Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 5.
Saat ucapan keluar dari mulut Victoria dengan blak-blakan, ibu dan wanita berdiri dibelakang menatapnya terkejut heran. Kenapa nada bicara Victoria begitu berbeda dari biasanya yang tidak pernah berkata demikian.
Pada saat Victoria selesai bicara menatap kearah lain, dia memutar pandangannya menatap ibunya. Tetapi dia sejenak terkejut ketika melihat perubahan pada wajah ibu dan wanita dibelakang dia adalah pelayan pribadinya bernama Reyna.
"Kenapa menatapku begitu, apa ada sesuatu diwajahku?."ucap Victoria sambil menyentuh wajahnya sendiri bingung ketika memperhatikan tatapan mereka berdua terhadapnya
Ketika mendengar perkataan Victoria, ibu dan Reyna menjadi tersadar dari lamunannya. Lalu dengan gugup ibu menggelengkan kepalanya pelan bahwa tidak ada sesuatu diwajah Victoria.
"Tidak ada apapun diwajahmu."ujar ibu dengan cepat merahasiakan keanehan yang sempat terjadi
Mendengar perjelasan ibunya, Victoria menghela napasnya lega dia pikir ada sesuatu menempel diwajahnya. Sampai membuat ekspresi mereka berdua terkejut seperti sebelumnya.
"Kalau begitu ibu segeralah istirahat dikamar, biarkan Reyna yang membantu ibu. Reyna tolong bantu ibu masuk kamarnya."ucap Victoria beranjak dari duduknya tatapannya menatap mereka berdua bergantian
"Baik nona!."jawab Reyna patuh
"Ibu, Victoria masuk kamar dulu, selamat malam!."ucap Victoria kemudian mencium pipi ibunya lalu melangkah pergi menuju kamar
Setelah memperhatikan kepergian Victoria, ibu masih terdiam dengan ekspresi wajahnya yang heran. Meskipun dia adalah putrinya kenapa sikapnya jauh lebih santai daripada biasanya.
Sebagai ibu yang selama ini merawat dan membesarkannya, dia tahu betul semua sikap dan perilaku putrinya selama ini. Akan tetapi untuk pertama kalinya dia melihat sikap putrinya yang begitu santai dan tenang.
Bahkan tanpa menunjukkan sikap pemalu dan polos yang biasa Victoria tunjukkan. Tapi melihat perubahan pada putrinya sedikit membuat dia menghela napasnya lega dan berharap putrinya mulai membuka diri untuk tidak menjadi seorang yang pemalu dan polos lagi.
Agar tidak ditindas lagi oleh selir Venia dan putri Bianca yang licik dan keji itu. Bagaimana pun selama ini dia selalu mengkhawatirkan putrinya apa bila putrinya keluar dari kediaman ini.
Karena dia tidak bisa selalu ada disamping putrinya jika hal buruk terjadi padanya. Dia berharap semoga putrinya bisa melawan ketika putrinya ditindas oleh mereka.
"Nyonya sepertinya nona Victoria sedikit berbeda hari ini."tanya Reyna menatap nyonya Viona dengan tatapan heran saat melihat sikap nona muda yang berbeda dari biasanya
"Kamu benar, tapi saya berharap perubahan sikap Victoria mampu menjaga diri dari kejahatan selir Venia dan putrinya."ujar nyonya Viona dengan penuh harapan
"Benar sekali nyonya, sebelumnya putri Bianca menuduh jika nona Victoria telah menghilangkan hewan peliharaannya dan dengan kasar meminta nona untuk mencari kedalam hutan. Tetapi syukurlah jika nona baik-baik saja dan kembali dengan selamat."jawab Reyna tersenyum kecil merasa ikut lega
Setelah Reyna selesai bicara dengan perasaan lega dihatinya, nyonya Viona mengerti dan turut senang karena Victoria kembali dengan selamat tanpa luka apapun.
"Mereka sering kali menindas Victoria dalam segala hal apapun tentang mereka. Karena itu saya selalu meminta bantuan Alesio untuk menjaga Victoria, saya cukup senang bahwa Alesio masih menganggap Victoria sebagai adiknya."ujar nyonya Viona menatap kearah jendela sejenak mengingat telah begitu banyak merepotkan Alesio demi keselamatan putrinya
"Nyonya benar, tuan Alesio tidak pernah melupakan apa yang beliau ucapkan. Bahkan saya melihat jika nona Victoria pulang bersama tuan Alesio."jawab Reyna sejenak mengatakan apa yang dia lihat didepan kediaman tadi
Mendengar perkataan Reyna saat melihat Victoria pulang bersama Alesio, membuat nyonya Viona semakin merasa lega juga senang didalam hatinya.
Ternyata Alesio sama sekali tidak melupakan ucapan yang dia katakan untuk melindungi Victoria dari selir Venia dan adiknya. Mengetahuinya membuat nyonya Viona begitu tenang dan telah begitu banyak merepotkan Alesio dan dia berniat ingin memberinya hadiah esok hari sebagai balas budi atas kebaikannya.
"Reyna, bisakah antarkan saya kekamar, saya ingin beristirahat."pinta nyonya Viona menatap Reyna meminta bantuan untuk menuntunnya menuju kamar
Dengan patuh Reyna menganggukkan kepalanya mengerti, lalu langsung berdiri disamping dimana nyonya duduk.
"Baik, mari nyonya!."jawab Reyna patuh lalu mengulurkan tangannya kedepan
Sementara dikamar Victoria, dia sekarang sedang mondar-mandir mencari sesuatu yang dia cari. Yaitu sebuah liontin yang akan diberikan pada nenek diacara pesta besok.
Bukankah pemilik tubuh ini meletakkan liontin itu didalam kotak perhiasan. Tetapi kenapa dia tidak menemukan liontin itu didalam kotak, yang hanya dia temukan adalah perhiasan yang lain.
Pada saat Victoria sibuk mencari liontin ditempat lain, langkahnya sibuk mencari dilemari sedang membuka laci paling atas. Saat laci terbuka lebar, tatapan Victoria sejenak terdiam lurus kedepan melihat liontin yang sedang dia cari akhirnya ketemu.
"Ketemu juga liontinnya, tetapi kenapa liontin ini berpindah tempat, aneh!."gumam Victoria lalu mengambil liontin itu dari dalam laci dan menatapnya dengan lekat
"Diingatan pemilik tubuh sebelumnya, liontin ini memiliki kekuatan sihir yang begitu kuat tetapi adik licik itu yang menguasai kekuatan diliontin ini untuk kejahatan. Aku tidak akan memberikan liontin ini jatuh pada adik licik itu."ucap Victoria sambil menatap liontin ditangannya
"Tetapi bagaimana caranya supaya kekuatan dalam liontin ini menjadi milikku?."lanjut Victoria lagi kini dia mulai mengingat kembali cerita didalam novel yang dia baca
Kemudian Victoria berusaha mengingat kembali bagaimana caranya agar liontin itu bisa memunculkan kekuatan yang tersembunyi dan bisa menjadi miliknya.
Jika dia tidak melakukannya malam ini, maka dia akan terlambat lebih dulu dari adik tirinya dan menguasai kekuatan liontin ini setelah dicuri.