NovelToon NovelToon
BUKAN AKU YANG KAU CINTA

BUKAN AKU YANG KAU CINTA

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:58.4k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Sekuel Novel Cincin yang Tertinggal

Kisah seorang laki-laki yang mengejar cinta wanita berhijab namun tak pernah berbalas. Hanya karena sesuatu yang terjadi akhirnya laki-laki itu mau menikahi wanita tersebut walaupun terpaksa.
Menikah dengan orang yang sangat dicintai adalah
impiannya namun menjadi pengantin pengganti bukanlah keinginannya.
Akankah rumah tangganya langgeng?
Yuk ikuti kisah mereka yang seru, menarik dan inspiratif hanya di Bukan Aku yang Kau Cinta.

Like, komeng and subcribe Terima kasih💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 Mulai melupakan

Rina mengejar Keira yang sudah terlebih dahulu masuk rumah. Keira menatap langit-langit berupaya agar air matanya tidak jatuh. Rina mencekal lengan Keira agar berhenti saat itu juga.

"Kei tolong maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Benar kata bang Kasdun kami bertemu tidak sengaja, tadi aku mau pulang menunggu angkot di halte depan ramayona engga tahunya bang Kasdun menghentikan motornya lalu dia mengantarku sampai sini. Tolong Kei maafkan aku." Jelas Rina merasa bersalah.

Keira menatap nanar sahabatnya. Air mata yang sudah dijaga akhirnya lolos juga.

"Buat apa aku marah, Rin? Bang Kasdun bukan siapa-siapanya aku. Aku tidak pernah jadian sama dia. Akunya aja yang terlalu berharap padanya padahal dari awal aku tahu bukan aku yang dia cinta tapi wanita lain, wanita yang selalu ia kejar dan pada akhirnya wanita itu memilih orang lain untuk menjadi calon suaminya. Dan aku masih berharap untuk bisa ia cintai setelah darahnya mengalir dalam tubuhku aku bahagia sangat bahagia tapi apa? Ternyata ia hanya kasihan melihatku terkapar di rumah sakit. Ia tidak pernah menyukaiku apalagi mencintaiku, buktinya apa? Dia selalu menghindar. Kamu lihat, tadi saja dia tidak mau menyapaku, menanyakan bagaimana kondisiku sekarang? Jadi walaupun dia lantas memilihmu menjadi teman hidupnya aku ikhlas." Keira memejamkan matanya seketika air mata itu lolos begitu saja.

Kedua sahabatnya merengkuhnya, memberi kekuatan padanya. Sungguh tidak mudah mendapatkan seseorang yang dicintai untuk dimiliki. Tapi setidaknya darah yang mengalir ditubuhnya memberikan kekuatan cinta yang hanya tertulis dalam hati walaupun tidak bisa ia miliki.

Meira menguraikan rengkuhannya lalu mengusap pipi Keira yang basah.

"Sudah kamu jangan menangis karena cinta. Bukankah jodoh itu masih rahasia Allah. Kalau bang Kasdun itu jodohmu ia akan datang ke rumahmu untuk melamar. Kalau memang bukan jodohmu, yakinlah suatu saat akan ada laki-laki terbaik yang akan menjadi pendampingmu kelak. Sudah malam kita tidur. Anggap masalah ini selesai. Jangan diungkit lagi, setuju!" Ujar Meira bijak.

...****************...

Pagi-pagi Keira sudah siap dengan masakan yang menggugah selera. Ia menyajikannya di meja makan. Seolah tidak terjadi apa pun semalam Keira lebih melakukan kegiatan positif untuk melupakan kejadian semalam. Dua orang sahabatnya masih tertidur pulas.

"Bangun...bangun ceuceu lihat waktu, sholat subuh dulu!" Keira membangunkan dua sahabatnya yang masih terlelap dalam mimpi. Mereka benar-benar terlihat lelah.

Keira melanjutkan membersihkan seluruh ruangan sendiri. Pembiasaan di rumahnya ia terapkan di kontrakan. Selesai membersihkan ruangan Keira bersiap untuk olah raga pagi tanpa ditemani kedua sahabatnya.

Senyumnya selalu mengembang manakala berpapasan dengan orang lain. Ia berlari di sekitar komplek menuju jalan utama yang biasanya menawarkan jajanan dengan sajian makanan-makanan yang menggugah selera untuk sarapan. Keira memilih sarapan bubur ayam walaupun di rumah sudah tersaji masakan buatannya namun makan di pinggir jalan memiliki makna tersendiri.

Sementara itu di kontrakan Meira dan Rina dikagetkan dengan ketiadaan Keira di kamarnya. Mereka menduga Keira pergi dengan hati yang masih terluka.

