NovelToon NovelToon
Once Upon A Wedding

Once Upon A Wedding

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti / Aliansi Pernikahan
Popularitas:656.7k
Nilai: 5
Nama Author: yu aotian

Alone Claney hidup dalam kesendirian seperti namanya. Ibu suri yang terpikat padanya pun menjodohkan Alone dengan putra mahkota, calon pewaris tahta. Tak seperti cerita Cinderella yang bahagia bertemu pangeran, nestapa justru menghampirinya ketika mengetahui sifat pangeran yang akan menikahinya ternyata kejam dan kasar.

Karena suatu kejadian, seseorang datang menggantikan posisi pangeran sebagai putra mahkota sekaligus suaminya. Berbeda dengan pangeran yang asli, pria ini sungguh lembut dan penuh rasa keadilan yang tinggi. Sayangnya, pria itu hanyalah sesosok yang menyelusup masuk ke dalam istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yu aotian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Di Antara Dua Pangeran

"Maaf Pangeran, sebenarnya Nona tidak memanggil Anda," ucap Ciro setelah Bright keluar dari kediamannya.

"Lalu, kenapa kau mengatakan seperti itu?"

"Itu karena ... tadi saya melihat Nona Alone menuju perpustakaan, saya pikir ... ini kesempatan Pangeran jika ingin menemuinya."

Bright menoleh ke sembarang arah sambil sedikit mengangkat dagunya. "Kenapa kalian menganggap aku sangat ingin menemuinya! Apa kalian pikir aku merindukannya?"

Ciro buru-buru berkata, "Kami sama sekali tak berpikir seperti itu, Pangeran! Kami justru membantu Pangeran menemui nona karena tadi Pangeran bilang mau memberi tahu kalau Pangeran telah berhasil lewati ujian tahap pertama."

Mata Bright berkedip cepat karena ia hampir lupa dengan alasannya saat hendak menyambangi kediaman Alone.

"Tapi ... jika memang Pangeran belum mau menemui nona, kita bisa kembali ke paviliun," ucap Ciro kembali.

"Ah, tidak! Sudah keluar seperti ini, kenapa harus kembali? Ayo kita ke perpustakaan!" cetus Bright sambil melangkah lurus.

Seperti yang diungkap Ciro, Alone memang tengah berada di ruang perpustakaan. Ruangan ini telah menjadi tempat favoritnya sejak ia menginjakkan kaki di perpustakaan. Tempatnya yang begitu hening dan jauh dari hiruk pikuk kemegahan istana membuatnya betah berlama-lama. Apalagi dia memang sangat gemar membaca. Ini juga menjadi salah satu cara untuk mengalihkan hal-hal yang bergumul di hatinya saat ini.

Aroma khas kertas-kertas tua segera membelai penciumannya saat langkah kaki telah membawanya menuju ruangan tersebut. Ia lalu menyusuri rak-rak tinggi yang dipenuhi buku. Tangannya mulai menyentuh jajaran buku filsafat, sastra, sejarah dan hukum sembari memilah bacaan yang cocok untuk dibaca. Matanya sontak berpendar kala menemukan sebuah buku yang menarik.

Alone mulai berjinjit untuk mengambil buku yang berada di barisan rak paling atas. Sialnya, kakinya kurang tinggi untuk meraih buku tersebut. Matanya lalu menoleh ke kiri dan kanan, berusaha mencari pijakan tangga untuk mengambil buku tersebut. Sayangnya tak menemukan apa pun. Ia lantas kembali berjinjit, sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Masih belum sampai juga.

"Jika tak menemukan tangga, bukankah seharusnya kau mulai mencari seseorang untuk membantumu, Nona?" Suara lembut seorang pria tiba-tiba membelai telinganya.

Suara itu membuat Alone berbalik cepat. Sepasang matanya membulat begitu melihat sesosok tinggi semampai tengah berjalan ke arahnya.

"Pangeran Flynn!" sapa Alone seraya membungkuk penuh hormat. Ya, pria yang tengah berjalan ke arahnya saat ini adalah pangeran Flynn.

