NovelToon NovelToon
Aku Dia Dan Dirimu

Aku Dia Dan Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.

Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Dan kini Daisy hanya bisa menandatangani kontrak pernikahan dengan Aksa yang entah sampai kapan akan berakhir, yang jelas Aksa bilang sampai dia bisa mencintai istri pertama nya.

Sungguh tidak masuk akal pola pikir Aksa saat ini, bagaimana bisa dia bilang dia akan mengakhiri pernikahan kontrak nya dengan Daisy jika dia jatuh cinta pada istri pertama nya. Lalu kenapa dia tidak berusaha untuk mencintai istrinya dengan cara lain dan bukannya menghadirkan orang ketiga dalam kehidupan pernikahan nya yang jelas-jelas akan merusak rumah tangga nya itu.

Tapi Daisy kini sudah terlanjur menandatangani kontrak perjanjian tersebut, dan hal gila nya lagi ialah, Tiana dan Kris Levin yang akan menjadi saksi pernikahan siri mereka nanti.

Lagi-lagi Daisy pun tidak bisa tidur dengan nyenyak hingga keesokan paginya dia jatuh tidak sadarkan diri di rumah nya saat akan pergi bekerja.

Dan akhirnya Daisy pun menjadi pasien ditempat dia bekerja saat ini, beruntung tidak ada pasien gawat darurat yang membutuhkan pertolongan nya, dan lagi ada dokter bedah lain yang kini menggantikan posisi nya.

Daisy ditemani Tiana di ruang VVIP bersama dengan putra semata wayangnya itu, dan seharusnya hari ini dia menikah dengan Aksa secara siri tapi sepertinya Tuhan telah menyelamatkan Daisy dengan mengundur waktu yang sudah ditentukan tersebut.

Dan kini Aksa yang datang ke ruang rawat inap tersebut pun menatap lekat wajah cantik itu dengan tatapan mata yang tidak bisa diartikan.

Mungkin saja Aksa kecewa dengan Daisy, atau dia merasa sangat khawatir semua orang tidak ada yang tau dengan itu.

Aksa pun menghampiri Adam dan menggendong nya."Adam malam ini kamu tidur di rumah daddy bersama aunty dan juga uncle Levin ok?"ujar Aksa dengan lembut.

"Tidak kak, biarkan dia pulang ke rumahnya, lagipula Tia yang akan menemani dia tidur bersama baby sitter nya."ucap Daisy.

"Jangan membantah honey, dia harus terbiasa dengan suasana rumah kita."ucap Aksa.

"Aku tidak akan pernah pergi kemanapun kak, bahkan setelah kita me,"ucapan Daisy terhenti saat dia melihat Jeny datang dengan terburu-buru.

"Sisi kenapa bisa sampai begini, kamu tidak jaga tubuh mu sendiri lalu bagaimana dengan orang lain yang harus kamu jaga?" ujar nya dengan raut wajah cemas.

"Jen aku hanya kurang istirahat,"lirih Daisy.

"Oh my God, kak Aksa?"ucap Jeny yang baru melihat keberadaan Adam yang berwajah mirip dengan Aksa dan bak pinang dibelah dua.

"Ada apa jangan ribut dokter Jeny, ini rumah sakit bukan pasar."ucap Fathan yang kini memasuki ruangan.

"Oh honey, jadi kamu yang rawat Sisi?"ujar Jeny lagi.

"Dokter Jeny pasien sudah menunggu."ujar Tiana dengan sengaja.

"Tidak bisa aku masih harus memastikan kondisi Sisi dulu."ucap Jeny.

"Dia hanya kelelahan sebaiknya sekarang kamu bawakan keponakan kita mainan yang banyak agar dia bisa betah disini."ujar Tiana.

"Keponakan kita! Maksudnya kak Aksa punya putra dari Sisi ia begitu?"ujar Jeny yang kini membuat mata Daisy membulat saking shock nya karena Jeny bisa mengatakan hal itu hanya karena wajah Aksa begitu mirip dengan wajah Adam.

"Tolong bawa calon istri mu pergi dokter Fathan, jangan sampai istrimu mengacaukan seisi ruangan ini."ucap Tiana.