"Di kamar mandi juga tidak ada. Mei apa Keira pulang ke rumah orang tuanya ya? Aku semakin merasa bersalah." Jelas Rina yang menatap sendu Meira.

"Kalau pulang sepertinya tidak mungkin karena mobilnya masih ada."

"Mei kamu merasakan tidak? Ada yang berbeda dengan rumah ini?" Mata Rina menyapu seluruh ruangan.

"Beda...beda gimana maksudmu?"

"Iya beda. Lihat ruangan ini sudah bersih dan lihat ya ampun berarti Keira pergi setelah semuanya beres dikerjakan! Lihat masakan Keira sudah tersaji untuk kita."

"Wah...wah....wah ....Keira memang is the best tahu saja sohibnya lapar. Rin jangan dilihatin terus, ayo makan!"

"Jangan dulu Mei."Cegahnya.

"Kenapa?"

"Keira kan belum pulang ke sini, masa iya engga ada orangnya kita enak-enakan makan."

"Biarin dari pada kita kelaparan!" Meira langsung menyendok nasi yang ada di depan

"Iya juga sih. Gaskeun lah!" Akhirnya Rina luluh juga. Mereka makan nasi goreng buatan Keira.

"Assalamualaikum!" Dari luar terdengar suara Keira yang sedang duduk di lantai sambil membuka sepatunya.

Keduanya menoleh ke sumber suara. Mereka saling tatap. Nasi goreng yang mereka makan hampir habis tak bersisa. Mungkin karena terlalu enak jadi lupa kalau Keira belum kebagian.

"Duuuh maaf Keira nasi gorengnya habis. Lagian kamu juga sih bikin nasi goreng enak banget jadi cepat habis." Ujar Meira merasa tidak enak hati sambil menggaruk kepalanya

"Heleh bilang aja lapar Ceu." Rina menimpali.

"Sudah enggak apa-apa kok habis juga. Kalian jangan khawatir aku sudah sarapan bubur ayam tadi." Keira ngeloyor masuk kamar mandi.

Hanya lima belas menit Keira membersihkan dirinya. Selanjutnya ia memakai pakaian gamis hijau daun dengan hijab warna senada menambah keanggunannya.

"Mei...Rin kalian mau ikut jalan-jalan ke mall? Sekalian belanja buat persiapan besok pagi banyak pesanan cilok. Pokoknya kalian harus bantu aku membuat cilok. Kalau enggak mau bantu jangan harap kalian aku masakin nasi goreng lagi. Engga pake lama aku tunggu kalian di luar." Ajak Keira sedikit mengancam.

"Kebiasaan kalau ngajak selalu mendadak. Kita kan belum mandi." Protes Meira.

"Kita? Enak aja aku sudah mandi kok, tinggal ganti baju. Sudah cepetan mandi, kapan lagi kita bisa jalan-jalan bareng anak pejabat?" Rina masuk kamar sambil tertawa.

...****************...

1
Yuningsih Nining
horeee akhirnya blu lamar meira
hadeuhh gmn nnti saat si tiara tau blu akhir nya meminang meira yng si tiara tau meira dulu perawat nya blu saat sakit, jg si tiara saat itu udah ada cembokur kan?
Yuningsih Nining
😄🤭strategimuuu uqie.... bikin yng baca satu ini ketawa
Yuningsih Nining
pp Keira bin neneng kayak nya punya nilai plus buat kasdun utk gadisnya Keira / neneng
Yuningsih Nining
keputusan kalsdun bagus, gak usah akan ada yng lebih baik dari si tira dun
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
kalau sudah bertemu dengan orang tepat hidup jadi bahagia
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
gitu dong baikan semua
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kapok kamu Riska, jadi orang kok pemaksa banget
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nanti kamu bakal kaget lagi kalau dengar kejutan lagi Genta
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
bau bau cemburu lagi
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nah loh Blu ketahuan kan
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Wah keren itu Tiara langsung di angkat jadi sekertaris
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kamu salah Tiara, Genta orang besar itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Ternyata si kakek sendiri yang jadi tumbal
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Akhirnya Tiara sembuh ini. Dengan adanya Genta yang hadir dalam hidupmu semoga kamu tidak menyia nyiakan orang yang perduli dengan mu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti ayah Tiara ini yang pulang
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
siapa cowok yang datang lagi itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti si kakek Mirja ini. tapi untuk apa melakukan cara seperti itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
ih kok serem gini bersetubuh dengan makhluk halus
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
memang kamu salah kok Nurmala, sudah tau salah masih diam saja
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
hukuman buat Tiara semasa hidupnya karena selalu menyakiti semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!