NovelToon NovelToon
KEMBALI NYA SANG DEWA

KEMBALI NYA SANG DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Sinopsis: Kembalinya Sang Dewa (Zeus Is Back)
Tiga tahun lalu, dunia siber internasional diguncang oleh kematian mendadak "Zeus", sang Raja Hacker legendaris yang mampu membobol sistem keamanan Pentagon dan bank dunia dalam hitungan detik. Tak ada yang tahu bahwa Zeus dikhianati oleh rekannya sendiri demi uang dan kekuasaan.
Demi bertahan hidup, Zeus memalsukan kematiannya dan menyamar sebagai Kenji, seorang pemuda biasa yang bekerja di toko servis komputer kecil yang kumuh. Dia hidup miskin, dihina oleh tetangga, dan diremehkan oleh semua orang. Kenji rela mengubur masa lalu kelamnya demi kehidupan yang tenang bersama adik perempuan satu-satunya, Hana.
Namun, ketenangan itu hancur saat Hana dijebak oleh Megacorp—korporasi raksasa yang korup—atas tuduhan pencurian data rahasia. Hana diancam hukuman seumur hidup dan denda miliaran rupiah yang tak masuk akal hingga membuatnya jatuh koma karena tekanan mental. Saat hukum bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan, Kenji sadar bahwa dunia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Patahnya Sayap Sang Penghianat

Trang!

Suara selongsong peluru kuningan jatuh dan berdentang di atas lantai marmer yang mewah. Peluru kaliber 9mm yang dimuntahkan dari moncong MP5 pengawal itu tidak pernah menyentuh kulit Kenji. Sedetik sebelum pelatuk ditarik, Kenji sudah menggeser kepalanya beberapa sentimeter ke kanan dengan perhitungan yang sangat presisi. Peluru itu melesat bebas, menghantam pilar beton di belakangnya hingga hancur berantakan dan menyisakan lubang menganga yang berasap.

Seluruh ruangan mendadak membeku. Si pengawal yang menembak melotot tidak percaya. Jarak mereka kurang dari sepuluh meter, dan targetnya hanya seorang pemuda miskin yang memakai sandal jepit. Bagaimana mungkin tembakannya bisa meleset?

"Lu punya waktu tiga detik buat mikirin dosa, sebelum lu sadar kalau lu baru saja nembak orang yang salah," ucap Kenji pelan. Nadanya tetap datar, tapi matanya yang kuyu kini memancarkan kilat merah yang sedingin es.

Brak!

Belum sempat pengawal itu menarik pelatuk untuk kedua kalinya, kaca besar di sisi kanan lorong hancur berkeping-keping. Dua moncong senapan mesin otomatis kaliber 5.56mm yang terpasang di gerbang luar—yang tadi sudah diretas penuh oleh Kenji—mendadak berputar menembus jendela, mengunci posisi secara instan, dan langsung memuntahkan rentetan peluru tanpa ampun.

Duar! Duar! Duar!

Jeritan histeris langsung pecah. Dua pengawal di baris depan langsung tumbang bersimbah darah sebelum sempat mengangkat senjata mereka. Pengawal ketiga yang paling belakang mencoba tiarap dan merangkak mundur, namun sistem AI yang dikendalikan gawai Kenji tidak memberi celah. Satu rentetan tembakan terakhir tepat mengenai bahu dan kakinya, membuat senjata miliknya terlempar jauh ke sudut ruangan. Dia mengerang kesakitan, lumpuh total di atas genangan darahnya sendiri.

Hanya dalam waktu kurang dari lima detik, tiga pengawal terlatih yang disewa dengan harga mahal berubah menjadi tumpukan daging tak berguna. Ruangan mewah itu kini dipenuhi aroma mesiu yang pekat, pecahan kaca yang berserakan, dan lolongan kesakitan yang menyayat hati.

Di tengah kekacauan itu, Kenji melangkah maju. Langkah kakinya yang beralas sandal jepit mengeluarkan suara plek... plek... plek... yang terasa seperti detak jam kematian di telinga Pluto.

"Z-Zeus... Ampun, Tuan Zeus! Saya khilaf! Saya dipaksa!"

Pluto langsung menjatuhkan dirinya ke atas lutut. Ransel taktis berisi aset ratusan miliar yang tadi dia dekap erat-erat dilempar begitu saja ke samping. Dia merangkak mendekati kaki Kenji, air mata dan keringat bercampur aduk di wajahnya yang kini pucat pasi seperti mayat. Seluruh kesombongan sang peretas elit peringkat atas Asia Tenggara menguap tanpa sisa. Di depan pencipta kodenya, dia tidak lebih dari seonggok daging yang menunggu giliran untuk dieksekusi.

