NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 Apakah Menyesal.

Keheningan terjadi di kamar mandi dengan posisi Shafiya terduduk di lantai masih batuk-batuk dengan nafas naik turun, kondisi tubuhnya benar-benar lemah, tidak berdaya dan sementara Arash terlihat frustasi menghisap wajahnya menggunakan kedua tangan.

"Apa kau ingin mengakhiri hidupmu dengan cara bodoh seperti ini?" teriak Arash.

Shafiya perlahan mengangkat kepala, air mata terus saja jatuh.

"Kenapa mencegahku? bukankah seharusnya kamu biarkan aku mati hah!"

"Apa kau belum puas menghancurkanku dan sampai-sampai kau ikut-ikutan menghancurkan hati kedua orang tuaku!" teriak Shafiya

"Apa yang aku rasakan belum seberapa Shafiya dibandingkan semua yang kau dapatkan, aku jauh lebih hancur daripada apa yang kau dapatkan!" tegas Arash.

"Kalau begitu cukup lakukan kepadaku dan jangan kepada kedua orang tuaku!" teriak Shafiya.

Arash tidak berbicara dengan mengepal kedua tangannya.

"Aku tidak akan pernah memaafkan laki-laki jahat sepertimu, kau jahatttttt..." teriak Shafiya.

"Aaaaaaaa!" Shafiya berteriak semakin kencang benar-benar seperti orang gila.

Arash tidak mengatakan apapun lagi, hanya melihat secara jelas bagaimana wanita yang dia jadikan sebagai alat balas dendam itu benar-benar hancur, Arash tidak mengerti dengan dirinya, tiba-tiba saja ingin menghentikan teriakan itu, tetapi keinginan hati dan juga dendam sudah bercampur dan membuatnya memilih keluar dari kamar mandi.

"Aaaaaa!" suara teriakan Shafiya masih terdengar disertai dengan suara isak tangis.

Arash berdiri di depan pintu kamar mandi dan tiba-tiba saja emosinya tidak terkontrol yang memukul pintu kamar mandi cukup keras sehingga jari-jari punggung tangannya tampak terluka.

Apakah Arash menyesal dengan apa yang terjadi? Apakah bukan ini yang dia inginkan dan justru dia tidak menyangka Shafiya ternyata nekat untuk mengakhiri hidup, Shafiya mungkin sudah lelah dan sudah tidak berdaya, dia hanya manusia biasa yang memiliki batas kesabarannya.

*****

Drama pasangan suami istri itu berlalu, hingga sudah beberapa hari, tetapi tidak ada penyelesaian dalam rumah tangga mereka, sejak saat itu Shafiya benar-benar tidak banyak bicara, tidak berbicara sama sekali dengan Arash, sering menangis dan bahkan terkadang tidak mampu mengendalikan diri.

Dia seperti wanita linglung, lebih banyak diam dan bahkan ketika Tami atau Amelia sengaja mencari masalah dengannya, Shafiya tidak membalas perkataan itu seolah-olah tidak mengerti, tidak mendengar dan hanya membiarkan saja.

Saat ini dia terduduk di pinggir kolam renang dengan memeluk tubuhnya, semenjak kejadian di mana dirinya ingin mengakhiri hidup.

Shafiya tidak menggunakan hijabnya saat berada di rumah, Shafiya memang tidak pernah keluar rumah, Shafiya juga tidak berpikiran apakah di rumah itu ada pelayan pria dan bagaimana jika laki-laki lain melihat dirinya tanpa hijab.

Sepertinya pikiran itu sudah hilang begitu saja, dia seperti wanita yang tidak memiliki arah. Hanya diam, melamun dan tidak peduli dengan apapun, terkadang air matanya jatuh secara tiba-tiba, terkadang dia tersenyum seolah-olah menertawakan kehidupannya.

Arash berdiri di teras lantai 2. Arash melihat bagaimana istrinya itu sejak tadi tidak bergerak, ekspresi Arash tampak datar, entahlah apakah sebenarnya dia mulai kasihan kepada Shafiya dan ingin menghentikan balas dendamnya atau justru dia bahagia.

"Arash....!" Arash terbuyar dari lamunannya ketika suara itu memanggil.

Amelia berjalan menghampirinya dengan meletakkan kedua tangannya di pagar pembatas teras itu.

"Chantika saat ini pasti tersenyum, dia pasti bangga melihat kekasihnya berhasil memberikan keadilan kepadanya," ucap Amelia.

Lagi dan lagi berusaha mempengaruhi pikiran Arash agar tidak memiliki niat untuk menghentikan semua balas dendamnya kepada keluarga Shafiya.

"Aku harus ke kantor," ucap Arash memilih untuk pergi dan tidak berniat ingin mendengar semua perkataan Amelia.

