Berkelana ke segala penjuru...
Membasmi semua kejahatan yang dia lewati...
Melampaui batas kekuatan...
Menantang Langit...
Mengukir legenda baru untuk di kenang
sepanjang Masa...
Tidak ada yang dapat menghentikannya, semua berjalan atas kehendaknya! kekuatan mutlak menjadi sumber utama!
MENGUKIR SEJARAH YANG AKAN DI KENANG DARI MASA KE MASA.
Saksikan kelanjutanya!^^
Enjoyy^^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tika widya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siluman Beruang Merah
Feng Luozhi tengah berdiri berhadapan dengan tiga orang yang sebenarnya adalah orang-orang dari Zou Tong yang kini hilang. Sebelumnya, Feng Luozhi sudah menyadari kejanggalan dan gerak-gerik aneh dari tiga orang tersebut.
Ternyata instingnya itu benar, ketika melihat salah satu dari mereka menyerangnya dan membawanya pergi dari rombongan.
"Manusia! kami tau kau sudah tau maksud tujuan kami!" Seru dari salah satu ketiganya.
Feng Luozhi tersenyum tipis menanggapi ucapan dari salah satu orang didepannya, yang sebenarnya bukan manusia melainkan sejenis Siluman yang dapat menjelma menjadi manusia.
Melihat senyuman remeh dari bocah di depan mereka, membuat ketiga orang di depannya merasa murka. Karena merasa di remehkan, ketiganya langsung berubah ke wujud asli mereka.
Perlahan tubuh manusia yang menempel pada mereka terpisah dari tubuh ketiganya. Namun anehnya tubuh mereka menyusut menjadi kecil tiga kali lipat dari ukuran tubuh manusia awalnya.
"Gahhh serang dia bersamaan!"
Mereka mulai menyerang dan mengepung Feng Luozhi di tengah. Tapi justru Feng Luozhi malah menatap mereka tidak percaya dan terdiam di tempatnya.
Keterdiaman Feng Luozhi sebenarnya bukan karena takut atau apapun. Tapi dia hanya tidak menyangka, bahwa tubuh asli dari tiga siluman ini begitu kecil dan mungil.
Mereka berbentuk seperti beruang kecil dengan warna bulu berwarna merah menyala, membuat mereka yang melihatnya merasa gemas dan ingin memeluknya.
Feng Luozhi mengingat-ngingat pernah membaca di buku tentang informasi siluman kecil disekitarnya kini. Setelah mengingat jelas, Feng Luozhi menyadari bahwa tiga siluman ini adalah jenis siluman ilusi dengan kemampuan yang langka. Jika saja dia bisa mengalahkannya dan mengonsumsi dagingnya pasti akan sangat bermanfaat.
Siluman beruang merah, sebenarnya mereka dapat lebih besar lagi. Tapi Feng Luozhi tidak mau memikirkannya lebih jauh. Karena menurutnya jika umur dari siluman ini masih terbilang bayi maka akan menambah khasiat yang lebih bagus.
Feng Luozhi menyerigai lebar melihat ketiga beruang merah didepanya. "Kupikir kalian akan lebih nikmat jika di panggang dengan bumbu-bumbu alami." Kata Feng Luozhi dengan seringainya.
Seketika ucapannya tersebut menimbulkan keraguan dari tiga beruang merah. Ketiga beruang merah itu menelan ludah saat mendengar ucapan Feng Louzhi. Bahkan mereka sudah membayangkan tubuh mereka yang terpanggang di atas api.
Feng Luozhi tersenyum tipis, kelemahan salah satu dari siluman ini adalah kalimat ketika musuh mereka mengancam akan memakan mereka. Yang kedua, beruang merah takut dengan api.
Kini ketiga siluman itu saling pandang dan menyuruh satu sama lain untuk melakukannya lebih dulu.
"Kau saja!" Mereka sudah berulang kali saling melemparkan kata ini ke satu sama lain.
