NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Suami Kakakku

Menikah Dengan Suami Kakakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:11.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Warning,,,!!!! 21+, harap bijak mencari bacaan.!


Delia Larasaty, gadis cantik berusia 22 tahun itu tidak pernah menyangka jika dirinya akan menikah dengan kakak iparnya sendiri, atau lebih tepatnya menikah dengan suami kakaknya.

Dia adalah Bramantyo Sanjaya atau Bram. Pria dengan wajah tampan yang saat ini berusia 30 tahun tapi masih terlihat muda.
Anak tunggal dari Tuan Sanjaya, pemilik Sanjaya's Group. Salah satu perusahan terbesar dikota jakarta.

Bram menikah dengan Ditha Larasaty, kakak kandung Delia. Tapi 6 bulan yang lalu saat Ditha melahirkan, kondiri Ditha melemah hingga dia dinyatakan koma. Hingga saat ini Ditha belum juga sadar dari komanya.

Kedua orang tua Bram tidak tega melihat kondisi anaknya yang semakin tidak terawat dan terus berlalur dalam kesidihan karna tepukul atas kejadian yang menimpa istrinya. Maka dari itu kedua orang tua Bram meminta Bram untuk menikah dengan Delia, agar Bram tidak berlarut - larut dalam kesedihan karna terus memikirkan Ditha yang belum tentu akan bangun dari komanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Salah

Aku memilih beberapa baju yang menurutku bagus sesuai seleraku. Aku tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan emas ini yang belum tentu akan datang setiap tahunnya. Mungkin aku akan terlihat seperti wanita yang gila belanja, tapi aku tidak memperdulikan itu. Entah akan seperti apa tanggapan mas Bram, aku tidak mau ambil pusing. Asalkan baju - baju ku yang hilang bisa tergantikan.

Aku terus mengitari seisi toko untuk mencari baju yang lain. Sesekali aku menengok kebelakang, memastikan jika mas Bram masih mengikutiku. Aku mengulum senyum, entah kenapa aku sangat senang melihat mas Bram yang begitu setia mengikutiku dibelakang tanpa adanya protes dari mulutnya.

Kulihat tas belanjaku yang sudah penuh dengan baju, aku menyudahi pemburuan menyenangkan ini dan menghampiri mas Bram.

"Sudah selesai.?" Tanya mas Bram.

Aku mengangguk dengan senyum yang mengembang. Mas Bram ikut tersenyum, tangannya terangkat dan mengusap - usap pucuk kepalaku. Aku memejamkan mata sejenak, merasakan sentuhan tangan mas Bram. Aku tau ulah mas Bram membuat rambutku berantakan, tapi hatiku menghangat. Aku berusaha menahan diri untuk tidak menghambur kepelukannya.

Aku merasa mas Bram sedang memanjakanku dan itu membuatku semakin ingin bermanja padanya.

Aku berjalan ke kasir mengikuti mas Bram, ku berikan tas belanja yang penuh dengan baju pada petugas kasir. Aku membuka tas dan mengambil kartu atm milik mas Bram. Aku hendak memberikan kartu itu pada kasir, tapi mas Bram menahannya.

"Pakai ini saja." Ucapnya. Dia menyerahkan kartu kredit ditangannya pada kasir. Satu tangannya lagi menahan tanganku.

"Loh kok pake itu.? Kata mas Bram aku bisa beli baju pake ini." Ujarku sambil mengherakan tanganku yang aku gunakan untuk memegang kartu atm. Merasakan gerakan tangaku, mas Bram melepaskan genggaman tangannya.

"Kamu bisa pakai itu lain kali. Sekarang aku sedang mengganti bajumu yang hilang." Jawabnya datar.

"Kenapa harus pake kartu itu. Pake kartu ini pun sama saja, ini juga punya mas Bram." Kataku sambil terus menatap wajah datar mas Bram.

"Uang itu sudah jadi milikmu. Kalau aku pakai kartu itu, sama saja aku tidak menggantinya. Sudah jangan banyak protes.!" Kini suara mas Bram terdengar tegas dan tak mau lagi mendengar bantahan.

Akhirnya aku diam dan membiarkan mas Bram melakukan hal sesukanya.

...*****...

Sore itu setelah melihat sunset, aku dan mas Bram kembali ke hotel. Wajahnya yang cemberut saat aku memaksanya untuk melihat sunset, kini terlihat terus mengulum senyumnya sepanjang perjalanan menuju hotel. Dengan alasan cape dan ingin tidur, mas Bram menolak ajakanku. Tapi aku terus memaksanya hingga akhirnya dia terpaksa menuruti keinginanku.

Setelah jalan beberpa menit, kita sampai di kamar hotel.

"Aku yang mandi duluan, atau mas Bram.?" Tanyaku.