Amelia tersenyum melihat kepergian Arash.

"Aku tidak akan membiarkan kamu goyah Arash, kamu harus menghancurkan Shafiya. Thoriq harus menerima semuanya, cara menghancurkan laki-laki sepertinya hanya ketika melihat putrinya benar-benar hancur. Aku akan terus mengawasi kamu Arash agar tidak berhenti menyiksa mental dan menghancurkan Shafiya," batin Amelia dengan tersenyum miring.

Dia adalah orang yang bahagia ketika melihat kehancuran Shafiya di tangan Arash.

*****

Arash keluar dari rumah dengan menghidupkan mobilnya sembari melangkah. Arash memasuki mobilitas tetapi tidak bisa melajukan karena sebuah mobil menghalang tepat di depannya.

Tin-tin-tin-tin-tin.

Arash sudah memberi klakson berkali-kali tetapi tetap saja pengemudi mobil itu tidak memikirkan mobilnya dan malah terlihat keluar dari dalam mobil itu yang ternyata adalah Zidan.

"Untuk apalagi laki-laki ini muncul di hadapanku," umpat Arash dipenuhi dengan amarah keluar dari mobilnya dan melangkah menghampiri Zidan yang juga saat ini menghampiri dirinya.

"Ada apa? Apa kalau kau dilarang menginjakkan kaki di rumah ini!" tegas Arash.

"Apa yang kau lakukan kepada Shafiya?" tanya Zidan.

"Apapun yang aku lakukan itu adalah hakku, aku berhenti ikut campur dan semua janji yang kau ucapkan kepadanya sebaiknya kau bawa tidur saja maka janji itu juga tidak akan pernah menjadi mimpimu!" tegas Arash.

Bukh.

Zidan melayangkan pukulan tepat di wajah Arash, mungkin sudah lama dia menahan diri sampai membuat ujung bibir Arash berdarah.

"Kau laki-laki pengecut!" Zidan tidak berhenti sampai di situ dan saat ini menarik kedua kerah baju Arash.

"Bagaimana aku bisa memiliki saudara sepupu seperti dirimu, kau mempertahankan Shafiya untuk menjadi istrimu dan sementara kamu miliki niat menikah dengan mantan saudara iparnya sendiri!" teriak Zidan.

"Jadi berita itu sudah sampai ke telingamu, syukurlah jadi aku tidak perlu membuang-buang waktu untuk mengirim surat undangan pernikahan kepadamu," sahut Arash.

"Arash, apa kau tidak malu melakukan semua itu? Kenapa kau begitu kejam kepada Shafiya!" teriak Zidan.

"Lalu kenapa? kau merasa bodoh dan tidak bisa berbuat apa-apa, bisakah wanita yang kau inginkan kembali ke hidupmu dan saat ini suaminya akan menikah lagi, apa yang ada di pikiranmu saat ini adalah bagaimana aku melepaskannya dan menata kehidupan yang baru bersama orang lain. Zidan aku sudah mengatakan jangan bermimpi!" tegas Arash menepis kedua tangan tersebut.

Arash merapikan pakaiannya dan terlihat begitu angkuh tanpa merasa bersalah.

"Aku tidak menyangka jika pria yang dulu aku kenal sangat lemah lembut kepada seorang wanita, bisa melakukan semua ini. Chantika di atas sana pasti membenci dirimu!" tegas Adam.

"Aku akan menyobek mulutmu jika kau berani menyebut namanya!" tegas Arash.

"Arash, aku tidak tahu apakah ada kata selain pengecut yang bisa diucapkan untuk dirimu, kau harus menyakiti wanita yang tidak bersalah, menariknya masuk ke dalam kehidupanmu dengan jeratan pernikahan hanya untuk niat membalas dendam!" ucap Adam.

Entahlah dari mana Zidan akhirnya tahu bahwa tujuan dari sepupunya itu tak lain adalah pembalasan.

"Hah! jadi pada akhirnya istriku itu menceritakan kepadamu? Lalu bagaimana perasaanmu saat ini, bukankah semakin hancur karena tidak bisa melakukan apapun," sahut Arash tersenyum dengan penuh kemenangan.

"Aku sungguh kasihan dengan pria sepertimu, kamu mengotori dirimu hanya pembalasan dendam dan menghancurkan wanita yang tidak berdosa, dendam yang kamu simpan belum juga tentu benar, jika kau bukan laki-laki pengecut seharusnya masalah itu kau urus dengan kedua orang tua Shafiya, bukan kepada Shafiya yang tidak tahu apa-apa!" tegas Adam.

Dari apa yang dikatakan Adam sepertinya dia sudah banyak tahu tujuan Arash menikah dengan Shafiya.

Bersambung.....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!