"Hallo, lama tak melihatmu di sini!" ucap Flynn yang kini berhenti tepat di hadapan Alone.

"Iya, aku sedang sibuk mempersiapkan pernikahanku akhir-akhir ini," jawab Alone sambil tersenyum kecil.

"Aku hampir lupa kalau sebentar lagi kau akan menjadi tuan putri dan kakak iparku." Saat mengatakan itu, cahaya di mata Flynn sedikit meredup.

Flynn mengulurkan tangannya ke atas dan meraih buku yang sebelumnya hendak diambil Alone. Ia langsung menyerahkan buku itu pada Alone.

"Terima kasih, Pangeran!"

Hanya sedetik setelah mengatakan itu, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan buku-buku yang berjatuhan dari rak paling atas yang langsung menghujani mereka. Lantas, keduanya sama-sama menunjukkan reaksi terkejut sebelum akhirnya sama-sama tertawa dan saling memungut buku-buku tersebut.

"Dia telah kembali. Apa kalian sudah bertemu?"

Alone tahu maksud dari pertanyaan Flynn tentu saja mengarah ke pangeran Julian. Ia pun menggeleng kecil tanpa berkata apa pun.

"Kuharap, setelah kau menikah nanti, kau masih mau berteman denganku meski suamimu kerap membenciku."

"Tentu saja. Pangeran adalah orang pertama yang mengajakku mengobrol sejak aku melangkahkan kaki di istana. Pangeran juga telah banyak membantuku mempelajari banyak hal di istana ini."

"Maafkan aku," ucap Flynn sambil menunduk.

"Kenapa Pangeran malah minta maaf?" tanya Alone mengernyit.

"Di perjumpaan pertama kita, tepatnya saat pemilihan calon pendamping pangeran Julian sedang berlangsung, sebenarnya aku berharap bukan kau ... bukan kau yang akan terpilih menjadi calon istrinya. Sayangnya, pilihan ibu suri jatuh padamu." Flynn menjeda kalimatnya sejenak hanya untuk tersenyum getir. "Seiring pernikahan kalian yang semakin dekat, aku justru berharap hari itu tidak pernah ada."

"Apa pun perasaan Pangeran terhadap saya, saya harap Pangeran bisa segera melepaskannya."

"Aku akan sangat iklhas melepas perasaanku jika Julian memang benar-benar mencintaimu, paling tidak dia memperlakukanmu dengan baik."

"Saya sangat senang bisa mengenal Pangeran, sebagai teman yang baik dan juga sebagai anggota keluarga baru nantinya," ucap Alone dengan nada hati-hati, namun memiliki makna yang tegas.

Flynn tersenyum simpul. "Kau memang sangat cocok menjadi ratu. Dan aku cukup sadar diri, hanya Julian yang mampu memberimu posisi itu," ucapnya sebelum akhirnya pamit pergi.

Setelah Flynn keluar dari ruangan itu, entah kenapa minat membaca Alone menjadi hilang. Ia pun meletakkan kembali buku-buku yang sempat diambilnya. Saat hendak memutuskan keluar, Alone seketika terhenyak diikuti kedua bahu yang terangkat ketika melihat Bright yang tengah bersandar tenang di pojok rak dengan kaki yang bersilang dan tangan bersedekap di dada.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Alone dengan keterkejutan yang menyergapnya.

"Aku?" Bright menunjuk dirinya sendiri, lalu berkata dengan nada santai. "Aku baru saja selesai menonton pertunjukkan pentas drama romantis. Tapi aku tidak tahu judul yang cocok untuk drama yang baru saja kutonton. Kurasa lebih cocok diberi judul calon adik iparku ternyata mencintaiku."

Dari kalimatnya yang bernada sarkastik itu, sudah pasti Bright telah mendengar pembicaraan antara Alone dan Flynn.

.

.

.