"Kamu duluan, aku masih lelah." Jawabnya.

Mas Bram merebahkan tubuhnya di ranjang.

Aku membiarkannya dan berlalu ke kamar mandi. Sepertinya mas Bram memang kelelahan, terlebih siang itu dia menemaniku berkeliling untuk membeli baju.

Kurang lebih tiga puluh menit aku menghabiskan waktu di kamar mandi. Begitu keluar kamar mandi, aku mendapati mas Bram masih berbaring diranjang. Aku melangkahkan kaki mendekatinya, hatiku menuntunku agar menatap wajah mas Bram lebih dekat lagi. Aku berdiri disisi ranjang dengan sedikit badan yang membungkuk. Ku pandangi wajah mas Bram dengan lekat.

"Sangat tampan dan sempurna,," Gumamku tanpa sadar.

Namun kemudian aku segera menyadarkan diri, karna laki - laki yang sedang aku puji ini adalah milik kakakku sendiri. Tidak seharusnya aku terlalu jauh mengaguminya. Ada perasaan sesak di hatiku karna mengaguminya. Aku tau kapasitasku hanya sebatas untuk mengaguminya tanpa bisa memilikinya. Aku tidak mau egois dengan mengambil kesempatan untuk membuat mas Bram mencintaiku disaat mba Ditha sedang berjuang untuk hidupnya.

Mengagumi dan mencintai dalam diam, kenapa sangat menyakitkan.

...******...

Delia menghapus air matanya, dia berusaha menarik sudut bibirnya untuk memaksakan senyuman. Dia menutupi rasa sesak dihatinya dengan senyum palsu. Setidaknya dia sedang mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri, menunjukan jika hatinya baik - baik saja saat ini.

"Mas Bram bangun,," Delia mengguncang lengan Bram. Namun Bram tak bergeming, dia masih nyenyak dengan tidurnya.

Delia mencoba untuk menggungannya lagi, kali ini lebih keras hingga tubuh Bram ikut terguncang.

"Bangun mas,,, mandi dulu.!" Katanya.

Namun Delia dibuat terperanjak karna tiba - tiba Bram menarik tangannya hingga membuatnya jatuh kepelukan Bram.

"Mas Bram.!!" Pekik Delia. Dia berusaha melepaskan diri dari atas tubuh Bram.

"Sebentar lagi, aku masih ngantuk." Ujar Bram tanpa membuka matanya. Dia menggulingkan tubuh Delia hingga sejajar dengannya dan memeluknya erat bak guling. Bram terlihat sangat nyaman memeluk Delia.

Delia ingin memberontak, tapi dia mengurungkan niatnya saat mendengar dengkuran halus dari Bram.

'Dia tertidur lagi. Setelah dia menarik dan memelukku seperti ini, apa dia pikir aku ini guling.' Batin Delia.

Hembusan nafas Bram yang hangat membelai wajah Delia. Dia merasa nyaman dengan posisi ini, hingga tidak berniat untuk membangunkan Bram lagi. Berada dalam pelukan Bram begitu menenangkan, tanpa sadar Delia ikut memejamkan matanya. Dia bahkan tidak menyadari jika saat ini tubuhnya hanya dibalut handuk kimono tanpa memakai dalaman.

"Sepertinya kamu sangat nyaman."

Mata Delia seketika membelalak mendengar suara serak Bram. Delia melihat Bram yang masih terpejam, tapi di tau jika saat ini Bram sudah bangun. Delia berusaha mendorong tubuh Bram untuk lepas dari pelukannya. Namun kedua tangan Bram semakin erat memeluknya.

"Mau kemana, hem.??" Tanya Bram, kali ini dia membuka mata dan menatap wajah Delia yang sudah merona.

"Lepasin mas.!!" Pekiknya. Delia merasa sangat malu, dia terus berusaha melepaskan diri.

"Bukannya kamu menyukainya.? Sejak tadi kamu bahkan diam saja." Ujar Bram dengan santai. Tapi itu semakin membuat Delia kehilangan mukanya. Ternyata Bram sudah bangun sejak tadi.

"Apa mas Bram sengaja menarikku.!" Protes Delia. Tangannya tidak berhenti untuk mendorong dada Bram.

"Iya. Apa kamu keberatan.?" Jawabnya. Bram mengulum senyum.

Pengakuan Bram membuat Delia membeku, dia ketahuan menikmati pelukan Bram yang terasa nyaman.

"Kenapa.?" Bram menyadarkan Delia yang tertegun.

"Dasar meneyebalkan.! Mas Bram mengambil kesempatan.! Cepat menyingkir.!" Cibir Delia.

Dorongan tangannya di dada Bram tidak memeberikan efek apapun.

"Mas Bram aw,,,," Delia tidak bisa melanjutkan ucapannya karna bibir Bram membungkam mulut Delia.

