NovelToon NovelToon
KENAPA KAMU AMBIL DIA?

KENAPA KAMU AMBIL DIA?

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yasmin Al

Namanya Diandra,wanita berusia 27 tahun sudah menikah dengan suaminya yaitu Bagas berusia 30 tahun,dan usia pernikahannya sudah sampai di 4 tahun. Tetapi hingga kini mereka belum dikarunia seorang anak. Diandra dan Bagas bersabar karena mereka percaya semua itu adalah kehendak Tuhan. Tetapi tiba tiba Diandra merasa ada yang berubah dari suaminya terutama sikap Bagas. Diandra mencoba menepis perasaannya itu dan masih berpikir positif pada suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yasmin Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Bertemu Wisnu Lagi

Diandra sudah mulai aktif ikut bekerja bersama Nina, dan ternyata Nina memintanya untuk menjadi asisten pribadi Nina. Nina adalah seorang MUA, dan tentunya sudah terkenal. Selain MUA, Nina juga memiliki sewa dekor yang ditangani oleh Tomi suaminya.

Kali ini Diandra diminta Nina untuk ikut dengannya, karena hari ini Nina sedang ada job.

Tentu Diandra girang sekali. Pagi pagi sekali Diandra sudah bersiap siap menunggu jemputan, Nina akan menjemputnya sekalian karena kebetulan tempat yang mereka tuju melewati jalanan arah rumah Diandra.

Tidak berapa lama Nina datang, Diandra bergegas menghampiri mobil Nina dan segera masuk kedalam mobil.

"Kopi aku mana?" Nina langsung saja menodong pesanannya, karena sebelumya dia sudah menelpon Diandra untuk membawakannya kopi cream.

"Aman,,nihhh" jawab Diandra sambil memberikan thumbler berukuran sedang pada Nina.

Nina meraih thumbler itu sambil tersenyum.

"Makasihhhh bebebku" ucap Nina.

"Sorry ya aku ngerepotin kamu, gak sempat tadi aku buat kopi di rumah" jelas Nina.

"Enggak Nin, masa begitu aja ngerepotin. Gak sebanding lah dengan kebaikanmu selama ini sama aku" jawab Diandra.

"Duhhhh,,, duhhhh, duhhh apaan sih? Gak usah mengungkit kebaikan orang lain" Nina tampak merendah.

"Lohhh gak kebalik?" tanya Diandra.

"Apanya yang kebalik?" Nina malah balik bertanya.

"Harusnya kata kata itu bukan ditujukan ke kamu aneh ih kamu"

Nina menatap Diandra sambil tersenyum dan juga harus tetap fokus dijalanan yang sebenarnya masih sepi, karena ini masih subuh hari.

"Klienku hari ini minta di make up flawless aja, karena acara mereka gak formal formal amat, yang gak pake acara acara adat gitu" tiba tiba Nina menjelaskan soal pekerjaannya nanti.

"Apalagi acaranya hanya di runah aja" jelas Nina lagi.

"Jadi nanti kita bisa agak santai"

Diandra hanya mendengarkan penjelasan Nina, karena pada dasarnya juga dia gak begitu paham dengan pekerjaan Nina.

"Mereka adain acara di mana?" tanya Diandra kemudian.

"Di rumah aja, tapi sepertinya bakalan mewah deh, secara yang pakai jasaku ini anak sultan sih" jawab Nina menjelaskan.

"Dia pakai jasa wedding organizer kamu juga?"

"Enggak, cuman jasa MUA aja"

Dan akhirnya mereka sampai di tujuan, dan benar saja dari jauh saja dekorasi pernikahan itu sudah tampak mewah sekali, dan pantas saja mereka hanya mengadakan acara di rumah karena sudah terlihat rumah itu sangat mewah sekali.

Diandra dan Nina turun dari mobil. Segera saja Diandra membantu Nina untuk membawa perlengkapan make up Nina, juga ring light alat yang bakal Nina butuhkan nanti.

Mereka berdua masuk kedalam setelah disambut oleh keluarga calon pengantin.

Sesampai di dalam mereka terlebih dulu disuguhi bermacam macam kue dan juga teh hangat.

"Mari disantap dulu" seseorang yang sedari tadi tampak sibuk melayani mereka berdua mempersilahkan menyantap hidangan yang ada diatas meja.

"Terimakasih kak" jawab Nina dan Diandra hampir bersamaan.

"Nin,,,makan dulu" ajak Diandra sambil mencomot salah satu kue.

Nina hanya tersenyum dan ikut mengambil juga sepotong kue.

"Akad nikah jam berapa?" tanya Diandra kemudian.