Sedangkan Feng Luozhi sudah mengeluarkan Api Es Abdi di tangannya dan bersiap menyerang ketiga siluman itu sekaligus.
Riuzu memperhatikan Feng Luozhi dari layar yang menampilkan kegiatan Feng Luozhi sekarang dari dalam cincin ruang. Kemudian tersenyum tipis, dia menyadari kini perlahan Feng Luozhi sudah tidak perlu mendengar arahan darinya.
Di dalam layar, terlihat jelas bahwa Feng Luozhi dengan begitu senang dan santai menikmati perlawanannya dengan beruang merah.
°°
Baru saja Ken Dai dan yang lainya berniat mencari Feng Luozhi. Tapi remaja itu lebih dulu memperlihatkan keberadaannya, bersama tiga orang lainya yang kini dibawanya dalam keadaan pingsan.
"Feng Luozhi!" Ken Dai segera menghampiri Feng Luozhi yang berjalan mendekat ke mereka.
Mereka merasa lega karena melihat Feng Luozhi kini sudah kembali.
"Tetua Ken maaf, mereka tadi di culik oleh beruang merah yang menjelma menyerupai tiga orang ini." Jelas Feng Luozhi.
"Beruang merah?!" Ken Dai merasa terkejut, dia tahu beruang merah adalah salah satu jenis siluman yang jarang di temui dan khasiat tubuh beruang merah yang bermanfaat secara keseluruhan.
Feng Luozhi menyerahkan tiga orang yang di bawanya pada orang dari rombongan Zou Tong.
"Benar tetua, dan aku berhasil membunuhnya." Feng Luozhi menunjukan tiga tubuh beruang merah kecil yang tadi di dapatnya.
Sedangkan Yin Hua dan tiga murid lainya merasa bingung dan asing dengan nama binatang yang mereka dengar. Hingga kemunculan tubuh beruang merah di tangan Feng Luozhi membuat mereka terkejut, dan merasa kasihan.
Yin Hua segera mendekat ke arah Feng Luozhi dan mangambil salah satu tubuh dari siluman Beruang merah itu.
"Adik Feng kenapa kau begitu tega membunuh hewan seiimut ini?" Ucap Yin Hua dan di angguki oleh yang lainya.
Feng Luozhi menghela nafas berat melihat keempat temanya, itu sebabnya Feng Luozhi lebih memilih sendiri tadi saat berjaga di belakang rombongan. Jika saja Feng Luozhi tidak tau bahwa siluman yang akan di dihadapinya ini sangat imut, pasti akan bahaya kalau saja Yin Hua ikut. Karena wanita itulah yang tadi lebih dulu mengajukan diri mengawaninya di bagian belakang.
Zou Tong turun dari gerobaknya dan menghampiri Feng Luozhi, lagi-lagi kali ini yang menyelamatkan nyawa mereka adalah remaja muda di depannya kini.
"Terima kasih pendekar muda Feng Luozhi!" Zou Tong membungkukkan setengah badannya terhadap Feng Luozhi.
°°
Perjalanan memakan waktu sekitar empat jam kurang menuju kota Shui. Setelah sekian lama akhirnya mereka tiba di kota shui, dan berkat identitas dan tanda pengenal Zou Tong yang termasuk adalah salah satu dari Asosiasi yang sangat berpengaruh di kota Shui, memudahkan mereka memasuki kota Shui tanpa hambatan.
"Pendekar kita akan berpisah di sini, jika kalian menginginkan sesuatu atau membutuhkan perlengkapan pendekar, kalian bisa mengunjungi Asosiasi kami, kami akan memberikan potongan setengah harga." Zou Tong memberikan plat nama dari Zou Tong.
"Tentu saja, dan terima kasih tuan Zou." Balas Ken Dai sambil menerima plat berwarna perak di tangannya.
bersambung...
Next up>>
#akhirnya mndpt luka yg tdk semestinya
😆😜
🤩😎
😆😜