Bram menarik tengkuk Delia, dia memejamkan mata meraskan lembut dan kenyalnya bibir ranum milik Delia. Dia terus mengecap dan mengh*sap bibir Delia yang terasa semakin manis. Berbeda dengan Bram yang menikmati pagutan bibirnya, Delia hanya diam dan pasrah mendapat serangan mendadak dari Bram. Lagi - lagi tubuhnya memberi respon dengan membuka mulutnya memberikan ruang untuk Bram agar semakin leluasa menjelajahi mulutnya.

Delia meremas baju tepat di dada Bram, Dia memejamkan mata saat Bram semakin memperdalam ciumannya.

Bram melepaskan tautan bibirnya saat keduanya mulai kehabisan nafas. Delia masih memejamkan matanya, dia malu untuk menatap Bram.

"Cobalah membalasnya, jangan diam saja,,," Bisik Bram.

"Mas Bram.!!" Pekik Delia kesal. Dia sudah sangat malu, tapi Bram semakin membuatnya malu.

Bram terkekeh, dia melepaskan pelukanya dan membangunkan Delia.

"Lain kali kamu harus membalasnya. Aku mandi dulu." Bram mendaratkan kecupan dikening Delia. Dia masuk ke kamar mandi, meninggalkan Delia yang mematung.

'Aku mohon jangan seperti ini mas, jangan membuatku semakin mengagumi mu. Aku takut jatuh cinta padamu. Ini tidak benar, apa yang kita lakukan salah. Seharusnya tidak seperti ini hubungan diantara kita. Mba Ditha, aku mohon maafkan aku,,,"

Delia menghapus air matanya, nyatanya sikap Bram semakin membuat Delia ingin memiliki Bram.

...****"****...

Haii para readers,,,, Makasih sudah mampir untuk membaca novel ini. Makasih juga untuk dukungan dan semangatnya yah.

Jangan lupa selalu tinggalkan Like dan Komennya disetiap bab, agar Author lebih semangat lagi😊

Beri Vote dan Rate jika berkenan😊🙏

Untuk yang mau kasih kritik dan saran boleh banget, selama mengunakan bahasa yang baik dan sopan tidak ada ungsur menghina, Author akan terima dengan senang hati😊

Semoga novel ini bisa menghibur kalian semua.😊

1
Jane Hutagalung
kak. typo. bram keketiknya damar. sempat mikir dulu barusan. /Shame/
Jane Hutagalung
ehbuset ibunya ditha.. ikhlas bener anaknya punya madu
Jane Hutagalung
nah yakan.. tetiba aja di bab sebelum bab ini kepikiran gitu. hm, aku udh bisa buka lapak dukun nih kak 🤣🤣🤣
Jane Hutagalung
kok tiba2 kepikiran alea bukan anak bram ya? karena ada potongan tulisan ttg yang nungguin ditha koma bisa diizinin suster untuk wash lap in badan ditha.
aprilian tantu
👍❤❤❤❤❤
Uus Sumartini
pokoknya keren deh novel nya 👍👍👍💪💪💪❤❤❤
Uus Sumartini
cepet balikan dong ma kinan andranya biar Deon bahagia bersama kedua org tuanya thor
Uus Sumartini
😂😂😂 biaya udh buntung jd cemburuan.. tp sy suka Thor jd harmonis ma kinan
Uus Sumartini
saya paling ga suka tentang penghianat an... untuk itu Andra hrs bener 2 insyap ya Thor..
Uus Sumartini
Nah gitu jgn kalah ma uler keket lawan klo ada bibit pelakornya.. 👍💪💪❤😘. lanjutkan seru suka sy Thor
Uus Sumartini
wkwkwkwk suka deh klo udh ada rasa nanti nya ok Thor semangat.. lanjutkan ❤❤❤😘😘😘
Uus Sumartini
udh bagus ko thor sy suka cerita nya.. lanjutkan ❤❤❤😘💪💪💪👍👍👍
Uus Sumartini
klo aku sih setuju bgt kloDhita ma Damar soalnya udh ada anak... sy ga rela klo Bram pisah ma Delia Thor 👍👍👍💪💪💪❤❤❤😘😘😘
Uus Sumartini
seru lanjutkan❤❤❤
Uus Sumartini
hadeuhhh lega dehu dh kelar masalahnya
Uus Sumartini
jangan lma2 Thor aku sedih kasian Delia.. biarkan Delia Bahagia.. dhita kembali ma Damar aja cpt pulih ingatan nya thor
Uus Sumartini
deuh jd kesel deh klo begini kumaha ieu teh jd na atuh aya ayaa wae lah😇😇😇
Sweety_R🌽
damar sm kinan aj kak
Fida
Luar biasa
Mei Prw
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!