WARNING!!!
- Harap bijak dalam menyikapi cerita ini.
- Cerita ini mengandung kekerasan fisik.
- Terdapat beberapa bagian kata yang terdengar kasar.
Menceritakan seorang gadis bernama Aurora Lexa Antonius yang dibesarkan di keluarga yang cukup berpengaruh. Suatu hari dia di usir oleh keluarganya hanya karna fitnah dari ibu tiri dan saudari tirinya.
Mampukah Aurora membalaskan dendamnya pada mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della Avista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mempelajari Semua Tentang Perusahaan
" Dengar kalian, apa yang kalian dengar dan lihat hari ini lupakan dan jangan sekali - kali kalian menyebarkan wajah nona muda. jika kalian berani maka nyawa kalian taruhannya. " ucap Ken penuh peringatan.
Glekk .....
Mereka yang mendapatkan ancaman seperti itu pun hanya bisa mengangguk pasrah dan menuruti apa yang tuan Ken katakan, dari pada nyawa mereka yang menjadi taruhannya.
" Security urus wanita ini. " ucap Ken sambil menunjuk Wulan dan setelahnya ia berlalu dari sana untuk menyusul Aurora ke lantai atas.
" Baik tuan Ken. " ucap security itu sambil membungkukkan badannya.
Aurora pun sampai di lantai atas, dimana ruangan Ken dan ruangannya nanti berada. Aurora melangkahkan kakinya ke arah salah satu ruangan.
" Aurora pun sampai di depan ruangan yang bertuliskan " Direktur " dan di depan ruangan itu terdapat seorang wanita yang ia yakini adalah seorang sekretaris.
" Permisi nona, ada yang bisa saya bantu. " ucap sekretaris itu yang melihat kedatangan seorang gadis cantik yang mendekat ke arahnya.
" Apa tuan Kendrick ada di dalam. " tanya Aurora berniat untuk menguji sekretaris tersebut, agar ia tau bagaimana sifatnya.
" Ah maaf nona, tuan Kendrick tidak ada di ruangannya. sekitar lima belas menit yang lalu tuan Ken turun ke lobby perusahaan nona, mungkin sebentar lagi tuan Ken akan kembali kemari nona. " ucap sekretaris itu dengan senyum ramahnya.
" Apa nona mau menunggu di dalam atau di sini saja. sebelumnya maaf nona, apa nona sudah membuat janji. " lanjut sang sekretaris itu.
" Oh begitu, saya sudah buat janji sama tuan Kendrick. kalau begitu saya tunggu di dalam saja, bisa kan. " tanya Aurora pada sang sekretaris.
" Boleh nona, mari saya antar ke dalam ruangan tuan Ken. " ucap sekretaris itu sambil melangkah ke arah pintu ruangan direktur dan membukanya.
" Silahkan masuk nona. " ucap sekretaris tersebut dengan ramah
Aurora pun masuk ke dalam ruangan tersebut bersama sang sekretaris itu. Aurora pun duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu.
" Mau minum apa nona, biar saya buatkan. " tanya sang sekretaris dengan menawarkan diri.
" Jus alpukat saja no .... " jawab Aurora sambil memiringkan kepalanya dan melihat ke arah sekretaris itu.
" Tasya Carlina nama saya nona. " ucap Tasya sang sekretaris
" Baik nona Tasya , jus alpukat saja. " ucap Aurora pada Tasya
Tasya pun melangkah pergi dari ruangan itu untuk membuatkan jus alpukat pesanan Aurora. ia pergi menuju pantri yang masih ada di satu lantai. setelah Tasya pergi, Kendrick pun datang dan membungkukkan badannya di hadapan Aurora.
" Maaf nona, atas kejadian barusan di lobby perusahaan. " ucap Ken dengan keringat dingin.
" Lain kali cari karyawan yang berpakaian baik, tidak seperti itu. memalukan perusahaan! " ucap Aurora penuh penekanan di setiap katanya.
" Baik nona, maafkan saya. saya akan lebih selektif lagi dalam menerima karyawan baru. " ucap Ken dengan menundukkan kepalanya.
Aurora pun mulai berkeliling ruangan itu, untuk mengamati setiap sudut ruangan mendiang ibunya. sedangkan Ken masih setia berdiri di dekat sofa itu, ruangan itu tertata dengan rapi dan elegan. selera mendiang ibunya sama dengan selera Aurora, jadi tidak ada yang perlu di rubah atau pun di ganti.