"Tia, aku serius?"ucap Jeny.

"Aku pun serius nona Jen."ucap Tiana tidak mau mengalah.

"Sudah-sudah sayang ayo pergi pasien mu juga sudah menunggu bukan."ucap Fathan yang akhirnya membuat Jeny menurut dan pergi bersama Fathan yang telah menyuntikkan vitamin ke botol infus yang kini mengalir ke tubuh Daisy.

setelah kepergian Jeny dan Fathan kini ruangan kembali hening dan Adam pun kembali ke pangkuan Tia, yang kini sibuk dengan laptopnya sendiri.

"Tia jika sibuk sebaiknya kamu pergi bekerja dulu, biar Adam bersama ku disini."ucap Daisy yang kini merasa tidak enak hati karena sudah membuat pengacara hebat seperti Tia kerepotan.

"Aku tidak sibuk Dy tenang saja aku hanya sedang mempelajari kasus yang akan aku tangani beberapa hari kedepan."balas Tia.

"Honey makan dulu."ucap Aksa yang kini disusul Kris yang membawakan bubur spesial untuk Daisy.

"Aku belum lapar, kepala ku masih sangat pening aku ingin tidur saja."ucap Daisy yang kini melirik kearah Adam.

"Mommy bobo saja ya, biar aku pijat kepala mommy."ucap Adam yang bangkit dari sofa dan ingin menghampiri Daisy, namun Aksa melarang nya.

"Tidak usah Boy, biar daddy saja. Kamu duduk yang baik dengan aunty Ok?"ucap Aksa.

"Baiklah dad..."ucap Adam yang kini membuat Aksa semakin menyayangi Adam karena Adam adalah anak yang penurut dan sangat menggemaskan.

Aksa pun perlahan mengelus puncak kepala Daisy yang kini memejamkan mata nya, seakan-akan dia begitu menikmati sentuhan lembut tersebut, hingga akhirnya ia pun terlelap dalam tidurnya.

Aksa pun meminta Tia untuk pulang bersama Kris dan Adam, dia sendiri akan berada di rumah sakit karena dia harus mengurus putrinya dan juga sang daddy.

Dia akan bolak-balik ke tempat Daisy, karena hari ini Aurora sedang sibuk dengan urusan pribadi nya.

Dan Aksa memiliki waktu yang cukup untuk bertemu dengan Daisy, sementara putrinya saat ini sudah bersama keluarga Aurora.

Bukan Aksa tidak menyayangi putrinya yang bernama Alika, tapi dia sedang sibuk dengan urusan pekerjaan sekaligus urusan cinta nya yang telah kembali saat ini.

Dia sangat menyayangi Alika, tapi dia juga butuh ketenangan dalam hidupnya yaitu dengan mengejar cinta Daisy yang merupakan cinta sejati nya.

Sampai malam tiba Daisy pun membuka mata, tapi Daisy tidak melihat siapapun ada di sana. Dia pun mencoba untuk bangkit dari ranjang karena merasa ingin buang air kecil, dan bersamaan dengan itu Aksa datang membawa makanan favorit Daisy yang dia beli di restaurant yang sering dikunjungi oleh Daisy dulu.

"Honey mau kemana?"ujar Aksa.

"Mau ke toilet."balas Daisy.

"Tunggu,"ucap Aksa yang dengan gesitnya meletakan paper bag yang dia bawa setelah itu ia pun langsung meraih botol infus dan meminta Daisy untuk memegang nya dan Aksa langsung menggendong Daisy membawanya menuju kedalam toilet.

"Aku sendiri saja."ucap Daisy yang kini membuat Aksa tersenyum manis.

"Ditemani pun tidak masalah honey,"canda Aksa.

"Kak."ucap Daisy yang kini melirik tajam kearah Aksa.

"Ya honey aku keluar tapi ingat setelah selesai panggil aku."ucap Aksa yang kini melangkah keluar dan menutup pintu.

Aksa hanya bisa tersenyum sendiri saat ini karena membayangkan Daisy yang terlihat malu saat aksa mencandai nya.

...*****...

Sudah dua jam Aksa bersama Daisy di ruangan tersebut, dia sudah menyuapi Daisy dengan makanan kesukaan Daisy dan Aksa pun ikut menikmati makan bersama Daisy.

