Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24 Pamit
Sebenarnya Diana tidak menyukai suaminya mendekati adik iparnya. Tapi untuk kali ini ia tidak bisa mengatakan apapun, karena ia sudah melakukan kesalahan telah membantu sang ibu mertua untuk membuang pakaian Clarissa, yang membuat suaminya marah padanya .
Di rumah Pak Malik tepatnya di ruang keluarga, suasana di sana sangat kacau, hanya karena ulah Bu Mulan yang tidak menyukai Clarissa, hingga membuat keluarga tersebut menjadi berantakan, Pak Malik yang duduk di sofa sambil mengatur pernapasannya yang terasa sesak.
Clarissa yang dipeluk oleh adik dan abangnya, nampak jelas adik dan abangnya sangat menyayangi Clarissa. Aditya juga menangis di sana namun ia menyembunyikannya. Ia Menangis Tanpa Suara karena terluka melihat kakaknya, sedangkan bang Dika dia adalah pria yang cukup sudah dewasa, yang memeluk kedua adiknya tanpa mengatakan apapun.
Bang Dika merasa gagal menjadi seorang Abang, dan tidak bisa melindungi adik perempuannya, ia menyesali keputusannya yang hanya demi rumah tangganya tetap tentram, Ia terus berpura-pura tidak melihat kejadian yang dialami adik perempuannya.
Tapi ternyata diamnya itu adalah kesalahan besar, yang sangat ia sesali, ia sudah diam dan mengalah hanya demi rumah tangganya tetap utuh. Tapi sungguh ia sangat menyesal sebagai Abang dan sebagai anak pertama, tidak seharusnya ia diam dan pura-pura tidak melihat apapun.
Diana dan Bu Mulan Masih Terus Berdiri kedua wanita itu tidak bisa berbicara apapun, bahkan Bu Mulan yang terbiasa dengan dirinya yang tidak bisa menahan amarah, kali ini hanya diam membisu.
Clarissa sudah mulai tenang, bang Dika dan Aditya melepaskan pelukan menatap perempuan yang mereka sayangi.
" Bang, malam ini aku mau ngontrak, "ujar Clarissa dengan suara serak.
"Tapi Dek, apa tidak lebih baik tetap di rumah saja, Abang janji Abang akan-"
Ucapan Abang Dika terhenti saat melihat Clarissa menggeleng dengan lemah, Bang Dika lalu mengangguk dan berkata," Abang akan mengantarmu.''
"Aku ikut Bang, " ujar Aditya lalu mengambil tas selempang kakak perempuannya yang tergeletak di atas ranjang.
Bang Dika memapah Clarissa, lalu mendekati Pak Malik yang terlihat sangat lemah, mungkin karena tekanan melihat keluarganya yang sangat berantakan.
Bang Dika lalu berkata, sekaligus izin pada Pak Malik, " Pak, Aku antar Clarissa dulu, Bapak tenang saja aku akan mengurus semuanya dengan baik dan akan memastikan Clarissa mendapatkan kontrakan yang layak dan aman. "
Pak Malik menggangguk dengan lemah, Clarissa pun duduk di samping pak Malik lalu memeluk pria tua itu, Clarissa terdiam merasakan nafas Bapaknya yang terdengar cukup lemah. Clarissa merasa sedih harus pergi meninggalkan bapaknya.
Pak Malik merasakan jika putrinya juga merasa berat untuk keluar dari rumah ini, Pak Malik mengusap kepala putrinya lalu berkata, " Pergilah nak, jika rindu kamu bisa datang ke rumahmu ini."
Clarissa tidak mengatakan apapun, ia menatapi wajah Pak Malik yang sudah ada sedikit kerutan di sudut matanya, hati Clarissa merasa sesak saat melihat bapaknya sudah tua, Clarissa pun mencium pipi Pak Malik.
"Pak, Aku pergi dulu." Clarissa berkata tanpa kembali menoleh pada Pak Malik.
Air mata yang sudah Pak Malik tahan sejak tadi kini sudah tidak bisa ditahan lagi, air mata itu terjatuh saat melihat putrinya keluar dari pintu rumah, untuk pergi mencari ketenangan.
Diana melihat suaminya pergi bersama adik iparnya, ia pun pergi ke kamarnya. Tinggal Pak Malik dan Bu Mulan keduanya saling terdiam, Pak Malik pun berdiri, lalu melirik istrinya.
" Sudah puas kamu Bu?! " setelah mengatakan itu Pak Malik pun pergi ke kamar.
Bu Mulan diam membisu, Ia pun duduk di sofa dengan ekspresi wajah rumitnya. Bu Mulan merasa puas melihat kesedihan di wajah Clarissa, dan juga Clarissa yang menyerah membuatnya merasa sangat puas.
Tapi hatinya terasa kosong, ia tidak menangis juga tidak menunjukkan kemarahan wajahnya biasa saja tanpa ekspresi. Tapi hatinya terasa kosong.
Bu Mulan juga tidak tahu kenapa, ia tidak merasa senang setelah melihat putrinya, yang sangat ia benci telah pergi dari rumah dan menyerah akan dirinya.
...****************...
Bang Dika membelokkan motornya, mengikuti arahan Clarissa, lalu mereka pun sampai di kontrakan Clarissa, bersama Aditya yang mengekor di belakang.
Bang Dika melirik sekitar memperhatikan tempat tersebut, Clarissa berjalan ke arah pintu yang sudah ia kontrak, lalu membuka kunci.
Bang Dika yang masih berdiri di belakang ia menoleh pada Aditya, lalu berkata, " Apakah kakakmu sudah merencanakan ini? "
Aditya menggeleng, lalu berkata, " kakak tidak pernah mengatakan untuk mengontrak, sepertinya tadi siang Ibu kembali berkata buruk lagi. Hingga Kakak memutuskan untuk mengontrak, karena tadi sore aku berniat untuk menjemput Kakak ke cafe. Tapi ternyata kakak tidak masuk kerja."