cerita ini di mulai dari seorang gadis cantik bernama sindi..yang mempunyai pacar bernama alex
sindi dan alex menjalin hubungan selama 7 tahun ..
sindi sangat mencintai alex dan alex pun juga sangat mencintai sindi
hingga saat itu alex pun di perintah orang tua nya menikah dengan wanita yng mereka jodoh kan kepada nya .. karena wanita ini adalah anak teman papa nya alex yng mempunyai
banyak saham di perusahaan papa nya alex.. yang sangat lah kaya raya.. sehingga papa nya alex pun memaksa dan mengancam alex..untuk bunuh diri kalau alex tidak menuruti ke inginan nya
alex yang sangat sayang dengan orang tua nya pun menyetujui apa yng di katakan papa nya..
dia pun meninggal kan sindi.. dan menikah dengan wanita yng di jodoh kan papa nya kepada nya..
alex mempunyai sahabat bernama Tio.. dia menyuruh Tio untuk menikah dengan sindi karna alasan dia tidak mau sindi sakit hati terlalu dalam karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nandi ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penyelamatan sindi
bab 24
Tio dan Alex kini pergi bersama.
"Lex, bagai mana kamu tau keberadaan Sindi?" tanya Tio heran, saat mereka berdua berada di dalam mobil.
"Asisten ku yang bernama Toni, dia telah melacak keberadaan Sindi dan me ngirim kan lokasi nya kepada ku. Apa kah kamu masih bisa pergi Tio? sedang kan kondisi mu seperti ini," ungkap Alex prihatin.
"Aku pasti bisa, Lex" sahut Tio yakin. Alex pun menerus kan perjalanan mereka dengan ter gesa gesa, karna khawatir dengan kondisi Sindi yang tengah di culik.
Sesampai nya di lokasi, Alex dan Tio pun turun dari mobil. "Kamu yakin, Lex di sini tempat nya sindi di culik?" tanya Tio heran karna Tio tau, mereka ber ada di depan rumah paman Tio yaitu Aslan.
"Ya, Tio. Aku yakin di sini lokasi yang di kirim kan Toni kepada ku," sahut Alex.
"Tapi kan, Lex ... Ini ada lah rumah paman Aslan!"
"Ayo kita periksa saja, Tio."
Per lahan tapi pasti, Tio dan Alex memasuki rumah Aslan. Tak ada satpam atau pun penjaga di luar rumah Aslan, mereka terus memeriksa ke dalam. Namun sepi tak ada orang, Alex pun bingung.
"Apa kah paman mu punya ruangan ter sembunyi Tio?" tanya Alex.
"Ya, ku rasa ada Lex, di gudang belakang rumah," sahut Tio yakin.
Mereka pun pergi menuju gudang yang ber ada di belakang rumah Aslan.
"Hahaha."
Suara gemuruh dan tawa anak buah Aslan yang menjaga Sindi mulai ter dengar. Alex dan Tio pun ber sembunyi di balik tiang rumah. Mulai mendengar kan.
"Kapan ya, mereka datang," ucap Dastro salah satu anak buah Aslan.
"Ya, meneketehe!... Kita tunggu aja, mungkin bentar lagi," sahut Kisro, "Kalo mau cepet ya kamu jemput aja suami nya, kan suami nya ngak tau istri nya kita culik di sini!"
"Iya juga ya, kita jemput aja yukk, ajak Dastro." Dastro pun merapi kan jaket nya yang kusut, karna kelama'an nunggu. Ingin langsung pergi "ayo kita otw."
Belum juga Kisro dan Dastro ber jalan, mereka sudah di hadang Alex dan Tio.
"Hayyy" sapa Alex ter senyum.
"Hayyy, juga," sahut Kisro.
"Ehh kok kamu nyahut sih! itu siapa kamu kenal," ucap Dastro heran.
"Ya gak kenal," sahut Kisro "Siapa kalian?"
"Aku adalah pahlawan kesiangan untuk menyelamatkan wanita yang telah kamu culik," sahut Alex.
"Heeeaatttttttt."
Alex pun menyerang Kisro dan Dastro dengan bruntal, tanpa membuka mata nya. Alex terus memukul dan memukul lawan nya tanpa ampun.
Tanpa sadar anak buah Aslan yang lain pun mulai ber datangan, karena mendengar keributan dari arah luar gudang. Alex terus memukul Dastro yang telah kewalahan akibat serangan Alex yang tiba-tiba. Sedangkan Kisro sudah K,O tak berdaya.
Tio pun hendak maju, karna melihat anak buah aslan yang jumlah nya kurang lebih sepuluh orang sudah berada di hadapan Alex. Sedangkan Alex masih memejam kan mata nya.
"Lex, Lex, buka mata mu," ucap Tio khawatir.
Alex pun membuka mata nya.
"Wadidawwww," ucap Alex ter kejut, karna lawan nya semakin banyak dan mempunyai badan yang besar.
"Tio, kok kamu gak bilang sih kalau musuh kita sebanyak ini?" ucap Alex gelagapan.
"Lah kan aku udah bilang! aku nyuruh kamu buka mata," sahut Tio ter senyum. Mereka berdua mulai panik, karna kalau di pikir pikir mereka tidak akan bisa melawan musuh yang sangat banyak dan mempunyai badan besar.