Daisy sendiri kini tengah berbaring menyamping menghadap Aksa yang kini masih menggenggam tangan Daisy sambil sesekali mengecup tangan itu.

"Honey jangan dulu masuk kerja, setelah ini kamu harus istirahat sampai tubuh mu benar-benar pulih."ucap Aksa.

"Aku sudah baikan, kalau aku tidak bekerja putraku makan apa?"ucap Daisy dengan sengaja.

"Honey aku punya banyak uang jadi kamu tidak akan hidup susah meskipun tidak bekerja lagi."ucap Aksa.

"Tidak, aku tidak suka bergantung pada siapapun, selama aku hidup dan masih bisa bekerja aku akan terus mengabdikan hidup ku untuk mereka yang membutuhkan pertolongan ku."ucap Daisy yang kini membuat Aksa semakin kagum.

"Aku sedang mencari sekolah yang terbaik untuk putraku, tapi aku belum bisa pergi kemana-mana sejak aku kembali kesini, siapa tau kakak punya rekomendasi?"ucap Daisy yang kini menatap Aksa.

"Putri ku juga sudah masuk sekolah, bagaimana kalau Adam sekolah di sekolah yang sama dengan Alika, disana sekolah terbaik di kota ini."ucap Aksa.

"Tidak bisa,"ucap Daisy dengan cepat.

"Honey kenapa tidak bisa? Lagipula Aurora belum pernah datang ke sekolah kecuali aku yang sering datang untuk mengikuti meeting."ucap Aksa.

"Identitas Adam masih belum dilengkapi karena sampai saat ini dia hanya punya aku, sementara aku masih lajang dan dia masih berstatus putra titipan karena tidak ada kejelasan dari pihak keluarga setelah Adam teman ku meninggal karena ternyata pernikahan mereka pernikahan yang tidak resmi, mereka kawin siri karena tidak mendapatkan persetujuan dari kedua belah pihak itulah kenapa mereka malah memberikan Adam padaku untuk ku rawat setelah kepergian mereka."ucap Daisy yang kini membuat Aksa tidak habis pikir dengan Daisy yang justru membahayakan dirinya sendiri dengan merawat Adam bahkan tanpa surat adopsi yang jelas.

"Itulah gunanya pernikahan kita honey, aku akan mengurus semuanya, kamu tidak perlu khawatir."ucap Aksa yang kini mencoba untuk menenangkan Daisy.

Daisy hanya bisa pasrah biar bagaimanapun hanya Aksa yang bisa mengurus semuanya dengan cepat.

"Adam tetap putraku karena pernikahan sirih itu tidak mengikat anak dengan ayahnya."ucap Daisy lagi.

"Itu tidak akan terjadi honey, Adam tetap akan menjadi putra kita bagaimana pun caranya"ucap Aksa.

Aksa pun meminta Daisy untuk istirahat karena dia harus kembali ke ruangan sang daddy karena nyonya Sisilia sedang istirahat di rumah malam ini.

Setelah Daisy terlelap dalam tidurnya akhirnya Aksa pun meninggalkan Daisy sendiri setelah dia mengecup bibir dan kening Daisy dr penuh kelembutan.

Sementara itu di sebuah kamar hotel yang mewah sepasang kekasih tengah memadu cinta, gerakan yang diiringi leng*han panjang pun menjadi penanda bahwa permainan itu telah berakhir setelah hampir dua jam lebih mereka bercerita diatas ranjang empuk itu.

"Sebaiknya kamu tidak pulang dulu, biar dia mencari keberadaan mu."ucap pria tampan yang tidak lain adalah Kenzie teman baik Aksa.

"Dia tidak peduli dengan ku, dia hanya peduli dengan pekerjaan nya."ucap wanita yang tidak lain adalah Aurora.

"Aku dengar Daisy sudah kembali dari Jerman."ucap Kenzie yang keceplosan.

"Daisy, maksudnya Daisy?"tanya Aurora penasaran.

