Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.
" Aku akan menikahi Anita ma.."
" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."
" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."
Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.
Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.
Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.
Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
" Tuan Brian." para dokter menunduk hormat ke arah Brian yang saat ini tengah masuk ke dalam ruangan Anita di rawat.
" Bagaimana keadaanya? " tanya Brian sembari menatap Anita yang ia lihat tengah dalam keadaan terbaring lemah di ranjang dengan jarum infus yang melekat di tangan.
" Untungnya anda tepat waktu membawa nona Anita ke rumah sakit ini tuan. Hingga nona Anita dan bayinya bisa kami selamatkan."
Hembusan nafas lega Brian keluarkan secara perlahan.
Untung saja ia bisa membawa Anita tepat waktu kerumah sakit.
Kalau tidak..
Mungkin ia akan menyalahkan dirinya sendiri seumur hidup karena tak bisa menjaga Anita serta calon bayi mereka yabg saat ini sedang berada di dalam kandungan Anita dengan baik.
" Terima kasih. Kalian bekerja keras malam ini . Aku janji akan memberikan kalian bonus untuk kinerja kalian hari ini."
" Terima kasih. Terima kasih banyak tuan Brian. Anda memang pria baik hati dan dermawan. Tidak salah, jika banyak orang yang mengagumi anda. Selain tampan. Ternyata anda juga merupakan sosok tuan muda yang baik hati. Sama halnya seperti ayah kandung anda, tuan Zadith."
Brian mengangguk sekilas. Dan menatap hambar semua pujian yang di berikan oleh para dokter itu untuk dirinya.
Bagi Brian , segala pujian itu sudah sering ia dengar. Hingga terasa hambar untuk dirinya dengar lagi.
Lagi pula, Brian yakin. Jika orang - orang itu hanya memujinya di depan saja.
Sedangkan di belakang. Mungkin saja mereka menjelekan dirinya. Karena ketahuan telah menyimpan wanita lain di belakang istri sahnya di rumahnya.
Mengingat para dokter itulah yang selama ini menangani kehamilan Anita dengan Brian yang selalu berada di sisi wanita itu.
Pastilah mereka tahu , hubungan khusus apa yang mereka berdua miliki sekarang.
Lagi pula selain itu di kota Lankar. Semua orang pun tahu bagaimana gilanya seorang Brian Domani dulu dalam hal mencintai gadis lembut dan cantik bernama Anita.
Jadi ketika mereka terlihat dekat kembali. Apalagi dengan kondisi Anita yang sekarang telah berbadan dua dengan posisi wanita itu yang belum menikah alias belum bersuami.
Maka semakin kuatlah spekulasi mereka tentang Brian yang kini telah menjadikan Anita selingkuhan. Dan tega bermain api di belakang Inara yang juga tak kalah jauh cantik dari Anita.
____
" Brian.... " suara lembut Anita terdengar menggumam lemah. Hingga Brian yang awalnya tengah menatap dokter jadi langsung berpaling dan mendekat ke arah wanita yang sedang dalam kondisi terbaring lemah di atas brankar itu.
" Anita kau sudah sadar."
" Brian.. Anak kita.."
Brian melirik tajam ke arah belakang. Seolah memberkan kode. Jika semua orang yang ada di sana harus keluar. Dan membiarkan mereka berdua di dalam ruangan.
Mereka yang mengerti arti kode pun , dengan segera keluar dari dalam ruangan itu. Dan memberikan waktu untuk Brian bicara berdua bersama Anita.
Setelah ruangan dalam keadaan kosong. Disanalah Brian baru menjawab pertanyaan Anita.
" Tenanglah Anita. Kata dokter anak kita dalam keadaan baik - baik saja."
" Syukurlah kalau begitu Brian. Aku benar - benar takut jika terjadi sesuatu pada anak kita. Aku tak perduli dengan apa yang terjadi padaku. Tapi anak kita..." Air mata Anita tampak mulai mengucur keluar. Dan pemandangan itu tentu saja semakin membuat hati Brian tergugah.
" Stt... Kau tak boleh berkata seperti itu Anita. Aku berjanji mulai sekarang akan lebih memperhatikanmu begitu pula dengan anak kita ini."
" Brian.." Anita menangis haru. Dan langsung memeluk tubuh Brian yang sedang duduk dan sedikit membungkuk ke arahnya dengan erat.
Dalam hati wanita itu tentu saja merasakan senang luar biasa.
Karena dengan keselamatan bayi itu. Ia bisa dengan mudah mendepak Inara dalam hidup Brian. Dan menggantikan wanita itu sebagai nyonya muda di keluarga Atalaric.
Yang bener Naura atau Inara Thoor
ok kita lihat sebadast apa kau Ra