NovelToon NovelToon
TANGIS TERAKHIR

TANGIS TERAKHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Emily

Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.

Dunia seakan runtuh saat itu juga.

Hancur. Pedih. Perih...

Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.

Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INCIDENT

Pagi itu Mikha baru saja selesai mandi. Handuk tebal berwarna putih masih melingkar di tubuhnya. Perlahan Mikha melepas lilitan handuk itu. Berdiri di depan cermin, menatap pasat perutnya yang masih tampak rata.

Seketika perasaan haru yang sulit untuk diungkapkan menyelimuti relung hatinya yang terasa sepi.

Perlahan jemari tangan Mikha mengusap lembut perutnya. "Akhirnya kamu datang di kehidupan ku", ucapnya pelan.

"Hampir genap lima tahun aku menantikan mu, sayang. Ternyata kau hadir di saat seperti ini. Papa mu pergi tanpa tahu kau ada di perut mama.."

Terdengar tarikan nafas Mikha yang sedang berbicara dari relung hati terdalamnya pada janin yang tengah tumbuh di perutnya.

"Satu persatu rahasia itu terbuka. Tapi kita harus kuat, kehidupan di depan harus kita raih bersama-sama. Mama janji tidak akan mengucap kata penyesalan lagi sayang, mama sadar kehadiran mu kini membuat mama bahagia. Kita akan selalu bersama", ucap Mikha dengan suara bergetar.

Bukan karena sedih, tapi karena sudah ikhlas akan ketetapanNYA.

"Mama harus kuat, agar kamu juga kuat di dalam sana. Mama harus sehat agar kamu sehat. Mama harus bahagia, agar kamu juga bahagia", ucap Mikhaela berusaha tersenyum.

Perlahan gurat kesedihan yang selalu nampak beberapa hari ini di wajah Mikhaela memudar. Hal itu dirasakan orang-orang yang tinggal di rumah maupun temannya Sandra dan Rania yang sering berkunjung.

Mikha sudah bertekad menyembuhkan luka hatinya dengan berdamai menerima ujian yang ia terima secara beruntun beberapa hari terakhir.

 Namun Mikha masih berpendirian teguh tidak mau menerima begitu saja keputusan keluarga Dion yang memintanya menyerahkan aset pada mereka.

*

Tiga bulan kemudian...

Tampak kesibukan di Fresh & Clean Laundry ( FCL). Sejak pagi Mikha berada di sana, kegiatan rutin hampir setiap hari yang ia lakukan. Dengan kegiatan positif seperti itu mampu membantu Mikha melupakan Dion dan keputusan laki-laki itu mengkhianatinya.

Dari ruang kerjanya yang berdiding kaca Mikha bisa melihat suasana di depan. Kasir tampak sibuk melayani pelanggan yang mengambil barang mereka. Di sebelahnya petugas memeriksa barang-barang yang akan di ambil pelanggan, memasukkannya ke dalam tote bag berwarna putih.

Mikha keluar ruang kerjanya. Wajah cantik alami Mikha sudah terlihat lebih segar. Ia melihat karyawan bagian belakang yang sedang menyeterika pakaian. Beberapa karyawan terlihat sibuk dengan tugas masing-masing.

Bahkan hari ini Nando, Mikha minta standby di tempat laundry karena sebelum magrib terakhir pengiriman. Beberapa hari kedepan laundry libur karena pergantian tahun. Tidak ada karyawan yang Mikhaela rumahkan walau Dion telah tiada. Termasuk Nando yang biasa bersama suaminya. Begitu juga di perusahaan peninggalan suaminya, tetap beraktivitas seperti biasa.

Mikhaela tetap mempertahankan saham suaminya di perusahaan itu. Meski sekarang Tio adik Dion yang sudah memimpin perusahaan. Mikhaela yakin Tio memang layak menggantikan Dion.

Terlihat Wati, memeriksa ulang semua pakaian pelanggan. Wanita itu sangat cekatan dalam bekerja, wajar saja Mikhaela tetap mempertahankan Wati membantunya di tempat laundry walau wati juga tengah hamil.

"Rudi antar laundry ke hotel Arya, Empress dan Daya Cipta. Mereka satu arah. Jangan terlambat, sesuai catatan ini mereka menerima laundry sebelum magrib. Nando akan mengirim yang lainnya", perintah Mikhaela.

Nando dan Rudi menganggukkan kepala, tanda mengerti.

"Hotel Royale dan hotel Emerald bagaimana bu? Mereka minta di antar sebelum magrib juga. Yang di cuci juga penting semua, sprei dan handuk pasti mereka membutuhkan segera", ucap Wati melihat catatan di tangannya

"Kita yang akan mengantarnya. Dua hotel itu satu arah dengan rumah ku. Aku akan mengantar mu ke hotel Royale. Kau urus semuanya di sana. Kemudian aku langsung ke hotel Emerald. Kamu bisa langsung pulang juga setelah dari sana".

"Oke, baik bu", ujar Wati bergegas di bantu karyawan lainnya segera memasukkan barang ke dalam mobil Mikhaela.