"Katanya jam 09.00"

"Biasanya kalau sultan kalau akad nikah gak keburu buru, MUA harus dateng pagi pagi" Diandra sedikit heran.

"Gak semua sultan begitu, mungkin saja mereka memang ingin acara akad pagi hari"

"Padahal kan gak pakai acara adat" gumam Diandra lagi.

Nina ngelirik Diandra mulai jengah dengan kekepoan Diandra.

"Sudahlah biarin aja, yang penting mereka pakai jasa kita,dan kita dibayar. Urusan itu bukan urusan kita" jelas Nina kemudian, sambil mengambil lagi 1 kue dan memakannya.

"Kamu sudah makan berapa kue Nin?" tanya Diandra dan sungguh itu bukan pertanyaan yang penting.

"Kenapa memangnya?" Nina malah balik bertanya.

"Heheheheee,, aku sepertinya makan lumayan banyak, tuhhh mau habis 1 piring" jawab Diandra sambil menunjuk piring yang hampir kosong.

"Ya makan aja gak apa apa, kan disediain buat kita makan, kalaupun habis pasti maklum, kan pagi pagi belum sempat sarapan dari rumah"

"Iya ,jujur aku laper, semalem aku gak makan" jelas Diandra singkat.

Tiba tiba calon pengantin datang menyapa mereka berdua dan menyalami.

" Hai kak, maaf ya menunggu. Sudah makan kak?" tanya calon pengantin ramah.

"Gak apa apa kak, ohh sudah nih kue nya sudah mau habis " jawab Nina sambil berkelakar.

"Heehehee habisin aja kak gak apa apa, nanti kalau kurang diambilin lagi"

" iya terimakasih" ucap Nina.

"Gimana sudah siap?" tanya Nina kemudian pada calon pengantin.

"Oh sudah kak, mau sekarang?"

"Iya sekarang aja"

"Oke kak, yuk kita ke kamar rias" ajak calon pengantin.

Nina dan Diandra berdiri dari duduknya dan mengikuti calon pengantin.

Dan mereka sampai di sebuah kamar yang sangat luas dan rapi, tapi sepertinya kamar itu memang dikhusukan untuk dijadikan kamar rias,karena tidak tampak seperti kamar pengantin.

Sesaat Nina dan Diandra mulai bekerja. Nina mulai merias calon pengantin, sedang Diandra bertindak sebagai asisten yang harus selalu siap saat Nina membutuhkan bantuannya.

"Acara akad dimulai jam berapa kak?" tanya Nina pada calon pengantin.

"Jam 9 kak"

"Dilanjut acara resepsi?" tanya Nina lagi.

" Iya kak, langsung resepsi. Aku gak mau ribet kak, makanya aku gak pakai acara adat atau ini itu, setelah akad ya sudah resepsi dan gak perlu ganti baju berkali kali"

"Sesantai itu ya kak?" seru Nina tampak mengagumi keputusan sang calon pengantin.

"Iya kak, dari dulu aku gak pernah punya wedding dream, maunya emang yang biasa biasa aja"

Diandra tersenyum mendengar penjelasan calon pengantin. Secara seorang anak sultan menikah saja biasa biasa aja, gak punya wedding dream, hal yang biasa para wanita impikan.

"Aku itu simpel orangnya kak, gak suka hal yang ribet, bagiku menikah ya menikah, yang penting kesakralannya dapet udah itu aja" jelas calon pengantin lagi.

"Iya kak, keinginan seseorang memang berbeda beda, salut sama kakak saya, karena sesimpel itu buat mewujudkan acara sakralnya" jelas Nina sambil tersenyum.

Akhirnya Nina selesai dengan pekerjaannya. Sesuai permintaan calon pengantin yang hanya ingin dimake up sederhana, makanya tidak butuh waktu lama untuk merias. Tetapi meski sederhana calon pengantin tetap terlihat sangat cantik.

"Cantik sekali kakak" puji Nina.

Calon pengantin tersenyum sumringah.

"Terimakasih ya kak sudah buat aku cantik hari ini" ucap calon pengantin.

"Sama sama"

"Semoga kakak jadi MUA yang sukses yaaa, aku puas sama hasilnya dan nanti bakal aku rekomendasiin ke temen temen dan keluarga aku kak"

"Terimakasih " ucap Nina senang.

Dan akhirnya mereka bersiap untuk membantu calon pengantin keluar kamar menuju ke ruang akad nikah.

"Sumpah Nin cantik banget pengantinmu" puji Diandra sedikit berbisik.

"Iya dong" Nina menimpali dengan rasa bangga.

"Aku yakin deh kamu bakal jadi MUA sukses" ucap Diandra.

"Aamiin" Nina mengaminkan doa Diandra.

Dan keduanya tersenyum.

