NovelToon NovelToon
Hard To Say Goodbye

Hard To Say Goodbye

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:260.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lanny Tanuwidjaja

Kirana Larasati, menghadapi problema hidup yang sangat berat ketika usianya beranjak 23 tahun. Dia harus menerima kenyataan ketika kekasihnya Darren menikah dengan Tiara kakaknya sendiri, dan di saat yang hampir bersamaan dia juga harus mengetahui bahwa ibu yang sangat dia sayangi ternyata bukanlah ibu kandungnya.

Dengan duka Lara yang datang bertubi-tubi, dia harus mampu melanjutkan hidupnya. Hingga pada akhirnya dia bisa menemukan cinta seorang Joshua, yang ternyata justru lebih menghancurkannya karena kesalahpahaman yang terjadi.

Mampukah Lara menghadapi kisah hidupnya yang seperti roller coaster? Bagaimana akhir kisah cintanya dengan Joshua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lanny Tanuwidjaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah sasaran

Lara berjalan agak cepat menuju lobi, menurut resepsionis yang sedang bertugas, seorang wanita tak dikenal sedang menunggunya di sana. Setelah tiba di lobi, Lara melihat seorang wanita berwajah oriental yang masih tampak cantik di usianya yang mungkin sudah menginjak angka 50 tahunan sedang duduk dengan anggunnya di sofa yang memang tersedia di ruangan itu.

"Selamat siang ibu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Lara sopan ketika sudah berdiri di hadapan wanita itu.

"Kirana Larasati," gumam wanita itu menyebutkan nama lengkap Lara.

Sedikit mengernyitkan dahinya seraya Lara mengulaskan senyum tipis dibibirnya, dia agak sedikit bingung dengan wanita cantik yang ada di hadapannya ini.

"Benar itu nama saya, ibu cukup memanggil Lara saja," Lara mengulurkan tangannya pada wanita itu.

Tak ada balasan dari wanita itu, setelah sekian detik ditunggunya, tak juga terulur tangannya untuk membalas uluran tangan Lara. Akhirnya Lara menurunkan tangannya, dia merasakan aura kebencian dari tatapan wanita itu. Tapi siapa dia, mengapa dia terlihat tidak suka dengan Lara.

"Tidak perlu basa-basi," ujar wanita itu dengan ketus sambil bangkit berdiri dari duduknya. "Jauhi anak saya, karena sebentar lagi dia akan menikah. Jangan mengganggunya lagi," lanjut wanita itu masih dengan nada sinis.

Lara semakin mengernyitkan keningnya. "Maaf bu, mungkin ibu salah orang? Salah sasaran?" tanya Lara masih dengan nada sopan.

"Sudah jelas-jelas saya tahu namamu, apa mungkin saya salah orang?" nada suaranya semakin meninggi.

Sambil menghela nafas Lara berujar : "Maaf bu, anak ibu siapa?"

"Anakku Joshua, dan saya minta kamu jauhi dia, kamu tidak pantas bersanding dengannya," sambil berujar seperti itu,mata ibu Joshua menatap Lara dengan sikap meremehkan.

Astaga, ternyata wanita ini ibunya Joshua. Tiba-tiba Lara melayangkan pikirannya pada laki-laki yang sudah hampir dua minggu ini tidak bertemu dan berkomunikasi dengannya., kenapa justru yang datang ibunya dan memintanya untuk menjauhi anaknya. Lara menggeleng pelan, dia masih tidak mengerti dengan keadaan yang di hadapinya sekarang ini.

"Ibu, saya tidak ada hubungan apapun dengan pak Joshua. Kami hanya sekedar berteman, itu pun karena perusahaan tempat saya bekerja ini sedang menjalankan kerja sama dengan perusahaan pak Joshua. Jadi ibu tidak perlu khawatir, saya rasa ibu memang salah sasaran," jelas Lara masih dengan nada sopan.

"Tidak usah pura-pura, berapa uang yang kamu mau? Tinggal sebut saja, asal kamu menjauhi Joshua," wanita itu menaikkan nada suaranya sambil mengeluarkan buku kecil dari tas mewahnya.

Beberapa pasang mata mulai menatap mereka, Lara menundukkan kepalanya karena malu menjadi pusat perhatian. Entah ini ujian apalagi yang harus dihadapinya.

"Ini selembar cek kosong, kamu tulis saja nominalnya sendiri, jauhi anak saya," wanita itu menarik selembar kertas dari buku kecil yang ternyata isinya buku cek, seraya melemparkannya ke wajah Lara.

