"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19.
“Flo, besok bisa ikut Mama” ucap Brenda pada Flo yang Tengah duduk di sofa ruang Tengah. Flo yang tadinya berbaring sabil memainkan ponselnya langsung menatap kearah Brenda. Tatapannya datar, seperti malas untuk menanggapi.
“kemana?”
“ketemu teman-teman Arisan mama, kamu mau ya?”
“Ngapain ogah, kesana aja sendiri” ketus Flo, dia lalu mendudukkan dirinya menatap ibu sambunya itu.
“mama mohon ya, kamu ikut”
“Kenapa sih maksa banget, pasti ada sesuatukan? Pleas deh nggak usah pura-pura baik sama gue” Flo berdiri dari duduknya.
“Mama selama ini apa pernah pura-pura baik sama kamu, nggak kan Flo. Tapi kenapa kamu nganggep mama seperti itu”
“kenyataannya kan? Selama Victor kejam padaku kau hanya diam. Kau memang merawatku tapi tidak memberiku kasih sayang” sindir Flo, lalu dia akan pergi.
“mama minta maaf kalau soal itu, tapi kamu masa nggak ingat masa kecilmu mama kasih kamu kasih sayang lebih Flo. Mama akui semenjak Vincent dan Valen lahir mama nggak pernah kasih kamu kasih sayang lagi. Tapi mama sayang sama kamu, mama..mama ngajak kamu ikut Arisan agar kamu juga bisa bergaul sama kita dan hubungan kita baik Flo”
Flo yang sudah berjalan lalu berbalik,
“Sayang denganku? Kalau kau sayang denganku tidak mungkin kau hanya diam saat orang tuamu waktu itu ingin meracuniku” ucap Flo dingin, dia ingat jelas Dimana saat ia kecil, saat dia di ajak mama sambungnya itu kerumah orang tuanya. Disana ia sama sekali tak di anggap sebagai cucu. Bahkan ia hendak di habisi oleh orang tua ibu sambungnya.
Brenda diam saja tapi wajahnya tampak sedih, ia tak bisa berkata-kata lagi. Karena taka da respon dari Brenda Flo langsung pergi begitu saja.
………….
“kapten Ares..” Sapa Flo sambil menongolkan kepalanya kedalam kamar Ares.
Ares yang tidak menggunakan baju langsung menutupi dadanya dengan bantal,
“Apa yang kau lakukan disini, keluar? Nanti orang lain meihatmu” ucap Ares sambil mengambil baju yang tak jauh darinya.
“jangan dipakai, jangan di pakai aku pengen lihat abs mu” Flo buru-buru masuk dan menutup pintu kamar Ares.
Dia mencegah Ares yang akan memakai bajunya,
“Apa-apaan kau ini, lepaskan” ucap Ares berusaha menarik bajunya yang sudah di Tarik oleh Flo.
“nggak mau, aku pengen lihat tubuhmu yang menggoda”
“jangan gila Flo, keluar dari sini” usir Ares dan menarik paksa bajunya dari tangan Flo.
“Aku nggak akan keluar, sebelum kau menjawab pertanyaanku kemarin. Kau cemburu kan dengan dokter itu?”
“jangan mimpi, siapa juga yang cemburu. Saya nggak cemburu sa..”
“Bohong, aku lihat kalau kau cemburu Jangan mebohongi dirimu sendiri”
“untuk apa saya berbohong. Kau bukan type ku Flo, pergi dari sini sebelum orang lain melihatmu”
“Aku nggak akan pergi dari sini sebelum kau menjawab dengan jujur” ucap Flo yang malah duduk di Kasur Ares.
“Flo keluar dari sini,” Ares merasa capek menghadapi Flo yang keras kepala. Dia lalu menarik Flo agar keluar, bukannya Flo yang tertarik tapi malah ia yang di Tarik oleh Flo sehingga ia jatuh di atas Perempuan itu.
“Auhh, kau ingin di atasku ternyata” ucap Flo yang langsung mengalukan tangannya di leher Ares.
“Flo lepaskan,” Ares mencoba melepaskan tangan Flo dari lehernya, tapi Perempuan itu malah semakin menariknya sehingga jarak wajah mereka hanya beberapa inci.
“udah sayang, bilang saja kalau kemarin cemburu” ucap Flo masih merayu.
“yaampun, yaampun, ma..maaf bang..sa..saya kira nggak ada orang” Topan panik sendiri, dia lalu akan menutup pintunya kembali.
“issh ganggu aja” gerutu Flo kesal,
Ares langsung melepaskan paksa tangan Flo dari lehernya, dan ia langsung berdiri memalingkan wajah.
Flo sendiri bangun dan melihat Ares yang memalingkan wajah darinya.
“Salting ya, merah banget telinganya. Jantungmu berdebar dekat denganku ya?” goda Flo mendekatkan dirinya pada Ares.
Ares memegang telinganya menutupinya, dan masih memalingkan wajah dari Flo.
“oke kalau bibirmu ini tidak mengakuinya, tapi hatimu mengakui kalau kau cemburu dan suka padaku. Aku tidak akan menyerah Kapten Ares,” ucap Flo lalu dia memegang wajah Ares. Ares yang masih berusaha mengontrol dirinya sekali lagi dibuat syok oleh Flo Dimana Perempuan itu memegang wajahnya dan menariknya.
Flo berjinjit dan mencium bibir Ares,
“Muachh, sampai jumpa nanti sayang.” Ucap Flo lalu pergi setelah mencium Ares.
“Aish sial, kenapa dia membuatku Gila.” Umpat Ares saat Flo sudah keluar dari kamarnya.
“nggak Ares, nggak, nggak mungkin kamu jatuh cinta dengannya” Ares memegang dadanya yang berdebar. Dia berusaha menenangkan hatinya itu, menepis rasa yang tak mungkin ia rasakan ini.
***
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