Pratama Attarilah Putra Wijaya (Tama), adalah seorang yang usil dan jahil. Sejak kecil dia sering menjahili anak dari sahabat ibunya, Kiara. Akankah kejahilan itu terus berlanjut dan menumbuhkan cinta?
Mikhaila Azzariyah Putri Wijaya(Mikha), dia lahir lebih lambat 2 menit dari saudara kembarnnya Tama. Mikha yang memiliki sifat lugu dan polos bertemu dengan seorang pemuda bernama Dion Sebastian yang memiliki sifat jutek dan temperamental. Dan suatu kesalah pahaman membuat mereka terpaksa harus menikah. Akankah keduanya saling jatuh cinta, ketika ternyata di hati Dion sudah ada wanita lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Plakkk!
Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Cantika.
"Sayang, kamu kamu salah paham," Cantika berusaha untuk menyentuh lengan kekasihnya Dion. Namun dengan kasar Dion mengibaskan tangan Cantika.
"Kamu kira, aku orang bodoh yang selamanya bisa kamu tipu?!" Dion memberikan tatapan tajamnya kepada Cantika.
"Tentu saja tidak! Aku tidak pernah membodohimu," elak Cantika, dia tetap berusaha untuk bisa mendapatkan hati Dion.
"Benarkah?!"
"Iya, Sayang. Aku tidak pernah membodohimu." Cantika kembali berusaha untuk menyentuh lengan Dion.
"Lalu apa maksud ancamanmu kepada Mikha waktu itu?" tanya Dion yang kembali dengan tatapan dinginnya.
"An...ancaman apa?" tanya Cantika yang juga kembali gugup.
Demikian juga Mikha, dia menatap ke arah Dion untuk meminta penjelasan maksud dari ucapan suaminya tersebut. Pasalnya, Mikha tidak pernah menceritakan soal ancaman yang di berikan oleh Cantika kepadanya.
Dion mulai menceritakan kejadian dimana dia tanpa sengaja mendengar ancaman yang di berikan Cantika kepada Mikha.
Meskipun dia tidak tahu dengan persis permasalahan yang membuat Cantika mengancam Mikha, tapi Dion yakin kalau dia tidak salah mendengar saat Cantika menyebut nama Harun. Sejak hari itu dia mulai menyuruh seseorang untuk mengikuti Cantika. Namun, ketika orang suruhannya hendak melapor, di saat yang bersamaan pula ayahnya menyuruhnya untuk ikut perjamuan makan malam yang di adakan oleh Rangga Wijaya. Sehingga dia memutuskan untuk menemui orang suruhannya usai makan malam. Namun kejadian tak terduga menimpa dirinya, dia dan Mikha akhirnya harus menikah karena ulah seseorang.
"Tidak Sayang, semua yang kamu dengar itu tidak benar," lagi-lagi Cantika masih berusaha untuk mengelak. "Ini..ini pasti rekayasa dia dan ayahnya. Percayalaha padaku, Sayang!"
Dion menarik napasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya.
"Lalu ini apa?" tanya Dion seraya menunjukkan layar ponselnya kepada Cantika.
Cantika membulatkan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat di layar ponsel milik Dion.
"Tidak! Tidak mungkin! Aku yakin itu pasti video hasil editan."
Mikha ikut melihat video yang di tunjukkan oleh Dion di layar ponselnya. Matanya juga membulat sempurna melihat video Cantika dan Harun yang sedang melakukan adegan hot di sebuah kamar hotel. Bahkan Mikha langsung menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
"Sayang, itu...itu..."
Plaaakkk!
Satu tamparan kembali mendarat di pipi kiri Cantika.
"Sekarang aku tahu, alasan kenapa kamu selalu menolak untuk aku nikahi." Dion kembali memberikan tatapan tajamnya kepada Cantika.
"Sayang, maafkan aku! Aku..."
Dion kembali mengibaskan tangan Cantika saat dia berusaha untuk meraih tangannya.
"Ayo kita pergi!" ajak Dion, dia menarik tangan istrinya untuk segera meninggalkan apartemen milik Cantika. Dia sudah tidak perduli ketika Cantika berkali-kali berusaha mengejarnya untuk meminta maaf.
******
Sepanjang perjalanan menuju rumah, baik Dion maupun Mikha tidak ada satupun yang berniat untuk membuka pembicaraan.
Mikha melirik ke arah Dion yang sedang fokus menyetir mobilnya.
"Jangan menatapku seperti itu!" seru Dion.
"Yey, siapa juga yang menatapmu," elak Mikha
"Buktinya sejak naik ke mobil tadi, matamu tak henti-hentinya melihat ke arahku."
"Jangan-jangan kamu mulai jatuh cinta terhadapku," goda Dion.
"Ih, pede amat! Ngapain aku jatuh cinta sama cowok nyebelin bin ngeselin kayak kamu."