Like dan komeng

1
Shee_👚
duh ko ya deg deg an ya, kira² siapa yang pendeta Victoria maksud akan mati??
Yos3Va
duh siapa lagi yg bakal dimatiin ini??
aku berharap jangan lagi ada yg mati kecuali mereka yg jahat macam si cebret, Edward, dan kroni²nya
Shee_👚
akhirnya Flynn mengambil keputusan ada di samping raja. walau keputusan itu harus merelakan ibunya 😭😭
Yos3Va
terima kasih Tuhan🙏🙏🙏
Flynn masih ingat Adella dan akhirnya memilih mendukung kebijakan Bright...terima kasih Flynn🙏🙏
Shee_👚
akhirnya flynn datang tepat waktu
Yos3Va
ternyata Flynn nyekar ke makam Oscar🥺
Yos3Va
ternyata kenyataan tak sesuai harapanmu ya, Flynn. pasti rasanya makin sakit ketika kamu tahu kenyataannya, tapi lebih baik kamu tahu sekarang agar kamu bisa segera menyembuhkan diri... tolong lah ingat dg Adella yg rela menolongmu
Yos3Va
trio mas kentir kemana ini??
kok ganti Philips yg nempel🫣🫣
Putri Dhamayanti
Lah yg terbayang jd si Lamine yamal gegara spanyol... 🤣 oke, akan kuperbaiki hayalanku, apa wajah putra raja seperti gerard pique 🤭😄🤣
@Tie
waduh sp yaa yg mati?apa flyn?
Opi Sofiyanti
berarti pd jaman dahulu jd raja tuh ada enk bnyk g enk nya... kyk g bs ikut turun perang, kl buat bright itu justru tdk menguntungkan.. secara dia paling g bs diem mslh kyk gtu..
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
syukurlah flyn datang tepat waktu akhirnya adelia selamat
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
apakah julian benr2 akan amti nanti ohh no no no ksian batu baraaa😭😭😭😭😭😭😭😭
Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ
Waduhh
Tim Spanyol udah muncul aja
jadi inget pildun wkwkwk

Btw Keranjaan Spanyol ini dahulu bukannya di kenal memiliki kekuatan militer yang sangat kuat ya
Gimana nasib Veridia
Apalagi Bright yg seharusnya berada di garis terdepan dan ahli dalam strategi perang menjabat sebagai Raja yang tidak bisa turun langsung.

Wait..
Apakah peran Julian Disini di butuhkan sebagai Raja
dan Bright kembali dan mendampingi Flynn kah..
sakura🇵🇸
semoga saat perang besar itu tiba putri adella melindungi flynn dan ketahuan klo mereka menyerang atas hasutan si tikus herbert...semua kesalah pahaman itu disebabkan tua bangka pengkhianat🥺
sakura🇵🇸
kehilangan siapa ini?🥺apa kehilangan julian?dia kan memang ada sakit sejak kecil
Kᵝ⃟ᴸуυℓ∂єρ
Good job Flynn
langkah awal yang benar
aku tau meski logikamu berseberangan dengan Bright
tapi hatimu selaras dengan pemikiran dan gagasan² Sang Raja.
sakura🇵🇸
😭😭😭 akhirnya memilih bersama penguasa yang saat ini menjabat...kau tak akan salah pilih flynn
setidaknya sebelum ingatan julian kembali atau sampai rahasia besar itu terbuka
sakura🇵🇸
terlalu berat untuk dijalani sendiri ya,meskipun posisi seorang pangeran tapi bahkan posisinya pun diremehkan orang🥲
Yσυʅҽҽ🌹
hhmmm kerajaan emang identik sama perang
entah apa yg bakal terjadi sama veridia
semua kacau balau
dari wabah yg merenggut sang raja
dan yg paling fatal adalah tindakan Herbert, dia lah sang pemicu malapetaka
semoga saja apa yg ia tabur ia sendiri yg memanennya tanpa memakan banyak korban baik dr pihak veridia maupun Spanyol
dari ucapan pendeta Victoria napa jadi kepikiran Julian ya
ahhh entahlah
matsuya up nya Kong❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!