NovelToon NovelToon
Miss Magang Menyebalkan

Miss Magang Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:640
Nilai: 5
Nama Author: Nadiya Nafras

Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lama ya

" Kira-kira berapa lama ya misalkan magang di sini bersama dengan Pak Kevin?"

" Saya akan megang di sini kurang lebih 4 bulan."

" Alamat rumah Miss ada di mana?"

" Saya ngekos di dekat universitas a."

" Umur Miss berapa?"

" Umur saya 19 tahun."

" Miss sudah punya pacar atau belum?"

" Kebetulan sudah."

" Ya Miss Intan nggak enak."

" Ada pertanyaan lagi, kalau sudah tidak ada pertanyaan kita akan melanjutkan proses belajar mengajar." ucapnya dan mereka semua pun menggelengkan kepalanya.

...----------------...

Gina saat ini juga sedang ikut dengan guru pamongnya yaitu Pak Haris, Iya memasuki kelas 7³. Saat ini Gina bersama dengan Pak Haris melenggangkan kakinya masuk ke ruangan kelas tersebut, tentunya para siswa di sana sangat penasaran dengan siapa sebenarnya Gina.

" Selamat pagi anak-anak."

" Pagi pak"

" Bapak yakin saat ini kalian pasti sangat penasaran dengan siapa sosok yang berada di samping bapak."

" Miss Itu siapa Pak?"

" Silakan kamu perkenalkan dirimu terlebih dahulu kepada anak-anak." ucapnya dan Gina pun melangkahkan kakinya maju ke depan.

" Halo semuanya, perkenalkan nama saya Dina dan kalian semua bisa memanggil saya dan sebutan Miss Gina."

" Halo Miss."

" Selama beberapa bulan ke depan miskinnya akan menemani saya dalam proses belajar mengajar, dan jika saya tidak masuk ke dalam ruangan kelas ini maka Miss Gina lah yang akan mengajarkan kalian bahasa Inggris."

" Baik pak."

...----------------...

Saat ini Pak Krisna dan juga Ira juga sedang memasuki ruangan kelas, mereka berdua pergi memasuki ruangan kelas 8⁴. Pak Krisna pun menatap ke arah seluruh siswa yang berada di ruangan kelas tersebut, dan tentunya para siswa itu tampak terkejut dengan keberadaan Ira. Karena sepengetahuan mereka Pak Krisna sangatlah tidak mungkin memiliki seorang mahasiswa bimbingan, karena sejak dulu Pak Krisna tidak pernah menerima mahasiswa bimbingan.

" Kalian semua bisa melihat kalau di sebelah saya ada seseorang yang akan menggantikan saya di kelas ini selama beberapa bulan ke depan, Saya harap kalian bisa saling menghargai dan menghormati agar tidak terjadi kasus pembullyan di ruangan kelas ini. Saya hanya tidak ingin karena sebuah masalah kecil akan menjadi sebuah bencana, tentunya hal itu akan merugikan pihak sekolah." jelasnya dengan tatapan yang sangat tajam.

" Baik Pak kami tidak akan melakukan hal tersebut."

" Syukurlah kalau kalian mengerti dan tidak akan melakukan hal tersebut, kalau begitu silakan kalian melakukan perkenalan dengan Miss Ira dan nanti selepas melaksanakan tersebut saya akan kembali lagi ke ruangan ini." ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan ruangan kelas itu.

" Halo semuanya. Adakah pertanyaan yang ingin ditanyakan sebelum kita memulai proses belajar mengajar?"

" Mengapa Ibu mau sama Pak Krisna?"

" Apa maksud dari pertanyaan itu."

" Ya kenapa Ibu bisa sama pak Krisna, padahal kan di sekolah ini ada banyak guru magang lalu kenapa ibu malah memilih Pak Krisna."

" Saya tidak ada memilih siapakah seorang guru yang akan menjadi pembimbing saya, ini semua langsung dipilih oleh Kepala sekolah"

...----------------...

Saat ini indah dan juga Irma sedang berada di meja pikat, mereka berada di sana karena guru pamong mereka tidak memiliki jam di jam itu. Tentunya mereka sangat penasaran dengan apa yang telah terjadi dengan teman-temannya, mereka sangat tahu teman-temannya itu pasti sangat tegang ketika berada dalam ruangan kelas. Apalagi itu adalah momen pertama kali mereka masuk ke dalam ruangan kelas, yang di mana pastinya hal itu membuat mereka sedikit bergetar.

