Elvira Pranata berada dalam situasi yang sulit. Ia baru saja kehilangan saahabatnya yang meninggal menjelang hari pernikahan, namun Ia juga harus menjalankan wasiat sang sahabat untuk menjaga keluarganya saat itu.
Bahkan tak hanya itu. Calon suami dari Mita_sahabat Elvira pun menjadi begitu bergantung padanya untuk segala hal.
Bayu 25tahun. Saat itu divonis lumpuh akibat kecelakaannya bersama sang calon istri. Ia terngiang ucapan terakhir Mita agar Bayu menjaga Elvira, hingga apapun yang terjadi hanya Elvira yang selalu ada dalam memorinya.
Hingga akhirnya dengan segala perjuangan, pihak keluarga menikahkan mereka berdua. Tak hanya karena wasiat, tapi karena Bayu begitu membutuhkan El saat itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PLIS 24
Mentari menyapa di pagi hari. El mulai membuka mata saat itu dan mendapati Bayu yang menggenggam tangannya erat sekali, dan sepertinya sudah sejak malam seperti ini dan ia sama sekali tak bangun untuk sekedar mengganti posisi. Biasanya ia bangun beberapa jam sekali karena salah satu bagian tubuhnya kan pegal jika tak dipindah sesekali. Belum lagi nanti akan gatal karena ruam yang terjadi karena terlalu lembab disalah satu bagiannya.
El berusaha melepas genggaman tangan Itu dengan amat perlahan, tapi tetap saja Bayi kecilnya itu langsung membuka mata dan menatapnya. “El mau kemana?” tanya Bayu, seolah takut sekali ditinggal oleh istrinya saat ini.
“Eh, Abang udah bangun. El mau ke kamar mandi terus cuci muka, abis itu mau mandiin Abang. Sekalian ya, mumpung udah bangun?” tanya El saat itu yang langsung mengecup punggung tangan pria yang baru kemarin menjadi suaminya itu.
Bayu menganggukkan kepala dan akhirnya melepas genggamannya pada Elvira. Ia menatap setiap Gerakan El kemanapun ia pergi karena hanya itu yang dapat ia lakukan saat ini, dan ketika El masuk ia mencoba mengulurkan tangan dan membuka kancing bajunya sendiri. Namun, entah kenapa tangan itu mendadak kebas dan ia kesulitan untuk menggerakannya.
Hingga akhirnya El keluar usai mempersiapkan air hangat untuk Bayu dan siap membawanya ke kamar mandi segera. “Abang kenapa?” tanya El ketika melihat ekspresi aneh Bayu saat itu yang mentap lekat telapak tangannya.
“El, tanganku mendadak kebar dan sulit ku gerakkan. Kenapa?” tanyanya cemas.
“Itu mungkin karena Abang genggam tangan El semalaman. Iya kan? Biasanya Abang harus ganti posisi tiap beberapa jam sekali.” El merangkak diatas ranjang itu kemudian membuka satu persatu pakaian yang melekat ditubuh Bayu saat ini dengan perlahan, apalagi masih ada kateter dibawah sana yang akan menyakitkan jika tersenggol olehnya.
“Aaakhh!!”
“Eh, Abang kenapa? Ini kesenggol kah? Atau… Ada yang lain sakit?” tanya cemas El ketika Bayu mendadak meringis ketika ia tengah melepas perlahan celana pendeknya saat itu. Ia lantas beralih dan memeriksa bagian tubuhh Bayu yang sempat terbentur dan terluka, tapi Bayu justru meraih tangan El dan menaruhnya didada.
“Abaaang_” tatap kesal El pada suami yang justru melempar senyum padanya itu. Ia menepuk punggung Bayu hingga merah dibuatnya saat itu. Tapi Bayu justru tertawa dengan kegeraman istrinya.
El menyudahi semua itu dan segera memindahakan Bayu ke kursi roda khusus untuk mandi, kemudian membawanya masuk untuk ia basuh tubuhnya. Kepala ia shampo hingga wangi kemudian ke seluruh tubuhnya hingga ke kaki, bahkan ia tak segan membersihkan bagian dalam Bayu saat itu tanpa alas ditangannya. Justru Bayu yang seketika memejamkan mata karenanya.
“Abang kenapa? Rasain sesuatu?” tanya El, hanya saja Bayu menggelengkan kepalanya lagi dengan pertanyaan itu karena ia memejamkan mata hanya karena rasa malunya. Bukan karena sesuatu yang tersengat dibawah sana.
El segera membilas tubuh itu hingga bersih dan membawanya kembali keluar untuk memakaian pakaian agar tak kedinginan.
“Maaf,” ucap Bayu yang membuat El menelengkan kepala menatapnya saat itu.
