seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan jojo dan clara.
Sudah beberapa bulan berlalu, sejak kejadian insiden jatuhnya clara di lorong. hubungan james dan juga neta terasa semakin jauh, kedekatan antara mereka tak seperti dulu lagi. berulang kali neta pulang ke kediaman orang tuanya tanpa di temani james, tak ubahnya juga james. hubungannya dengan clara semakin bertambah dekat, sampai james dan clara berniat akan bertunangan setelah clara dan james menemui kedua orang tua mereka.
"sayang kita jadikan besok menemui orang tua kamu...?" ucap clara masih dengan posisinya yang bergelayut manja di lengan james.
"hmm... iya, besok pagi aku akan jemput kamu ya. jadi aku harap kamu segera bersiap, dan aku tidak ingin menunggu lama." james membelai rambut panjang milik clara.
posisi james dan clara yang kini berada di dalam mobil, james akan menggantarkan clara ke rumahnya seperti biasa sebelum dia pulang ke apartemennya. pandangan mata clara terlihat menajam saat melihat neta yang berjalan menuju ke mobil neta yang letaknya ada di depan mobil james, sedangkan james yang tidak menyadari dengan keberadaan neta tampak sedang memainkan ponselnya.
senyum sinis terlihat dari kedua ujung bibir clara saat melihat neta yang berjalan sendiri, james yang akan meletakkan ponselnya di dasbor pandangan matanya tampak menyipit saat melihat neta yang berjalan sendiri ke mobil yang ada tepat di depannya.
"kemana eric...? kenapa dia berjalan sendiri...?" james masih menatap neta dengan tatapan mata tajamnya.
rasa penasaran james yang menyelimuti hatinya membuatnya tidak segera menghidupkan mobilnya sesegera mungkin, clara yang merasa jika james memperhatikan neta mendengus kesal. dia melirik melihat ke arah james yang melihat ke arah neta, dengan kesal clara menepuk bahu james sampai james terperanjat kaget.
"kangen ya...?" ucap clara terdengar kesal.
james menoleh melihat ke arah clara, dia merasa kikuk merasa sedang melakukan kesalahan. clara yang mendengus kesal memalingkan wajahnya, seakan dia muak melihat sikap james.
"kenapa...?" tanya james mengalihkan perhatian clara.
"kamu ih, aku tanya malah balik tanya." ketus clara.
"oh.. kita pulang sekarang...?" tanya james sambil menghidupkan mobilnya.
clara yang melihat james menghidupkan mobilnya terlihat tersenyum, dia merasa jika james sudah tidak mempedulikan keberadaan neta. tanpa mereka sadari, neta yang dari tadi sudah melihat mobil james berpura pura tidak melihatnya, dia tidak ingin kembali merasa sakit karena james yang tidak memperdulikan keberadaannya.
terdengar suara langkah kaki dari samping neta, perlahan kepala neta menoleh melihat ke arah di mana langkah kaki yang terdengar semakin mendekat. kedua ujung bibir neta terangkat melihat siapa yang datang mendekat ke arahnya, neta segera melambaikan tangannya membalas lambaian orang tersebut.
"kak neta...!!!" panggil wanita cantik yang kini memeluk neta sangat erat.
james yang akan menekan pedal gasnya tiba tiba menggurungkan niatnya, dia sangat mengenali dengan wanita yang memeluk neta. tengorokan james rasanya tercekat, tubuhnya seakan mati rasa melihat wanita yang kini ada di depan mobilnya.
"jojo..." lirih james.
clara yang tahu dengan wanita yang bersama neta merasa kikuk sendiri, dia seakan bingung dengan situasi yang terjadi secara tiba tiba. clara segera meminta james segera mengentarkannya pulang, bukannya dia tidak ingin bertemu dengan jojo, tapi clara belum siap bertemu dengan adik james saat ini.
"aku anterin pulang sekarang ya." rengek clara.
"apa tidak sebaiknya kita bertemu dengan jojo dulu, setelah itu aku anterin kamu pulang." ucap james.
"enggak, aku belum siap. aku engak bawa apa apa buat adik kamu, nanti penilaian dia sama aku jadi jelek. masa ketemu calon adik ipar enggak kasih apa apa sih." ucap clara beralibi.
helaan nafas james terasa berat, dia tahu jika clara hanya mencari alasan untuk menghindar dari jojo. merasa wanita yang di cintainya merasa tidak nyaman, dengan segera james segera menancapkan gas untuk segera menggantar clara pulang. mungkin setelah ini dia akan menemui jojo di apartemen neta.