" Kira-kira mereka berjalan dengan lancar atau tidak ya?" ucap Irma yang khawatir.

" Kau tidak perlu khawatir dengan mereka Irma, lagian kita juga telah mempersiapkan hal ini kan."

" Yang kau katakan itu memang sangat benar Indah, hanya saja kita belum menyiapkan apa-apa yang ingin disampaikan di dalam ruangan kelas. Kita hanya mempersiapkan diri dan juga mental saja, karena kita memang takut tiba-tiba diminta masuk ke dalam ruangan kelas."

" Setidaknya kita sudah mempersiapkan, untuk apa yang akan kita sampaikan dalam ruangan kelas nantinya biarkan saja berjalan sesuai dengan arah pemikiran kita. Karena kita juga tidak mengetahui situasi Apa yang akan terjadi di dalam sana, yang terpenting kita sudah melakukan semaksimal mungkin yang kita bisa."

" Kau sama sekali tidak memikirkan mengenai Intan, kau kan tahu sendiri Intan itu orangnya gampang gugup."

" Tentu saja aku memikirkan mengenai Intan, tetapi aku tidak boleh terlalu berfokus padanya juga kan. Lagian dia sudah dewasa, jadi aku tidak boleh selalu mengatur kehidupannya. Kami memang terlahir sebagai anak kembar dan selalu bersama, tapi bukan berarti aku harus menghadapi semua situasi yang dia hadapi juga."

" Kau ingin membiarkan Intan belajar mandiri gitu?"

" Benar sekali Irma, Aku tidak akan mungkin selalu bersama dengannya. Jadi aku harus membiarkannya mandiri, dengan begitu dia bisa menjalani kehidupan ini tanpa ada aku. Kita sudah dewasa dan kita tidak akan selalu bersama, suatu hari nanti kita juga akan menikah dan menghadapi kehidupan kita masing-masing."

" Entah kenapa aku merasa belakangan ini kau lebih mirip dengan Grace, pola pikirmu hampir sama dengannya. Apakah karena kau memang dekat dengan Grace jadi pola pikirmu hampir sama dengan dia?"

" Aku memang belajar dari Grace, Aku belajar darinya kalau harus membiarkan adikku hidup mandiri. Karena aku tidak akan mungkin selalu bersama dengan adikku itu, kau lihat saja Gina yang dulu dan yang sekarang. Mungkin kau bisa membandingkan karakter dari Gina yang dulu dan juga yang sekarang, dan Gina yang sekarang jauh lebih mandiri daripada Gina yang kita kenal dulu."

" Setelah kau katakan aku baru menyadarinya, Gina yang dulu sangat sama seperti Intan. Tetapi sekarang Gina lebih mandiri dan dia berani menghadapi situasi, dan itu semua karena didikan dari Grace yang memintanya untuk belajar mandiri. Aku masih ingat ketika pertama kali Grace meminta Gina untuk belajar mandiri, di hari itu Mereka perang hebat dan keduanya sama-sama menangis."

" Itulah yang aku pelajari dan saat ini sedang aku terapkan pada Intan, dan aku yakin Intan pasti bisa menghadapi semua kehidupan ini. Aku yakin dia bisa menghadapi semuanya, dan Aku juga yakin dia pasti akan sukses dengan jalan pemikirannya sendiri."

" Semoga saja semuanya berjalan dengan sangat baik ya Indah, Aku juga berharap kehidupan kita nantinya juga akan berakhir bahagia. Kita memang bersahabat dan selalu berusaha untuk bersama, tetapi kita juga tidak mengetahui alur takdir yang sesungguhnya untuk kita. semoga saja di kemudian hari kita juga masih bisa bersahabat seperti saat ini, Karena persahabatan ini sangatlah indah dan aku sebenarnya tidak ingin kehilangannya. Tetapi aku juga tidak bisa berpatok pada hal ini saja, saat ini kita sedang berada dalam dunia pendidikan dan suatu hari nanti kita juga akan dipisahkan oleh dunia pekerjaan." jelas Irma.

1
mond ☘︎☘︎
boleh kasih saran?
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)
Nadiya Nafras
oke kak, terimakasih
mond ☘︎☘︎: sama sama ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!