Kenji berhenti tepat satu langkah di depan Pluto. Dia menatap ke bawah, memandangi mantan muridnya yang kini gemetaran seperti anjing kelaparan.

"Dipaksa?" Kenji tersenyum sinis, lalu berjongkok di depan Pluto. "Tiga tahun lalu, saat lu ngejual cetak biru protokol pertahanan Zeus ke Aliansi Hitam senilai lima puluh juta dolar, apa lu juga dipaksa? Saat lu bikin gua dikepung satu divisi agen Pentagon di Washington sampai gua harus meledakkan server gua sendiri dan pura-pura mati, apa ada pistol yang nempel di kepala lu, Pluto?"

Pluto menggelengkan kepalanya dengan liar, air matanya menetes membasahi marmer. "Saya tergoda, Tuan! Aliansi Hitam mengancam saya! Mereka bilang kalau saya gak kerja sama, mereka bakal habisi saya! Tolong ampuni nyawa saya,

Tuan... Saya punya data penting tentang mereka! Saya bisa kasih semuanya ke Anda!"

"Gua gak butuh data sampah dari tikus kerdil kayak lu untuk hancurin Aliansi Hitam," ucap Kenji dingin.

Kenji mengulurkan tangan kanannya, mencengkeram kerah kemeja mahal Pluto, lalu menyentakkannya ke atas hingga tubuh pria perak itu berdiri dengan terpaksa. Kekuatan fisik Kenji bener-bener gak masuk akal untuk ukuran seorang montir loak yang kurang gizi.

"Lu tahu kenapa dulu gua milih lu jadi murid gua?" tanya Kenji, suaranya berbisik tepat di samping telinga Pluto yang sudah berdenging karena ketakutan.

Pluto tidak bisa menjawab, dia hanya bisa cegukan menahan tangis.

"Karena gua lihat jari-jari lu sangat jenius saat mengetik kode siber. Jari lu adalah aset berharga," Kenji menurunkan pandangannya ke arah tangan kanan Pluto yang gemetaran. "Tapi kalau jari-jari jenius itu dipakai buat mengkhianati negara sendiri dan hampir bikin jutaan orang mati karena satelit jatuh... artinya tangan ini sudah salah fungsi."

"T-Tuan... Jangan, Tuan! Tolong! JANGAN—"

KRAAAKKK!

Sebuah suara patahan tulang yang sangat renyah dan keras menggema di sepanjang lorong vila. Kenji memutar pergelangan tangan kanan Pluto ke arah berlawanan dengan satu sentakan cepat yang sangat brutal. Tidak berhenti sampai di situ, jari-jari tangan Kenji bergerak secepat kilat, menekan sendi-sendi utama di lengan Pluto hingga terdengar suara gemertak tulang yang remuk bertubi-tubi.

"AAARRRGGGHHH!!! TANGAAAN GUEEE!!!"

Jeritan Pluto pecah, melengking tinggi menembus langit malam pulau reklamasi. Suaranya begitu melengking hingga burung-burung malam yang hinggap di sekitar tebing langsung terbang berhamburan karena panik. Pria berambut perak itu langsung jatuh terguling di lantai, memegangi tangan kanannya yang kini terkulai lemas dengan sudut yang tidak wajar. Tulang lengannya patah menjadi tiga bagian, dan jari-jarinya hancur total. Secara medis, tangan itu tidak akan pernah bisa digunakan untuk mengetik satu baris kode pun lagi seumur hidupnya. Sayap sang peretas legendaris resmi dipatahkan secara permanen.

Kenji berdiri tegak, mengeluarkan sapu tangan kumal dari saku celananya untuk menyeka sisa keringat di tangannya, lalu membuang sapu tangan itu tepat ke atas wajah Pluto yang sedang mengerang kesakitan sambil berguling-guling.

"Itu bayaran buat tiga tahun hidup gua yang harus dituduh mati," ucap Kenji datar.

Tepat saat itu, Genta bersama lima personel Tim Alpha masuk ke dalam ruangan dengan senjata siap siaga. Begitu melihat pemandangan di depan mereka—tiga pengawal lumpuh dan Pluto yang sedang menangis darah memegangi tangannya yang hancur—Genta langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam ke arah Kenji. Rasa ngeri dan hormat bercampur aduk di dalam dadanya.