Mereka sampai di ruang akad, dan di sana sudah berkumpul banyak orang, entah mungkin keluarga dari kedua mempelai.

Calon pengantin disambut 2 wanita cantik, mungkin saja saudaranya menuju ke meja akad ,di sana sudah ada calon suami dan juga pihak pihak terkait acara akad.

Dan selesailah tugas Nina dan Diandra. Mereka tidak menunggu akad, karena mereka harus beberes alat alat make up dan memutuskan untuk pulang, karena semua urusan sudah selesai, termasuk pembayaran yang sudah diselesaikan diawal.

Diandra cekatan membantu Nina, sampai semua beres dan memastikan tidak ada yang tertinggal.

Selesai semua, dan acara akad juga tampak sudah selesai, Nina dan Diandra menghampiri pengantin untuk berpamitan.

"Kak kami pamit ya" ucap Nina sambil menyalami pengantin.

"Oh iya kak, terimakasih banyak ya"

"Saya juga terimakasih ya karena sudah mempercayakan saya " ucap Nina.

Kemudian Nina dan Diandra bersalaman pada kedua pengantin dan juga keluarga.

Tetapi tiba tiba saja ada yang menghampiri Diandra.

"Hei Di, kita ketemu lagi"

Diandra tersentak dan dia hafal suara itu.

Diandra menoleh pada suara yang menyapanya ,dan benar saja dugaannya. Wisnu sudah ada di belakangnya.

"Ehh,, Wisnu kamu ada di sini"? Tanya Diandra sedikit gugup.

"Iya,yang menikah itu adik sepupuku"

"Ohh,, "

"Kamu sama siapa?"

"Itu,,aku sama Nina. Aku temani Nina, dia yang merias pengantinnya" jawab Diandra sambil menunjuk Nina yang sepertinya juga terkejut melihat Wisnu.

"Oh,,Nina MUA nya?" tanya Wisnu sambil tersenyum.

Dan Nina mulai mendekati mereka berdua sambil tersenyum pada keduanya.

"Hai Wisnu, apa kabar? Masih ingat sama aku?" tanya Nina.

" Masih dong" jawab Wisnu dan keduanya bersalaman.

"Aku gak mungkin lupa sama sahabat Diandra"

Nina terkekeh mendengar ucapan Wisnu.

"Kok kamu ada di sini? Keluarga ya?" tanya Nina.

"Iya, pengantin yang kamu rias itu adik sepupu aku" jawab Wisnu.

"Ohh iya, sama siapa Wis? Mana istri kamu? " tanya Nina to the point dan itu tentu saja membuat Diandra terkejut. Diandra menatap Nina kesal, tapi Nina hanya tersenyum meledek.

"Aku sendiri" jawab Wisnu singkat.

"Ohh kamu masih bujang" tanya Nina lagi sengaja mengorek ngorek identitas Wisnu biar gak penasaran lagi.

Wisnu hanya tersenyum mendengar pertanyaan Nina.

"Nin, balik yuk katanya mau pulang tadi" Diandra memotong obrolan agar Nina berhenti bertanya tanya lagi.

"Gak makan dulu?" tanya Wisnu.

"Harusnya makan dulu sih, kan kerja dari subuh, baru masuk kue kue aja tadi" jawab Nina terus terang.

"Aku kenyang Nin" cetus Diandra.

"Aku laper" Nina malah makin bertindak konyol.

"Ayolah makan dulu"ajak Wisnu dan Nina menuruti sambil menatap Diandra penuh ejekan.

Diandra akhirnya pasrah dan mengikuti saja apa mau sahabatnya itu. Dan hari ini Diandra benar benar gak menyangka aka bertemu lagi dengan Wisnu.

1
falea sezi
jalang berlagak korban🤣
falea sezi
harusnya di jual lah bodoh🤣
Ratiabil Ibrahim
Thor up date nya kok.lama...
Cha Libra
enak bnget hidup s bagas ma sinta kga ada Karma nya thour ...
Ambar Trijasmine: cerita kita masih panjang 😍 kita buat yang seru nanti yaaa, tetep tongkrongin novel author yaaa ❤️
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 kapok rmh tanggamu hambar
Neng Anggun
gk up kh
Ambar Trijasmine: Ditunggu ya kelanjutannya 🥰
total 1 replies
falea sezi
lanjut banyak q kirim bunga lagiii🤭
Ambar Trijasmine: terimakasih yaaa
total 1 replies
falea sezi
lanjut donk tak ksih bunga🤭
Ambar Trijasmine: ditunggu ya kelanjutannya 🥰
total 1 replies
Neng Anggun
update
Ambar Trijasmine: siap, terimakasih atensinya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!