NovelToon NovelToon
Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Gadis Tulalit Jadi Pengantin Pengganti MR. AROGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Pengganti / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Pengasuh
Popularitas:29.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Demi mengejar cinta masa kecilnya, Raynara rela meninggalkan statusnya sebagai putri mafia Meksiko. Ia menyamar menjadi babysitter sederhana di Jakarta dan bersekolah di tempat yang sama dengan sang pujaan hati.

Namun, dunianya seolah hancur mengetahui Deva telah dijodohkan dengan sahabatnya sendiri.

Sebuah insiden di hari pernikahan memaksa Rayna maju sebagai pengantin pengganti. Mimpi yang jadi nyata? Tidak. Bagi Deva, Rayna hanyalah gadis ambisius yang haus harta.

"​Tugas kamu itu urus Chira, bukan urus hidupku. Jangan mentang-mentang kita satu sekolah dan sekarang kamu pakai cincin ini, kamu bisa atur aku. Di sekolah kita asing, di rumah kamu cuma pengganti yang mencuri posisi orang lain."

Di antara dinginnya sikap Deva dan tuntutan perjodohan di Meksiko, sanggupkah Rayna bertahan? Ataukah ia akan kembali menjadi ratu mafia yang tak punya hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Huekk!

Di lantai atas, remaja yang biasanya keras kepala dan angkuh itu kini terbaring tak berdaya di balik selimut tebalnya. Tubuhnya menggigil hebat karena demam tinggi yang menyerang tiba-tiba. Dalam kondisi tidak sadar, Deva terus meracau, memanggil nama Rayna tanpa henti dengan suara yang parau dan penuh penyesalan.

Xavier yang sejak tadi berada di dekat kamar kakaknya, melangkah keluar dan mendekati sang ayah. Bocah berusia 11 tahun itu berdiri dengan sikap tubuh yang sangat tenang, kontras dengan suasana emosional yang melingkupi orang tuanya.

"Dad," panggil Xavier dengan suara yang stabil. "Sebaiknya Daddy menenangkan diri dan mendinginkan kepala terlebih dahulu."

Nicholas menoleh, menatap putra bungsunya dengan napas yang masih tersenggal.

"Amarah hanya akan membuat suasana menjadi lebih kacau dan tidak akan menyelesaikan apa pun," lanjut Xavier datar. "Kak Deva sudah mendapatkan hukumannya sendiri melalui rasa bersalahnya. Saat ini, yang kita butuhkan adalah solusi, bukan ledakan emosi."

Melihat ketenangan luar biasa di mata Xavier, Nicholas seolah tersentak. Ia terdiam sejenak, membiarkan logika yang dibawa oleh si bungsu meredam gejolak di dadanya. Nicholas menghela napas panjang, mencoba mengatur ritme jantungnya yang masih berdegup kencang karena amarah.

Di tengah suasana tegang itu, Cecilia mendekat. Wajahnya tampak lebih tenang dibandingkan yang lain, memberikan sedikit udara segar di ruangan yang pengap oleh emosi itu.

"Dad, Mom... tenanglah. Rayna sekarang berada di tempat yang aman," ucapnya meyakinkan. "Dia hanya butuh waktu untuk menenangkan diri tanpa bayangan Bang Deva. Biarkan dia bernapas sejenak."

Nicholas terdiam. Mendengar menantunya harus melarikan diri membuat hatinya mencelos. Ada rasa bersalah yang menghujam jauh ke dalam lubuk hatinya karena hingga detik ini, ia sendiri belum sempat meminta maaf secara formal kepada Rayna atas segala kekacauan yang terjadi. Tanpa sepatah kata pun, Nicholas berbalik dan melangkah menuju ruang kerjanya dengan bahu yang tampak lebih berat.

Alexa dan Xavier pun memutuskan untuk memberikan ruang bagi Nicholas, sementara Cecilia memilih untuk masuk ke kamar Deva.

Di dalam kamar, suasana begitu kontras dengan kemewahan isinya. Deva terbaring di balik selimut tebal dengan bibir yang pucat pasi, namun pipinya memerah akibat demam tinggi. Cecilia duduk di tepi ranjang, menatap kakak laki-lakinya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Meski ia sangat marah atas perbuatan kejam Deva kepada sahabatnya, melihat sosok yang biasanya angkuh itu kini tumbang tak berdaya tetap saja menyisakan rasa tidak tega di hatinya.

Begitu Cecilia hendak berdiri untuk mengambil kompres baru, tiba-tiba sebuah tangan yang panas mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat. Deva membuka matanya yang merah dan sembab secara paksa.