*

Mobil Fortuner berwarna hitam yang di kendarai Mikhaela memasuki parkiran mall dan hotel yang satu area.

Saat hendak mengambil laju ke jalan menuju belakang hotel Emerald tiba-tiba ada anak kecil yang berlari kencang dari dalam hotel membuat Mikha terkejut.

"Brakkkk...

"Oh my god. Aku menabrak anak itu?!". Teriak Mikhaela kaget. Ia sangat panik.

Cepat-cepat Mikha menepikan mobilnya. Langsung keluar dari mobil, dengan langkah cepat sambil memegangi perutnya yang tengah hamil lima bulan itu.

"Tuan Eugenee..." pekik laki-laki paruh baya berlari hendak menolong anak yang Mikha tabrak.

"Ya Tuhan apa yang sudah aku lakukan", ucap Mikha dengan suara bergetar melihat kondisi anak laki-laki itu tak bergerak. Sementara orang-orang sudah ramai berkerumun ingin melihat apa yang terjadi disana.

"Pak bawa ke mobil saya. Saya akan bertanggung jawab pada anak bapak", ucap Mikha menunjuk mobilnya.

"Bawa ke klinik hotel saja", ujar salah satu keamanan hotel. Anda ikut kami tegasnya pada Mikhaela.

Mikhaela menganggukkan kepalanya dan mengikuti mereka ke dalam hotel Emerald.

*

Dengan wajah pucat pasi Mikhaela menatap tubuh anak kecil yang berusia sekitar 5 tahun itu tergolek lemah di ranjang klinik yang ada hotel Emerald. Dokter sedang memeriksa kondisi anak itu.

Kondisi anak tampan itu cukup mengenaskan, mengalami lecet di pelipisnya, siku hingga betisnya. Kontras dengan kulitnya yang putih. Meskipun Mikha tidak mengendarai mobil dengan kecepatan kencang namun karena anak itu berlari menyebabkan ia terbentur mobil cukup keras.

Mikha menatap wajah tampan anak laki-laki itu, wajah blasteran. "Ya Tuhan aku mohon selamatkan anak itu. Aku benar-benar kaget, ia tiba-tiba berlari ke arah mobil ku", gumam Mikha terlihat syok sekali berdiri di sudut kamar.

Dari kejauhan terdengar derap langkah cepat saling bersahutan. Sepatu pantofel yang beradu dengan lantai keramik kian mendekati kamar.

"Rahmat...Bagaimana keadaan anak ku? Siapa orang yang menabrak Eugene, dia harus bertanggung jawab!!!", ketus suara bariton menghentak keheningan ruangan itu. Membuat tubuh Mikha gemetaran di tempatnya.

Mikhaela berdiri tak bergeming di tempatnya. Melihat langsung kehadiran laki-laki dewasa berwajah bule dengan rahang tegas berpenampilan rapi mendekati ranjang pasien, memeluk anak yang ia tabrak. Laki-laki itu nampak panik.

"Oh my god, Eugene kesayangan daddy kenapa kamu bisa begini", ucapnya fasih dalam berbahasa Indonesia. "Mana orang itu? Jangan bilang kalian melepaskan nya!!". Suara itu begitu terdengar menggelegar menatap satu-persatu orang di sekitar ranjang putranya yang belum sadar juga.

"Tuan Dante, nona ini yang menyebabkan tuan muda Eugene mengalami kecelakaan. Saya berusaha mengejar putra anda namun terlambat. Kejadian begitu cepat", ujar laki-laki paruh baya yang Mikha lihat pertama kali saat kejadian.

Laki-laki bernama Dante ayah anak itu seketika memutar kepala menatap tajam kearah Mikhaela yang berdiri di sudut ruangan.

Wajah Mikhaela kian memutih dengan tubuh gemetaran. Sungguh ia pun sangat kuatir akan kondisi anak itu, bagaimana jika ia tidak selamat. Pikiran itu terus memenuhi kepala Mikhaela sejak pertama kejadian.

Dante menghunuskan tatapan tajam mata biru miliknya pada Mikhaela. Tak luput memperhatikan kondisi Mikhaela yang tengah berbadan dua itu. Wajahnya nampak dingin dengan rahang kian mengetat tegas. Ia berdiri dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celananya.

"Kenapa kamu masih nekat mengendarai mobil tengah hamil besar seperti ini!", bentaknya dengan suara tinggi.

 "Kamu lalai, lihatlah akibat perbuatan mu pada anak ku!!". Dante menghardik Mikhaela dengan tatapan bak elang yang tengah berburu mangsa.

"Awas saja kalau anak ku kenapa-napa, kamu harus bertanggung jawab!!", ketus Dante dalam bahasa Indonesia fasih, dengan jelas Mikha mengerti perkataannya.

Mikhaela menganggukkan kepalanya. "Maafkan saya tuan, saya pasti bertanggungjawab. Tapi anak anda lah yang berlari kearah mobil saya secara tiba-tiba. Tuan bisa melihat CCTV hotel. Saya yakin pasti terekam dengan jelas kejadiannya".

Mendengar alasan Mikha, semakin laki-laki di hadapannya itu menatapnya dengan dingin dan tidak bersahabat.