"HAHAHAHAHA,"
Aslan pun ter tawa di belakang anak buah nya yang besar-besar itu. Anak buah Aslan memberikan jalan untuk Aslan agar ber diri di depan mereka.
"Apa kah kamu mau menjemput istri mu Tio?" tanya Aslan.
"Ya, Paman! kenapa Paman menculik istri ku? apa salah ku kepada Paman? sehingga Paman tega melakukan hal ini!" ucap Tio sedih dan tak menyangka bahwa paman nya lah yang telah menculik istri nya bukan Alex. bahkan Alex telah membantu nya untuk menemukan Sindi. Begitu bodoh nya aku, ungkap Tio menyesal karena telah mencurigai Alex sahabat nya sendiri.
"HAHAHAHAHA Uhukk uhukkk uhukk." Aslan ter tawa lalu ter sedak karna ada lalat yang telah masuk ke mulut nya, di saat aslan ter tawa. Wajah Aslan nampak biasa saja setelah ter sedak karna Aslan ingin menjadi orang yang profesional.
"Kalau kamu mau istri mu kembali, ke pada mu! maka kamu harus menyerah kan kekuasaan mu kepada ku. Aku ingin menjadi Bos petinggi di PT MR GRUP. " ungkap Aslan.
"Apa, Paman! semudah itu Paman ingin merebut hak yang seharus nya memang milik ku. Aku telah berusaha dari nol dengan bantuan dari Alex. Paman aku membangun PT MR GRUP dari saat PT MR GRUP masih tidak di hargai orang sampai menjadi PT MR GRUP perusahaan ter nama dan besar karna perjuangan ku. Paman dulu tak tahu menahu tentang jerih payah ku dan sekarang setelah ber hasil, Paman ingin semua itu menjadi milik paman, jangan harap!" ucap Tio kesal.
"Kalau kau tak mau memberi kan kekuasaan itu pada ku. Aku akan menyuruh anak buah ku yang besar ini untuk menghabisi kalian," ancam Aslan angkuh dengan senyum miring nya, yang bagai kan tengah me ngejek.
Tio pun ber tepuk tangan dan tak lama kemudian anak buah Tio dan Alex pun sudah ber ada di belakang mereka. Begitu banyak anak buah Tio dan Alex.
Aslan pun panik dan mulai gelagapan.
"Bagai mana, Paman?" ucap Tio "Apa kah Paman masih mau menghabisi kami."
Aslan pun men cari akal. Aslan mulai memberi kode kepada anak buah nya untuk membawa Sindi.
Salah satu anak buah berjalan ke gudang dan membawa Sindi ke pada Aslan.
"Tio! apa kah kamu mau, istri mu ini aku habisi?" tanya Aslan sambil me nodong kan belati nya ke leher Sindi yang sudah lemah lunglai tak ber daya.
"Berani, berani nya Paman mengancam ku!" ucap Tio.
"AARRRGGHHH"
ucap Sindi, karna leher nya ber darah ter kena goresan belati Aslan.
"Paman jangan pernah kau melukai Sindi," ucap Tio panik.
"Aku akan melukai nya, kalau kamu tidak menyerah kan kekuasaan mu kepada ku," ancam Aslan.
Waduh, batin Tori panik, Gimana ini apa yang harus aku lakuin. Tori pun mulai mencari akal. Tak sengaja Tori melihat kain berupa sarung ber warna putih. Tori pun pergi diam diam untuk mengambil sarung itu dan kemudian, Tori memakai nya dan naik ke pagar.
"HIHIHIHIHI"
Tori pun mulai ter tawa cekikikan, suara Tori bikin merinding, membuat semua orang melihat ke arah nya.
"Whaaaa, Hantuuuuuu,"
ucap anak buah Aslan yang ber badan paling besar. Ter nyata hanya badan nya saja yang besar tetapi sangat penakut di banding yang lain.
"Apa hantu?.. Hantu!"... mereka pun mulai ber larian dari anak buah Aslan hingga anak buah Tio dan Alex. Mereka ber lari ke sana kesini.
Tio pun menggunakan kesempatan itu untuk menyelamatkan Sindi. Alex pun membantu Tio ketika Aslan lengah dan menurun kan belati nya dari leher Sindi, Alex mengambil belati dari tangan Aslan dan Tio merebut Sindi dari tangan Aslan. "jangan ber gerak," ancam aAex, kepada Aslan.
Alex me nodong kan belati Aslan sendiri, kepada Aslan. Untuk tidak melawan mereka setelah terasa aman Alex dan Tio membawa Sindi pergi.
Tori yang melihat Sindi telah selamat dari Aslan pun turun dari pagar dan berlari laju.
"Huwaaaaaa" ucap Leno,"hantu nya larii"
semua yang ada di situ pun sangat gaduh sekali karna ketakutan ada yang langsung pulang berlari ter birit-birit ada juga yang ber sembunyi.
Tak lama ada pengumuman dari Alex kalau Sindi sekarang telah selamat.
Anak buah Tio dan Alex pun ber gegas pergi dari kawasan rumah Aslan, dan masih ada yang ketakutan sampai ada yang kencing di celana. Saking takut nya. melihat Tori yang ber sandiwara.
jadi penasaran gimana lanjutan nx.. mantappp
pertahan kan orang yg sdh tulus mecintai mun sin..alex masa depan mu sin ,jd lah wanita yg kokoh ,setia
sma pasangan nya.gk mudah goyah..
lanjut thor