Selang lima belas menit terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. Kendrick yang mendengar suara itu pun mulai berjalan ke arah pintu itu dan membukanya. di sana terlihat Tasya yang sedang berdiri sambil membawa jus alpukat pesanan Aurora dan juga kudapan manis sebagai pelengkapnya.
" Ini tuan, saya mengantarkan jus pesanan nona dan kopi untuk tuan. " ucap Tasya dengan nada yang cukup sopan.
" Oh masuklah, dan taruh saja di atas meja itu Sya. " ucap Ken pada Tasya dengan ekspresi datar
Tasya pun melangkahkan kakinya memasuki ruangan direktur dan melihat Aurora yang sedang menatap keluar jendela kaca yang ada di ruangan itu.
" Ini nona jus alpukat beserta kudapan manisnya nona. " ucap Tasya pada Aurora, dan Aurora pun membalikkan badannya ke arah Tasya.
" Baik, terimakasih Tasya. " ucap Aurora dengan wajah datarnya.
" Sama - sama nona, kalo begitu saya kembali ke meja saya dulu nona untuk melanjutkan pekerjaan saya. permisi nona. " ucap Tasya dengan menundukkan kepalanya dan Aurora hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah Tasya keluar dari ruangan itu dan pintu juga sudah tertutup dengan rapat. Kendrick pun mendekati Aurora dan berkata.
" Apakah nona akan mempelajari semuanya hari ini nona muda. " tanya Ken pada Aurora dan Aurora pun menganggukkan kepalanya.
Aurora pun berjalan ke arah meja direktur yang ada di sana dan menduduki nya.
" Baiklah nona, saya akan memberikan beberapa berkas tentang perusahaan ini. " ucap Ken pada Aurora.
Kendrick pun berjalan ke arah salah satu rak buku yang di sana terdapat banyak sekali berkas penting perusahaan. Kendrick mengambil lebih dari 8 berkas yang harus di pelajari oleh Aurora. Kendrick membawa berkas itu dan meletakkannya di hadapan Aurora.
" Ini nona, berkas - berkas yang harus nona pelajari. semua yang ada di dalam adalah tentang perusahaan ini. semoga nona bisa mempelajari semuanya dengan baik, kalo ada yang tidak di pahami oleh nona tanyakan saja pada saya.
Aurora yang melihat itu pun mulai sibuk mempelajari semuanya. Ken yang melihat itu pun tersenyum saat Aurora yang begitu cantik jika sedang dalam mode serius.
Aurora yang memang memiliki IQ di atas rata - rata mampu mempelajari semua berkas itu dengan baik, hanya dalam kurun waktu kurang dari 1 jam saja.
" Sudah selesai Ken, apa ada lagi yang harus aku pelajari. biar semuanya cepat selesai. " ucap Aurora pada Ken
Ken yang mendengar perkataan Aurora pun menjatuhkan rahangnya, karna buku yang di berikan Ken 1 bukunya saja sudah cukup tebal dan ini ada sekitar 8 buku. apalagi itu semua sudah di selesaikan dalam waktu kurang dari 1 jam saja. kalo ia tidak melihat dengan matanya sendiri, ia tidak akan percaya sehebat itu nona mudanya. lama ia mematung, akhirnya ia pun sadar dan mulai berkata.
" Se.... sebentar nona, akan saya ambilkan berkas - berkas yang lainnya nona. " ucap Ken dengan tergagap dan Aurora yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja.
Ken pun mulai berjalan ke arah lemari kaca yang ada di sana, dan mengambil beberapa berkas yang memang harus di pelajari oleh Aurora sebelum sepasang paruh baya itu mewariskan padanya. Ken yang melihat itu sebenarnya sangat syok dengan kejeniusan otak dari nona mudanya. ia berpikir, mulai sekarang ia harus menyiapkan mental dan juga jantungnya agar siap dengan semua kejutan yang akan ia lihat dari nona mudanya yaitu Aurora.
Ken pun berjalan ke arah Aurora dan meletakkannya kembali di hadapan Aurora. ia kira semua berkas yang harus di pelajari oleh nona mudanya membutuhkan waktu setidaknya lima hari atau paling lama satu Minggu. karna perusahaan mendiang ibunya bergerak di beberapa bidang.
kmna aja dirimu lma mnghilang????
ada ssuatukah?????mga cpt up lg y.....smnggttt.....😘😘😘
SEMANGAT/Good//Good//Good/✊✊👍👍💪😊