Lara terperangah dengan perlakuan wanita itu, sambil menahan amarahnya Lara mengambil cek yang jatuh di dekat kakinya itu diiringi dengan tatapan merendahkan dari wanita itu. Setelah berdiri sejajar berhadapan dengan wanita itu, Lara mengembalikan cek tersebut.

"Ibu tidak perlu repot-repot memberikan saya cek ini, dengan senang hati saya akan menjauhi anak ibu. Terima kasih."

Meski amarah sudah memenuhi dadanya, Lara masih bisa berucap dengan sopan.

"Tante, kok ada di sini?" tanya Andreas yang tiba-tiba sudah ada di antara mereka.

Sebenarnya Andreas baru saja pulang dari meeting di perusahaan lain, tapi begitu sampai di lobi dia melihat sedikit kegaduhan dan kerumunan para karyawannya. Ternyata setelah dihampiri dia mengenali itu adalah ibunya Joshua dan sedang berhadapan dengan Lara. Karena penasaran, Andreas menghampiri mereka.,

"La, ada apa?" tanya Andreas bingung.

"Tante kesini untuk memperingatkan perempuan ini supaya menjauhi Joshua, kamu tahu kan dia akan segera menikah dengan Ellen."

Penjelasan singkat dari ibu Joshua membuat Andreas manggut-manggut.

"Aku sudah jelaskan kepada ibu ini bahwa aku dan Joshua tidak punya hubungan apapun, tapi ibu ini tidak percaya," sambung Lara supaya lebih jelas.

"Kamu lihat, Dre. Karyawanmu ini tidak sopan, kamu harus memecatnya," ibunya Joshua sedikit berteriak.

Andreas yang melihat keadaan semakin buruk segera melerai. "La, kamu balik kantor gih. Biar aku yang bantu jelaskan pada tanteku ini."

Oh ternyata ibunya Joshua adalah tantenya Andreas, berarti Andreas dan Joshua saudara sepupu, kenapa aku baru tahu ya? Lara bergumam dalam hati. Akhirnya dia memilih mengangguk dan undur diri dari hadapan mereka.

"Permisi ibu, maafkan kekurangsopanan saya. Permisi pak," pamit Lara pada mereka berdua.

Tiba di ruang kerjanya Lara menghempaskan bokongnya dengan kesal di kursi, sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar tentunya.

"Kenapa sih, La?" tanya Merry rekan kerjanya.

"Ketiban durian runtuh," jawab Lara sekenanya.

"Rame lho di group whatsapp, kamu dimarahi ibu-ibu siapa sih?" tanya Merry lagi dengan keponya.

Tanpa menjawab pertanyaan Merry, Lara segera mengecek group whatsapp yang sengaja dibuat untuk memfasilitasi komunikasi semua karyawan di sana. Matanya membulat sempurna ketika melihat foto dirinya yang sedang ditunjuk-tunjuk oleh ibunya Joshua.

Mimpi apa aku semalam? Lara menepuk-nepuk dahinya. Dia tidak bisa menyalurkan kekesalannya, mau marah ke siapa. Marah ke Joshua juga tidak mungkin, dia sudah dua minggu ini tidak berkomunikasi sama sekali dikarenakan pertengkaran mereka yang cukup absurd, apalagi bertemu. Dan sekarang tiba-tiba ibunya datang memintanya untuk menjauhi Joshua, ditambah kabar Joshua akan segera menikah.

"Darimana tante Sandra bisa tahu tentangmu, La?" tanya Andreas ketika Lara tiba di ruangannya.

Selesai menenangkan ibunya Joshua, Andreas segera memanggil Lara ke ruangannya.

"Mana aku tahu?" Lara menjawab sekenanya. "Sudah dua minggu ini aku tidak berkomunikasi dengan Joshua, bertemu saja tidak. Tiba-tiba ibunya datang dan memintaku menjauhi anaknya. Kamu bingung, nah aku lebih bingung lagi dong."

Andreas terkekeh melihat ekspresi Lara, sahabat yang sudah dianggap seperti adiknya ini memang lucu. Bahkan dalam keadaan seperti ini saja, dia masih terlihat santai. Kalau perempuan lain mungkin sudah kalang kabut karena dituduh jadi wanita pengganggu.

"Hubungan kalian tidak ada kemajuan ya?" tanya Andreas sambil duduk di samping Lara.

"Maksudnya?" tanya Lara tak mengerti.

