Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengacara Indira, istri baru papaku
...Justin menolak memakan nasi goreng buatan Indira, wajahnya berubah masam “kita gak butuh nasi goreng buatanmu” ucap Justin pergi meninggalkan meja makan....
...“Aku juga gak mau, mama kita gak bakal tergantikan” diikuti Brilia juga pergi meninggalkan meja makan, tersisa Gibran dan anak bungsunya yang masih duduk di meja makan....
...“Kalau kalian juga gak mau ya sudah dibuang saja” ucap Indira beranjak meninggalkan meja makan setelah sarapan....
...Dibalik tembok ruang tamu Indira melihat Gibran dan sasha mengambil piring untuk makan nasi goreng buatan Indira, “pa ternyata nasi goreng buatan Tante enak” ucap Sasha senang....
...Gibran hanya menganggukkan kepala karena dia terlalu fokus makan nasi goreng yang indira buat. Indira yang melihatnya merasa senang....
...Di Kantor pengacara Indira, sekretaris nya memberitahu apabila hari ini ada jadwal bertemu dengan klien yang menyangkut kasus PT Murni alam....
...“Oke jam 10 pagi kita ke kantornya” perintah Indira....
...Diluar kantor Tejo Wicaksono datang membuat kericuhan, dia memakai alat speaker (toa) menyuruh Indira untuk keluar kantor. Security yang berada di garda depan berupaya untuk mengusir nya namun ditolak mentah-mentah oleh Tejo dengan mengucapkan kata-kata kasar. “Mau kamu apa sebenarnya?” Indira datang dengan memakai kacamata hitam menenteng tas diikuti sekertaris nya dari belakang....
...Tejo menghampiri Indira dengan salah tingkah, “Indira maukah kamu menjadi pacarku?” Tejo berlutut didepan semua orang yang melihatnya dengan memberikan cincin serta buket bunga kepada Indira. Ekspresi Indira berubah drastis, dia sedikit risih melihat Tejo sebegitu frontalnya melakukan semua ini....
...“Maya hari ini kamu temenin aku bertemu dengan suamiku ya” ucap Indira sambil memamerkan cincin pernikahan di jari manisnya....
...Tejo yang tidak terima lalu marah-marah “kamu bohong kan sama aku, gak gak aku gak percaya kamu udah nikah”....
...“Nih kalau anda tidak percaya bisa cek di kantor KUA atau catatan sipil kalau bosku ini udah nikah, terima aja kenyataan kalau cintamu bertepuk sebelah tangan” ledek Maya dengan rasa puas....
...Tejo yang malu karena ditolak cintanya oleh Indira dengan berat hati meninggalkan lokasi, dia menyimpan rasa kesal terhadap Indira....
...“Bu sepertinya pak Tejo kesal” bisik maya kepada Indira....
...“Biarin aja, aku juga bosen dikejar dia terus” sahut Indira membuka mobilnya lalu pergi meninggalkan kantornya bersama Maya sekertaris nya....
...Dikantor, Gibran dihampiri asistennya yang memberitahu apabila jam 10 pengacara yang disewa akan datang, “pak saya sudah menyewa pengacara hebat untuk kasus ini, pengacara nomor 1 di kota ini” ucap Teddy asisten Gibran....
...“Siapa namanya?” Tanya gibran....
...“Dia dijuluki pendekar ulung oleh kliennya karena selalu memenangkan kasus yang ditangani, tapi kalau tidak salah dengar dia juga selalu pilih-pilih klien pak. Dia tidak memandang berapa banyak kliennya membayarnya tapi dia melihat masalah yang dia bisa pecahkan agar potensi kedepannya bisa mensukseskan karirnya” ucap penjelasan asistennya....
...“Oke kita tunggu saja” ucapnya sambil merapikan jasnya....
...Tak berselang lama sekertaris pribadi Gibran memberitahu apabila pengacara yang disewa oleh Gibran sudah datang, sekertaris Gibran membukakan pintu kantor untuk Maya masuk keruangan Gibran. “Silahkan masuk Bu” ucap sekertaris Gibran....
...“Terima Kasih” ucap maya singkat....
...“Kamu pengacaranya?” ucap Gibran memandangi Maya....
...“Oh bukan pak saya sekertaris nya…..” Belum selesai Maya berbicara, Indira masuk membuka pintu kantor Gibran....
...Mereka terkejut satu sama lain, saling pandang-pandangan “kamu ngapain disini?” Tanya Gibran heran....
...“Maaf ini pengacara Indira bos saya” maya memperkenalkan atasannya kepada Gibran....
...“Kamu pendekar ulung” ucap Gibran sempat ragu....
...“Kenapa raut wajahmu seperti itu, kamu kaget aku kerja memang Tante rosa gak cerita sama kamu tentang bio aku” ucap Indira sengit sambil menyilangkan tangannya ke ketiak. Maya dan Teddy saling memandangi bosnya satu sama lain, “silahkan duduk bu Indira” Teddy memecahkan suasana yang sempat tegang....
...Gibran sedikit protes kepada Teddy kenapa dia menyewa pengacara wanita dan menyewa pengacara asal-asalan, ucapan Gibran membuat telinga Indira memanas. Raut wajah Indira kesal, tangannya meremas ponsel yang ia pegang “may kita balik kantor aja, untuk kasus PT Murni alam di cancel aja” ucap Indira beranjak pergi meninggalkan kantor Gibran disusul oleh Maya dari belakang....
...“kamu ganti pengacara” perintah Gibran untuk Teddy, Teddy garuk kepala merasa bingung melihat atasannya kesal tak jelas....
...Begitupun juga dengan Maya melihat wajah Indira kesal....
...Sesampainya di kantor Indira duduk dengan memasang wajah yang masih kesal, “Bu Indira yakin ingin meng cancel kerjasama dengan PT Murni alam? Ini lumayan lho dana yang mereka gelontorkan untuk kita Bu?” Tanya Maya sungkan. Indira melototi Maya seperti...