“Untuk?” tanya El yang Sudah mulai memakaikan pakaian ganti ditubuh Bayu agar lebih rapi. “Abang minta maaf karena apa? Karena pernikahan kita?” Bayu menganggukkan kepalanya saat itu.
“Abang terfikir karena belum bisa menjadi suami yang baik untuk El?”
“Ya, mungkin itu.” Bayu menghela napas dengan begitu panjang dan berat ketika menjawab pertanyaan dari Elvira saat itu.
El hanya diam dan terus memakaikan pakaian Bayu. Mereka akan ke pusat terapi pagi ini untuk mendaftarkan Bayu sebagai peserta disana untuk mulai melatih kakinya karena tak ada luka. Lumpuhnya Bayu murni dari syaraf, hingga mereka akan fokus kesana untuk memulai semua proses demi kesembuhannya.
“Untuk jadi suami yang baik, Abang harus sembuh dulu. Abis itu bawa El Honeymoon ketempat yang indah berdua, gimana?”
“Aku seperti tak yakin jika_”
“Kalau Abang aja ngga yakin, gimana El mau rawat? Percuma dong, El ada disini. Udah kerja keras, tapi malah_”
“Jangan pernah tinggalkan aku. Aku janji, akan berusaha untuk sembuh setelah ini.” Bayu bagai ketakutan hanya dengan ucapan Elvira padanya. Saat itulah dalam hati El semakin penuh tanya, ada apa sebenarnya pada Bayu saat ini padanya.
El yang selama ini berusaha cuek justru semakin memiliki berbagai macam pertanyaan dalam hati mengenai sang suami. Ini cinta, atau Bayu hanya bertanggung jawab dengan Amanah Mita karena Ia sepertinya begitu tertekan ketika El akan pergi darinya.
“Abang mau El bawa ke ruang makan dulu, atau disini tungguin El mandi?”
“Disini,” ucap Bayu yang sudah tampan pagi ini. El lalu memindahkannya kembali ke kursi roda besarnya agar ia bisa bebas berpindah tempat kapan saja dan kemana saja nanti selamana menunggu.
El memasang kuda-kudanya dengan kokoh kemudian tangannya menelusup kebawah lengan Bayu untuk mulai mengangkat tubuh besar itu berpindah tempat. Hingga Bayu duduk dan El menyelimutinya dengan selimut tipis seperti biasa untuk menghalangi kakinya saat itu.
Bayu meraih hpnya yang baru didalam nakas, dan kemudian menghubungi asistennya di kantor yang bertugas melaksanakan samua pekerjaannya ketika ia dan papa Tomas tak ada. Pria itu adalah sahabat Bayu yang ia kenal sejak masa kuliah dulu, akrab, dan entah kenapa ia begitu percaya padanya.
“Bayu, bagaimana kau hari ini??” tanya Damar padanya, yang bahkan tak sempat untuk sekedar datang ke pernikahan kemarin karena ada urusan yang tak dapat ia tunda sama sekali. Tapi ia bahagia karena Bayu sudah bisa membuka hati meski terasa begitu cepat baginya, yang jelas ia tahu jika Bayu tak akan secepat itu melupakan Mita.
“Aku baik, dan akan mulai menjalani beberapa terapi sebentar lagi. Dan disela itu semua, sesekali aku akan masuk untuk mengecek keadaan kantor. Semuanya baik?”
“Untuk saat ini baik. Semuanya masih bisa ku kontrol dan rapi sesuai dengan program yang ada.” Damar melaporkan semuanya dengan detail, sementara Bayu tampak mendengarkan semua itu dan mencermati semua laporan yang ada. Hanya ia ingat ucapan El ketika ia dilarang berfikir terlalu berat untuk saat ini demi kesehatannya sendiri.
Hingga akhirnya El keluar hanya dengan handuk yang menutupi bagian dada dan pahanya. Bayu yang saat itu tengah berkonsentrasi seketika buyar seketika hanya karena pemandangan indah yang ada didepan mata, melebihi indahnya taman bunga milik mama Lita.
Elvira mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk sembari bersenandung dengan begitu merdu bahkan tak segan menggerakan tubuhnya untuk menari saat itu. Bayu hanya tersenyum miring melihatnya, ia lupa jika saat ini Damar tengah bicara serius padanya dan menjelaskan perkembangan kantor sejak ia tak aktif disana.
“Bay?” panggil Damar dari sana ketika Bayu mendadak hening saat itu.
ttep ya
gabisa laper sebentar🤣🤣
mana abang iam comel banget
pinter banget cuma melototin aja mewek anak orang
mana sekarang jd pawang mama lita🤣🤣🤣
si bayu sm el ini umurnya brp si
kok gemes banget🤣🤣
penasaran d dagu el ada apa
co cwit bgt😍😍😍😍😍
aku juga merasa bayu cepet move on ke El
keknya perna suka deh