"Ayolah, La. Aku saja bisa tahu seperti apa perasaan Joshua padamu. Kamu pasti bisa melihat dan merasakannya bukan? Joshua menaruh hati padamu, tidakkah kamu berniat membuka hati untuknya?" pertanyaan Andreas membuat Lara terdiam.

"Kamu harus move on, La. Darren sudah menjadi milik kakakmu, sampai kapan kamu mau berkubang dengan perasaan patah hatimu itu? Cepetan cari obatnya, biar cepet sembuh," Andreas mengacaukan rambut Lara dengan gemas.

"Dre, jadi berantakan nih rambutku," protes Lara.

"Tetap cantik kok," sekali lagi Andreas mengacaukan rambutnya dan Lara terus berusaha menghindar hingga dia terjebak di sudut sofa.

Posisi yang membuat Lara tersudut memang tidak menguntungkan untuknya dan membuat Andreas semakin semamgat menjahilinya.

"Dre, cukup. Nanti kalau tiba-tiba Diana datang dan salah paham, habis kamu," ancaman Lara berhasil membuat Andreas berhenti seketika.

Andreas yang bucin pada Diana memang paling takut kalau sampai Diana meninggalkannya, apalagi cuma karena salah paham.

Sekarang giliran Lara yang terkekeh penuh kemenangan. "Dasar bucin."

***

From author :

Konflik baru lg nih gengs, sebelum lanjut author ga bosen2nya minta vote y.

like, comment, bantu share juga y. Bintang lima juga guys... lots of thx...

Luv,

Lanny Tan

1
ione
/Smile/
Retno Agus Silowati
Lumayan
PeQueena
halaa.. omong kosong kau lara.nyata kau berpelukan juga. untung masih ketahuan jashua...
g usah munak..giliran dituduh mencak²... aneh lu
PeQueena
muter² muluk...stiap ada didekat darrens bawany lemah hatinya gak bisa apa bersikap tegas si lara .,
PeQueena
kebanyakan pov lagi
PeQueena
benar joshua lah.
meskipun tiara atau keluarganya sklipun.melihat itu yg sangat gak pantas dipikir klian berdua berselingkuh
PeQueena
kenapa menyalakan takdir...
itu kan karna kebodohanmu sendiri. kenapa tidak bisa berterus-terang dan menjadi laki² pengecut.
ingat ya.. mgkin menurut orang tua pilihan meraka itu tepat tapi belum tentu terbaik bagi anaknya
PeQueena
disini darren egois.. semua sikapnya mlh membuat lara memjadi sulit dan serba salah
PeQueena
jangan kebanyakan pov thor...
ntar jdi bingung bacanya . ribet
Susana Dewi
dari awal baca sampai bab ini bikin emosi terus, ga tahu disini yang salah dan yang benar..semua muter muter.
Susana Dewi
bagus
Natalia Panggabean
kirana lm2 terlalu ngebosanin.. apa2 bisanya cmn mngalahh.. joshua jg ujung2nya maksa.
Natalia Panggabean
pgnnya darren sm lara.
scarlet
kalo aq sih,,, emg sebaiknya mrk pisah,, rumah tangga yang aneh,,, katax saling cinta tp selalu salah paham,,, tdk pernah slg memahami,,,, lalu apa artinya cinta bd mrk? Joshua terlalu temperamen,,, kerjanya emosiiii aja,,, punya suami kek gitu pastinya lelah secara mental,,,,
scarlet
Thor,,, jgn berusaha memoles karakter Joshua sbg suami yg sungguh mencintai istri.
Dia memperkosa istri,, melecehkan dg kata2x, berbohong pd istrinya bhw ada kerjaan sampai mbiarkan anak istrinya pdhal berduaan dg mantan,,, apapun alasannya Joshua bkn suami yg baik n penuh cinta,,,, Cinta tdk akan menyakiti fisik maupun mental,,,
scarlet
lepaskan suami kasar sprti itu
scarlet
i hate you Jo,,, hy laki2 pengecut yg berbuat kasar pd wanita,,, gak pernah minta maaf LG,,
scarlet
apalah artinya cinta kalo diperlakukan kasar,,, itu bkn cinta tp obsesi,,, dlm cinta ada rasa hormat, percaya n kelembutan
scarlet
ngaca Jo,, km jg mencium mantanmu
scarlet
Lara,, km salah syg,,, sdh tau suami mu sdg cemburu n salah paham pd Adith,,knp berduaan dgx,, hrsx mhindar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!