NovelToon NovelToon
Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author:

Punya ijazah S1 Akuntansi dengan predikat Cum Laude ternyata tidak berguna di hadapan tagihan rumah sakit yang mencapai ratusan juta. Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Arini terpaksa membuang gengsinya dalam-dalam dan melamar menjadi kepala pelayan di penthouse mewah milik Adrian—seorang CEO muda kaya raya yang terkenal sedingin es kutub utara.Kerja keras Arini yang super rapi dan cerdas perlahan menarik perhatian sang Kakek pemilik takhta konglomerasi. Salah paham pun terjadi. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal, Adrian terpaksa berbohong dan mengenalkan pelayannya itu sebagai calon istri.Sebuah kontrak pernikahan satu tahun akhirnya disodorkan di atas meja marmer.Gaji ratusan juta, seluruh utang lunas, dengan satu syarat mutlak: Dilarang saling jatuh cinta.Mampukah Arini bertahan menghadapi sikap dingin sang konglomerat di bawah satu atap yang sama? Ataukah pernikahan pura-pura ini justru akan mencairkan hati sang es kutub utara yang selama ini membeku?

Bab 1 (Toga dan Kain pel)

Gulungan ijazah S1 Akuntansi dengan predikat Cum Laude itu tergeletak tak berdaya di atas meja kayu yang sudah lapuk. Di sampingnya, selembar kertas tagihan rumah sakit berwarna merah menyala tampak jauh lebih perkasa. Angka di sana berdigit sembilan, lengkap dengan tenggat waktu pembayaran yang tinggal tiga hari lagi.

Arini menghela napas panjang, menatap bayangan dirinya di cermin lemari yang retak. Hari ini dia tidak memakai blazer hitam rapi khas wanita karier yang diimpikannya sejak kuliah. Hari ini, dia memakai kemeja denim longgar dan celana kain yang nyaman untuk bergerak aktif.

Ijazah bernilai tinggi itu tidak bisa mencairkan uang ratusan juta dalam semalam. Namun, sebuah lowongan kerja di agensi penyalur rumah tangga premium bisa.

"Pekerjaannya berat, Arini. Tapi gajinya setara manajer senior di bank multi-nasional," kalimat kepala agensi kemarin sore masih terngiang di telinganya. "Syaratnya cuma satu: kamu harus punya ketahanan mental baja. Majikanmu ini... bukan manusia biasa.”

Dua jam kemudian, Arini sudah berdiri di depan pintu ganda sebuah penthouse mewah di lantai paling atas kawasan Sudirman. Jantungnya berdegup kencang saat menekan bel. Begitu pintu terbuka, kemewahan yang dingin langsung menyergap indra penglihatannya. Rumah itu didominasi warna hitam, abu-abu, dan putih. Bersih tanpa cela, namun terasa mati. Seperti pemiliknya.

"Kamu pelayan baru yang dikirim agensi?"

Suara bariton yang berat dan sedingin es itu membuat Arini refleks menegakkan posisi berdiri. Di hadapannya, seorang pria tinggi dengan setelan jas abu-abu gelap tanpa dasi sedang menatapnya tajam. Matanya sepekat malam, tanpa ada binar ramah sedikit pun. Adrian. CEO muda yang namanya kerap muncul di majalah bisnis, kini berdiri hanya berjarak dua meter darinya.

"Benar, Tuan. Nama saya Arini," jawab Arini, berusaha menjaga suaranya tetap stabil dan profesional.

Adrian tidak menjawab. Ia berjalan mengitari Arini, memperhatikannya dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan menilai yang membuat tidak nyaman. Pandangan Adrian berhenti pada jemari tangan Arini yang bersih dan halus, tidak seperti tangan pekerja kasar pada umumnya.

"Lulusan S1 Akuntansi dari universitas negeri ternama," ucap Adrian datar, membaca selembar kertas CV di tangannya. Ia mendengus meremehkan. "Kenapa seorang sarjana mau mengurus cucian dan memegang kain pel di rumah saya? Kamu sedang merencanakan sesuatu? Mengincar sesuatu dari saya?"

Tuduhan langsung itu membuat darah Arini berdesir panas. Sifat aslinya yang tegas hampir saja membuatnya membalas dengan ketus, namun bayangan wajah ibunya yang pucat di bangsal rumah sakit langsung meredam egonya.

Arini menatap tepat ke manik mata Adrian yang membeku.

"Saya mengincar gaji yang Tuan tawarkan. Sangat besar, dan saya membutuhkannya untuk biaya pengobatan ibu saya. Logika akuntansi saya sederhana, Tuan: Anda butuh rumah yang rapi, saya butuh uang Anda. Saling menguntungkan. Tidak ada motif lain."

Adrian menaikkan satu alisnya. Untuk pertama kalinya, ada pelayan yang berani menatap matanya langsung dan berbicara dengan artikulasi sejelas itu. Sudut bibirnya terangkat tipis, sangat tipis hingga hampir tak terlihat, membentuk senyuman sinis.

"Baik. Kita lihat berapa lama otak sarjanamu itu bisa bertahan di sini," ucap Adrian dingin sambil melemparkan sebuah buku catatan tebal ke atas meja marmer.

"Itu daftar 150 aturan yang harus kamu patuhi di rumah ini. Satu kesalahan kecil, kamu angkat kaki tanpa pesangon."

Tanpa menunggu jawaban Arini, Adrian berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan keheningan yang mencekam di dalam ruangan. Arini menatap buku aturan itu, lalu mengembuskan napas perlahan. Perang baru saja dimulai.

1
sakura
Hallow guys xixi mimin minta maaf karna seminggu ga update tapi tenang aja udah sekarang updatenya doble”. jangan lupa like,komen, dan share yaa cinta-cintaku🫶🏻
sakura
jangan lupa kasih like nya ya manteman,biar authornya ini jadi semangat buat nulisnya xixi😗🫶🏻🙆🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!