"kak... bukannya itu mobil kak james ya, kog dia tidak turun dulu temuin aku sih."
pandagan mata jojo menatap mobil yang baru saja pergi, dia yakin jika itu adalah mobil milik james. neta yang merasa tidak enak dengan segera mencari alasan agar kakak dan adik itu tidak terjadi perselisihan, karena neta yang tahu akan tabiat jojo.
"oh itu, itu sepertinya bukan mobil james deh. kamu salah lihat, itu mobil kelihatan sama. tapi itu bukan mobil milik james, itu mobil milik salah satu karyawan di perusahaan ini." kilah neta yang berharap jojo mempercayai ucapanya.
jojo hanya mengangukan kepalanya, tapi dia masih sangat yakin jika mobil yang baru saja melintas di depannya adalah milik james.
"lebih baik kita cari makan dulu yuk, kamu pasti belum makan bukan..."
neta yang merasa sudah sangat lapar sengaja mengajak jojo untuk makan di luar, kebetulan dia juga belum masak dan stok bahan makanan sudah habis di dalam kulkas.
"oke, kebetulan aku juga sudah lapar."
jojo segera menarik tangan neta untuk segera masuk kedalam mobil, mereka akan makan di tempat langganan neta. dia salah satu resto yang dekat dengan apartemen neta.
james yang kini telah tiba di depan rumah clara segera menghentikan mobilnya, dia sengaja tidak masuk kedalam karena ingin segera menemui jojo.
"clara aku pulang dulu ya, sampaikan salamku untuk mama dan papa kamu."
james masih duduk di depan stir kemudinya, dia sengaja tidak turun. clara yang tidak ingin menghentikan james hanya mengagukan kepalanya.
"hati hati di jalan ya..." ucap clara segera turun dari mobil.
james segera melajukan mobilnya, setelah melihat clara turun. perasaan james sedikit tidak enak setelah tadi sengaja meninggalkan jojo bersama neta tanpa menemuinya terlebih dahulu, perasaan james masih ingat kejadian beberapa bulan lalu di saat jojo bertemu dengan clara.
walaupun pertemuan mereka sudah terbilang sudah beberapa bulan, tapi peristiwa itu masih membekas di ingatan james dan mungkin juga di ingatan clara.
flash back beberapa bulan yang lalu.
"apa yang kalian lakukan...!!!"
suara jojo terdengar sangat lantang mengisi ruang kerja james yang tadinya sangat sepi, james menatap jojo yang baru saja datang bersama neta. kedua wanita itu terlihat berdiri di tengah pintu, posisi clara yang berada di pangkuan james membuat jojo merasa geram.
"jojo..." panggil james terkejut dengan kedatangan jojo.
"kamu wanita pengoda ya...? bisa bisanya kamu duduk di atas pangkuan kak james."
jojo mendekati clara dengan langkah cepat, dengan gerakkan secepat kilat clara segera menarik rambut clara. sampai clara menggaduh kesakitan merasakan tarikkan tangan jojo.
"dasar wanita tak tahu diri, bukannya kerja malah asik godain atasan." kesal jojo yang masih menarik rambut clara.
"jojo... jojo... stop...!!! kakak bilang stop, lepasin tangan kamu....!!?"
ucapan james seakan terasa menjadi angin lalu bagi jojo, dia masih menarik rambut clara. neta yang merasa kasihan melihat penderitaan clara segera menghentikan perbuatan brutal jojo, jemari tangan neta segera menyentuh pundak jojo.
"jojo... kakak mohon lepasin ya, kasihan clara." pinta neta berharap jojo mau mendengarkan ucapannya.
jojo melirik tajam ke arah clara, perlahan jemari tangan jojo terlepas. sangking kuatnya cengkraman jemari tangan jojo sampai helaian rambut clara tertinggal di jemari tangan jojo, neta yang melihat tingkah jojo sebenarnya merasa geli sendiri. di dalam hati neta merasa tertawa saat melihat clara kesakitan seperti tadi, rasanya kekesalan neta terbalaskan dengan sikap jojo yang menjambak rambut clara.
"siapa wanita j*l*ng ini kak...?" tanya jojo setengah berteriak.
"dia... dia... kekasih kakak." jawab james tergagap.