"Ah lupakan aku hanya salah bicara, dulu dia adalah mahasiswi jurusan kedokteran di kampus milikku sama seperti adik ipar mu, aku tidak tau apa Aksa masih mengenalinya atau tidak tapi yang jelas kami sempat berseteru karena gadis itu hingga Aksa tidak mau bertemu lagi dengan ku."ucap Kenzie.

"Aksa mengenal nya?"ucap Aurora.

"Lebih dari mengenalnya, dia justru menginginkan gadis itu untuk membatalkan pertunangan nya dengan Tiana, tapi gagal karena Daisy tidak datang ke pertunangan itu, dan tidak lama setelah itu Daisy dibawa pergi oleh ayahnya dan entah kemana karena nyatanya dari universitas yang sempat dituju pun Daisy kembali pindah kuliah hingga saat ini entah apa yang akan terjadi pada mereka jika mereka kembali bertemu."ucap Kenzie yang akhirnya menceritakan semua yang dia tau.

Aurora pun langsung terdiam sambil menggunakan pakaian nya kembali dan bersiap untuk pergi meninggalkan Kenzie yang memang akan menginap disana.

"Honey jika dia tidak berubah apa kamu akan tetap bertahan bersama nya?"ujar Kenzie yang kini menghentikan pergerakan Aurora.

Wanita cantik itu pun berbalik lalu berkata."Aku tidak tau kita lihat saja nanti?"ujar Aurora.

"Baiklah aku akan tetap menanti mu meskipun kamu tetap bersamanya."ucap Kenzie.

"Lalu bagaimana dengan mu sayang, bukankah kamu juga akan tetap bersama nya?"ujar Aurora yang kini membuat Kenzie menatap tidak suka pada Aurora.

"Kenapa apa aku salah bicara?"ujar Aurora.

"Dia adalah ibu dari putriku jadi sampai kapan pun dia akan tetap bersama ku."ucap Kenzie tegas.

"Hm... Dan sama halnya dengan mu, dia juga dengan mu, dia juga ayah dari putriku jadi tidak ada alasan bagiku untuk meninggalkan nya, dia juga ATM berjalan ku."ucap Aurora yang kini berjalan meninggalkan Kenzie.

Tapi dia tidak pernah mencintai siapapun kecuali Daisy itulah kenapa dia tidak pernah mau menyentuh mu perempuan bodoh."ujar Kenzie yang kini bangkit dari ranjang dan berjalan menuju pintu kamar mandi untuk membersihkan diri.

Kenzie mungkin sempat hampir mati karena Aurora meninggalkan dirinya demi Aksa atas perjodohan, tapi yang dia rasakan saat ini adalah dendam yang membara karena nyatanya baik Aurora ataupun keluarga nya hanya mengincar harta saja karena perusahaan mereka hampir bangkrut jika saja tuan Dimitri tidak menyuntikkan dana ke perusahaan nya.

Aksa sendiri tidak tahu itu sebelumnya, dan kini dia hanya bersikap seolah-olah tidak tau karena tujuannya adalah mendapatkan Daisy dengan cara menenangkan pikiran sang daddy.

Sementara itu Aksa sendiri kini sedang terlelap di sofa ruang rawat VVIP tersebut sambil menjaga tuan Dimitri yang kini mulai bisa berbicara meskipun masih belum bisa berbicara dengan bebas seperti biasanya.

Lima tahun Daisy pergi, lima tahun pula pria itu mengalami sakit jantung hingga kerusakan di jantung nya semakin parah dan akhirnya memutuskan untuk melakukan transplantasi jantung.

Dan dia tidak sadar bahwa yang telah menyelamatkan nyawanya adalah Daisy gadis yang pernah ia sia-siakan dulu, karena Daisy terlahir dari keluarga broken heart.

Tapi siapa sangka ternyata gadis itu adalah penyelamat kehidupan nya, meskipun semua karena ijin yang maha kuasa. Itulah kenapa sehebat apapun kita, kita tidak boleh memandang rendah orang lain, karena suatu saat nanti bisa jadi orang yang kita rendahkan adalah orang yang akan mengubah hidup kita.

1
Syamsiar Samude
bingung ceritaxthor knpa Aksa dibikin jatuh hati sama daesy pdhl sdh mw brtunangan malas rasax lanjut baca bila sll bikn greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!