"Ya ya, kamu memang tidak mencintaiku. Tapi apapun itu, kita ini sudah menikah dan sah menurut agama dan juga negara," tambah Dion.
Mikha kembali melirik ke arah Dion.
"Cowok nyebelin, apa perasaanmu baik-baik saja?" tanya Mikha dengan hati-hati.
"Kenapa?" Dion malah balik tanya.
"Ya..karena ternyata pacar yang sangat kamu cintai itu menghianatimu," jawab Mikha.
"Aku ini laki-laki, kehilangan satu cewek tidak masalah bagiku."
Mikha menatap ke arah Dion, dia tahu kalau Dion sedang menghibur dirinya sendiri.
******
Sejak pagi tadi Tama selalu mengikuti kemanapun Kiara pergi. Bahkan ketika Kiara sedang melakukan tugas kelompok yang di berikan oleh dosennya, Tama juga mengikutinya. Sampai-sampai Tama menyuruh orang untuk memberikan makanan kepada Kiara dan teman-temannya. Kiara yang merasa risih dengan keberadaan Tama segera menghampirinya, dia berdiri tepat di hadapan laki-laki tersebut.
"Tam, please deh! Mulai sekarang jangan ikutin aku lagi!" ucap Kiara kesal.
"Kia, aku hanya ...,"
"Aku sudah bilang padamu, kalau aku sudah memiliki Zeno. Jadi jangan pernah berharap kalau aku akan jatuh cinta padamu. Mengerti!"
Mendengar perkataan Kiara, Tama terdiam. Dia memang salah karena mencintai wanita yang sudah memiliki pacar. Tapi bukankah cinta tidak bisa memilih kemana hati akan berlabuh. Apalagi dia sudah memendam perasaan sukanya kepada Kiara sejak kecil. Tadinya dia mengira kalau perasaannya itu akan hilang seiring berjalannya waktu. Tapi kenyataannya perasaan itu semakin hari semakin kuat.
"Aku mohon padamu, Tam. Tolong jauhi aku mulai sekarang!" pinta Kiara dengan mengatupkan kedua tangannya. "Aku yakin, suatu saat nanti kamu akan menemukan orang yang benar-benar kamu cintai dan yang mencintaimu," tambahnya.
"Kia, bukankah waktu itu kamu masih memberiku kesempatan untuk mengejarmu. Kenapa sekarang berubah?"
"Aku tidak ingin membuatmu terluka Tama. Aku sudah memiliki kekasih, dan aku tidak akan mungkin bisa menerima cinta dari orang lain lagi. Aku tidak ingin memanfaatkanmu!" ujar Kiara.
"Aku rela bahkan jika kamu memanfaatkan aku."
"Tapi aku tidak bisa Tam, mulai sekarang tolong menjauhlah dariku! Aku mohon!"
Tama menatap wajah Kiara.
"Baiklah, mulai sekarang aku janji tidak akan mengganggumu lagi," ucap Tama.
"Terimakasih ya Tam," ucapa Kiara.
Tama mengangguk, "Kembalilah ke tempat teman-temanmu. Aku akan pergi sekarang juga," ucap Tama.
Kiara kembali ke tempat di mana teman-temannya sedang mengerjakan tugas. Dia melihat ke arah Tama yang mulai berjalan menjauhinya.
"Kia, kamu beneran menolak cinta seorang putra Wijaya?" tanya salah seorang temannya yang bernama Lisa.
"Lis, kamukan tahu kalau aku sudah memiliki Zeno," jawab Kiara santai.
"Gini lho Kia, Tama dan Zeno. Mereka berdua jika di sandingkan jauh banget perbedaannya. Apa kamu tidak melihat itu?" tanya Lisa.
Kiara menggelengkan kepalanya.
"Apa sih yang kamu lihat dari Zeno?" tanya Lisa.
"Dia pernah menolongku waktu aku hampir di lecehkan ketika SMA," jawab Kiara.
Kiara ingat bagaimana Zeno menolongnya dari para pemuda berandalan yang hendak melecehkan dirinya.
"Cuma karena itu?" tanya Lisa lagi.
"Iya."
"Lalu apa kamu benar-benar mencintai Zeno?" tanya Lisa lagi.
Kali ini Kiara tidak menjawab, sesungguhnya sampai sekarang dia tidak tahu siapa yang benar-benar hatinya pilih. Sejak kecil kejahilan yang di lakukan Tama terhadapnya sesungguhnya telah menarik perhatiannya. Tapi dia tidak ingin, persahabatan antara dirinya, Tama dan juga Mikha hancur oleh perasaan yang di namakan cinta. Makanya, ketika Zeno mengungkapkan perasaan sukanya terhadap dirinya, Kiara langsung menerima tanpa memikirkan apa dia benar-benar mencintai Zeno.
## Tetap berikan like, komen dan votenya ya🤗😁,Author tunggu!
## Sambil menunggu up berikutnya baca yuk karaya temen author yang pasti seru:
Terimakasih🤗🤗🤗