"Nggak bisa,... Ibu nggak mau! Ibu nggak mau dimadu!!!"

Kanaya terkekeh pelan saat mendengar racauan yang tak henti-hentinya sejak tadi siang.

Ibu mertuanya itu belum berhenti menangis dan bersikeras meminta Andra untuk memanggil Daris ke rumah ini.

Tapi Daris yang memang sedang dimabuk asmara tentu saja menolak permintaan tersebut dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu juga menemani Esmeralda mempersiapkan pernikahan mereka.

Andra pun tak bisa berbuat banyak, ia tak mungkin menyeret Daris dan memaksanya kembali.

"Udah dulu ya, Bu. Ibu udah nangis dari siang nggak berhenti-berhenti,... Ayah udah aku telfon dan dia bilang belum bisa pulang lagi."

"Ibu nggak mau tau! Awas aja kalau bapak sialan kamu itu beneran sampe nikah lagi, Ibu obrak-abrik perempuan murahan itu! Ibu nggak peduli kalau akhirnya nanti Ibu masuk penjara!" Teriak Samira.

Suara wanita itu terdengar semakin serak dan parau, beberapa kali ibu mertuanya itu juga terbatuk-batuk.

"Ya udah, udah dulu ya. Sekarang mending Ibu makan dan istirahat. Besok semoga Ayah bisa pulang ke sini. Ibu juga malam ini tidur di rumah aku aja dulu,..." Andra masih berusaha untuk menenangkan sang ibu.

Tapi Kanaya yang mendengarnya langsung mendengus, ia jelas tidak senang kalau ibu mertuanya itu tinggal di rumah mereka.

Meski hanya semalam, Samira pasti tidak akan membiarkan Kanaya tertidur dengan tenang karena pastinya wanita itu akan terus mengamuk dan meracau sepanjang waktu.

"Ibu tidur di sini sama Nisrin dulu, biar aku tidur sama Kanaya malam ini."

Kanaya berjengit mendengar ucapan Andra, ekspresi wajahnya tampak semakin masam tidak terima.

Pertama, ia tidak mau Samira bermalam di rumah mereka apalagi dalam keadaan kacau.

Kedua, Kanaya juga tidak mau tidur satu kamar dengan suaminya.

"Idih, kok aku juga yang harus kena akibatnya."

Kanaya bergumam tidak terima, ia yang baru saja selesai mandi terlihat menyisir rambutnya di depan cermin.

Wanita itu semakin memasang wajah cemberut saat mendengar langkah kaki mendekat ke arah kamarnya.

"Sayang, kamu masih belum tidur?" Pintu kamarnya terbuka diikuti Andra yang memanggil Kanaya dengan lembut.

Wajah pria itu terlihat lelah, gurat letih terlihat jelas di kening Andra seolah suaminya itu menua beberapa tahun hanya dalam waktu satu hari.

"Ibu bermalam di sini ya,..." Sambung Andra lagi saat Kanaya tidak menjawab sapaannya.

"Ibu tidur sama Nisrin di kamarnya, jadi aku malam ini tidur sama kamu. Udah lama juga kita nggak tidur berdua." Ucap Andra.

Jujur saja, pria itu merasa senang karena akhirnya ia bisa punya alasan untuk kembali ke kamarnya bersama Kanaya.

Pasalnya, sejak ia membawa Nisrin ke rumah ini,

Kanaya selalu punya alasan untuk tidur sendiri dan secara halus mengusirnya agar tidur dengan Nisrin.

Sebut saja ia anak durhaka yang kurang ajar karena menggunakan kesedihan sang ibu untuk memanfaatkan kesempatan, tapi mau bagaimana lagi?

Ia pun memiliki masalah rumah tangganya sendiri yang masih rumit.

"Kan kamu bisa tidur di soffa bed di kamar Nisrin,... Ibu pasti butuh kamu di samping dia, Ibu kamu lagi sedih banget lho itu. Dia lagi butuh banget dukungan dari kamu, apalagi Ayah juga kan nolak buat pulang malam ini. Atau bahkan kamu bisa tidur bertig di ranjang Nisrin, kasur di kamar tamu kan lumayan besar dan luas."

Kanaya memutar bahunya, melepas halus tangan Andra yang sejak tadi bertengger erat di sana.

Ia kemudian melangkah beberapa centimeter, secara tidak langsung menciptakan jarak dengan Andra.

"Ada Nisrin di sana, aku yakin dia pasti bisa nemenin dan nenangin Ibu dengan baik. Apalagi Ibu juga cukup akrab sama Nisrin,..."

1
Nuna_Pena
😁😁
Anonim
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!