"Apapun alasannya, kamu lalai!!"

"Aku mau Eugene di periksa menyeluruh di rumah sakit terbaik", tegas Dante pada dokter yang bernama Reyhan.

Dokter muda itu segera menganggukkan kepalanya. "Iya tuan. Pemeriksaan awal yang saya lakukan, Eugene mengalami luka luar saja. Tapi kalau tuan ingin lebih pasti memang sebaiknya lakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Saya akan membuat surat rujukan".

"Lakukan segera", jawab Dante.

Mikhaela melihat jam tangannya, sekarang sudah malam pukul delapan. Mikha tampak gusar. Ia sedang berpikir bagaimana caranya supaya bisa pamit sebentar untuk mengantarkan laundry. Orang mengantar waktu itu meminta di antar sebelum Maghrib, sekarang sudah dua jam terlewat.

Namun sebagai bentuk pertanggungjawaban Mikhaela pada Eugene, tentu saja ia tidak akan langsung pergi.

Jari mungil anak itu bergerak-gerak.

"Tuan Dante, Eugene sudah sadar", ujar laki-laki yang datang bersama Dante beberapa saat yang lalu. Ia setia berdiri di dekat ranjang pasien.

"Eugene, buka matamu sayang.."

Perlahan kelopak mata Eugene terbuka. Anak itu langsung duduk, meskipun sudah diingatkan untuk tetap berbaring. Tangan mungilnya memeluk erat leher Dante.

"Kenapa kamu keluar hotel, bukankah daddy bilang mainnya di ruang kerja daddy saja".

"Aku bosan di ruangan mu, aku ingin ke mall membeli mobil-mobilan dad", jawabnya yang berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan wajah menggemaskan. Sampai-sampai membuat Mikhaela yang berdiri cukup jauh dari mereka tersenyum melihat pemandangan manis itu.

Eugene menatap Mikha. "Mommy..."

"Dad...Is she my mom?". Kata-kata polos itu keluar dari bibir Eugene.

Mengagetkan semua orang, termasuk Mikhaela yang mengerti perkataan anak itu karena ia lulusan sarjana sastra Inggris.

...***...

To be continue

1
Amelia
Akhirnya kebuka semua, klrg Sadewa itu emang gak ada yg baik. Tio sama aja kek Nania. Syukurlah ada Dante yg ngelindungi Mikha
Amelia
Jgn unboxing dl ya sampe mrk halal, biar enak bcnya. Nania visualnya sadis amat😱😂
Ariany Sudjana
mampus kamu Tio, kamu dan keluarga kamu itu hanya butiran debu Dimata Dante 😂😂
Fitria Syafei
KK cantik mantaf 😍😍 terimakasih 😘
Delyana.P
Mampos kau Tio. Lawan tuh dante yg punya segalanya, harta dan kekuasaannya lebih kaya dari keluarga mu. Seneng aku bacanya kl satset kayak gini. Semangat thor. Selamat lebaran ya👍
Delyana.P
Wow sekelas Dante di bilang gak jelas. Ngakak. Ternyata satu klrg bener bener gila semua 😡
Delyana.P
Lah kok malah ngomong dlm ati sih Dan, ya utarakan aj gitu loh. 😂👍
Delyana.P
Buruan ke pelaminan. Dante org luar kebanyakan romantis sih. Mikha di ratukan bgt👍
Fitria Syafei
wow mereka 😍 KK cantik kereen 😘😘
Dinda Wei
Aw aww so sweet bgt mereka🥰
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂
Vanni Sr
pensarn bgt part dmn dion hadirrr
Dinda Wei
Ahh so sweetnya. Semoga Dante tulus ya. Jangan pula semua tokohnya jahat thor. Bingung jd gimana alurnya kalau jahat semua 😂
Dinda Wei
Tuhkan Tio. Mereka nggak akan berhenti mengusik mikha sampai mendapatkan harta.
Dinda Wei
Untung ada Dante yg gercep. Pasti Tio atau gak Nania pelakunya.
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍😍 terimakasih 😘
Delyana.P
Benar ternyata Tio yg kasih bunga, mungkin mau lakuin rencana deketin Mikha tuh, tapi maaf ya tio Mikha udah ada yg lindungin. Siap2 kamu masuk jeruji besi
Delyana.P
Kalau nggak dari Tio ya dari Nania. Siapa lagi yg suka bikin rusuh kalau bukan mrk keluarga stres. Atau bs jadi Warda 🤔
Delyana.P
Kalau nggak dari Tio ya dari Nania. Siapa lagi yg suka bikin rusuh kalau bukan mrk keluarga stres. Atau bs jadi Warda
Amelia
Keluarga Sadewa gila semua. Nggak ada yg waras. Keluarga problematik. Mungkin Dion yg normal makanya ia di tunjuk ayahnya lanjutin perusahaan. Jgn2 dion juga di habisin sama tio😱
Ariany Sudjana
nah ketahuan kan, orang yang kirim bunga itu Tio? dan semua punya maksud terselubung, jangan lengah yah Mikhaela, kamu harus cerdas dalam menghadapi keluarga toxic seperti ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!