Cecilia mengira kakaknya ingin meminta minum atau sesuatu, namun di luar dugaan, Deva justru menariknya hingga terduduk dan langsung memeluknya dengan sangat erat, seolah-olah ia sedang memegang satu-satunya harapan hidupnya.

"RAYNAAAAA! JANGAN PERGI! AKU TIDAK BISA HIDUP TANPAMU!" raung Deva dengan suara parau yang menyayat hati, air matanya kembali tumpah membasahi bahu Cecilia.

Cecilia melongo seketika. Ia tertegun sejenak sebelum akhirnya mendesis kesal dan berusaha melepaskan diri dari dekapan maut kakaknya yang sedang berhalusinasi itu.

"Apa-apaan sih, Bang Dev ini?! Sadar! Aku Cecil, bukan Rayna!" seru Cecilia sembari mendorong bahu Deva dengan tenaga penuh. "Singkirkan tanganmu! Mulutmu itu bau jigong, tahu! Berhenti menangis, dasar cengeng!"

Memang dari semua saudara di keluarga Rich, hanya Deva yang memiliki kebiasaan aneh, jika sudah terserang demam tinggi, ia akan meracau dan mengigau seolah-olah jiwanya sedang terjebak di dimensi lain. Ironis memang, pria yang tadi siang mengerahkan seluruh geng motornya dengan beringas, kini justru terlihat seperti anak ayam yang kehilangan induknya di pelukan sang adik.

“Maafkan aku, Ray. Jangan pergi,” mohon Deva berkaca-kaca membuat Cecilia merasa kasihan.

“Aku akan menuruti apapun yang kamu mau, asal kamu tetap di sisiku. Huekk!”

Cecilia melongo melihat Deva tiba-tiba muntah banyak.

“Hiiik! Abang! Kenapa muntah di pahaku sih?! Emang aku ini tong sampah?” pekik Cecilia jijik lalu menyentil kening Deva hingga Tuan Muda Arogan itu jatuh terlentang tak sadarkan diri lagi.

“Ihh! Menyebalkan! Habis muntah malah pingsan!” gerutu Cecilia buru-buru membersihkan diri dengan wajah penuh rasa jijik.

Setelah memastikan Deva kembali terlelap, Cecilia menghela napas panjang lalu meraih ponselnya.

Tanpa pikir panjang, ia segera menghubungi Rayna.

“Halo, Rayna! Kamu lagi apa?” tanya Cecilia Begitu panggilan tersambung. Ia khawatir.

Di seberang sana terdengar suara ceria yang kontras dengan suasana rumah mereka.

“Onty Layna lagi betelnaaak!”

Cecilia mengernyit. “Apa? Beranak?”

“Bukan belanak! Tapi betelnak!” sahut suara cempreng itu lagi.

Cecilia memijat pelipisnya. “Hah? Beternak apa sih maksudnya?”

“Betelnak ayam! Ih, Onty ini budeg sekali. Kupingnya pellu dikolek pakai lidi kayaknya!” omel suara polos itu tanpa dosa.

Cecilia terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang dengan pasrah.

“Oh… beternak ayam…” gumamnya pelan, antara ingin tertawa dan menangis.

Di saat Deva sedang kacau, di sisi lain Rayna justru… Sibuk beternak ayam?

_____

Bersambung.......

Jangan lupa dukungannya...

1
Lisa Halik
makasih thor...rajin2 ya
tia
semangat thor ,, dn sukses karya nya.
Annabelle
mmm...deva romantis banget ..
tia
lanjut thor ,,belom lengkap kalo gk ada cedal
Mom Ilaa: di bab barunya nanti kak😆
total 1 replies
Gita ayu Puspitasari
lucu🤣
Lisa Halik
mmmmm
AltaeAT
lanjut thor
Heni Mulyani
lanjut
Riana
🤭
Lisa Halik
sudah bagi gift thir...lagi2 updatenya...makin seru/penasaran sebab kalendra bakal turun ke jarkarta indonesia
Mom Ilaa: siap-siap Dev disidang ayah mertua 🤭, trima kasih dukungannya ♥️
total 1 replies
ovi eliani
bagus rayna kasih pelqjarqn tuh Deva
Virenneluplup
nih bocah, kirain napa tadi
Heni Mulyani
lanjut
Jj^
terimakasih Thor 🤗
semangat update trs ya sampai tamat💪🤗
Nurjannah Rajja
Kurkas rusak mana dingin, panas malah....😁
Nurjannah Rajja
Salah duga😁
Adinda
lanjut thor sampai 5bab lagi😄
Lisa Halik
sudah beri gift thor...lagi thor di lanjut updatenya......biar deva galau&betul2 nyesal atas perbuatannya
Lisa Halik
makasih updatenya thor...
tia
lanjut thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!