"kau membutuhkan uang dan aku membutuhkan seorang istri, bukannya kita akan saling menguntungkan.." kata Vico dengan menatap lekat Antin.
Antin bingung harus bagaimana lagi sekarang,, dia membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya yang memerlukan banyak uang.
Sedangkan uang yang ia kumpulkan selama ini hanya mencukupi biaya perawatan ayahnya saat ini.
Darimana lagi ia harus mendapatkan uang untuk biaya operasi ayahnya....
IG kenz kcp
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikmahkhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Antin tengah duduk dilantai ruang tamunya, mengerahkan semua idenya agar bisa menggambar desain baju yang baru.
Sudah jam 19.00 namun ayahnya belum juga pulang kerumah.
Tiba-tiba handphone Antin berdenting pertanda ia menerima pesan baru, segera ia meraihnya hpnya.
Mungkin ayahnya yang mengirim pesan, tapi ternyata bukan melainkan Tante Kila,
Tantenya mengirim pesan menanyakan Sean kepadanya, Antin mengerutkan dahinya. Kenapa menanyakan Sean kepadanya.
Kenapa menyakannya kepadaku?
Antin.
kau kan mantannya.
tante Kila.
lantass..??
aku harus mengetahuinya keberadaanya begitu..?
Antin dengan sebal.
dia menanyakanmu..?
tante Kila.
siapa...?
ada apa..?
Antin.
Sean bodoh.
tante Kila.
Antin mengernyit tidak mengerti apa yang dimaksud Tantenya.
Tiba-tiba tantenya menelfonnya, Antin memutar bola mata malasnya dan mengangkatnya.
"kau dimana...?" tanya Kila langsung.
" rumah.." jawab Antin Malas.
" Sean sudah menelvonmu..?" tanya Kila.
"untuk apa menelvonku... dia saja, tidak mempunyai nomer ku.."
"dia tadi ketoko ya, mencarimu..."
" ada apa mencariku.."
"minta balik mungkin..." Kata Kila ngawur.
"jangan ngada-ngada..." kata Antin langsung.
"udah ya... cepetan telvon dia.. kasihan tauu dia nanyain kamu melulu..."
"gak mau.."
"gak boleh gitu ih Ann..."
"aduhh Tante kalo Tante suka sama Sean yaudah ambil aja..." Antin langsung mematikan telvonnya sebelum mendengar ocehan dari tantenya, yang hanya membuat mood jelek.
Ia beralih mengetik pesan untuk ayahnya menanyakan keberadaanya.
Cukup lama Antin menunggu balasan dari ayahnya.
Saat hpnya berdenting Antin segera memeriksa dan mendapati pesan dari ayahnya.
Jika ayahnya baru selesai dengan pekerjaan dan segera pulang.
Antin menghembuskan nafasnya, belakangan ini ayahnya memang terlihat sangat sibuk disekolahnya.
Antin menaruh hpnya di sampingnya dan melanjutkan gambar desainnya.
30 menit kemudian terdengar suara deru mobil didepan rumahnya,itu artinya ayahnya baru datang.
Segera ia beranjak dari duduknya dan sedikit berlari menuju ayahnya.
Membuka pintu utama dan mendapati ayahnya dengan wajah lelahnya.
Antin begitu tidak tega melihatnya.
"belum tidur..." tanya Kusuma.
Antin hanya menggeleng dan mengambil tas kerja ayahnya dan menaruhnya diatas kursi.
Kusuma mendudukkan dirinya disofa ruang tamunya, menyandarkan punggungnya dan membuang nafasnya lega.
"Ayah udah makan..?" tanya Antin.
"kamu masak ?" tanya Kusuma.
"iyhaaa.. kalo Ayah mau makan.. biar Antin panasin lauknya.." Antin merapikan peralatannya menggambar desain yang ia pakai.
"enggak, Ayah udah makan.. mau langsung istirahat aja.." Kusuma beranjak berdiri.
"yaudah Antin kekamar dulu ya.."
Kusuma hanya berdehem dan berjalan menuju kekamarnya.
Antin juga berjalan menuju kamarnya sambil membawa peralatan nya.
Membuka pintu kamarnya dan menutupnya kembali.
Meletakkan peralatannya dimeja riasnya.
Ia juga harus beristirahat, ia mendapati sift pagi lagi esok.
Menuju kekamar Mandi dikamarnya untuk mencuci muka dan gosong gigi.
Untung saja tadi sore ia sempat memanggil tukang ledeng untuk membenahi kamar mandinya yang beberapa hari airnya tidak bisa keluar.
********
Sedangkan seorang pria yang Hari ini sungguh terlihat sangat tertekan tengah memandang kosong makanan yang didepannya.
Ia sama sekali tidak berselera makan Hari ini, padahal makanan dihadapannya adalah makanan kesukaannya.
"tuan vico, setidaknya anda harus makan sesuatu meskipun hanya sesuap.." kata Pak Kim kepada Vico.
Vico menatap sebentar Pak Kim dan menatap hidangan didepannya, semangkuk opor ayam dengan taburan bawang goreng diatasnya yang seharusnya menjadi sangat enak sekali dimatanya.
Namun ia sama sekali tidak berselera sekali.
"begini tuann..saya hanya akan memberi saran agar tuan muda Laurent berhenti menekan anda..." kata Pak kim.
Pak Kim yang melihat keadaan Vico sungguh amat sedih, setelah menyelesaikan pekerjaan di kantor ia langsung menuju kemari untuk memastikan keadaan vico.
Mendengar dari bibi Rum, jika Vico sepulang dari kantornya belum keluar sama sekali.
Pak Kim sangat mengkhawatirkan keadaan vico, pasti ia belum makan apapun sejak pagi.
Vico menatap ke Pak Kim menunggu saran apa yang akan diberikan kepadanya.
"bagaimana kalau tuan Vico menikah saja.." kata pak Kim.
Vico menghela nafasnya, Itu sama saja menyerah bukan.
"maksud saya, anda menikah dengan orang lain bukan dengan Nona Diva." jelas Pak Kim.
"aku tidak ada wanita Pak Kim.."
"maaf tuan.. kekasih anda..." Pak Kim menatap Vico lekat.
"dia tidak ada disini Pak Kim...
dia mungkin masih lama akan kembali.."kata lesu Vico.
Pak Kim terdiam mendengarnya, ia bisa saja mencarikan wanita untuk Vico. namun bagaimana kalau tuannya ini menolak dengan pilihannya.
"kau pulang saja Pak Kim..ini sudah malam.." kata Vico.
"saya akan pulang kalau tuan makan terlebih dahulu..."
Vico menghembuskan nafasnya menatap Pak kim. pria disampingnya ini juga Suka menekannya. kalau ia tidak mau dia juga akan berdiam tempat disini.
Dengan kasar Vico menyuapkan makanannya kedalam mulutnya.
ia hanya butuh beberapa suapan bukan..
tidak perlu menghabiskannya.
Tapi tunggu...
ini kan opor kesukaannya..
Mana mungkin ia tidak menghabiskannya..
mubazirr...
jangan lupa like dan vote ya....:))