"Urus semuanya, Genta," perintah Kenji sambil berjalan melewati tubuh Pluto yang masih merangkak kesakitan. "Panggil tim medis Narendra untuk mastiin dia gak mati karena pendarahan. Gua mau dia tetap hidup saat menandatangani surat pengalihan seluruh asetnya ke yayasan panti asuhan besok pagi. Setelah itu, seret dia ke polisi internasional."

"Baik, Tuan Zeus! Segala perintah Anda akan dilaksanakan dalam waktu tiga puluh menit," jawab Genta tegas.

Kenji berjalan keluar menuju dermaga belakang vila. Angin laut malam yang dingin langsung menerpa wajahnya, menerbangkan rambut hitamnya yang agak gondrong. Di dermaga itu, sebuah kapal pesiar mewah milik Pluto bergoyang pelan mengikuti ombak, kapal yang tadinya akan digunakan untuk kabur kini hanya menjadi saksi bisu kekalahan mutlak sang pengkhianat.

Kenji mengambil gawai militernya, membuka sebuah aplikasi khusus, dan mengetik sebuah perintah pendek untuk menghapus seluruh jejak digital penyerangan malam ini dari radar satelit publik. Namun, tepat saat jarinya akan menekan tombol execute, layar gawai miliknya mendadak berkedip tidak stabil.

Bzzzt... Bzzzt...

Gawai militer dengan enkripsi tingkat tinggi milik Narendra Group itu tiba-tiba menampilkan barisan kode asing berwarna ungu tua yang bergerak sangat cepat, mencoba menembus sistem pertahanan Red Lightning milik Kenji. Kecepatan penetrasinya sangat brutal, jauh lebih cepat dan lebih rapi daripada teknik murahan milik Pluto.

Kenji menghentikan langkah kakinya di ujung dermaga. Matanya menyipit menatap layar gawai.

Sebuah jendela obrolan (pop-up chat) kecil terbuka di tengah layar yang retak. Tidak ada nama pengirim, hanya ada sebuah logo kuno berbentuk tengkorak hitam yang dikelilingi rantai digital—lambang dari jajaran petinggi inti Aliansi Siber Hitam Global.

Sebuah teks ketikan berbahasa Inggris muncul baris demi baris, diketik secara real-time dari belahan bumi yang sangat jauh:

‘Kami tahu itu kamu, Zeus. Red Lightning terlalu unik untuk disembunyikan. Tiga tahun lalu kamu beruntung bisa lolos dari Washington dengan trik kematian palsumu. Tapi malam ini, kamu baru saja menyalakan mercusuar di tengah kegelapan. Selamat datang kembali di papan permainan kami. Nikmati sisa harimu di Indonesia, karena perburuan global jilid dua... resmi dimulai.’

Brak!

Gawai di tangan Kenji mendadak panas dan mengeluarkan asap kecil, pertanda sistem internalnya sengaja melakukan self-destruct untuk memutus serangan balik ekstrim dari seberang samudra.

Kenji menatap puing gawai yang berasap di tangannya, lalu membuangnya ke dalam laut hitam di bawah dermaga. Alih-alih panik atau takut karena identitasnya baru saja bocor ke musuh paling berbahayanya di dunia, sudut bibir Kenji perlahan terangkat. Sebuah senyuman dingin yang sangat mengerikan muncul di wajah layunya.

"Akhirnya... kalian keluar juga dari lubang persembian," gumam Kenji pelan, menatap lurus ke arah cakrawala laut yang luas. "Baguslah. Gua juga sudah bosan pura-pura jadi montir loak."

Genderang perang yang sesungguhnya baru saja ditabuh. Dan malam ini, Jakarta menjadi titik awal dari badai siber global yang akan mengguncang dunia.

1
Nikolaus Bahang
gak jelas ceritanya anjing...awal Pluto sudah kena tangkap skrg ada lagi pluto
Nikolaus Bahang: 🤣🤣🤣🤣 lihat ulang la Thor apa yg di tulis
total 2 replies
SANG
Enak tenang 👍💪Bunga untukmu bro/CoolGuy//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Meloho👍💪
SANG
Menakjubkan💪👍
SANG
Luar biasa bro💪👍
SANG
Mantap bro
SANG
Keren bro💪👍
Manusia Ikan 🫪
:v
Manusia Ikan 🫪
aku sih curiganya Kenji ini admin Zeus yang itu🤫
the misterius author 🐐: hust jangan kasih tau orang bg 🤣
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
kwoakwoa kena iklan judol/Facepalm/
the misterius author 🐐: parah 🤣
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
heleh :v
Manusia Ikan 🫪
mending pindah kerja🐥
the misterius author 🐐
sayang kalau gak baca guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!